1,720,981 research outputs found
HUMOR DALAM KUMPULAN CERPEN MUSLIHAT MUSANG EMAS KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM
BAYU ARGHA DHANI. 2023. Humor Dalam Kumpulan Cerpen Muslihat Musang Emas Karya Yusi Avianto Pareanom. Skripsi. Jakarta. Program Studi Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta.
Penelitian ini bertujuan mengetahui humor yang terdapat dalam kumpulan cerpen Muslihat Musang Emas Karya Yusi Avianto Pareanom. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta sejak bulan Juni 2020 sampai Agustus 2023. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori humor dari Sigmund Freud. Teori humor Sigmund Freud terdapat teknik humor dan kategori humor. Teknik humor terdiri dari kondensasi, pengalihan, dan simbolisasi. Kategori humor terdiri dari humor bertendensi dan humor non-tendensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Kata Kunci: humor, teknik humor, kategori humor, Muslihat Musang Emas
****
BAYU ARGHA DHANI. 2023. Humor In The Short Story Collection Muslihat Musang Emas by Yusi Avianto Pareanom. Thesis. Jakarta. Indonesian Literature Study Program. Faculty of Language and Art. State University of Jakarta.
This research aims to find out the humor contained in the short story collection Muslihat Musang Emas by Yusi Avianto Pareanom. This research was carried out in Jakarta from June 2020 to August 2023. The theory used in this research was Sigmund Freud's theory of humor. Sigmund Freud's theory of humor includes humor techniques and humor categories. Humor techniques consist of condensation, diversion, and symbolization. The humor category consists of tendentious humor and non-tendency humor. The method used in this research is a qualitative descriptive method.
Keywords: humor, humor techniques, humor categories, Muslihat Musang Ema
Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom
Skripsi ini berjudul “Transformasi Cerita Wayang dalam Novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mendeskripsikan transformasi cerita wayang yang terdapat pada novel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi transformasi cerita wayang yang terdapat pada novel. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan fokus terhadap transformasi cerita wayang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu menonton video pementasan wayang, membaca secara intens, menginventarisasi data, mengklasifikaskan data.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada novel Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom memiliki transformasi dari cerita wayang ke dalam bentuk novel. Transformasi terdapat pada bagian awal cerita, inti cerita, dan akhir cerita
Analisis Kebutuhan Bertingkat Sungu Lembu dalam Novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom: Psikologi Humanistik Abraham Maslow
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini ialah bagaimana kebutuhan bertingkat Sungu Lembu dalam novel Raden Mandasia Si Pencuri daging sapi karya Yusi Avianto Pareanom. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kebutuhan bertingkat Sungu Lembu dalam novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi Karya Yusi Avianto Pareanom. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Psikologi Humanistik Abraham Maslow, dan Metode yang digunakan dalam menganalisis kebutuhan bertingkat yang dikemukakan Abraham Maslow adalah metode basic-needs atau kebutuhan dasar dan metode meta-needs atau kebutuhan tinggi. Sesuai dengan rumusan masalah, dihasilkan pencapaian kebutuhan bertingkat Sungu Lembu dalam novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom, menurut teori psikologi humanistik Abraham Maslow berupa: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan memiliki dan cinta, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan akan aktualisasi diri
Stereotip Gender pada Cerpen “Suatu Hari dalam Kehidupan Warga Depok yang Pergi ke Jakarta” Karya Yusi Avianto Pareanom
Dalam kumpulan cerpen “Cerita-cerita Jakarta” terdapat satu cerpen karya Yusi Avianto Pareanom yang berjudul “Suatu Hari dalam Kehidupan Warga Depok yang Pergi ke Jakarta” menceritakan tentang kehidupana tokoh kesayangan kita. Dalam cerpen ini terdapat penggalan-penggalan perjuangan perempuan dan pandangan stereotip mengenai gender yang dapat dikaji dalam kajian feminism dan stereotip gender. Dalam pengimplementasian di kehidupan sehari-hari, fenomena ini menyatakan bahwa perempuan memiliki hak dan kemampuan yang hampir setara dengan laki-laki. Terdapat pula pandangan-pandangan pelabelan atau stereotip terhadap perempuan sebagai pemicu ketidakadilan. Berdasarkan dari hal inilah yang menyebabkan munculnya teori feminisme dan stereotip karena perempuan di dalam cerpen ini banyak diposisikan sebagai sebagai objek yaitu korban. Bukan hanya citra perempuan, namun pengarang juga menampilkan amanat yang terkandung di dalamnya sehingga pembaca dapat mengambil hikmah dan pesan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi yang berbentuk studi kepustakaan (library research). Penelitian ini dilaksanakan sebanyak satu kali dengan membaca cerpen secara menyeluruh dan penuh ketelitian. Data yang dikumpulkan berupa kutipan kata-kata dan kalimat yang terdapat di dalam cerpen “Suatu Hari dalam Kehidupan Warga Depok yang Pergi ke Jakarta” karya Yusi Avianto Pareanom. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa poin dari fenomena ketidaksetaraan gender yang ada dalam cerpen ini.
Kata kunci: feminisme, stereotip, cerpe
NILAI MORAL DALAM CERPEN “DARI DAPUR BU SEWON” KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)
The object of research that the author uses is the short story "Dari Dapur Bu
Sewon" by Yusi Avianto Pareanom which was published in 2011. The purpose of
this study is to describe the structural elements of the short story fiction story "Dari
Dapur Bu Sewon"; and the moral values contained in the short story "From the
Kitchen of Bu Sewon". This research study is based on two methods, namely the
structural method to examine the intrinsic elements of the short story and the
sociology of literature to examine the moral values contained in the short story
"Dari Dapur Bu Sewon".
The results of this study indicate that the structure of the short fiction story "Dari
Kitchen Bu Sewon" has one main character, Bu Sewon, and four additional
characters. The flow used is a mixed flow. Judging from the sociological approach
of literature, especially moral values, it consists of honesty, authenticity,
responsibility, humility, realistic and criticism. Honesty is shown when my
character says the taste of Mrs. Sewon's cooking is not good, authentic is shown by
my character and his wife who are still themselves, responsible is shown by my
character and his wife who finishes food from Mrs. Sewon, humility is shown by
Mrs. Sewon who apologizes for her cooking, realistic and criticism is shown by my
character who doesn't just hand over Bu Sewon's cooking to others.
Keywords: "From Bu Sewon's Kitchen", sociology of literature, morals, structur
RELEVANSI NOVEL RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM SEBAGAI BAHAN AJAR BIPA GUNA MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
Bahasa Indonesia dewasa ini sangat diminati di seluruh penjuru dunia. Hal tersebut dapat dilihat dari sekurangnya 73 negara mengangkat pembelajaran bahasa Indonesia di universitas-universitas mereka. Selain itu, banyak warga asing, khususnya pelajar dan pekerja, yang jauh-jauh pergi ke Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang artinya warga negara seluruh Asia Tenggara bebas bekerja di seluruh negara di Asia Tenggara. Tetapi pada kenyataannya, para pekerja asing yang bekerja di Indonesia masih kesulitan dalam berkomunikasi. Hal tersebutlah yang membuat pembelajaran BIPA jadi sangat penting. Pembelajaran BIPA terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat dasar, tingkat madya, dan tingkat mahir. Sebagai pembelajaran, BIPA memerlukan bahan ajar yang update dan relevan dengan kehidupan serta budaya bangsa Indonesia. Realitanya, bahan ajar BIPA, khususnya sastra, masih perlu ditambah. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom adalah salah satu novel yang memiliki ciri-ciri tersebut, mengangkat tema tentang budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan relevansi novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom sebagai bahan ajar BIPA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berbentuk kajian pustaka. Hasilnya adalah novel Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi relevan sebagai bahan ajar BIPA tingkat madya dan mahir karena kental mengandung unsur budaya bangsa Indonesia yang luhur.Kata Kunci: novel, bahan ajar, bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), masyarakat ekonomi ASEAN (MEA
AMBIVALENSI TOKOH SUNGU LEMBU DALAM NOVEL RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI KARYA YUSI AVIANTO PAREANOM (KAJIAN POSKOLONIAL)
The problems which commonly found in the general public and sometimes not really felt by the public is colonialism behaviors that lives among us. In the literary work that is called as a reflection of life, of course that things also often encountered and raised on this issue. The fact in the real life, some people especially Indonesian must have experienced those three things, especially about ambivalence. Yusi Avianto Pareanom's novel tells us a character who has a tendency to feel ambivalent towards the invaders. This research using a postcolonial literature as the main theories which will examine the ambivalences conditions seen in the characters of this novel named Sungu Lembu.This research aims to reveal this following problems: (1) the structure of Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi’s novel by Yusi Avianto Pareanom; (2) the form of hegemony / domination seen in the novel; (3) revealing the binary opposition of novel’s character; (4) and the ambivalence of the Sungu Lembu in the novel. By using Qualitative method the source of this research is the novel text of Raden Mandasia The Thief Beef that was published in 2016. Technique of collecting data with literature study. The result of this research are divided into four discussion of the ambivalence of Sungu Lembu’s character, including (1) The initial identity of Sungu Lembu which was originally formed in a novel’s story before encountering ambivalence; (2) Something that Sungu Lembu hates about everything that came from the dominant. (3) An ambivalent or colliding feeling between the something that Sungu Lembu hates and likes from the dominant; (4) A new identity formed after the initial dissolution of the Sungu Lembu after having encountered ambivalences.-----
Permasalahan yang biasa ditemukan di khalayak umum dan terkadang tak benar-benar terasakan oleh masyarakat adalah terjadinya praktik kolonialisme. Salah satu masalah mengenai kolonialisme yang kental pun biasa erat kaitannya dengan ambivalensi. Dalam kehidupan bermasyarakat, masyarakat mengalami hal tersebut yang juga permasalahan ini muncul dalam karya sastra. Novel karya Yusi Avianto Pareanom mengisahkan seorang tokoh yang memiliki kecenderungan perasaan yang ambivalen terhadap penjajah. Penelitian ini menggunakan kajian poskolonial akan menelaah kondisi ambivalensi tokoh utama bernama Sungu Lembu yang ada dalam novel. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan masalah sebagai berikut: (1) struktur yang membangun novel RMSPDS (2) bentuk hegemoni/dominasi yang tampak dalam novel tersebut; (3) tokoh-tokoh yang menempati oposisi biner; (4) dan tentunya ambivalensi tokoh Sungu Lembu yang terdapat dalam novel. Dengan menggunakan metode deskriptif sumber penelitian ini adalah teks novel RMSPDS yang terbit tahun 2016. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka. Temuan penelitian ini terbagi ke dalam empat pembahasan ambivalensi tokoh Sungu Lembu yang diantaranya yaitu: (1) Identitas awal Sungu Lembu yang pada mulanya terbentuk dalam cerita novel sebelum menemui ambivalensi; (2) Sesuatu yang dibenci Sungu Lembu mengenai segala hal yang diperlihatkan dan dilakukan pihak dominan terhadapnya. (3) Perasaan ambivalen atau bertabrakan antara hal yang dibenci dengan hal yang disukai Sungu Lembu dari pihak dominan; (4) Identitas baru yang terbentuk setelah terpecahnya identitas awal Sungu Lembu setelah menemui ambivalensi
- …
