40 research outputs found

    Penggunaan Idiom Bahasa Sunda Dalam Kumpulan Cerpen Hayang Panggih Jeung Nabi Hidir

    No full text
    Penelitian ini membahas penggunaan idiom Bahasa Sunda dalam kumpulan cerpen Hayang Panggih Jeung Nabi Hidir (HPJNH). Idiom sebagai bentuk ekspresi dan bumbu dalam berbahasa sangat menarik untuk di teliti. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap bentuk, makna, dan jenis idiom bahasa sunda dalam kumpulan cerpen HPJNH sekaligus menjadi pokok masalah dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengidentifikasi bentuk, makna, dan jenis idiom dalam bahasa sunda yang terdapat dalam kumpulan cerpen HPJNH. Ancangan penelitian ini menggunakan konsep makkai (1972:22-34), Palmer (1981:80-82), dan Alwi et al (2003:157-158). Temuannya adalah bentuk idiom dalam bahasa sunda yang terdapat dalam kumpulan cerpen HPJNH adalah idiom frasa dan uangkapan idiomatik. Idiom frasa memiliki dua bentukan, yaitu idiom frasa verbal dan idiom frasa nominal. Idiom frasa verbal dalam data hanya terdapat satu bentukan, yaitu gabungan unsur verba +unsur nomina. Idiom frasa nominal dalam data terdapat dua bentukan, yaitu(1) gabungan unsur nomina + unsur nomina dan (2) gabungan unsur nomina +unsur adjektiva. Gabungan unsur verba + unsur nomina banyak menggunakan idiom penuh, seperti mukaeun lawang kegaiban, sedangkan yang mengandung jenis idiom sebagian adalah tuakr guling. Idiom frasa nominal pada gabungan unsur nomina + unsur abjektiva lebih banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti gede hulu, sedangkan jenis idiom sebagian, seperti aki-aki nyentrik

    PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI : SMA NEGERI 2 BANTUL

    Get PDF
    ABSTRAK Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah program yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mengajar mahasiswa sebagai calon guru/pendidik/ tenaga kependidikan. Program ini merupakan mata kuliah 3 SKS yang harus tempuh oleh mahasiswa S-1 kependidikan, termasuk Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa kependidikan yang nantinya akan menjalani profesi sebagai seorang pendidik dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dansosial. Selain itu, mahasiswa dapat merasakan atmosfer dunia kependidikan secara langsung. PPL yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bantul yang berlokasi di Trirenggo Bantul berlangsung selama kurang lebih 5 minggu, yaitu sejak tanggal 10 Agustus 2015 sampai dengan 12 September 2015. Kegiatan ini mencakup praktik mengajar dan praktik manajemen administrasi sekolah yang diselenggarakan oleh pihak SMA Negeri 2 Bantul. Praktik mengajar di kelas dengan jumlah mengajar minimal 4 kali pertemuan telah dilaksanakan sebanyak 37 tatap muka. Adapun hasil yang dicapai selama PPL, mahasiswa memperoleh pengalaman dan ketrampilan untuk melaksanakan pembelajaran dan kegiatan manajerial di sekolah. Praktik mengajar yang dilaksanakan dapat berjalan lancar. Tidak terdapat kendala yang begitu berarti selama kegiatan PPL berlangsung. Dengan adanya PPL, mahasiswa dapat merasakan secara langsung bagaimana menjadi guru dan menghadapi berbagai kondisi dan situasi yang ada di kelas. Mahasiswa juga berhadapan langsung dengan siswa dengan segala keragaman dan problematika yang dihadapinya. Dapat dikatakan, proses PPL mahasiswa di SMA Negeri 2 Bantul berjalan dengan sangat lancar. Kegiatan PPL ini memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa. Aplikasi ilmu selama di kampus benar-benar diterapkan saat PPL berlangsung. Miskonsepsi yang dahulu diterima waktu mahasiswa berada di bangku sekolah bisa diperbaiki karena sudah tahu hal-hal yang tepat di universitas dan bisa ditransfer kepada peserta didik. Mahasiswa PPL juga belajar tentang manajemen kelas dan mengelolanya. Hal yang paling penting dari PPL ini adalah mahasiswa memperoleh kegiatan berharga dan uga hubungan kekeluargaan dengan peserta didik, guru, maupun masyarakat sekolah

    MODALITAS GANBOU DALAM BAHASA JEPANG DAN KAHAYANG DALAM BAHASA SUNDA : KAJIAN KONTRASTIF

    Get PDF
    Modalitas di setiap bahasa mempunyai istilah yang berbeda, seperti pada modalitas bahasa Jepang dan bahasa Sunda. Modalitas yang menyatakan keinginan pada bahasa Jepang disebut dengan ganbou yang ditandai dengan bentuk ~tai, hoshii sedangkan dalam bahasa Sunda disebut dengan kahayang yang ditandai dengan kata hayang. Kedua modalitas tersebut dibandingkan melalui kajian kontrastif, yaitu membandingkan antara persamaan dan perbedaan yang terdapat pada modalitas ganbou dalam bahasa Jepang dan kahayang dalam bahasa Sunda yang dilihat dari kajian sintaksis, morfologi, dan semantik. Persamaan yang terdapat pada modalitas ganbou dan kahayang adalah dalam penggunaannya kedua modalitas tersebut mengalami pemodifikasian yang bergantung pada pelaku. Perbedaan yang terdapat pada modalitas ganbou dan kahayang adalah penggunaan pada modalitas ganbou dibedakan pada kelas kata yang mengikuti modalitasnya, pada ungkapan ~tai diikuti oleh verba, pada ungkapan hoshii diikuti oleh nomina, sedangkan pada modalitas kahayang, ungkapan hayang dapat mengikuti verba maupun nomina. Kata Kunci : modalitas, ganbou, kahayang, kajian kontrastif Modalities in every language have a different term, for instance, modalities in Japanese and Sundanese language. Every language has a particular term, yet, there are still similarities in those two languages. A modality that expresses the intention in Japanese is called ganbou, which has suffix –tai, hoshii. Whilst in Sundanese, intentional modality is called kahayang, which rooted from the word hayang. Whilst in Sundanese, intentional modality is called kahayang, which rooted from the word hayang. This contrastive study is used to compare the similarities and differences of ganbou and kahayang in modalities. This study also uses theories about modalities, especially modalities that contain intention and contrastive study theory.Both modalities are compared through contrastive study, comparing the similarities and differences found in the ganbou modes in Japanese andkahayang in Sundanese seen from syntactic, morphological, and semantic studies.The similarities between modality of ganbou and kahayang exist in the use of both modalities occur on the modification depend on the agent. The differences between modality of ganbou and kahayang exist in the use of modality ganbou wich is differentiated based on the word class that follow the modality, on the expression of ~tai is followed by verb, on the expression of hoshii is followed by noun, while for modality of kahayang, the expression of hayang can modified to verb or noun. Keyword: modality, ganbou, kahayang, contrastivestud

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGUASAAN PROBLEM SOLVING SKILL SISWA BERBASIS NATURE OF PHYSICS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menghasilkan perangkat pembelajaran fisika dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk mengoptimalkan penguasaan problem solving skill siswa berbasis Nature of Physics yang layak, dan (2) mengetahui peningkatan problem solving skill peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran dengan perangkat pembelajaran fisika bermodel Problem Based Learning berbasis Nature of Physics. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model 4- D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tahap define merupakan tahap awal untuk mendefinisikan permasalahan. Tahap design dilakukan dengan mengembangkan rancangan awal perangkat pembelajaran. Tahap develop dilakukan untuk menghasilkan RPP, LKPD, dan instrumen penilaian dengan model PBL berbasis nature of physics yang sudah divalidasi oleh validator ahli dan praktisi serta diujicobakan dalam proses pembelajaran. Tahap disseminate dilakukan untuk penyebaran perangkat pembelajaran dalam skala yang luas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) perangkat pembelajaran model PBL berbasis nature of physics layak digunakan dalam pembelajaran fisika pada materi kinematika gerak lurus dan memperoleh penilaian dalam kategori sangat baik dan instrumen pengumpulan data memiliki reliabilitas dalam kategori istimewa, (2) Problem Solving Skill peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan perangkat model PBL berbasis nature of physics meningkat dengan kategori tinggi. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Nature of Physics, Problem Solving Skil

    Penegakan Hukum Terhadap Penyelundupan Manusia Lintas Negara Perspektif Perbandingan Hukum di Indonesia dan Australia

    No full text
    ABSTRAK Penyelundupan manusia merupakan kejahatan lintas negara yang serius karena melibatkan perpindahan ilegal antarnegara dan eksploitasi manusia demi keuntungan pribadi. Skripsi ini membandingkan hukum Indonesia dan Australia untuk menganalisis penanganan penyelundupan manusia oleh aparat penegak hukum, serta mengkaji penguatan hukum nasional Indonesia agar selaras dengan Konvensi Palermo. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum komparatif dengan metode deskriptif yang mengacu pada asas, teori, dan peraturan perundang-undangan. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan terkait penegakan hukum penyelundupan manusia yaitu di Australia pidana penjara yang dijatuhkan maksimal 15 tahun namun bisa ditambah 10-20 tahun jika perbuatan tersebut merupakan pelanggaran berat. Di Australia terdapat Undang-Undang Perbudakan Modern Tahun 2018 yang mendukung Criminal Code Act 1995, sedangkan di Indonesia tidak ada. Selain itu, pemerintah Australia lebih baik dalam pengumpulan data Intelejen, kerjasama internasional serta sistem peradilan yang kuat. Upaya yang di lakukan pemerintah indonesia agar sejalan dengan Konvensi Palermo antara lain dengan mengesahkan Undang-Undang nomor 5 tahun 2009 tentang Kejahatan Terorganisir Transnasional, Undang-Undang nomor 15 tahun 2009 tentang Penyelundupan Migran (Migran Smuggling), termasuk kerja sama internasional untuk penindakan, Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) , dan Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian di Indonesia, serta menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi Internasional. Kata kunci: Penyelundupan Manusia, Penegakan Hukum, Hukum Indonesia, Hukum Australia, Perbandingan Hukum

    Kelam kabut dalam bas: Kenderaan rempuh lori roti sarat muatan

    Get PDF
    PENDANG : "Ketika itu, bas terhuyung hayang dan sebaik bangun saya dapati cermin kiri bas pecah dan keadaan menjadi kelam kabut. Ada di antara rakan-rakan saya yang cedera di kepala akibat terhantuk di badan bas termasuk saya yang luka di kepala,"kata Muhammad Baihakir Mohamad Fadlah, 23

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL PBL UNTUK MENGOPTIMALKAN PROBLEM SOLVING SKILL SISWA BERBASIS NoP DEVELOPING NoP-BASED PBL PHYSICS LEARNING INSTRUMENTS FOR STUDENT’S PROBLEM SOLVING SKILL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menghasilkan perangkat pembelajaran fisika dengan model Problem BasedLearning (PBL) untuk mengoptimalkan penguasaan problem solving skill peserta didik berbasis Nature of Physicsyang layak, dan (2) mengetahui peningkatan problem solving skill peserta didik yang mengikuti proses pembelajarandengan perangkat pembelajaran fisika bermodel Problem Based Learning berbasis Nature of Physics. Penelitian inimerupakan penelitian pengembangan (RD) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tahapdefine merupakan tahap awal untuk mendefinisikan permasalahan yang ada di pembelajaran. Tahap design dilakukandengan mengembangkan rancangan awal perangkat pembelajaran. Tahap develop dilakukan untuk menghasilkanRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan Instrumen Penilaian denganmodel PBL berbasis nature of physics yang sudah divalidasi oleh ahli perangkat pembelajaran dan praktisi sertadiujicobakan dalam proses pembelajaran. Tahap disseminate dilakukan untuk penyebaran agar perangkat pembelajarandapat digunakan dalam skala yang luas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) telah dihasilkan perangkatpembelajaran fisika dengan model PBL berbasis nature of physics yang layak dengan kualitas yang sangat baik daninstrumen pengumpulan data memiliki reliabilitas yang istimewa, (2) Problem Solving Skill peserta didik yangmengikuti pembelajaran dengan menggunakan perangkat model PBL berbasis nature of physics meningkat dengankategori tinggi.This research aims to: (1) produce a proper physics learning device with model Problem BasedLearning to optimize problem solving skills of students based Nature of Physics, and (2) determine theincrease problem solving skills of learners who join the learning process with physics learning device withmodel Problem Based Learning based Nature of Physics.This research is a research and development (RD)with the 4D model (Define, Design, Develop and Disseminate). Define phase is the initial stage of definingthe problems of physics learning. Design phase is the phase of drafting learning device. Develop phase is thephase of the validation by the experts and practitioners validator and testing of lesson plans, studentsworksheets, and assessment instruments with PBL models based nature of physics. Disseminate phase is thedeployment phase learning device for wider scale usage. The results showed that: (1) have been generatedproper physics learning device with model Problem Based Learning based Nature of Physics and datacollection instruments with special reliability category, (2) Problem Solving Skill learners who join learningby used PBL models based nature of physics device increased with the high categor

    METAFORA PERJALANAN DALAM KUMPULAN PUISI SERAH KARYA ERIS RISNANDAR

    Get PDF
    Peneliltian ini mengungkap metafora perjalanan yang ada dalam buku kumpulan puisi Serah karya Eris Risnandar. Penelitian ini menggunakan analisis metafora dan analisis simbol dengan memanfaatkan teori hermeneutika Paul Ricoeur. Hasil penelitian terhadap delapan dari 45 puisi dalam buku Serah yang berjudul “Dina Beus”, “Hayang Balik”, “Sabot Ngadagoan”, “Sabot Ngangkleung”, “Di Lampu Merah”, “Sorangeun”, “Réa Tapak”, dan “Mun Seug” menggambarkan pentingnya metafora perjalanan yang menjadi roh keseluruhan isi dan makna puisi sang penyair. Selain itu, melalui metafora perjalanan, satu puisi dan puisi lainnya dalam buku Eris tersebut memiliki hubungan dan ada pada satu napas yang sama

    Penyucian Diri Dalam Agama Buddha, Hindu Dan Islam

    Get PDF
    Manusia diciptakan oleh Tuhan supaya mengenal dan mengakui keagungan Tuhan, karena ia Maha segalanya. Untuk itu Sebagai manusia yang beragama, pastilah ada yang mengalami ketakutan dan kekhawatiran yang mengancam dirinya baik fisik maupun batinnya, maka di setiap Agama pasti membutuhkan Tuhan sebagai tempat bersandar dan juga tempat berlindung. Dalam proses penyujian diri, Agama Buddha mengajarkan bertapa, upasatha, dan meditasi. Agama Hindu mengajarkan peribadatan atau ritual hari-hari besar Sang Hayang Widhi, seperti upacara Melasti, selain itu juga bisa dilaksanakan dengan melakukan sembahyang yang berisikan Puja, (doa) pratana, japa dan juga mantra. Sedangkan agama Islam mengajarkan proses tazkiyatun nafs dengan jalan tasawuf

    PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI DIGITALISASI UMKM MENUJU MASYARAKAT MANDIRI

    No full text
    Kegiatan pengabdian ini berjudul Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia MelaluiDigitalisasi UMKM Menuju Masyarakat Mandiri di era digital agar terbentuknya jiwasemangat berwirausaha yang dan unggul dalam menghadapi persaingan usaha, denganmenyelenggarakan kegiatan berbagi pengalaman, pelatihan kompetensi terkait praktis ilmupengetahuan manajemen sumber daya manusia agar anggota masyarakat UMKM DesaSegaran tersebut memiliki motivasi semangat berwirausaha yang kreatif dan kompetitif,Metode yang digunakan adalah metode penelusuran objek pengabdian, dan penyampaianmateri secara implementatif dan diskusi mengenai kendala yang terjadi di lapangan dalammemanage karakter SDM dalam upaya peningkatan produktifitas usaha bagi UMKM DesaSegaran Kecamatan Batu Jaya Kabupaten Karawang. Penulis melakukan wawancara kepadapelaku usaha dengan UKM Bolu Kijing yaitu Ibu Ramziah yang berada di Desa Segaran,Kecamatan Batujaya, Kab. Karawang. Penulis melakukan observasi dan menganalisis hal-hayang mempengaruhi perkembangan bisnis. Mulai dari cara produksi hingga peningkatkaanSDM. Dapat disimpulkan bahwa SDM merupakan salah satu hal yang paling penting bagipelaku usaha
    corecore