10 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL PEMBICARA DAN PILHAN KATA ATAU DIKSI PADA TUTURAN MASYARAKAT BRANTA PESISIR

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada masyarakat Branta Pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara status sosial pembicara dengan pilihan kata pada tuturan masyarakat Branta Pasisir. Jadi peneliti setelah melakukan wawancara dengan masyarakat Branta Pesisir bisa tau akan perbedaan kata atau diksi yang digunakan oleh masyarakat Branta Pasisir yang berstatus sosial pendidikan tinggi, menengah dan rendah. Dan juga pada masyarakat Branta Pesisir yang berstaus sosial ekonomi tinggi, menengah dan rendah. Peneliti juga bisa tahu akan pengertian diksi, pengertian staus sosial pembicara dan pengertian tentang hubungan status sosial pembicara dengan pilihan kata pada tuturan masyarakat Branta Pesisir.Berdasarkan metode pengumpulan data dan depenelitian kualitatif diatas, maka status sosial dengan pilihan kata pada tuturan masyarakat Branta Pesisir menggunakan status sosial berdasarkan pendidikan tinggi, menengah, dan rendah dan status sosial berdasarkan ekonomi tinggi, menengah, dan rendah serta pilihan kata yang terbagi menjadi kata abstrak, kongkret, populer dan kata kajian

    Penggunaan Jenis dan Wujud Tindak Tutur Guru Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Islam Plus Nurul Karomah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur oleh guru Bahasa Indonesia di kelas. Permasalahan yang dikaji adalah bentuk dan jenis tindak tutur yang digunakan guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui rekaman dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga jenis tindak tutur, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Selain itu, ditemukan lima bentuk tindak tutur: asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Secara rinci, ditemukan 7 data tindak tutur lokusi, 13 data ilokusi, dan 11 data perlokusi. Adapun bentuk tindak tutur terdiri atas: 7 asertif, 15 direktif, 2 komisif, 5 ekspresif, dan 2 deklaratif. Temuan ini menunjukkan bagaimana guru Bahasa Indonesia berkomunikasi dan membangun interaksi dengan siswa di kelas

    GEJALA FONOLOGIS TUTURAN DALAM INTERAKSI ACARA E-TALK SHOW WITH BHS DI TV

    No full text
    This research is a descriptive study using a qualitative approach. The object of this research is the speech of the host and guest star on the E-Talk Show with BHS on TV. The method used is the documentation method. Documentation is used to collect data and then reviewed. The documentation used in this study is in the form of videos. The results showed that the phonological symptoms of speech in the interactions of E-Talk Show With BHS programs were: (1) anaptaxis, (2) contractions, (3) labialization. There are phonological symptoms of anaptaxis in the form of prosthesis, epenthesis and paragog. Prosthesis data found there are 2 data in the form of the addition of the sound [h] and [?]. The epenthesis data has 1 data, namely the addition of the sound [h]. The paragog data found amounted to 11 data, namely the addition of the sound [h] and [?]. The phonological symptoms of contraction found were the grinding of phonemes /ə/, /h/, /i/, /m/, /s/, /a/. The omission of the phoneme occurs due to the influence of the speaker's pronunciation speed. This happens to speed up or simplify the pronunciation. The amount of data found is 35 data. The omission of one phoneme is 29 data. The omission of two phonemes is 5 data. The omission of three phonemes is 1 data. The phonological symptoms of labialization found amounted to 21 data. The data includes sound changes [l]-[lʷ], [d]-[dʷ], [t]-[tʷ], [j]-[jʷ], [s]-[sʷ], [p]-[ pʷ], [d]-[dʷ], [m]-[mʷ], [k]-[kʷ], [g]-[gʷ], [n]-[nʷ]. This labialization usually occurs due to pressure or prolongation of the sound when it is pronounced

    PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM TUTURAN MASYARAKAT DESA LANCAR KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN PAMEKASAN

    No full text
    Bahasa merupakan alat yang digunakan oleh manusia dalam berkomunikasi. Dalam suatu kelompok masyarakat berbeda-beda bahasa antara kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lain, bahasa yang disepakati dalam kelompok disebut dengan kode. Campur kode sering terjadi dalam situasi informal, sehingga kesantaian penutur maupun kebiasaan penutur yang memegang peranan. tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penggunaan campur kode yang berujud kata, frase, dan berujud klausa dalam tuturam masyarakat desa Lancarpada bahasa Madura dan bahas Indonesia, di dusun Petang I dan Petang II, desa Lancar, kecamatan Larangan, kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah penggunaan dokumen dan teknik simak yang meliputi: teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menggambarkan wujud campur kode berupa kata, frase, dan klausa pada tuturan masyarakat desa Lancar, kecamatan Larangan, kabupaten Pamekasan merupakan campur kode ke dalam yang bersumber dari bahasa Indonesia, seperti kata: merek, final, data, dan lainnya; frase seperti: saling singgung, satu kali, semua olah raga, dan lainnya; dan klausa seperti: sulit yang mau menembus pertahanan, menempuh hidup baru, resiko tanggung sendiri, dan mengganggu acara

    PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI MEDIA ETHNO WEB DIGITAL DI SEKOLAH INKLUSI

    No full text
    Abstract. The aim of the dedication is to help in the implementation of digital ethno web media at the Gladak Anyar 2 Pamekasan elementary school. Gladak Anyar 2 State Elementary School is one of the inclusive schools in Pamekasan Regency. Ethno web digital learning media provides space for teachers to adjust the learning materials that will be given to students. The method of implementing this activity is problem identification, creating digital ethno web media, mentoring, and evaluation. Partner schools have digital ethno-web learning media that can be used in implementing the independent curriculum, differentiated learning, and strengthening the profile of Pancasila students. Implementation of the use of digital ethno-web for students with special needs which can improve learning outcomes. digital ethno-web-based applications can help in developing skills in using technology in learning.Abstrak. Tujuan pengabadian adalah melakukan pendampingan implementasi media ethno web digital di sekolah dasar Gladak Anyar 2 Pamekasan. Sekolah Dasar Negeri Gladak Anyar 2 merupakan salah satu sekolah inklusi yang ada di Kabupaten pamekasan. Media pembelajaran ethno web digital memberikan ruang bagi guru untuk menyesuaikan materi pembelajaran yang akan diberikan ke siswa. Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah identifikasi masalah, pembuatan media ethno web digital, pendampingan, dan evaluasi. sekolah mitra memiliki media pembelajaran ethno-web digital yang dapat digunakan dalam implementasi kurikulum merdeka, pembelajaran berdiferensiasi dan penguatan profil pelajar pancasila. Implementasi penggunaan ethno-web digital bagi siswa berkebutuhan khusus yang dapat meningkatkan hasil belajar. aplikasi berbasis ethno-web digital dapat membantu dalam pengembangan keterampilan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran

    Prospective Teachers’ Commognitive: The Pedagogical Knowledge in Designing Mathematics Class for Proving Trigonometric Identity

    No full text
    This research aims to describe the pedagogical commognitive framework of prospective teachers in designing and teaching mathematics class for trigonometric identity sub materials. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. Determination of the subject in this study using a purposive sampling technique. The subjects of this study were prospective teacher students who were undergoing microteaching learning. The pedagogical skills would be observed from their design and teaching practices activities which consist of the introduction activities, main activities, and closing activities. Researchers tried to combine commognitive and pedagogical knowledge to analyze the data. There are four components of commognitive were used in pedagogical knowledge. Those are word use, visual mediator, routine, and narratives. The main instrument in this study is the researcher himself because the researcher himself is planning, implementing, collecting data during the research through recording video and audio learning, observing, or interviewing the subject and reporting the results of the study. Word use is used as a keyword and the initial information given to students in accordance with the material to be taught. The use of the word use component is done by means of spoken orally. Visual mediators used in learning activities are prospective teacher students using laptop and blackboard media in explaining learning material, giving examples of questions, and several other learning activities. The method that prospective teacher students use in presenting material using sample questions, reminding the previous material, in providing understanding to new students then forming a conclusion (inductive approach). In addition, prospective teacher students provide understanding and focus on the concepts of the material being taught then provide questions, questions, and exercises in supporting student understanding (deductive approach).         Keywords: pedagogical commognitive, designing mathematics, prospective teachers, trigonometric identity.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v25i2.pp946-96

    Pendampingan Komunitas Belajar Mini Produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan Melalui E-Kombel Sebagai Upaya Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Inklusif

    No full text
    Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan komunitas belajar mini produktif SDN Kolpajung 2 Pamekasan melalui E-Kombel sebagai upaya mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif.  Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Kolpajung 2 Pamekasan dengan fokus pada implementasi komunitas belajar. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah refleksi awal, perencanaan, perancangan E-Kombel sebagai inovasi, lokakarya atau pelatihan, implementasi IPTEKS, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Dengan kegiatan pendampingan ini, sekolah sangat terbantu dalam pelaksaaan komunitas belajar, baik komunitas belajar internal maupun secara eksternal. E-Kombel sebagai aplikasi berbasis IT yang sangat efektif untuk menambah waktu terbatas di Sekolah dapat dilaksanakan di rumah. E-Kombel menjadikan komunitas lebih keren dan canggih dan dokumen administrasi tersimpan lebih aman daripada secara manual. Ada beberapa saran dan masukan dari peserta pengabdian adalah adanya diharapkan bisa lebih banyak lagi pengaplikasian E-kombel untuk mewujudkan ekosistem Pendidikan Inklusif di sekola

    The Role of Green Culture Organizations in realizing Green Innovation, Green Performance and the Micro, Small and Medium Enterprises Sustainable Competitive Advantage

    No full text
    Environmental issues are increasingly important to the manufacturing industry as decision makers face increased public sensitivity, stricter environmental regulations and increased shareholder pressure to preserve the natural environment. From the supply side, global warming, carbon capping, soil erosion and electricity shortages are now critical issues for the manufacturing industry. On the demand side, customers are increasingly shifting their preferences to more environmentally friendly products and services, which are less harmful or even beneficial to the natural environment. Government monitoring and control of the ecological impact of production activities is carried out to minimize environmental damage. Environmental concerns thus have an impact on the innovation of manufacturing companies. The purpose of this research is to examine the effect of Organizational Green Culture on Green Innovation, Green Performance and MSME Sustainable Competitive Advantage. This research is classified as explanatory research with a quantitative approach. The sample used is as many as 150 MSME managers in Sumenep with purposive sampling technique. The type of data used is primary data, namely data collection using a questionnaire. The data analysis used is Multiple Linear Regression Analysis with SPSS tool. The results of this study indicate that organizational green culture has a positive and significant effect on green performance, organizational green culture has a positive and significant effect on MSME Sustainable Competitive Advantage, organizational green culture has a positive and significant effect on green innovation, green innovation has a positive and significant impact on green performance, and innovation green has a positive and significant effect on MSME Sustainable Competitive Advantage
    corecore