93 research outputs found
APLIKASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN METODE INQUIRI PADA BIDANG STUDI PAI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X.6 DI SMA NEGERI 4 PALOPO
ABSTRAK
Yanto, Hendri. 2011. Aplikasi Pembelajaran Kontekstual (CTL) dengan Metode
Inquiri Pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X.6 di SMA Negeri 4
Palopo. Pembimbing I., Sukirman, S.S., M.Pd dan Pembimbing II.,
Munir Yusuf, S.Ag., M.Pd
Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual (CTL), Metode Inkuiri, Pendidikan
Agama Islam, Prestasi Belajar
Skripsi ini membahas tentang penerapan pembelajaran kontekstual (CTL)
dengan metode inkuiri yang yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan
pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan penguasaan PAI khususnya pada
materi sumber hukum islam dan dakwah Rasulullah Saw periode Mekkah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 2 siklus,
yaitu pada siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan dan 1 kali tes setiap akhir siklus, pada
siklus II terdiri dari 3 kali pertemuan dan 1 kali tes setiap akhir siklus. Subyek dari
penelitian ini adalah siswa kelas X.6 SMA Negeri 4 Palopo, yang berjumlah 17
orang yaitu 12 perempuan dan 5 laki-laki. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes
dan observasi. Data dari hasil tes dianalisis secara kuantitatif yaitu pada nilai awal
diperoleh nilai rata-rata adalah 54,82 berada pada kategori cukup. Skor rata-rata
siswa pada siklus I diperoleh adalah 66,29 berada pada kategori baik, dan secara
klasikal mencapai 70,6% namun belum memenuhi. Pada siklus II skor rata-rata
diperoleh adalah 76,59 berada pada kategori baik, dan ketuntasan secara klasikal
mencapai 82,4% dan sudah memenuhi.
Data dari hasil observasi dianalisis secara kualitatif yaitu kehadiran siswa
pada siklus I yaitu 94,1% meningkat pada siklus II menjadi 95,6% Siswa yang
memperhatikan penjelasan guru pada siklus I yaitu 84,2% meningkat pada siklus II
menjadi 90,2%. Jumlah siswa mengajukan pertanyaan pada siklus I yaitu 27,5%
meningkat pada siklus II menjadi 88,2%. Siswa yang mengerjakan PR pada siklus I
yaitu 83,75% meningkat pada siklus II menjadi 94,1%.
Dari hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan pembelajaran
kontekstual (CTL) dengan metode Inquiri pada bidang studi PAI dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X.6 di SMA Negeri 4 Palopo, berjalan
lancar sebagaimana yang diharapkan. Penerapan metode inquiri dapat meningkatkan
hasil belajar siswa
Peran Komunikasi Politik Islam Tim Sukses Hendri Yanto Sitorus Dan Samsul Tanjung Dalam Mengupayakan Kemenangan Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2020-2024
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan Komunikasi Politik Islam
Tim Sukses Hendri Yanto Sitorus dan Samsul Tanjung Dalam Mengupayakan
Kemenangan Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Politik salah satu yang sering terjadi pada pemilihan-pemilihan mulai dari presiden
sampai kepada pemilihan kepala desa yang ada di desa-desa. Politik memiliki partai
politik yang saling menguatkan dan dapat mencalonkan calon dari setiap partai
disetiap pemilihan.
Politik merupakan seni ataau cara dalam meraih kekuasaan dalam bertarung
dipesta demokrasi. Politik memiliki hubungan dengan komunikasi, dalam berpolitik
harus bisa berkomunikasi dengan lawan politik, sehingga bisa untuk saling
berkomunikasi baik itu komunikasi pribadi, antarpribadi dan komunikasi
kelompok. Komunikasi dalam sebuah pesta demokrasi seperti pemilihan kepala
daerah yang serentang dibeberapa daerah tahun 2020 sangat diperlukan setiap calon
dan tim sukses.
Tim sukses yang menggunakn komunikasi politik islam bekerja untuk
mengupayakan kemenangan pasangan calon no urut 4 Hedri yanto Sitorus dan
Samsul Tanjung sangat baik dan mudah diterima masyarakat. Tim kemenangan
menggunakan pendekatan kepada masyarakat dengan menggunakan komunikasi
islam, dengan mendatangi masyrakat langsung dan tidak lupa selalu mengingatkan
selalu masyarakat untuk melaksanakan solat berjamaah.
Dalam penelitian ini peneliti lebih berfokus pada peran komunikasi politik
islam. Metode yang digunakan penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif analisis
dengan menggunakan data-data perpustakaan (library research) dan lapangan
(field research). Dari hasil peneliti ada beberapa bentuk komunikasi politik islam
yang sering dilakukan yaitu, tabligh akabar, memberikan honor kepada guru magrib
mengaji, Memberikan Beasiswa Kepada Putra/I Daerah LABURA, Menyediakan
Ambulance Gratis, Memberikan Bantuan ke Rumah-Rumah Tarekat
Naqsabandiyah, yang menyebabkan kemenangan Hendriyanto Sitorus dan Samsul
tanjung sangat jauh kemenangan nya dari 4 pasangan lainnya, peran komunikasi
politik islamlah yang banyak mempengaruhi atau menarik hati masyarakat untuk
tetap yakin dengan pilihannya
KONSTRUKSI REALITAS BERITA PERNIKAHAN USTADZ ABDUL SOMAD DENGAN FATIMAH AZ ZAHRA PADA MEDIA KOMPAS.TV DAN TRIBUNNEWS.COM
ABSTRAK
Nama : Ade Cici Hendri Yantro Syahputra
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Judul : Konstruksi Realitas Berita Pernikahan Ustadz Abdul Somad dengan Fatimah Az Zahra pada Media Kompas.tv dan Tribunnews.com
Pernikahan dari tokoh terkenal selalu menjadi topik pembicaraan menarik di seluruh kalangan, sehingga beritanya dinantikan oleh khalayak ramai. Kajian ini berfokus pada tujuan menganalisis konstruksi realitas berita pernikahan Ustadz Abdul Somad dengan Fatimah Az Zahra yang dipublikasi oleh Kompas.tv dan Tribunnews.com. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif komparatif dengan paradigma konstruktivitas dimana data diiterprestasi sesuai teori framing lalu dibandingkan satu sama lain. Metode penelitian menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang berisi empat elemen, yaitu: (a) Struktur sintaksis, cara wartawan menyusun berita, (b) struktur skrip, cara wartawan mengisahkan fakta, (c) struktur temaktik, cara wartawan menulis fakta, (d) struktur retoris, cara wartawan menekankan fakta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media menggunakan headline provokatif dengan menekankan poin-poin fakta sensitif sebagai topik utama. Namun tingkat penekanannya berbeda, Kompas.tv meletakkan topik tersebut pada awal headline, sedangkan Tribunnews.com menempatkan pada posisi belakang headline. Lalu Kompas.tv lebih unggul dalam membuat aktual dan faktual melalui wawancara, sedangkan Tribunnews.com menyajikan informasi yang lebih lengkap dari hasil pengamatan wartawan. Maka disimpulkan perbandingan perbedaan dari kedua media terlihat signifikan dari struktur sintaksis dan struktur retoris.
Kata kunci : Konstruksi Realitas, Framing, Berita, Tokoh Terkenal, Ustad
Penggunaan Web Service Dalam Bisnis Penjualan Busana Muslim Harmas Store
Building this sales website the author uses a form of research in the form of case studies. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation studies. Research is based on recording transactions in clothing sales. The research method used in the preparation of this practical work report using research and development process of making sales applications in Harmas Store using the language PHP, the database used by MySQL, and the modeling design tool used is UML.The sales website that the author produces consists of goods data form, customer form, supplier form, sales form, purchase form, and item type data form, added item stock form, goods data report, goods type data report, entire sales report with website sales made goods can support the efficiency and effectiveness of work, it is expected to make it easier to sell or purchase stock of goods and minimize errors.The conclusion obtained is a sales website to facilitate sales such as storing data, deleting data, and printing goods data reports on Harmas Stores by utilizing Web Services
Implikasi tugas dan kewenangan mahkamah konstitusi dalam penyelesaian sengketa hasil pemilukada (studi kasus putusan mahkamah konstitusi nomor 57/PHPU.D-VI/2008 tentang pemilukada Kabupaten Bengkulu Selatan) Implikasi tugas dan kewenangan mahkamah konstitusi dalam penyelesaian sengketa hasil pemilukada (studi kasus putusan mahkamah konstitusi nomor 57/PHPU.D-VI/2008 tentang pemilukada Kabupaten Bengkulu Selatan)
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai bagaimana pelaksanaan penyelesaian sengketa hasil pemilukada di Mahkamah Konstitusi dan bagaimana implikasi tugas dan wewenang Mahkamah Konstitusi dalam penyelesaian sengketa hasil pemilukada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dengan teknik analisis isi (content analysis). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis paparkan pada Bab III yang mengacu pada rumusan masalah, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut: Dalam Permohonan Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan hanya dimohonkan kepada MK untuk memutus pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu Kepala Daerah tetapi dalam Putusan MK Nomor 57/PHPU.D-VI/2008 tentang Perselisihan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bengkulu Selatan, disini Mahkamah Konstitusi telah memutus melebihi permohonan yang diajukan pemohon dan memutus di luar kewenangan Mahkamah Konstitusi yaitu memutus untuk dilakukannya Pemilu Kepala Daerah Ulang tanpa ikut serta pasangan calon Nomor Urut 7 (H. Dirwan Mahmud dan H. Hartawan, S.H.). Untuk penetapan dilakukannnya Pemilu Kepala Daerah Ulang yang seharusnya menjadi kewenangan KPU dan bukan merupakan kewenangan Mahkamah Konstitusi. Dalam Putusan MK Nomor 57/PHPU.D-VI/2008 tentang Perselisihan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan yang memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkulu Selatan untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang selambat-lambatnya satu tahun setelah putusan tersebut. Namun ternyata tidak dilaksanakan oleh KPU pada waktu yang telah di putuskan. Hal ini dikarenakan putusan Mahkamah Konstitusi bersifat floating (mengambang) yang tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat untuk memerintahkan KPU melaksanakan Putusan tersebut. Terlebih Mahkamah Konstitusi belum mempunyai Eksekutor dalam hal pemberian sanksi bagi yang melanggar putusan tersebut. ABSTRACT This research aims to study and to answer the problem about how the implementation of dispute resolution of local generation result is in Constitution Court and how the implication of task and authority of Constitution Court in resolving the dispute on local general election result. This study belongs to a normative research type that is descriptive in nature. The type of data used was secondary data including primary, secondary and tertiary law materials. Technique of collecting data used was documentation study using content analysis. Considering the result of research and discussion the writer has explained in Chapter III referring to the problem statement, the writer concludes as follows: In the General Election Request of Local Principal of South Bengkulu Regency, the MK (Constitution Court) is only requested to decide the violations occurring in Local Principal General Election but in MK’s Decision Number 57/PHPU.D-VI/2008 about the Dispute on General Election of Local Principal and Deputy of Local Principal of South Bengkulu Regency, here the Constitution Court had decided beyond the request applied by the requester and decided beyond the authority of Constitution Court, that is, deciding the implementation of Local Principal General Reelection without the participation from 7th candidate (H. Dirwan Mahmud and H. Hartawan, S.H). The stipulation of Local Principal General Reelection should be the authority of KPU and not Constitution Court. In the MK’s decision Number 57/PHPU.D-VI/2008 about the Dispute on General Election of Local Principal of South Bengkulu Regency instructing the General Election Commission of South Bengkulu Regency to hold the reelection as late as one year after the decision. But, it is not implemented by the KPU at predefined time. It is because the decision of Constitution Court is floating having no binding law power to instruct the KPU implementing such decision. Moreover, the Constitution court has not had the Executor in the term of sanction imposition to those violating such decision
Rancang Bangun Perangkat Lunak Point Of Sales Berbasis Web CV. Sumber Baru Di Ketapang
Retailing is a series of business activities that provide added value to products and services sold to customers for personal or family use. Retailing can also be interpreted as a business activity selling goods or services to individuals for the purposes of self, family or household. Point of sales or abbreviated POS in general can be interpreted as a system that allows the transaction process. POS can be used in all sales transactions such as restaurants, supermarkets, hotels and retail stores. Therefore, POS can also be interpreted as a transaction service process in a retail store, out of all the meanings described, it can be concluded that the point of sales can be interpreted as a system that allows transactions to be carried out including the use of a cash register. The development method used by the author is using the Prototype method. The prototype is the initial form (example) or standard size of a entity. In design, a prototype is created before it is developed or precisely made specifically for development before being made on an actual scale or before mass produced. In completing a software project there will be one opinion that the first problem is obtaining the needs of the user. The system modeling tool is the Unified Modeling Language (UML). Data collection techniques with interviews with customers dixxie fashion, as well as direct observation and through the internet and electronic media. Analysis tools used: Use Case Diagrams, Activity Diagrams, Sequence Diagrams and Class Diagrams. The results of this study can help improve the performance of cashiers and simplify transaction activities, and also improve a business so that it can develop and be able to compete with other businesses.
ANALISIS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BAGIAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE 5S (Sudi Kasus PT Pionirbeton Industri Plant Yogyakarta)
PT. Pionir Beton Industri Plant Yogyakarta has not implemented the occupational health and safety program optimally. The number of work accidents occurred on PT. Pionir Beton Industri Plant Yogyakarta from 2015 to 2017 were 10, 8, and 7 events. The working condition indicated that the stuffs or the rest of production scattered on the production floor, the company has not implemented the material arrangement yet, not all workers maintain the cleanliness, undisciplined workers. The analyze of problem was conducted using 5S method, and also measure the frequency rate, severity rate, incidence rate, and frequency severity indicator. The frequency rate results showed 75.483 hours, 60.386 hours, and 52.838 hours from 2015 to 2017. The Severity rate results showed 679.347 days, 603,864 days and 366.123 days from 2015 to 2017. The Incidence Rate results showed 21,7%, 17,4%, and 15,2% from 2015 to 2017. The Frequency Severity Indicator results showed 51.279 times, 36.386 times, and 29.912 times from 2015 to 2017. The work productivity was strongly influenced total work hours of workers and the number of workdays lost. The 5S method analyze results showed that the actual condition did not meet the requirement of 5S method
PROSES PEMBUATAN CASING DAN PENGECATAN PADA MESIN PILIN BESI SPIRAL
Tujuan dari penulis laporan Proyek Akhir ini adalah untuk menentukan jenis bahan yang digunakan, proses pembuatannya, mengetahui peralatan yang digunakan serta menentukan langkah kerja yang digunakan dalam pembuatan casing. Sehingga casing tidak mengubah fungsi dari bagian itu sendiri dan meningkatkan nilai estetika casing serta untuk melengkapi komponen yang ada pada mesin pilin besi spiral. Metode proses pembuatan casing dan pengecatan pada mesin pilin besi spiral meliputi : 1) Memeriksa dan mengecek gambar kerja serta menentukan bahan yang akan digunakan, 2) Menentukan alat dan mesin yang akan digunakan, 3) Proses pembuatan casing dan pengecatan 4) Perakitan antara bagian satu dengan yang lain menggunakan las titik/spot welding. Tahapan pembuatan casing ini meliputi: proses pemotongan bahan, proses penekukan bahan, proses pengeboran, proses pengelasan dan proses perakitan benda kerja. Hasil yang dicapai dari keseluruhan proses yang meliputi perancangan, pembuatan dan pengujian terhadap casing mesin pilin besi spiral, dapat disimpulkan bahwa : 1) Bahan yang digunakan adalah pelat eyser dengan ketebalan 0,8 mm dengan ukuran casing pajang 580 mm, lebar atas 210 mm, dan lebar bawah 90 mm dan bahan yang digunakan dalam proses pengecatan adalah cat merah canditone, tiner super, hardener, epoxy/cat dasar, dempul dan amplas, 2) Mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan casing adalah mesin potong, gunting tangan, mesin tekuk, meja rata, mesin bor, kikir, penggaris, penitik, penggores, mistar siku, mistar gulung, mesin las titik/spot welding, dan peralatan yang digunakan untuk pengecatan adalah spray gun/penyemprot dan kompresor, 3) Proses pembuatan casing meliputi: penggambaran/pengukuran, pemotongan, pengeboran, pengelasan, serta pengujian casing, dan proses pengecatan meliputi: pendempulan, pengamplasan, pengecatan dasar/epoxy, pengecatan merah canditone, 4) Proses perakitan bagian-bagian casing pada mesin pilin besi spiral ini menggunakan sambungan las, dan sambungan mur baut untuk merakit casing dengan rangka. Saat dilakukan pengujian casing berfungsi dengan baik, melindungi operator dari kecelakaan kerja saat melakukan pemilinan
PROSEDUR AKUNTANSI DEPOSITO BERJANGKA PT. BANK JATIM CABANG JEMBER
Dari hasil Praktek Kerja Nyata yang dilakukan di PT. Bank Jatim Cabang
Jember, penyusun laporan menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Deposito berjangka merupakan salah satu sumber dana bagi bank. Kelebihan
deposito jika dibandingkan dengan jenis tabungan yang lain adalah waktu
pencairan dana deposito telah ditetapkan oleh bank sebelumnya dalamjangka
waktu tertentu. Hal ini membantu bank dalam mengoptimalkan penggunaan
dana tersebut. Karena jatuh tempo yang telah ditetapkan sebelumnya, bank
dapat menyalurkan dana deposito untuk jasa yang lain, seperti : kredit,
penanaman di bank lain ( hal ini dengan maksud dana tidak mengendap
melainkan dapat digunakan untuk pembangunan).
2. Kegiatan yang berkaitan dengan deposito berjangka adalah :
a. Pembukaan deposito berjangka
b. Pencairan dana deposito berjangka
c. Pencairan bunga deposito berjangka
3. Pembukaan deposito berjangka Bank Jatim dapat dilakukan dengan beberapa
cara antara lain :
a. Pembukaan secara tunai
b. Pembukaan dengan menggunakan cek atau BG Bank Jatim
c. Pembukaan dengan menggunakan cek atau BG Bank lain
4. Prosedur pembukaan deposito berjangka pada PT. Bank Jatim adalah sebagai
berikut :
a. Jika calon deposan belum memiliki rekening tabungan di Bank Jatim,
maka calon deposan dianjurkan untuk membuka tabungan di Bank Jatim.
b. Calon deposan mengisi formulir permohonan deposito berjangka yang
telah disediakan oleh bank.
c. Menyerahkan formulir pembukaan deposito berjangka yang telah diisi
beserta sejumlah uang (dalam hal ini minimal Rp. 1.000.000)
menyerahkan cek atau BG Bank Jatim atau bank lain. d. Oleh bagian Service Assistant formulir permohonan tersebut diserahkan
ke Pelayanan Nasabah bagian administrasi untuk diproses dan dibuatkan
bilyet deposito berjangka atau Surat Pemilikan Deposito Berjangka.
e. Formulir permohonan deposito berjangka dan Bilyet deposito berjangka
yang asli diserahkan kepada deposan sedang tindakan yang lain disimpan
sebagai arsipdan diserahkan kepada bagian akuntansi.
5. Prosedur pencairan deposito berjangka pada PT. Bank Jatim Cabang Jember
adalah sebagai berikut :
a. Deposan harus membawa bukti bilyet Deposito Berjangka yang asli
kemudian diserahkan kepada bagian Service Assistant.
b. Bagian SA menyerahkan bukti bilyet Deposito Berjangka kepada divisi
Pelayanan Nasabah bagian administrasi untuk diproses lebih lanjut.
Kegiatan yang dilakukan pertama-tama adalah mencocokkan bilyet yang
dibawa dengan file perusahaan.
c. Apabila cocok, Bilyet deposito berjangka ditarik kembali dan petugas
Pelayanan Nasabah langsung akan mengalihkan dana deposito milik
deposan ke rekening tabungan milik deposan tersebut.
d. Bila nasabah ingin mencairkan uangnya, maka yang harus dilakukan
adalah melakukan penarikan tunai atau ATM dari tabungan yang
dananya sudah ditambah dari dana deposito
Upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran analisis design, development, implementation, evalution (adde) Kelas X di SMA Negeri 13 Bandar Lampung [Skripsi]
Bibl. Setiap babrnAda CDv, 78 hlm. : il. 28 cm. -- Lamp. (28 lembar
- …
