1,035 research outputs found
PENGEMBANGAN MODEL KEGIATAN SENTRA BERMAIN DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI
Abstract: The objective of the research is to develop children activities in play center for encourage kindergarten children’s creativity in special region Jakarta. This study used Research and Development design consisting 3 (three) stages: pre-development, developmental stage, and applying the model to examine the effectivity. This research conducted in April-June 2016.The first trial is conducted in TK Al-Jannah East Jakarta which involved 18 children. The second trial is conducted in TK Mutiara Kasih Bogor Citywhich involved 16 children.When conducting thesurvey, purposive sampling is used to obtain the kindergarten which are approriate with the objective of the research. The research found that the implementation of model of center play activities can develop early childhood creativity. Children creativity develop properly through the development of play activity in sentra model. Several variants of play activities which developed in this research, it can implement to foster children creativity in learning practices.
Keywords: Creativity, Play Center, Kindergarten.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kegiatan di sentra bermain dalam rangka mengembangkan kreativitas anakTK di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap pra-pengembangan, tahapan pengembangan dan tahap penerapan untuk menguji efektivitasnya. Penelitian ini dilaksanakan bulan April-Juni2016. Uji coba model pertama dilakukan di TK Al-Jannah Jakarta Timur dengan jumlah 18 anak. Uji coba model kedua dilakukan diTK Mutiara Kasih Kota Bogor dengan jumlah 16 anak.Ketika melakukan survey, teknik purpossive sampling digunakan untuk menentukan TK yang sesuai dengan kriteria penelitian.Hasil penelitian mengungkapkanimplementasi model kegiatan bermain sentra dapat mengembangkan kreativitas anak usia dini. Beberapa varian kegiatan bermain yang telah dikembangkan dalam penelitian ini, dapat digunakan dalam praktik pengembangan kreativitas anak.
Kata kunci: Kreativitas, Sentra Bermain, Taman Kanak-kanak
Penanganan dini anak berkebutuhan khusus
Materi dan narasumber kegiatan Workshop "Penanganan Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi kader BKB dan Pos PAUD Kota Malang Tahun 2016" adalah:
1. Memahami tumbuh kembang anak usia dini oleh: Dra. Tutik Maharini dan Sri Susanti Tjahjadini, M.Pd (FKKADK)
2. Simulasi dan screening deteksi tumbuh kembang anak usia dini (4 orang: Team Fasilitator FKKADK & TP PKK Kota Malang)
3. Mengenali gangguan perkembang anak usia dini oleh: Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd. dan Sri Retno Yuliani, S.Psi (FKKADK)
4. Simulasi dan screening gangguan perkembangan anak usia dini (4 orang : Team Fasilitator FKKADK & TP PKK Kota Malang
Implementasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dari Perspektif Pendidik Anak Usia Dini
Kurikulum merupakan nadi atau jiwa dari suatu lembaga pendidikan. Dalam konteks proses pendidikan, adalah hal yang lumrah untuk melakukan perubahan kurikulum guna menyesuaikan diri dengan perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka dari perspektif pendidik Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terbuka dan dianalisis dengan teknik analisis Miles dan Huberman. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar menggunakan Google Form kepada pendidik PAUD dan didukung oleh kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAUD umumnya memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep Kurikulum Merdeka, namun terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya. Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan, dan kesulitan dalam penyesuaian metode pembelajaran. Meskipun demikian, para pendidik menunjukkan antusiasme tinggi dalam menerapkan kurikulum ini dan percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk implementasi Kurikulum Merdeka di level Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini dalam Keluarga Etnis Minangkabau: A Narrative Inquiry: Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang pada beberapa pasangan orangtua dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini. Beberapa aspek yang akan digali terkait dengan pemahaman orangtua tentang pendidikan seks, pendidikan seks menurut adat minangkabau, tanggung jawab orang tua dalam pemberian pendidikan seks terhadap anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative inquiry dengan mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, dimana narasi partisipan dianalisis secara tematis dengan teknik analisis data menggunakan penkodean tema dan triangulasi data. Teori sigmund Freud, UU nomor 35 tahun 2001, teori ekologi Brofenbrenner dan tinjauan adat Minangkabau menjadi acuan dalam pembahasan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pendidikan seks kepada anak merupakan tantangan besar dalam keluarga di Minangkabau karena Adat Minangkabau yang kolektif dan menganut sistem kekerabatan matrilineal berpengaruh pada pembagian peran pengasuhan. Ibu memiliki peran penting dalam pemberian pendidikan seks sedangkan ayah sama sekali tidak membahas topik seksual dengan anak-anak mereka Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peran orangtua, pemahaman, serta pentingnya komunikasi, dukungan keluarga dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini tahun. Penelitian ini melibatkan orangtua dari suku Minangkabau asli yang masih menjaga aturan adat untuk melihat bagaimana adat mengatur pendidikan seksualitas yang dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KERJASAMA ANAK USIA DINI (Penelitian Tindakan Kelas Pada Kelompok A Salah Satu Taman Kanak-Kanak di Purwakarta)
Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan keterampilan kerjasama anak kelompok A usia 4-5 tahun melalui Model Cooperative Learning tipe Jigsaw pada salah satu Taman Kanak-Kanak di Kabupaten Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengolahan data bersifat kualitatif yang merupakan uraian mengenai pelaksanaan pembelajaran yang disertai data kuantitatif mengenai persentase peningkatan keterampilan kerjasama anak. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 6 orang, terdiri atas dua orang laki-laki dan empat orang perempuan. Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus dengan satu tindakan pada setiap siklusnya yang diselesaikan dalam watu dua hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw terjadi peningkatan yang sangat memuaskan. Hal ini dapat dibuktikan hasil observasi keterampilan kerjasama anak pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) mencapai sejumlah 84% sedangkan pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) mencapai 16%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan Model Cooperative learning tipe Jigsaw dapat mengembangkan keterampilan kerjasama anak usia 4-5 tahun.
Kata Kunci : Keterampilan Kerjasama, Cooperative Learning tipe Jigsaw, Anak Usia Dini
-----
ABSTRACTThis research was conducted as an effort to improve the cooperation skills of group A children aged 4-5 years throughModel Cooperative Learning the Jigsaw in one kindergarten in Purwakarta Regency. This type of research is Classroom Action Research (CAR). Data processing is qualitative which is a description of the implementation of learning accompanied by quantitative data regarding the percentage increase in children's collaboration skills. Participants in this study were children aged 4-5 years, amounting to 6 people, consisting of two men and four women. This research was conducted in three cycles with one action in each cycle which was completed in two days. The results of this study indicate that after implementing theModel Cooperative Learning Jigsawthere was a very satisfying increase. This can be proven by the results of observations of children's collaboration skills in the Very Good Developing (BSB) category reaching 84% while in the Developing As Expectancy category reaching 16%. Thus it can be said that the applicationModel Cooperative Learning of the Jigsaw can develop cooperative skills of children aged 4-5 years.
Keywords: Cooperation Skills, Cooperative Learning Jigsaw, Early Childhoo
Pengenalan Mitigasi Bencana Banjir untuk Anak Usia Dini melalui Media Digital Video Pembelajaran
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Mitigasi bencana banjir perlu dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan sebelum bencana tersebut terjadi. Pengenalan mitigasi bencana banjir dapat diberikan mulai dari usia dini dengan cara yang mudah dipahami anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan mitigasi bencana banjir melalui pemanfaatan media digital video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif agar hasil penelitian dapat dideskripsikan secara faktual dan juga mendalam. Subjek penelitian ini adalah 10 anak TK B di salah satu kelas PAUD di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital dalam bentuk video dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk mengenalkan mitigasi bencana banjir pada anak usia dini. Anak semakin paham dengan bencana banjir dan faktor resikonya setelah melihat media digital video pembelajaran. Pengembangan program mitigasi bencana banjir dalam bentuk media digital video pembelajaran terbukti menumbuhkan pengetahuan dan juga sikap anak usia dini agar tanggap bencana sedari dini. Implementasi program mitigasi bencana melalui video pembelajaran memiliki beberapa manfaat diantaranya mudah diakses, mudah digunakan, bersifat general, dan dapat digunakan di banyak tempa
PENGARUH EFEKTIVITAS, EFISIENSI, DAN KONTRIBUSI PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DENGAN POTENSI PAJAK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
Skripsi ini dengan judul: Pengaruh Efektivitas, Efisiensi, dan Kontribusi
Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah Dengan Potensi Pajak sebagai
Variabel Intervening di Kabupaten Tulungagung” ditulis oleh Nama: Dini Eka
Yuliani NIM: 126403201036 dengan dibimbing oleh Sri Dwi Estiningrum, S.E.
Ak., M.M., C.A. NIP. 197209082007102001.
Penelitian dilatarbelakangi mengenai pembayaran pajak di Indonesia
mengalami beberapa permasalahan disebabkan kurangnya regulasi di bidang
perpajakan, kurangnya sosialisasi tentang pentingnya membayar pajak, tingkat
kesadaran masyarakat rendah tentang wajib pajak, pengetahuan dan tingkat
ekonomi yang rendah, data yang kurang lengkap dan tidak akurat, selain itu
masyarakat kurang mengetahui alokasi penghasilan pajak yang harus dibayarkan.
Adanya permasalahan tersbut maka perlu menganalisis dan mengukur efektivitas,
efisiensi, dan kontribusi pajak restoran melalui potensi pajak terhadap Pendapatan
Asli Daerah (PAD). Kontribusi pajak restoran sebagai salah satu sumber
pendapatan daerah yang berpotensi perlu dilakukan pemungutan secara efektif dan
efisien sehingga dapat lebih berperan dalam usaha peningkatan Pendapatan Asli
Daerah (PAD).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas,
efisiensi, dan kontribusi penerimaan pajak restoran dengan potensi pajak sebagai
variabel intervening terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada
efektivitas, efisiensi, dan kontribusi penerimaan pajak restoran dengan potensi
pajak sebagai variabel intervening terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten
Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian
ini menggunakan pendekatan asosiatif, populasi penelitian ini merupkan seluruh
restoran di kabupaten Tulungagung dengan sampel berjumlah 162 restoran, sumber
data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BAPENDA
kabupaten Tulungagung. Alat pengumpulan data menggunakan analisis path
dengan program E-views Versi 12.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pendapatan daerah kabupaten Tulungagung. Efisiensi
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan daerah kabupaten
Tulungagung. Kontribusi berpengaruh negatif dan signifikan terhadapan
pendapatan asli daerah kabupaten Tulungagung. Efektivitas berpengaruh positif
dan signifikan terhadap pendapatan daerah kabupaten Tulungagung melalui potensi
pajak. Efektivitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan daerah
kabupaten Tulungagung melalui potensi pajak, Kontribusi berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap pendapatan daerah kabupaten Tulungagung melalui potensi
pajak
Kata Kunci: Efektivitas, Efisiensi, Kontribusi, Pajak Restoran, Potensi Pajak,
Pendapatan Asli Daerah Kabupaten
Implementasi Prinsip Montessori dalam Pendidikan Keislaman Pada Anak Usia Dini
Pendidikan dimulai sejak anak usia dini. Dalam usia enam tahun pertama, cara anak usia dini belajar dan berpikir sangat berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak menyerap informasi layaknya spons melalui panca indera, penyerapan bahasa, pengembangan motorik, kognitif, dan kemampuan sosial bahkan spiritual mereka. Pendidikan anak usia dini menjadi waktu yang tepat untuk membangun fondasi inti dan karakter anak sebagai bekal kehidupan di masa depan. Prinsip Montessori setidaknya menawarkan lima aspek dalam mengembangkan metode pendidikan yang akan membekali keterampilan hidup anak di masa perkembangan selanjutnya. Beberapa prinsip Montessori yang menjadi kajian adalah (1) pendidikan sendiri; (2) periode peka; dan (3) kebebasan. Dalam studi ini prinsip Montessori akan diulas sebagai metode praktis yang diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Namun, tantangan pendidikan dewasa ini tidak cukup hanya mengembangkan hal-hal yang bersifat praktis dalam kehidupan. Pendidikan yang mengembangkan karakter anak pun perlu mendapat perhatian. Pendidikan yang menumbuhkan karakter membutuhkan landasan filosofis dan pedoman, maka pendidikan berbasis pendekatan keislaman menjadi landasan pendidikan karakter pada fokus kajian. Pendidikan keislaman yang dimaksud berkaitan dengan tiga nilai yakni akidah, ibadah, dan akhlak yang berpedoman dari Al Quran dan Al Hadits. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang berkaitan dengan topik pendidikan Montessori, pendidikan Islam, dan pendidikan anak usia dini. Hasil studi ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana implementasi prinsip Montessori dipandang dari pendekatan pendidikan keislaman dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini
A refined CLNA model in fretting fatigue using asymptotic characterization of the contact stress fields
Using the Atzori-Lazzarin criterion, the first author has recently proposed a unified model for fretting fatigue (FF), called the crack-like notch analogue (CLNA) model. Two possible types of behaviour were suggested: either 'crack-like' or 'large blunt notch,' and these are immediately studied in the typical condition of constant normal load and in phase oscillating tangential and bulk loads. The former condition ('crack-like') was treated by approximating the geometry to the perfectly flat one of the crack analogue (CA), improved in some details, reducing all possible geometries to a single contact problem. The latter ('large blunt notch'), with a simple peak stress condition i.e. a simple notch analog-Lie model. In the present paper, the calculation of the 'crack-like' behaviour is unproved using the recent asymptotic characterisation developed by Dini, Hills and Sackfield, which extracts the asymptotic singular stress field of the fretting contact. A significant difference is found in the 'equivalent' geometric factor obtained for the Hertzian geometry, particularly near full sliding, where the new criterion is more conservative, but still not large enough to permit to find, for example in Nowell's FF experimental data, if the refinement is an improvement of predictive capabilities. In flatter geometries, the difference is expected to be even smaller than in the case of the Hertzian geometry, and in this case, the original CLNA model, for its simplicity, remains a very convenient simple closed form criterion
Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah
Artikel ini adalah hasil dari penelitian yang didorong oleh kesadaran pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak, sehingga terbit Peraturan Mendikbud RI No.30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelengggaraan pendidikan. Kemudian secara operasionalnya dijabarkan dalam Peraturan Direktur Jenderal (Perderjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan masyarakat (PAUD dan Dikmas) Nomor 127 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang kegiatan Pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan di TK Islam Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah yang ditetapkan sebagai sasaran pembinaan dan pendampingan program pendidikan keluarga. Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan program pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini sudah terlaksana dengan berbagai variasi, kegiatan pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan pada PAUD yaitu kegiatan meliputi 3 (tiga) kelompok kegiatan pelibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan di satuan Pendidikan Anak Usia Dini, sesuai pasal 5 Permendikbud No. 30 tahun 2017, tujuan yang telah tercapai sebagai hasil pelaksanaan program ini adalah: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orangtua /keluarga dalam melaksanakan proses optimalisasi seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini; meningkatkan kepedulian dan tanggungjawab bersama serta terbangun sinergisitas dan komunikasi antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat; mendorong penguatan pendidikan karakter anak; pelaksanaan kegiatan pelibatan orang tua bersinergi dengan kesadaran orang tua, kerjasama dengan internal dan eksternal lembaga, penjadwalan yang baik, tersedianya Fasilitas yang memadai serta tenaga pendidik dan kependidikan yang cukup
- …
