21 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR DETERMINASI YANG MEMPENGARUHI MINAT BACA PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 MOGA KABUPATEN PEMALANG

    No full text
    Yuli Arisandi, “Faktor-Faktor Determinasi Yang Mempengaruhi Minat Baca Pada Siswa Di Sma Negeri 1 Moga Kabupaten Pemalang”. Tesis. Program Studi Magister Pedagogi. Program Pascasarjana. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I: Dr. Suriswo, M.Pd., Pembimbing II : Dr. Munadi, M.Si., Kata Kunci: Minat Baca, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Teknologi Media Sosial, Siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi pengaruh faktor internal (motivasi/kebiasaan), eksternal (sekolah/keluarga), serta teknologi terhadap level minat baca, 2) Mendeskripsikan profil minat baca siswa ditinjau dari aspek frekuensi, durasi, jenis bacaan, dan pengaruhnya pada kemampuan berpikir kritis, 3) Menganalisis kontribusi masing-masing faktor determinan terhadap kecenderungan membaca siswa. Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena rendahnya antusiasme membaca di kalangan pelajar meskipun fasilitas literasi seperti perpustakaan dan akses digital sudah tersedia memadai. Rendahnya minat baca ini dipicu oleh preferensi siswa yang lebih memilih berinteraksi dengan gawai dan media sosial dibandingkan mendalami isi buku. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMA Negeri 1 Moga tahun ajaran 2025 yang berjumlah 1.061 siswa, dengan sampel sebanyak 292 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Uji statistik (Uji F) membuktikan bahwa minat baca siswa dipengaruhi secara signifikan dan nyata oleh kombinasi tiga faktor utama yang bekerja bersama-sama: motivasi internal, dukungan eksternal, serta peran teknologi dan media sosial, .2) Profil Minat Baca Siswa saat Ini Secara umum, antusiasme membaca siswa SMA Negeri 1 Moga berada pada level yang moderat. Data menunjukkan bahwa hampir separuh populasi siswa (45,58%) memiliki minat baca di kategori sedang, sementara kelompok dengan minat baca sangat tinggi masih tergolong minoritas. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi literasi siswa sudah ada, namun memerlukan stimulus berkelanjutan agar mencapai tingkat yang lebih optimal, 3) Analisis Faktor-Faktor Dominan : - Motivasi Internal (Paling Utama): Kesadaran diri dan ambisi intelektual siswa merupakan pendorong terkuat (skor 0,807) dibandingkan tekanan eksternal, - Dukungan Lingkungan: Sarana sekolah dan suasana rumah berperan sebagai katalisator yang memfasilitasi kebutuhan membaca, -Dinamika Teknologi : Media digital berfungsi ganda (pedang bermata dua); memperluas akses informasi sekaligus berisiko mengganggu fokus jika tidak dikelola dengan baik

    Improving the Speaking’Skill through the Role play Technique of Grade VIIIF Students of SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara

    No full text
    This research was aimed at improving the students’speaking skill by using the role play technique of grade VIIIF students of SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara in the school year of 2013/2014. The research was classroom action research. It consisted of two cycles. The procedures had five steps: reconnaissance, planning, implementation, observation, and reflection. Respectively, the subjects of this research were 26 students of class VIIIF of SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara in the school year of 2013/2014. The data of this study were qualitative and quantitative. The qualitative data were obtained through observations, interviews, and questionnaires. The data were in the forms of field notes and interview transcripts. The instruments were a camera and a voice recorder. The quantitative data were obtained by giving a pre-speaking test in preliminary observation and a speaking test performance that was taken during the implementation of the actions in each cycle. In the first cycle, the students performed a role play i.e making and receiving a call. In the second cycle, they performed a talkshow. The validity of the data was obtained by applying the democratic validity, dialogic validity, and outcome validity. The indicator of the success was 75 % students got the same score or above the minimum mastery criteria (KKM) that was 7.2. The result of the first cycle indicated that the students’ speaking skill improved from 26.92% (seven students) with the average was 55.38 (speaking test performance in preliminary observation) to 57.69% (15 students) with the average score was 68.07. The first cycle showed that the aspects of comprehension and fluency improved significantly. The data of the speaking skill assessment in the second cycle show that 80.76% (21 students) got the same score or above minimum mastery criteria with the average score was 70.69. The improvement is significant especially in their fluency, comprehension, and vocabulary mastery while the pronunciation and grammar improves, although it is not significant. The conclusion of this research is that: (1) the students’speaking skill improves perpetually from the previous condition, first cycle and then second cycle; 2) the students’ self-confidence and motivation to speak English also improves

    Model Pembelajaran Rolex Berbantuan Media Boneter Meningkatkan Keaktifan dan Keterampilan Berbicara Teks Descriptive

    No full text
    The research was aimed at improving the student’s activeness and speaking skill by using role exchange model and character doll media. The research consisted two cycles.The procedures were: planning, implementation, observation and reflection. The study used two data. The qualitative data through observation the student’s activeness in learning process.The quantitative data were obtained by speaking test performance. The students’ activeness with high score in preliminary observation reached 5 students (17,86%) improved 23 students (82,14%) in Cycle II. It can be seen that all students paid attention their teacher, engaged in problem solving and applied they learned. Most of them also had ideas and gave the questions. The data of the speaking skill assessment in preliminary observation showed that 42,85% (12 students) got the same score or above KKM with the average 61,77  increased 89.29% (23 students) with the average score was 77.3 in second cycle. Improvement was significant especially in student’s vocabulary mastery, comprehension and fluency. While, grammar and pronunciation improved although was not significant. The conclusion of this research is that: (1) the students’speaking skill improves from the previous condition, first cycle and then second cycle; 2) the students’ activeness in English teaching learning also improves.Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa melalui model pembelajaran role exchange berbantuan media boneka karakter. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tahapan penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu merencanakan, menerapkan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian menggunakan dua data. Data kualitatif diperoleh melalui keaktifan siswa dalam pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh dengan memberi test kemampuan berbicara. Hasil penelitian keaktifan siswa yang tinggi pada kondisi awal baru mencapai 5 siswa atau 17,86% meningkat manjadi 23 siswa atau 82,14% pada siklus II. Hal ini terlihat semua siswa memperhatikan guru, terlibat dalam pemecahan masalah, mengaplikasikan materi pelajaran yang diperolehnya, sebagian sudah berani mengeluarkan ide dan bertanya. Data keterampilan berbicara pada kondisi awal menunjukkan 42,85% mendapat nilai yang sama atau di atas KKM dengan rata-rata 61,77% meningkat menjadi 89,29% dengan nilai rata-rata 77,3 pada siklus kedua. Peningkatan secara signifikan pada aspek penguasaan kosa kata, pemahaman dan kelancaran. Sementara tata bahasa dan pengucapan meningkat meskipun tidak tajam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) keterampilan berbicara siswa terus meningkat dari kondisi awal, siklus pertama kemudian siklus kedua; 2) Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris meningkat

    THE ROLE PLAY TECHNIQUE SOLVES THE PROBLEMS IN SPEAKING SKILL OF STUDENTS OF SMP N 2 WANADADI, BANJARNEGARA

    No full text
    This research was aimed at improving the students’speaking skill by using the role play technique of grade VIIIF students of SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara in the school year of 2013/2014. The research was classroom action research. It consisted of two cycles. The procedures had five steps: reconnaissance, planning, implementation, observation, and reflection. Respectively, the subjects of this research were 26 students of class VIIIF of SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara in the school year of 2013/2014. The data of this study were qualitative  and quantitative. The result of the first cycle indicated that the students’ speaking skill improved from 26.92%  (seven students) with the average was 55.38 (speaking test performance in preliminary observation) to 57.69% (15 students) with the average score was 68.07. The first cycle showed that the aspects of comprehension and fluency improved significantly. The data of the speaking skill assessment in the second cycle show that 80.76% (21 students) got the same score or above minimum mastery criteria with the average score was 70.69. The improvement is significant especially in their fluency, comprehension, and vocabulary mastery while the pronunciation and grammar improves, although it is not significant. The conclusion of this research is that: (1) the students’speaking skill improves perpetually from the previous condition, first cycle and then second cycle; (2) the students’ self-confidence and motivation to speak English also improves.Keywords: students’ speaking skill, role play technique TEHNIK ROLE PLAY MEMECAHKAN MASALAH DALAM KETRAMPILAN BERBICARA SISWA SMP N 2 WANADADI, BANJARNEGARAAbstrakPenelitian ini bertujuan meningkatkan ketrampilan berbicara siswa melalui tehnik role play pada kelas VIIIF SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tahapan penelitian ini meliputi lima tahapan yaitu mengidentifikasi masalah, merencanakan, menerapkan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa kelas VIIIF SMP Negeri 2 Wanadadi, Banjarnegara tahun ajaran 2013/2014. Data penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari siklus pertama menunjukkan ketrampilan berbicara siswa meningkat dari 26,92 % (7 siswa) dengan rata-rata 55,38 (test penampilan berbicara pada pengamatan awal) menjadi 57,69% (15 siswa) dengan rata-rata 68,07. Pada siklus I, aspek pemahaman dan kelancaran berbicara siswa sangat meningkat. Data penilaian ketrampilan berbicara pada siklus II adalah 80,76% (21 siswa) mendapat nilai yang sama atau di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan rata-rata 70,69. Peningkatan berarti khususnya pada aspek pemahaman, kelancaran, dan kosa-katanya, sedangkan pengucapan dan tata bahasa  sudah ada peningkatan meskipun belum tajam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) ketrampilan berbicara siswa terus meningkat dari kondisi awal, siklus pertama kemudian siklus kedua; (2) percaya diri dan motivasi untuk berbicara dalam bahasa Inggris siswa meningkat.Kata Kunci: kemampuan ketrampilan berbicara siswa, tehnik role pla

    Perbandingan Pembobotan Kata Menggunakan Naïve Bayes Classifier Terhadap Analisa Sentimen Permendikbud No 30 Tahun 2021

    No full text
    Kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Menurut data dari Komnas Perempuan periode 2015-2020 kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan menunjukkan bahwa lingkungan Pendidikan sudah tidak menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. Berdasarkan data kasus yang diadukan kepada komnas perempuan pada tahun 2015-2020 kasus kekerasan seksual tertinggi terjadi di lingkungan Universitas sebanyak 27%, lalu diikuti oleh Pesantren atau Pendidikan berbasis agama sebanyak 19% dan sisanya terjadi di tingkat SMU/SMK sebanyak 15%, SMP 7%, di tingkat TK,SD,SLB dan Pendidikan berbasis Kristen masing-masing sebanyak 3%. Bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Pendidikan tersebut berupa pemerkosaan, pencabulan, dan pelecehan seksual serta kekerasan psikis dan diskriminasi dengan mengeluarkan siswa dari sekolah. Berbagai kasus tersebut mendorong pihak Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia membuat Peraturan Menteri No 30 Tahun 2021 dengan tujuan untuk menangani berbagai kekerasan seksual yang selama ini masih terjadi di lingkungan Pendidikan. Namun setelah diterbitkannya Peraturan Menteri nomor 30 Tahun 2021 tersebut memunculkan beragam sentimen positif dan negatif dari masyarakat baik itu dari organisasi HAM dan organisasi keagamaan. Opini dari masyarakat tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menilai kebijakan yang telah dibuat. Dalam penelitian ini membahas mengenai analisa sentimen Permendikbud no 30 tahun 2021 dengan melakukan perbandingan pembobotan kata menggunakan metode Naïve Bayes Classifier. Langkah awal yang penulis lakukan yaitu pengumpulan data dari media sosial Twitter sebanyak 468 data, kemudian memberikan pelabelan kelas data yang terdiri dari positif, negatif, dan netral lalu melakukan proses pembobotan menggunakan TF-IDF dan TF-RF yang bertujuan untuk melihat perbandingan proses pembobotan kedua metode tersebut. Berdasarkan dari proses dan hasil pengujian Confusion Matrix didapatkan akurasi terbaik dengan rasio 70:30 sebesar 73,94% dengan pembobotan TF-IDF. Kata Kunci: PERMENDIKBUD No 30 Tahun 2021, Kekerasan Seksual, Analisa Sentimen, Twitter, Naïve Bayes Classifier

    Sistem Informasi Geografis Pemetaan tempat wisata di Berastagi

    No full text
    Berastagi city is one of the most famous tourist city in Karo District. Karo Regency Government has promoted tourism objects through mass media such as newspapers, brochures, pamphlets and posters. However, the method is not enough to inform widespread tourism to local tourists foreign tourists. Therefore the author tries to make a new innovation for geographic information system mapping of tourist attractions in Berastagi which is fixed to all local tourists and foreign tourists. This application aims to get the public can get complete information about tourist attractions in Berastagi. And some Lodging as well as transportation close to the sights follow in order for people who are walking the easy and quick to find out. Thus the authors hope this application is useful for the entire community.111 HalamanKertas Karya Diplom

    Implementasi Metode PCA – K Nearest Neighbour untuk Deteksi Golongan Kendaraan Berdasarkan Jumlah Pasang Gandar

    No full text
    Detection of vehicle type based axle allow to do classify vehicle based on the load that will carried by the vehicle. However at this time, classification of heavy vehicle types based on axles is still carried out by humans. In here research, author use image processing for classification of vehicles class with PCA-K Nearest Neighbour Method. The reason for choosing this algorithm is because previous research use K-Means Clustering have a same formula with K-Nearest Neighbour. The data used is the image captured from the video camera processed by background subtraction method to separate moving object namely vehicle with its background. PCA method is required to obtain eigen vektor from vehicle and reduce its dimensions. Meanwhile, for classification author tries to use classification algorithm of K-Nearest Neighbour. To detect vehicle axles author use Circular Hough Transform method. The Testing Result shows detect vehicle type use PCA-K Nearest Neighbour method with value of K=1 has an accuracy 90%.Deteksi golongan kendaraan berdasarkan gandar memungkinkan untuk melakukan klasifikasi kendaraan berdasarkan beban yang akan di bawa oleh kendaraan tersebut. Namun pada saat ini, klasifikasi jenis kendaraan berat berdasarkan gandar masih dilakukan oleh manusia. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pengolahan citra untuk klasifikasi golongan kendaraan dengan metode PCA-K Nearest Neighbour. Alasan pemilihan algoritma ini adalah karena penelitian sebelumnya menggunakan algoritma K-means Clustering memiliki rumus yang sama dengan K-Nearest Neighbour. Data yang digunakan adalah citra yang ditangkap dari kamera video diproses dengan metode background subtraction untuk memisahkan objek yang bergerak yaitu kendaraan dengan backgroundnya. Metode PCA diperlukan untuk mendapatkan vektor eigen dari kendaraan dan mereduksi dimensinya, sedangkan untuk klasifikasi penulis mencoba menggunakan algoritma klasifikasi K Nearest Neighbours. Untuk deteksi gandar kendaraan penulis menggunakan metode Circular Hough Transform. Hasil pengujian menunjukkan deteksi golongan kendaraan menggunakan metode PCA-K Nearest Neighbours dengan nilai K=1 mendapat akurasi 90%.84 HalamanSkripsi Sarjan

    Perancangan Aplikasi Belajar Hijaiyah pada Android Menggunakan Metode Rectangles Collision Detection

    No full text
    Nowadays, technology development on mobile device has growing rapidly, one of the most popular technology is Android. Android is an open platform operating system which designed for mobile device. As a technology, author uses Android to design a learning hijaiyah application for 5 to 10 years child, so that Android can used as learning media. This research uses Rectangles Collision Detection method to process of learning to write Hijaiyah. This application expected can help parents to teach their children how to read and write Hijaiyah letters quickly, easily, and practically.130 HalamanSkripsi Sarjan

    Aplikasi Pendeteksian Objek Buah-Buahan yang Memiliki Kemiripan Menggunakan Algoritma Faster R-CNN Berbasis Android

    No full text
    Object detection is one of the important things for making autonomous robot system. In this research, the author will build a system that can identify and detect fruit objects that have physical similarities that are applied on Android. This system can help to identify and detect fruits in fruit sorting. In this research the object to be detected is an image of apples, pears, grapes, blueberries, lychees, and rambutans. The reason for the selection of this fruit is because of the physical resemblance of the fruit, as apples with pears, grapes with blueberries and rambutans with lychees. This research is expected to simplify the fruit sorting process and reduce errors in sorting due to the similarity of the fruit and can be developed by adding robots so that the sorting system becomes automatic. This research was using 1147 images used as testing and training data and achieved 95,98% accuracy in testing using android.Pendeteksian objek merupakan salah satu hal yang penting dalam pengotomatisan sistem. Dalam skripsi ini penulis membangun suatu sistem yang dapat mengidentifikasi dan mendeteksi objek buah-buahan yang memiliki kemiripan fisik yang diterapkan pada android. Sistem ini dapat membantu untuk pengidentifikasian dan pendeteksian buah-buahan yang ada untuk mempermudah proses penyortiran buah. Pada penelitian ini objek yang akan dideteksi adalah image dari buah apel, pir, anggur, blueberry, leci, dan rambutan. Alasan pemilihan dari buah ini adalah karena adanya kemiripan fisik pada buah yaitu buah apel dengan buah pir, buah anggur dengan blueberry dan juga buah rambutan dengan buah leci. Penelitian ini diharapkan akan mempermudah proses penyortiran buah dan mengurangi kesalahan dalam penyortiran akibat kemiripan buah dan dapat dikembangkan dengan penambahan robot agar sistem penyortiran menjadi otomatis. Pada penelitian ini menggunakan 1147 data yang digunakan sebagai data testing dan training dan mencapai akurasi 95,98% dalam pengujian program.72 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore