Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Pengaruh Media Monopoli Kata Berbasis Boardgame Terhadap Kemampuan Literasi dan Numerasi Ditinjau dari Perbedaan Gender Siswa
Literacy and Numeracy skills are the ability to identify, understand, interpret, create, communicate and calculate, using printed and written materials related to various contexts. This research aims to determine the effect of Boardgame Monopoli Kata media on literacy and numeracy skills in grade I students at SDN 1 Bancarkembar. The research method uses an experimental factorial design developed by Fraenkel. The research subjects were 40 students using nonprobability sampling techniques. Data collection is carried out through observation, tests, and documentation. The data analysis technique uses two- way analysis of variance (ANOVA). The results of the research show that: 1) Boardgame Monopoli Kata media has an effect on the experimental group, 2) There is no interaction between learning media and gender differences on students' literacy and numeracy abilities, 3) Boardgame Monopoli Kata media has an effect on participants' literacy and numeracy abilities as male students, 4) Boardgame Monopoli Kata Media has an effect on the literacy and numeracy skills of female students.Kemampuan Literasi dan Numerasi merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, berkomunikasi, dan menghitung, menggunakan bahan cetak dan tertulis yang terkait dengan berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Monopoli Kata berbasis Boardgame terhadap kemampuan literasi dan numerasi pada siswa kelas I SDN 1 Bancarkembar. Metode penelitian menggunakan eksperiment factorial design yang dikembangkan oleh Fraenkel. Subjek penelitian sebanyak 40 siswa dengan teknik nonprobability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi (ANOVA) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Media Monopoli kata berbasis Boardgame berpengaruh terhadap kelompok eksperimen, 2) Tidak terdapat interaksi antara media pembelajaran dan perbedaaan gender terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa, 3) Media Monopoli Kata berbasis Boardgame berpengaruh terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa laki-laki, 4) Media Monopoli Kata berbasis Boardgame berpengaruh terhadap kemampuan literasi dan numerasi siswa perempuan
Kepemimpinan Inovatif dan Pemahaman Guru terhadap Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
The objective of this research is to provide a comprehensive overview and empirical evidence regarding the influence of school principals who are graduates of the Pendidikan Guru Penggerak Program on teachers’ understanding of the Merdeka Belajar concept in public elementary schools in the Sukagumiwang District, Indramayu Regency, West Java Province, using a sample of 30 teachers. The study employs a quantitative method with data collection techniques through questionnaires. The questionnaire utilized is a closed-ended questionnaire using a Likert scale. Data were analyzed using univariate analysis, linear regression analysis with t-tests and coefficient of determination (R²), as well as Pearson product-moment correlation tests, conducted using SPSS Version 29.0 for Mac. Based on the results and discussion, it is concluded that school principals’ leadership who are graduates of the Pendidikan Guru Penggerak program in four aspects (1) ability to focus on groups; (2) providing encouragement and motivation; (3) delegating authority; and (4) stimulating creativity; is consistent with teachers’ understanding of the Merdeka Belajar concept. This research concludes that the leadership of principals who graduated from the Pendidikan Guru Penggerak program significantly impacts teachers’ understanding of the Merdeka Belajar concept, with an influence of 90.40%, while the remaining 9.60% is influenced by other factors.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang mendalam dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah yang berasal dari lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak terhadap pemahaman guru pada konsep Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan 30 orang guru sebagai sampel. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket. Angket yang digunakan berupa angket tertutup dengan menggunakan skala likert. Data dianalisis melalui analisis univariat, analisis regresi linier dengan Uji t dan koefisien determinasi (R2), serta uji korelasi product moment dari Karl Pearson, dilakukan dengan bantuan program SPSS Versi 29.0 for Mac. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak dalam 4 aspek yaitu (1) kemampuan fokus pada kelompok; (2) memberi semangat dan motivasi; (3) melimpahkan wewenang; dan (4) memacu kreativitas; sejalan dengan pemahaman guru pada konsep Merdeka Belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kepala Sekolah lulusan program Pendidikan Guru Penggerak berpengaruh signifikan terhadap pemahaman guru pada konsep Merdeka Belajar dengan pengaruh sebesar 90,40% dan 9,60% lainnya dipengaruhi oleh faktor lainnya
Pengaruh Media Komik Digital Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Sekolah Dasar
This study aims to examine the effect of using digital comic media on students’ interest in learning and learning outcomes in science lessons in grade V elementary school. This study used a mixed method approach with a sequential explanatory strategy. The research subjects consisted of fifth grade students at SDN 3 Palu. In the first stage, quantitative data was collected through tests and questionnaires to measure students’ learning interest and learning outcomes. The second stage involved collecting qualitative data through classroom observations and interviews to explore students’ experiences in using digital comics as learning media. Quantitative data analysis showed the positive effect of using digital comics on students’ interest in learning, which was classified as very high. Further qualitative analysis revealed that students felt more involved and active in the learning process, and gained a better understanding of the science subject matter through digital comics. These findings indicate that digital comics media can improve students interest and learning outcomes in an interesting and fun way. This research suggests developing the use of comic-based digital media for a more participatory and student-oriented learning approach.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media komik digital terhadap minat belajar dan hasil pembelajaran siswa pada pelajaran IPA di kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V di SDN 3 Palu. Pada tahap pertama, data kuantitatif dikumpulkan melalui tes dan angket untuk mengukur minat belajar serta hasil pembelajaran siswa. Pada tahap kedua, data kualitatif dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara untuk menggali pengalaman siswa dalam menggunakan komik digital sebagai media pembelajaran. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa penggunaan media komik digital berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa yang tergolong sangat tinggi. Selanjutnya, analisis kualitatif mengungkapkan bahwa siswa merasa lebih terlibat dan aktif dalam proses pembelajaran serta memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran IPA melalui penggunaan komik digital. Temuan ini menunjukkan bahwa media komik digital dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Selain itu, media komik digital terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran yang interaktif, kreatif serta sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital. Berdasarkan temuan, penelitian ini menyarankan pengembangan lebih lanjut penggunaan media digital berbasis komik sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih partisipatif dan berorientasi pada siswa
Pembiasaan Sikap Gotong Royong Melalui Program Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 3 di Sekolah Dasar
The current Indonesian education system refers to the Merdeka Curriculum, which emphasizes character building as reflected in the strengthening of the Pancasila student profile, which aims to improve the quality of education by shaping the character of students, one dimension of which is mutual cooperation. Teachers play an important role in fostering values of mutual care and concern among students, one of which is through the habit of mutual cooperation. This study aims to describe the cultivation of mutual cooperation attitudes among third-grade students through the implementation of the Kampus Mengajar Batch 3 program at SDN Gelang 06. This is a qualitative study using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The data obtained from the field research were analyzed using descriptive qualitative methods. The results of this study indicate that the cultivation of a mutual cooperation attitude through the Kampus Mengajar Batch 3 program has a positive impact on third-grade students at SDN Gelang 06. Through program activities such as handicrafts, healthy Friday, inter-class competitions (class meetings) and group discussion learning applied to the students, changes in behavior reflecting mutual cooperation attitudes were demonstrated, such as concern for fellow students, cooperation, mutual assistance, sharing and creating harmony through mutual respect.Sistem pendidikan Indonesia saat ini mengacu pada Kurikulum Merdeka yang salah satunya menitikberatkan pembentukan karakter yang tercermin melalui penguatan karakter siswa didik dengan salah satu dimensinya yakni gotong royong. Guru berperan penting dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter akan saling kepedulian antar sesama, salah satunya melalui pembiasaan sikap gotong royong. Penelitian ini bertujuan guna mendeskripsikan pembiasaan sikap gotong royong kepada peserta didik kelas III melalui penerapan program kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 3 di SDN Gelang 06. Jenis penelitian ini, yakni kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Perolehan data hasil penelitian di lapangan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, yakni pembiasaan sikap gotong royong melalui program kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 3 memberi dampak positif terhadap peserta didik kelas III di SDN Gelang 06. Melalui program kegiatan seperti kerajinan tangan, Jumat sehat, perlombaan antar kelas (class meeting) dan pembelajaran diskusi kelompok yang diterapkan kepada peserta didik, mampu menunjukkan perubahan perilaku yang mencerminkan sikap gotong royong seperti kepedulian antar sesama peserta didik, kerja sama, saling membantu, berbagi dan menciptakan keharmonisan dengan saling menghargai satu sama lain
Mapping Fifth-Grade Students Conceptual Understanding of Cube Powers and Cube Roots: A Descriptive Study at SD Negeri 2 Kendari
This study aims to map the conceptual understanding of fifth-grade students at SD Negeri 2 Kendari regarding cube powers and cube roots. Using a qualitative descriptive approach, the research investigates three indicators of conceptual understanding: classification of mathematical objects, selection and use of procedures, and application of concepts in problem-solving. Data were collected through a written conceptual-understanding test and follow-up interviews with students representing high-, medium-, and low-performance groups. The findings show that students’ conceptual understanding is uneven across indicators. Most students demonstrated adequate ability to classify cubic numbers and identify structural characteristics of cube powers. However, substantial difficulties emerged in selecting appropriate procedures and understanding the multiplicative structure underlying cube powers and their inverse operations. Misconceptions, such as interpreting cubing as repeated addition or treating cube roots as simple division—were evident among medium- and especially low-performing students. Problem-solving posed the greatest challenge, with many students struggling to integrate information, select relevant operations, or apply concepts in contextual situations. Overall, the study provides a detailed profile of students’ conceptual strengths and challenges, offering insights that can inform instructional improvement. The results highlight the need for learning experiences that emphasize conceptual relationships, multiple representations, and explicit correction of misconceptions to support deeper mathematical understanding.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pemahaman konseptual siswa kelas V di SD Negeri 2 Kendari terkait pangkat tiga (kubik) dan akar pangkat tiga. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji tiga indikator pemahaman konseptual: klasifikasi objek matematika, pemilihan dan penggunaan prosedur, serta penerapan konsep dalam pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis pemahaman konseptual dan wawancara lanjutan dengan siswa yang mewakili kelompok berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa tidak merata pada setiap indikator. Sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan yang cukup dalam mengklasifikasikan bilangan kubik dan mengidentifikasi karakteristik struktural pangkat tiga. Namun, muncul kesulitan yang cukup besar dalam memilih prosedur yang tepat dan memahami struktur multiplikatif yang mendasari operasi pangkat tiga serta operasi inversnya. Miskonsepsi, seperti mengartikan pemangkatan tiga sebagai penjumlahan berulang atau menganggap akar pangkat tiga sebagai pembagian sederhana—tampak pada siswa berkemampuan sedang dan terutama rendah. Pemecahan masalah menjadi tantangan paling besar, di mana banyak siswa kesulitan mengintegrasikan informasi, memilih operasi yang relevan, atau menerapkan konsep dalam situasi kontekstual. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan profil terperinci mengenai kekuatan dan tantangan pemahaman konseptual siswa, sekaligus menawarkan wawasan yang dapat digunakan untuk perbaikan pembelajaran. Hasil ini menegaskan perlunya pengalaman belajar yang menekankan hubungan antarkonsep, representasi yang beragam, serta koreksi eksplisit terhadap miskonsepsi untuk mendukung pemahaman matematika yang lebih mendalam
Game-Based Learning Media: Effort to Increase Self-Regulated Learning and Critical Thinking Skills In Science
Rendahnya tingkat pembelajaran mandiri dan keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa menjadi tantangan utama dalam pendidikan sains yang karena kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kepraktisan, dan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis permainan (GBL) dalam meningkatkan pembelajaran mandiri dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model Siklus Hidup Pengembangan Permainan (GDLC) versi Rido Ramadan, yang terdiri dari enam tahap, yaitu: inisiasi, praproduksi, produksi, pengujian, beta, dan rilis. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan non-tes di SMP Negeri 1 Sampit, yang melibatkan guru dan siswa kelas VII dengan menggunakan desain kelompok kontrol pretes-postes acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media GBL layak dalam konstruksi dan konten dengan kriteria “sangat baik”, praktis berdasarkan respons guru dan siswa, dan efektif dalam meningkatkan pembelajaran mandiri (N-gain = 0,10) dan keterampilan berpikir kritis (N-gain = 0,50), dibandingkan dengan pembelajaran berbasis PowerPoint. Kesimpulannya, media GBL yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif sebagai alat pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pembelajaran mandiri dan kritis dalam pendidikan sains.Low levels of self-regulated learning and critical thinking skills among students remain a challenge in science education, as teacher-centred approaches still dominate learning activities. This study aims to develop, examine the practicality, and test the effectiveness of game-based learning (GBL) media in enhancing students’ self-regulated learning and critical thinking skills. This research employed a research and development (R&D) design using Rido Ramadan’s version of the Game Development Life Cycle (GDLC) model, consisting of six stages: initiation, pre-production, production, testing, beta, and release. Data were collected through both test and non-test techniques at SMP Negeri 1 Sampit, involving teachers and grade VII students using a randomized pretest–posttest control group design. The results show that GBL media is feasible in both construction and content with “very good” criteria, practical based on teacher and student responses, and effective in improving self-regulated learning (N-gain = 0.10) and critical thinking skills (N-gain = 0.50), compared to PowerPoint-based learning. In conclusion, the developed GBL media is valid, practical, and effective as an innovative learning tool to promote independent and critical learning in science education
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Literasi Lingkungan
Environmental literacy, characterised by students’ awareness to protect and preserve the environment, can be improved through improving students’ character under Pancasila values. This study aims to analyse the effect of student character project learning under Pancasila values on students’ environmental literacy so that it can foster awareness and concern for the environment. Data collection in this study was carried out by distributing questionnaire instruments, observation and data analysis using linear regression hypothesis testing, one-sample Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson product-moment linearity test and determination test with R Square. The subjects of this study were ninth-grade students at SMP Negeri 38 Medan, totalling 31 samples with a simple random sampling approach from 330 research populations. The results showed that student character improvement project learning under Pancasila values had a significant positive effect on student’ environmental literacy. Each increase in one indicator in project learning increased students’ environmental literacy by 33%. The results of the R-Square test show that the influence of student character improvement project learning on students’ environmental literacy is 15%, with the remainder being caused by other factors, namely student participation in environmental activities and the role of students’ parents in implementing an environmentally friendly lifestyle.Literasi lingkungan yang ditandai dengan kesadaran siswa untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dapat ditingkatkan melalui peningkatan karakter siswa yang sesuai dengan nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran proyek karakter siswa sesuai dengan nilai Pancasila terhadap literasi lingkungan siswa sehingga dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan instrumen kuesioner, observasi dan analisis datanya menggunakan uji hipotesis regresi linear, uji normalitas kolmogorov-smirnov satu sampel, uji linearitas pearson product moment dan uji deteminasi dengan R Square. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas sembilan di SMP Negeri 38 Medan yang berjumlah 31 sampel dengan pendekatan simple random sampling dari 330 populasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran proyek peningkatan karakter siswa sesuai dengan nilai Pancasila berpengaruh positif secara signifikan terhadap literasi lingkungan siswa. Setiap peningkatan satu indikator dalam pembelajaran proyek, meningkatkan literasi lingkungan siswa sebesar 33%. Hasil uji R-Square menunjukkan bahwa pengaruh pembelajaran proyek peningkatan karakter siswa terhadap literasi lingkungan siswa sebesar 15%, dengan sisanya disebabkan oleh faktor lain yaitu faktor partisipasi siswa dalam kegiatan lingkungan dan peran orang tua siswa dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Peningkatan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPS Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cihambulu I, Kabupaten Subang. Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL), sedangkan kelompok kontrol mendapat pembelajaran dengan pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001 yang berada di bawah angka 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut. Selain itu, nilai rata-rata N-Gain Score sebesar 0,86 menunjukkan peningkatan yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.This study aims to analyze the effectiveness of the project-based learning model in improving students' creative thinking skills in Social Studies (IPS) learning at the elementary school level. The method used is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group. The research subjects were fifth-grade students at SDN Cihambulu I, Subang Regency. The study involved two groups: the experimental group and the control group. The experimental group received instruction using the Project-Based Learning (PjBL) model, while the control group received Direct Instruction. Data collection was carried out using tests. The analysis results showed a significance value (2-tailed) of 0.001, which is below the threshold of 0.05, indicating a significant difference between the two groups. Furthermore, the average N-Gain Score of 0.86 demonstrates a high level of improvement. It can be concluded that the project-based learning model effectively enhances students’ creative thinking skills in Social Studies learning at the elementary school level
Penguatan Karakter Mandiri dan Disiplin Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Gerakan Literasi Sekolah
Discipline and independence of students in schools is very necessary in order to support the teaching and learning process in schools to achieve the expected educational goals. One of the ways used by the school to improve student discipline and independence in literacy activities is by implementing the School Literacy Movement program in accordance with government programs. The purpose of this study was to describe the value of the disciplined and independent character of grade 3 students through the GLS at SDN Girigondo. This research aims to reveal the importance of students' discipline and independence in the School Literacy Movement program. This research uses descriptive qualitative methods, with data collection methods using observation, questionnaires and open interviews. The results of the analysis of observations, questionnaires and interviews show that not all students fulfill all the discipline and independence indicators for implementing GLS. Class 3 students received a very good category for discipline scores, but the discipline scores for the implementation of GLS for students who were superior were found in indicators of good behavior. Meanwhile, in terms of independent indicators in implementing GLS, overall students got a good category, but students were superior in indicators of responsibility in each GLS activity.Sikap kedisiplinan dan kemandirian siswa di sekolah sangat diperlukan dalam rangka mendukung proses belajar mengajar di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Salah satu cara yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan disiplin dan kemandirian siswa dalam kegiatan berliterasi yaitu dengan melaksanakan program Gerakan Literasi Sekolah sesuai dengan program pemerintah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai karakter disiplin dan kemandirian siswa kelas 3 melalui GLS di SDN Girigondo. Penelitian ini bertujuan mengungkap pentingnya sikap kedisiplinan dan kemandirian siswa pada program Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket kuesioner, dan wawancara terbuka. Hasil analisis observasi, angket, dan wawancara diketahui bahwa tidak semua siswa memenuhi semua indikator disiplin dan mandiri terhadap pelaksanaan GLS. Siswa kelas 3 mendapat kategori sangat baik pada nilai disiplin, namun nilai disiplin pada pelaksanaan GLS siswa yang unggul terdapat dalam indikator tingkah laku yang baik. Sementara itu, dalam indikator mandiri dalam pelaksanaan GLS secara keseluruhan siswa mendapatkan kategori baik, namun siswa lebih unggul dalam indikator bertanggungjawab dalam setiap kegiatan GLS
Evaluasi Formatif Penerapan Model E-Pembelajaran Program Pembatik Level 4
The role of formative evaluation in implementing e-learning as a learning tool in a teacher competency improvement program called Technology and Communication Based Learning (PembaTIK) is crucial. This study aims to determine the success of the implementation of the implementation of the training evaluation model 4. This study was conducted using a quantitative descriptive method, which was collected through an online survey questionnaire. The subjects of this study consisted of 498 respondents (48.8% of the 1,020 participant population) spread across 34 provinces at various levels of education units. The results of the study showed that: (1) at the reaction aspect, 95.9% of respondents stated a high level of satisfaction of Level 4 PembaTIK participants with the preparation of facilities and infrastructure; (2) at the learning aspect, 96.8% of respondents stated a high level of satisfaction with the implementation of the learning process followed and the support received during the training; and (3) At the behavioral aspect, 96.7% of respondents felt that there was a change in a positive/good direction in the attitudes and competencies of participants after participating in the learning process. So, it is concluded that there is an increase of competence in Technology and Communication Based Learning Level 4 through the application of e-learning.Peran evaluasi formatif dalam penerapan e-pembelajaran sebagai sarana pembelajaran dalam program peningkatan kompetensi guru yang bernama Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Komunikasi atau PembaTIK sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan penerapan model evaluasi pelatihan 4. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang datanya dikumpulkan melali angket dalam bentuk survey daring. Subyek penelitian ini terdiri dari 498 responden (48,8% dari 1.020 populasi peserta) tersebar di 34 provinsi pada berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada aspek reaksi, 95,9% responden menyatakan tingkat kepuasan peserta PembaTIK Level 4 yang tinggi terhadap penyiapan sarana dan prasarana; (2) pada aspek pembelajaran, 96,8% responden menyatakan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang diikuti serta dukungan yang diterima selama mengikuti pelatihan; dan (3) pada aspek perilaku, 96,7% responden merasakan betul adanya perubahan ke arah yang positif/baik sikap dan kompetensi peserta setelah mengikuti proses pembelajaran. Jadi, disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kompeten Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Komunikasi Level 4 melalui penerapan e-pembelajaran