34 research outputs found

    Analisis Penerapan Akuntansi Pada Badan Usaha Milik Desa-simpan Pinjam (BUMDES-SP) Lancang Kuning Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir

    Full text link
    ABSTRACT ANALYSIS OF ACCOUNTING APPLICATION IN THE VILLAGE SAVING LOAN-OWNED BUSINESS AGENCY LANCANG KUNING VILLAGE RUMBAI JAYA KECAMATAN KEMPAS INDRAGIRI DISTRICT HILIR BY GUSTRI HARTO PAMBUDI 165310873 The author conducted research on Village-Owned Enterprises-Savings and Loans Lancang Kuning, Rumbai Jaya Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency. The purpose of this study is to determine whether the presentation of the BUMDes-SP Lancang Kuning financial report is in accordance with the generally accepted accounting principles. The type of data used in this research is descriptive qualitative research which is conducted to determine the value of the independent variable, either one or more variables. The data sources the authors use in helping this research are primary data and secondary data. The results showed several deficiencies in the financial reports presented by BUMDes-SP Lancang Kuning, the first that had not recorded the burden of uncollectible accounts, the second BUMDes-SP Lancang Kuning was not careful in moving the nominal in the inventory list to the Financial Position Report, the three BUMDes-SP Lancang Kuning has not yet presented a Cash Flow Statement, Change in Equity Report and notes on Financial Statements

    Rekayasa Proses Nanoenkapsulasi Konsentrat Katekin dari Gambir (Uncaria gambir Roxb.) sebagai Antioksidan

    No full text
    Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb.) mengandung senyawa fenolik katekin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jumlahnya dalam ekstrak bergantung pada cara pengolahan tanaman tersebut. Gambir hasil olahan tradisional (gambir asalan), umumnya masih memiliki kandungan katekin dan mutu yang rendah karena mengandung senyawa impurities dan katekin bersifat tidak stabil, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut untuk perbaikan mutu dan menjaga kestabilannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan bahan baku dan teknologi proses untuk penyediaan katekin melalui pemurnian katekin dari gambir asalan; (2) mendapatkan kondisi optimum ekstraksi katekin dengan aktivitas antioksidan yang tinggi; (3) mendapatkan teknologi nanoenkapsulasi katekin terbaik untuk peningkatan stabilitas katekin. Penelitian tahap pertama adalah pemilihan bahan baku dari tiga lokasi di Sumatera Barat. Gambir yang digunakan adalah gambir Halaban (AH), gambir Mungka (AM) (Kabupaten Lima Puluh Kota) dan gambir Siguntur (AG) (Kabupaten Pesisir Selatan). Tahapan proses pemurnian katekin adalah ekstraksi ulang dengan air, ekstraksi lanjut dengan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda (etil asetat, etanol). Sebagai pembanding digunakan sampel hasil pemurnian dengan adsorben amberlit. Gambir asalan terpilih digunakan untuk tahap proses optimasi. Penelitian kedua adalah penentuan kondisi optimum menggunakan metode permukaan respon (RSM) pada tiga variabel yaitu rasio pelarut etil asetat dengan etanol 0.2 sampai 1 liter, rasio bobot sampel dengan pelarut 1:1 sampai 1:5 dan lama ekstraksi 8 sampai 24 jam. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pengadukan. Penelitian tahap ketiga adalah menentukan rancangan proses teknologi nanoenkapsulasi katekin kompleks inklusi pada β-siklodekstrin (β-CD) melalui proses emulsifikasi dengan surfaktan. Nanoemulsi katekin diciptakan agar efisiensi penjerapannya pada β-CD lebih tinggi sehingga kestabilan katekin dapat lebih ditingkatkan. Optimasi kondisi proses dan konsentrasi surfaktan dilakukan untuk menghasilkan nanoemulsi katekin dengan ukuran paling kecil. Penentuan kondisi proses pembuatan nanoemulsi katekin dilakukan melalui penelitian pendahuluan. Kondisi proses optimal yang dapat menurunkan ukuran partikel katekin terkecil diperoleh pada jumlah penetesan dari fase organik ke fase cair 3 ml min-1, kecepatan pengadukan magnetik 700 rpm dan lama pengadukan 30 menit. Konsentrasi surfaktan yang digunakan adalah Polaksamer 188: 0.5%, 1% dan 1.5% dan Tween 80: 2%, 2.5% dan 3%. Nanoemulsi katekin terpilih diinklusikan pada β-CD melalui pengadukan 700 rpm selama 20 jam. Terhadap produk nanoenkapsulat katekin dilakukan analisa morfologi (SEM, TEM), XRD, efisiensi enkapsulasi (EE) dan uji kestabilan dalam penyimpanan oven suhu 50±5°C dengan periode analisa 0, 7, 14, 21 dan 28 hari terhadap produk nanoenkapsulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi ulang gambir asalan dengan air dapat meningkatkan kadar katekin sampai 57.8% atau bergantung pada senyawa pengotor gambir asalan. Ekstraksi lanjut dengan pelarut etil asetat terhadap gambir AH terpilih menghasilkan kadar katekin dan aktivitas antioksidan lebih tinggi (IC50 rendah), yaitu 97.82±2.01% dan 91.98 μg ml-1 dibandingkan ekstraksi dengan etanol, yaitu 94.37±0.45% dan 193.36 μg ml-1. Pemurnian dengan amberlit menghasilkan kadar katekin tertinggi, yaitu 98.09±1.40% dengan IC50 87.52 μg ml-1. Hasil ekstraksi dengan pelarut organik memperlihatkan nilai tidak berbeda secara signifikan dengan pemurnian amberlit dan tetapi waktu proses ekstraksi lebih singkat dan biaya yang lebih rendah. Berdasarkan hasil analisis RSM, model persamaan yang diperoleh untuk memprediksi respon kadar katekin hasil ekstraksi gambir adalah kuadratik, dengan Y = 83.54 + 17.81X1 – 3.66X2 – 2.84X3 + 0.92X1X2 – 0.24X1X3 – 3.26X2X3 + 8.93X12 + 3.95X22 + 1.64X32 dengan R2 = 0.85. Kondisi optimum ekstraksi gambir untuk menghasilkan kadar katekin maksimum adalah rasio pelarut etanol dan etil asetat 3.52:5.28, rasio sampel dengan pelarut 1:1.92, lama ekstraksi 11.64 jam. Dari hasil verifikasi kondisi optimum diperoleh kadar katekin sebesar 98.2±0.3% dan mendekati hasil prediksi, yaitu 97.3%. Hal ini mengindikasikan bahwa model yang dihasilkan layak memprediksi kadar katekin. Model persamaan kuadratik untuk aktivitas antioksidan (IC50) adalah Y = 137.25 + 5.18X1 + 24.75X2 + 11.53X3 + 6.17X1X2 + 3.14 X1X3 + 13.79X2X3 – 5.44X12 – 15.33X22 – 5.42X32 dengan R2 = 0.83. Kondisi optimum untuk menghasilkan IC50 minimum diperoleh pada rasio pelarut etil asetat dan etanol 3.68:5.52, rasio sampel dengan pelarut 1:2 dan lama ekstraksi 20 jam. Prediksi nilai IC50 yang diperoleh adalah 82.09 μg ml-1 dan hasil verifikasi 82.73±0.36 μg ml-1. Kondisi optimum proses pembuatan nanoemulsi katekin diperoleh melalui pengadukan magnetik 700 rpm (30 menit) dan konsentrasi surfaktan Polaksamer 1%. Nanoenkapsulat katekin dengan Polaksamer (NKP) memiliki nilai efisiensi paling tinggi, diikuti oleh Tween (NKT), dan tanpa surfaktan (NKB), yaitu 91.9±0.2%, 89.5±0.3% dan 77.4±0.4%. Sampel NKP memiliki struktur yang kompak dengan derajat kristalinitas paling tinggi (92.4%). Uji stabilitas menunjukkan sampel NKP menghasilkan nilai kemiringan (slope) penurunan paling rendah, diikuti oleh NKT, NKB, dan katekin tanpa tersalut β-CD (K), yaitu 2.25, 3.69, 5.56, dan 18.56 dan berbanding lurus dengan slope penurunan aktivitas antioksidan (IC50), yaitu 6.52, 11.31, 16.66 dan 117.06. Nilai slope menunjukkan sampel NKP dapat mengurangi proses degradasi katekin 2.6 kali lebih baik dari NKB dan 17.9 kali dibandingkan katekin tanpa inklusi pada β-CD (K). Hasil penelitian menunjukkan teknologi nanoenkapsulasi katekin secara inklusi pada β-CD dengan surfaktan memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan tanpa surfaktan

    Membuat aneka olahan bengkuang

    No full text
    Bengkuang sebagai buah asli Indonesia, selama ini dikenal sebagai bahan makanan yang dihidangkan dalam bentuk segar atau langsung dimakan. Namun, sebenarnya pengolahan bengkuang sangatlah beragam. Bengkuang tidak hanya dikenal sebagai bahan kosmetik, tetapi juga dapat menjadi bahan baku makanan ringan, seperti biskuit, keripik, donat, dodol, manisan, brownies, bahkan es krim. Dengan harga yang terjangkau dan hasil produksi bengkuang yang melimpah, pengolahan produk bengkuang akan sangat membantu masyarakat dalam membangkitkan semangat masyarakat untuk berwirausaha. Membuat Aneka Olahan Bengkuang

    The Effectiveness of Group Work in Reading of Narrative Text: An Experimental in the Second Grade of MA. Al-Mukhlisin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah siswa kelas XI Madrasah Aliyah. Al-Mukhlisin Bogor yang mempelajari teks naratif dengan menggunakan group work menunjukkan perolehan nilai yang lebih baik dibandingkan denganmetode ceramah atau Grammar Translation Method (GTM). Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif karena ditujukan dalam data-data. Peneliti bereksperimen di dua kelas yang berbeda dengan dua teknik pengajaran yang berbeda pula. Disamping itu, peneliti menggunakan group work di kelas eksperimen dan GTM di kelas terkendali (controlled class). Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan t-test untuk menganalisa hasil perolehan tes siswa, melalui pre-test dan post-test. Di dalam penelitian ini, peneliti mengambil sample dua kelas di kelas XI-A (25 siswa) dan kelas XI-B (25 siswa). Sample tersebut diambil berdasarkan teknik sample acak. Oleh sebab itu, kelas XI-A sebagai kelas experimen yang menggunakan group work dalam mengajarkan teks naratif sedangkan kelas XI-B sebagai kelas terkendali menggunakan GTM dalam mengajarkan teks naratif. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan ditemukan adanya pengaruh yang signifikan terhadap siswa kelas XI Madrasah Aliyah. Al-Mukhlisin Bogor dalam mempelajari teks naratif dengan menggunakan group work dan GTM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pengajaran dengan menggunakan group work menunjukan hasil yang lebih baik terhadap performa siswa ketimbang dengan menggunakan metode ceramah atau GTM dalam mempelajari teks narati

    Pengembangan Potensi Tepung Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) Sebagai Matriks Enkapsulasi Yang Dimodifikasi Melalui Proses Litnerisasi Untuk Bahan Baku Kosmetik

    Full text link
    Trend penggunaan bahan alam (back to nature) meningkat dengan tingginya kesadaran masyarakat dan keterbatasan penggunaan bahan baku sintetis dalam jangka panjang dapat merusak kesehatan, terutama untuk bahan baku kosmetik. Tepung bengkuang memiliki potensi dikembangkan sebagai sebagai penyalut tipis (enkapsulan) bahan aktif melalui proses modifikasi. Proses modifikasi tepung bengkuang dapat dilakukan diantaranya melalui proses litnerisasi atau hidrolisis asam secara lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi fisikokimia tepung bengkuang termodifikasi dengan variasi lama hidrolisis dan konsentrasi asam klorida (HCl). Perlakuan yang dicobakan adalah lama hidrolisis, yaitu 24, 48, 72 dan 96 jam dengan konsentrasi HCl 1%, 2% dan 3% pada suhu 40±5°C. Parameter yang diamati meliputi kadar amilosa, derajat Polimerisasi (DP), viskositas, kelarutan, aktivitas antioksidan (IC50) dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimum dihasilkan pada konsentrasi HCl 2% dan lama hidrolisis 72 jam. Tepung bengkuang termodifikasi menunjukkan terjadi penurunan DP dan kadar amilosa dengan makin lama lintnerisasi, yaitu 885%-22,34% dan 53,87%. Viskositas, kelarutan dan aktivitas antioksidan (IC50) meningkat, yaitu 228cP-155cP, dan 45,7%-90,8%, aktivitas antioksidan (IC50) dan granula tepung mengalami kerusakan walaupun bentuknya masih relatif tidak berubah. Kata kunci: tepung bengkuang, modifikasi,  litnerisasi, hidrolisis asam, karakterisasi

    Pengujian Kemampuan Daya Samak Cube Black dan Limbah Cair Gambir Terhadap Mutu Kulit Tersamak

    Full text link
    Leather tanning industries generally use sintetic tanner such as chrome (Cr+3) which can damage environment. Therefore, it is needed to find environmentally friendly tannery material, one is by using gambier. The aim of this research was to know tannic ability of gambier on goat’s leather and tuna fish. The gambier for tannery material contained high tannin (&gt;70%) namely Cube black and liquid waste from gambier processing. Concentration of tannery material that would be used for tanned was 1 kg. Tanned leather was tested to tannery degree (DP) and physical test included pull strength, elongation, and rip strength, at same treatment compared to chrome tannery. Test results leather tanned showed that, the higher the concentration of tannery material the higher the results of DP, and the physical characteristic was better. Tanned leather from goat that used Cube black gambier concentration at 4% gave DP value approximately equal to chrome tanner (38,45% and 36,60%). For tanned tuna fish gave value of DP were 39,57% and 31,35%. Tannery material of gambier gave value of pull strength, rip strength, and elongation were higher than chrome’s. The value of pull strength of goat’s leather was 730,37 kg cm-2, tuna fish was 353,33 kg cm-2 got from liquid waste tanner. The value of rip strength fof goat’s leather was 353,33 kg cm-2, tuna fish skin 29,96 kg cm-2, and elongation value from tuna fish skin 202,0% was gotten from Cube black gambier. The result of the research showed that tannery material of gambier had tannery characteristic that can replace tanner of chrome.ABSTRAKIndustri penyamakan kulit umumnya menggunakan bahan penyamak sintetis seperti krom (Cr+3) yang dapat merusak lingkungan. Untuk itu, perlu dicari bahan penyamak yang ramah lingkungan, diantaranya menggunakan gambir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya samak gambir terhadap kulit kambing dan ikan tuna. Gambir untuk  bahan penyamak mengandung kadar tanin tinggi (&gt;70%) adalah Cube black dan limbah cair pengolahan gambir. Konsentrasi bahan penyamak yang digunakan dalam perlakuan adalah 2%, 3% dan 4% dengan berat kulit yang akan disamak sebanyak 1 kg. Kulit tersamak diuji terhadap derajat penyamakan (DP) dan uji fisik meliputi kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek. Pada perlakuan yang sama dibandingkan dengan penyamak krom. Hasil uji kulit tersamak menunjukkan makin tinggi konsentrasi bahan penyamak makin tinggi nilai DP dan sifat fisik kulit makin baik. Kulit tersamak dari kambing menggunakan Cube black gambir pada konsentrasi 4% menghasilkan nilai DP mendekati sama dengan penyamak krom (38,45% dan 36,60%). Untuk kulit ikan tuna tersamak menghasilkan nilai DP 39,57% dan 31,35%. Bahan penyamak gambir menghasilkan nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kemuluran lebih tinggi dari penyamak krom. Nilai kekuatan tarik kulit kambing 730,37 kg/cm2, ikan tuna 353,33 kg/cm2 diperoleh dari penyamak limbah cair. Nilai kekuatan sobek kulit kambing adalah 353,33 kg/cm2, kulit ikan tuna 29,96 kg/ cm2 dan nilai kemuluran kulit ikan tuna 202,0% diperoleh dari Cube black gambir. Hasil penelitian menunjukkan bahan penyamak gambir memiliki sifat penyamak yang dapat menggantikan penyamak krom.</p

    Studi Penentuan Difusivitas Panas Mangga Arummanis Terproses Minimal

    Full text link
    The important limitation in process design for agricultural products is the lack of information on their thermal properties. Although a lot of experimental data can be found, the variety of products and the differences in measurement method make limitation on the value of the available data, especially for Indonesian products. These data are required to get information about temperature change when product was processed like heating or cooling. It is worth to optimize efficiency of energy. The objective of this study was to predict thermal diffusivity and conductivity of minimmaly processed product of arummanis mangoes. The value was determined numerically with direct and indirect methods. The result showed that thermal conductivity was 0.6058 W/moC while thermal diffusivity was 1.70 x 10-7 m2/s (direct method).ABSTRAKPada perancangan suatu sistem pengolahan hasil pertanian diperlukan pengetahuantentang sifat-sifat panas suatu bahan diantaranya panas jenis, konduktivitas, dan difusivitas panas. Nilai-nilai tersebut untuk produk pertanian lokal sangat jarang ditemukan, sehingga dalam aplikasinya sering digunakan data sifat panas dari literatur luar yang belum tentu sesuai dan tepat dengan produk dalam negeri, hal ini dapat menyebabkan terjadinya bias dalam perhitungan dan perancangan. Studi ini bertujuan untuk menentukan sifat-sifat panas dari produk mangga arummanis terproses minimal. Hasil studi ini mendapatkan bahwa nilai panas konduktivitas panas mangga arummanis terproses minimal adalah 0.6058 W/moC, sedangkan nilai difusivitas panasnya adalah 1.70x10-7 m2/detik.</p

    Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Kehalusan Gambir Serta Variasi Komposisi Terhadap Beberapa Sifat Fisika dalam Pembuatan Tinta Cetak

    Full text link
    Ink is a very important element that determines the quality of a printout. One of the potential natural materials that can be used as a raw material for making printing ink is gambier.The objective of this study was to observe the effect of stirring speed and particle size on some physical properties in the printing ink. The ink manufacturing was done in 2 phases, namely the manufacture of color pigment and ink formulation. Pigment ink was made by cleaning the gambier through dilution with hot water, filtration, and precipitation of fitrat. Furthermore the gambier was mashed with particle size variation 40, 60, 80 mesh. The adding saturated FeCl3 compounds in ethanol into the extract gambier slowly with stirring speed 250, 500, 750 rpm for 4 hours. The color of the pigment, viscosity, and the particle size was tested by using the PSA method (particle size analyzer). Manufacture of ink formula with additives propylene glycol 7.5; 10; 12.5 mL and polyethylene glycol 0.1; 0.3; and 0.5 mL for every 30 ml of extract gambier in ethanol. Best pigment was obtained from the use of gambier 60 mesh powder, stirring speed 250 rpm, the smallest pigment particle was 47.54 nm. The best ink formula was using propylene glycol and polyethylene glycol 12.5 mL and 0.5 mL. The characteristics of ink were black colored ink with a density 0.9633 at a temperature of 28-30°C, viscosity 0.9 cP, and surface tension 0.2539 N/m.ABSTRAK Tinta merupakan unsur yang sangat penting menentukan kualitas hasil cetakan. Salah satu bahan alam potensial yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tinta cetak adalah gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh kecepatan pengadukan dan kehalusan bahan baku gambir terhadap beberapa sifat fisika dalam pembuatan tinta cetak. Pembuatan tinta dilakukan 2 tahap yaitu pembuatan pigmen dan formula tinta. Pigmen tinta dibuat dengan cara membersihkan  gambir melalui pelarutan dengan air panas, penyaringan, dan pengendapan fitrat. Selanjutnya endapan gambir dihaluskan dengan variasi ukuran butiran sebesar  40, 60, 80 mesh. Penambahan senyawa FeCl3  jenuh dalam etanol pada ekstrak gambir dalam 25 ml etanol secara perlahan dengan kecepatan pengadukan bahan sebesar 250, 500, 750 rpm selama 4 jam. Pigmen diuji warna, viskositas, dan ukuran partikel dengan menggunakan metoda PSA (particle size analyzer). Pembuatan formula tinta dengan bahan aditif propilen glikol sebesar 7,5; 10; 12,5 ml dan polietilen glikol 0,1; 0,3; 0,5 ml untuk setiap 30 ml ektrak gambir dalam etanol. Pigmen yang terbaik diperoleh pada pemakaian bubuk gambir 60 mesh, kecepatan pengadukan 250 rpm, ukuran partikel pigmen yang terkecil adalah 47,54 nm. Formula tinta yang terbaik adalah tinta dengan menggunakan propilen glikol 12,5 ml dan polielen glikol 0,5 ml. Karakteristik  tinta bewarna hitam dengan berat jenis pada suhu 28-30oC sebesar 0.9633, viskositas      0,9 cP dan tegangan permukaan 0,2539 N/m.</p
    corecore