1,721,005 research outputs found
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.T Usia 37 Tahun Dengan Resiko Tinggi Usia >35 Tahun di Puskesmas Sumowono
Poltekkes Kemenkes Semarang Program Studi Diploma III Kebidanan Semarang Kelas Kendal 2021 ABSTRAK Yeni Tri Farida1, Heny Rosiana2 Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.T Usia 37 Tahun Dengan Resiko Tinggi Usia > 35 Tahun di Puskesmas Sumowono 200 hal+ 18 tabel+ 6 lampiran Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit atau meninggal sebelum persalinan berlangsung. Bayi meninggal atau cacat, bahkan ibu meninggal saat persalinan sering terjadi pada kehamilan usia 35 tahun ke atas. Usaha pemerintah dalam mencegah masalah kematian bayi baru lahir terlihat dari adanya beberapa program yang telah direncanakan, salah satunya adalah program pelayanan ANC (antenatal care). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Case Study dengan 9 kali pengkajian pada Ny.T G2P1A0 umur 37 tahun dengan usia lebih dari 35 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi anamnesa, observasi dengan pemeriksaan dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh diagnosa G2P1A0 usia 37 tahun hamil 37 minggu dan usia lebih dari 35 tahun, keluhan sering BAK, dan susah tidur. Sedangkan pada pemilihan kontrasepsi ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan Simpulan dari asuhan ibu hamil dengan resiko tinggi usia ?35 tahun adalah normal dari kehamilan, bersalin ,nifas dan bayi baru lahir. Saran untuk bidan agar dapat memberikan penyuluhan kehamilan kepada ibu hamil khususnya ibu resiko tinggi usia 37 tahun dan dapat memberikan motivasi kepada ibu berusia 37 tahun untuk menggunakan KB mantap. Kata kunci : Asuhan kehamilan, bersalin, nifas dan bayi baru lahir Pustaka: 57 Pustaka (2010-2020) 1 Mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Semarang 2 Dosen Program Studi DIII Kebidanan Semaran
Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan
Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan
©Penulis
Dr. Hj. Hamdanah, M.Hum.
Yeni Tri Nur Rahmawati, M.Pd.I.
Editor:
Dr. Suheri, M.Pd.I.
"Manajemen sarana dan prasarana Pendidikan yang efektif bukan hanya tentang pengadaan dan perawatan aset fisik, tetapi juga tentang bagaimana aset-aset tersebut dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi secara optimal dan berkelanjutan."
Cetakan 1: Desember 2025
Ukuran: 15 x 23 cm
Harga Cetak: Rp. 80.000
Available on Shopee:
https://id.shp.ee/2fLjkab
Harga E-Book: Rp. 50.000
Available on Gramedia Digital:
https://ebooks.gramedia.com/id/buku/penerbit/pt-revormasi-jangkar-philosophi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Hubungan Antara Pemenuhan Kebutuhan Afeksi Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja Di Panti Asuhan Wikrama Putra Ngaliyan Semarang Tahun 2008.
Kristiyono, Yeni Tri. 2008. Hubungan Antara Pemenuhan Kebutuhan Afeksi Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja Di Panti Asuhan Wikrama Putra Ngaliyan Semarang Tahun 2008. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Di bawah bimbingan Drs. Sugiyarta SL. MS dan Dra. Tri Esti Budiningsih
Kata kunci : kebutuhan afeksi, perilaku prososial
Seiring dengan semakin majunya teknologi dan meningkatnya mobilitas, masyarakat terbiasa dengan perilaku yang bersifat individual atau lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri dan kurang peduli dengan apa yang menimpa orang lain. Hal ini juga tampak pada remaja yang lebih terfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan dirinya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang pedulinya remaja terhadap kesulitan yang dihadapi orang lain dan salah satunya yaitu faktor pengalaman dan suasana hati sebagai wujud terpenuhi atau tidak kebutuhan afeksi pada remaja. Pemenuhan kebutuhan afeksi tersebut dapat dilihat dalam hubungan orang tua dengan anak. Anak-anak yang tinggal dipanti asuhan kebutuhan afeksinya kurang terpenuhi karena jumlah pengasuh yang sedikit tidak sesuai dengan anak asuh. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan afeksi dengan perilaku prososial pada remaja.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara dua buah variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja di Panti Asuhan Wikrama Putra Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Variabel dalam penelitian korelasional terdiri dari variabel bebas yaitu pemenuhan kebutuhan afeksi, dan variabel tergantung yaitu perilaku prososial. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi yaitu skala pemenuhan kebutuhan afeksi dan skala perilaku prososial. Metode analisis data dalam penelitian korelasional yaitu menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil dari pengujian korelasi, menunjukkan koefisien r hitung sebesar 0,578 dengan signifikansi 0,000. Dari hasil tersebut menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan afeksi dengan perilaku prososial pada remaja di Panti Asuhan Wikrama Putra Semarang, yang berarti hipotesis kerja diterima.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil simpulan bahwa ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan afeksi dengan perilaku prososial Saran yang diajukan kepada orang tua, pendidik dan pengasuh diharapkan lebih memperhatikan kebutuhan anak, baik yang bersifat fisik, psikis maupun pendidikan. Remaja diharapkan untuk mengembangkan sikap kepedulian terhadap orang lain dan lingkungannya, dimulai dari hal-hal yang kecil. Peneliti diharapkan dapat lebih memberikan gambaran mengenai pemenuhan kebutuhan afeksi dan perilaku prososial ditinjau dari beberapa faktor yang lebih luas
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
