24 research outputs found
KETENTUAN WUDHU BAGI PENDERITA SALISUL BAUL STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT MAZHAB SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI
MUHAMAD AMIRUDDIN BIN MAMAT (2021) : KETENTUAN WUDHU BAGI PENDERITA SALISUL
BAUL STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDAPAT
MAZHAB SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh dua orang tokoh Mazhab
Mu’tabaroh yaitu Imam Syafi’i dan Imam Hanbali yang mempunyai perspektif
berbeda berkaitan dengan Ketentuan Wudhu bagi penderita Salisul Baul yang
dimana perbedaan pendapat Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali tersebut
disebabkan oleh penggunaan argumentasi dalil yang berbeda antara kedua Imam
tersebut berkaitan dengan Ketentuan Wudhu bagi penderita Salisul Baul.
Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pendapat Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali tentang
Ketentuan Wudhu bagi penderita Salisul Baul Studi Komperatif antara Pendapat
Imam Syafi’i dan Imam Hanbali serta apa saja dalil yang digunakan oleh Mazhab
Syafi’i dan Mazhab Hanbali berkaitan dengan kehujjahan ijma‘ amal ahlu
Madinah sebagai sumber istinbat hukum. Jenis penelitian yang penulis gunakan
adalah penelitian kepustakaan (Library Reseach) bersifat kualitatif,dengan
menela’ah litelatur yang berhubungan dengan pembahasan ini. Adapun sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu Kitab
Al- Mughni Karya Ibnu Qudamah Al-Maqhdisi dan Kitab Al-Umm karya Imam
Syafi’i serta sumber data sekunder seperti kitab Fiqh Islam Wa Adillatuhu Karya
Wahbah Al-Zhuhaili dan Kitab Al-Fiqh ‘Ala Madzahibil ‘Arba’ah Karya Imam
Al- Jazairi . Seterusnya penulis menggunakan pendekatan Muqaran yaitu dengan
membandingkan pendapat dan Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali . Dari hasil
penelitian penulis ditemukan jawaban bahwa dalam Masalah Ketentuan Wudhu
bagi penderita Salisul Baul, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali sama sama
teguh berpegang dengan argumen masing masing. Mereka menggunakan
pendekatan dalil yang berbeda, Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa ketentuan
Wudhu bagi penderita Salisil Baul dari segi tata cara wudhu haruslah
dilaksanakan di setiap waktu shalat fardhu, dan Wudhu penderita Salisul Baul
hanya berlaku untuk satu kali shalat fardhu dan beliau tidak mewajibkan waktu
berwudhu bagi penderita Salisul Baul hanya ketika Masuk waktu Shalat Fardhu
saja. Sedangkan Mazhab Hanbali berpendapat bahwa penderita tidak wajib
berwudhu di setiap waktu masuk shalat fardhu namun beliau mewajibkan bagi
penderita Salisul Baul yang ingin mengambil Wudhu hanya ketika telah masuk
waktu Shalat Fardhu. Setelah di kaji dan diteliti, penulis lebih cenderung
menguatkan( tarjih) pendapat Imam Syafi’i karena dalil yang digunakan Imam
Syafi’i disisi penulis lebih kuat dan didasarkan kepada argumen argumen yang
jelas serta hal ni pun diamalkan secara luas oleh penduduk Nusantara sampai ke
masa Ini.
Kata Kunci: Salisul Baul, Syafi’i, Hanbal
AL-HAIMANAH FI AL-RIWAYAH AL-MU’ARRABAH AL-FADILAH AU BAUL WA FIRJINI LI MUSTAFA LUTFI AL-MANFALUTI (DIRASAH TAHLILIYAH AL-HAIMANAH ‘INDA ANTUNIYU GARAMSYI)
Skripsi ini berjudul Al-Haimanah fī al-Riwāyah al-Mu’arrabah al-Faḍīlah Au Baul wa Firjīnī li Musṭafā Luṭfī al-Manfalūṭī (Dirāsah Taḥlilīyah al-Haimanah ‘inda Antūniyū Garāmsyī) yang bertujuan untuk memaparkan dan mengkaji bentuk-bentuk praktik hegemoni kelas berkuasa dan hegemoni budaya yang terdapat dalam novel saduran Al-Faḍīlah Au Baul wa Firjīnī karya Musṭafā Luṭfī Al-Manfalūṭī, serta peran ideologi tokoh, kaum intelektual, dan negara dalam praktik hegemoni tersebut. Secara umum novel saduran Al-Faḍīlah Baul wa Firjīnī menceritakan kondisi kehidupan sosial di Afrika dengan adanya dominasi-dominasi oleh para penguasa dan para penjajah dari Eropa. Objek formal dalam penelitian ini adalah praktik hegemoni yang berlangsung dalam kehidupan sosial pada novel akibat adanya hubungan dominasi antara kelas yang berkuasa dan kelas subordinat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan teori hegemoni Antonio Gramsci. Terdapat lima aspek yang dibahas apabila menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci sebagai pendekatannya, di antaranya hegemoni kelas berkuasa, hegemoni budaya, ideologi tokoh, peran kaum intelektual, dan peran negara. Oleh karena itu, pada penelitian ini peneliti mencoba mengkaji kelima aspek tersebut dalam novel saduran Al-Faḍīlah Baul wa Firjīnī karya Musṭafā Luṭfī Al-Manfalūṭī. Dengan menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci, penelitian ini menemukan bahwa pihak-pihak yang terhegemoni dalam novel di antaranya Keluarga Helena di Perancis, Helena, Margareth, Virginie, dan Paul. Secara menyeluruh, kelas berkuasa yang mendominasi adalah bibi dari tokoh Helena. Adapun budaya yang mendominasi masyarakat adalah, budaya yang berkembang di Perancis, budaya dari masyarakat Pulau Mouris dan budaya feodalisme dari para penguasa Perancis. Kemudian ditemukan juga ideologi yang menguasai adalah ideologi feodalisme materialistis. Ideologi tersebutlah yang mendukung terbentuknya hegemoni dalam novel ini. Adapun ideologi yang diperjuangkan yaitu ideologi humanisme religius. Ideologi tersebut yang menjadikan para tokoh sebagai objek dari praktik hegemoni. Selain itu juga ditemukan peran kaum intelektual dari tokoh orang tua, pendeta, guru-guru dan teman kepercayaan Virginie di Perancis. Dalam hal ini, tokoh orang tua, guru-guru dan teman kepercayaan Virginie melakukan fungsi intelektualnya dengan membela kaum yang terhegemoni; sedangkan tokoh pendeta melakukan fungsi intelektualnya dengan berafiliasi kepada penguasa untuk menghegemoni kaum proletar. Serta ditemukan peran negara dari De la Bour dan penguasa Perancis yang melakukan bentuk dominasi dan hegemoni, pun tokoh Paul dan si orang tua yang melakukan perlawanan terhadap aksi dominasi dan hegemoni tersebut
How much can we rely on polygraphs? Employment firms vs. polygraph agencies, 1986
This study briefly defines the origin of the Polygraph as well as primarily evaluating the use of the Polygraph as a reliable hiring tool for various employers in Metropolitan Atlanta area. The data collected determines the effectiveness of the Polygraph as it relates to the kind of impact the Polygraph has on Employers -and Polygraph examiners. These data were obtained from two sample groups: Polygraph examiners and Employers. The sampling employed was simple random sample. Finally, findings show that employers can effectively and efficiently use the Polygraph if along with job applications and personal interviews are also considered in the final hiring decision
Patchwork jacket and loincloth: An ethnographic study of the Bauls of Bengal
This dissertation is an ethnographic study of the Bauls of Bengal, a specific group of people who are mendicant religious musicians and whose religious beliefs and practices are expressed in their songs. Since Rabindranath Tagore called the attention of the public to the richness of the Baul songs and their religion, a number of people have collected Baul songs, and studied and written about the Bauls. However, they have primarily dealt with Baul songs, Baul religion, and/or Baul music. Unfortunately, there is virtually no anthropological or ethnographic literature that attempts a scholarly presentation of the Bauls as people. The basic objective of this study is to meet this scholarly need.This dissertation is an empirical investigation of the Bauls, whose mere existence contributes to the maintenance of the entire social system. The ethnographic analysis in this study demonstrates that the Bauls constitute a definable group located on the margins of the caste society. Their negation of the social order directing the lives of the majority within the structured world of caste places the Bauls equally outside of, and in opposition to, the dominant structural segment of the society. Nevertheless, as members of a recognized institutionally liminal group, the Bauls intimately co-exist with the larger society as an essential anti-structural element. A cultural and structural tension exists between the institution of renunciation and the caste system that tends toward a state of dialectic equilibrium preventing the center from collapse. The actual operation of this dialectic system takes place within the context of day-to-day social interaction. Ironically, the Bauls, who have collectively rejected the larger caste society and have been to an extent rejected by it as a result of inherent cultural contradictions and stress within the system, function to preserve the stability of the entire structure of caste.Made available in DSpace on 2011-05-07T12:15:24Z (GMT). No. of bitstreams: 2
license.txt: 4922 bytes, checksum: 910b249b4beec47e7ab768910c8f966f (MD5)
9210929.pdf: 12240345 bytes, checksum: 3b43848d17b9631e097a75165cb0eef1 (MD5)
Previous issue date: 1991Item marked as restricted to the 'UIUC Users [automated]' Group (id=2) by Howard Ding ([email protected]) on 2011-05-07T14:38:45Z
Item is restricted indefinitely.Restriction data tranferred 2014-07-01T11:16:13-05:00
Original Data
Group with Access UIUC Users [automated]
Release Date: none
Reason: ETDs are only available to UIUC Users without author permissionETDs are only available to UIUC Users without author permissionU of I Onl
Model Bimbingan Keagamaan pada Usia Lanjut di Desa Gangin Jetaksari Grobogan ( Studi Kasus Kegiatan Jamaah Tarekat Naqsabandiyyah Khalidiyah )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Model bimbingan keagamaan yang diterapkan pada usia lanjut di desa Gangin Jetaksari Grobogan, 2) Kegiatan yang diajarkan pada jamaah tarekat Naqsabandiyyah Khalidiyah di desa Gangin Jetaksari Grobogan, 3) Kontribusi yang didapatkan dalam model bimbingan keagamaan pada usia lanjut di desa Gangin Jetaksari Grobogan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai Key instrument, sedangkan untuk menentukan sumber data menggunakan tehnik snowball sampling. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara; (1) wawancara (2) observasi (3) dokumentasi. Untuk analisis data menggunakan tehnik deskriptif yang penerapannya dilakukan dalam tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk mengetahui kredibilitas data, dilakukan dengan berbagai tehnik, yaitu (1) triangulasi dan pengecekkan anggota (member check).
Hasil penelitian ini memperoleh beberapa temuan, yaitu: (1) Model bimbingan agama yang digunakan dalam kegiatan tarekat Naqsabandiyyah di Desa Gangin Jetaksari yang paling efektif untuk lansia ialah menggunakan mauidhoh hasanah yakni mengandung unsur bimbingan, pendidikan, pengajaran serta pesan-pesan positif. Selain itu metode yang digunakan yaitu langsung bertatap muka secara individual maupun kelompok. (2) Kegiatan yang dilakukan dalam tarekat Naqsabandiyah meliputi Tawajuhan dan Suluk atau mondok 10 hari, materi yang diajarkan berupa: Dzikir yang dibaca setiap habis sholat fardhu, Manaqiban, Khataman Al-Qur’an dan sholat sunah hajat, tahajud, dhuha dan baul. (3) Kontribusi yang didapatkan dalam model bimbingan keagamaan pada usia lanjut di desa Gangin Jetaksari Grobogan meliputi ketenteraman hati, membentuk akhlak yang baik, menambah ketaatan kepada Allah dan menambah pertemanan antar jamaah
KAUSALITAS JUMLAH UANG BEREDAR DAN INFLASI(SEBUAH KAJIAN ULANG)
JumJah uang beredar dan Injlasi. adaJah dua di anlara seldan banyak variabel ekonomi maJrro yang sangat
penting peranannya da/am prakJek pere!conomian Indonesia. Selama 1m. anggopan awam yang lazim adaJah
bahwa besar kecilnya tinkat Injlasi ada/ah sebaga; akibat dari banyak lidaJcnya JumaJah IUZIIg yang beredar.
dan bulan sebaJiknya. Anggapan ini semakin diperkual dari mazhab kJasile dan moneteris. yang menganut
faham bahwa 'Inflation is moneterism fenomenom·. Yang menorik adaIah tidal semrtll pihak sependapal
dengan anggapan dialas. paling tidak seperli yang d;yakinin oleh mazhab Strulcturalis. yang beranggapan
bahwa berlambahnya Jumlah uang yang beredar ada/ah sebualr Icotrsekllensi logis dari adanya perubahan
tingkat inflasi. sebuah lrarga yang horus dibayar dari pertumbuhan e!conomi yang lerjadi. Alas dasar inilah
dan dengan memperhalikan dinamisnya perkembangan pere!conomian Indonesia. peneliti tertarik dan melihat
perlunya studi yang berlcelanjutan guna mengkaj; u1ang terhadap luzusalilas Jumlah rtIlng beredar dan
tingkat Inflasi. dengan tujuan dapat dipero/eh informasi yang lebiIr terlcini mengenai iuzusalilas /ceduanya.
sehingga kebijakan yang diambi/ oleh BI dan Pemerintah dapat lebilr terarah dan Iepal sasaran. Penelilian
ini dilakulcan pada Pere!conomian Indonesia selama periode 1997:9 - 2005:5. dengan melibalkan variabel
mokro JUB (Jumlah Uang Beredar) dan lingkal Injlasi. Data yang diguna/can ada/ah dot sekunder dan
ana/isis ko.usalilas dilakukan dengan leknile Granger Causality dengan alai bantu Uji Akar (Root Test) pada
aplilcasi !computer E-Veiws 4.0. Hasil ana/isis menu,yu/ckan balrwa selama periode penelitian. tidal lerjadi
luzusalitas limbal baUl antara JUB dan tingkal Injlasi. yang "rjadi adalah /causa/ilas satu arah. dimana
perubahan JUB akan mempengaruhi lingkat inflasi di Indonesia. dan bukan sebaliknya. Hasi/ in; sedikil
berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dumairy (/986) serla penelitian Sulilcno dan Praplo Yuwono
(2000). Dengan hasil lersebul. memang sudah selayaknya apabi/a lcebijakan BI dan pemerintah /ebih
difolcuskan pada pengendalian moneter (JUB). baik melalui jalur lingkal bv'1ga maupun jalur yang lainnya.
Kola !unci : JUB. lingkat inj1asi. kausalila
INVESTMENT REKSADANA SHARIA ON CAPITAL MARKET IN INDONESIA
JumJah uang beredar dan Injlasi. adaJah dua di anlara seldan banyak variabel ekonomi maJrro yang sangat
penting peranannya da/am prakJek pere!conomian Indonesia. Selama 1m. anggopan awam yang lazim adaJah
bahwa besar kecilnya tinkat Injlasi ada/ah sebaga; akibat dari banyak lidaJcnya JumaJah IUZIIg yang beredar.
dan bulan sebaJiknya. Anggapan ini semakin diperkual dari mazhab kJasile dan moneteris. yang menganut
faham bahwa 'Inflation is moneterism fenomenom·. Yang menorik adaIah tidal semrtll pihak sependapal
dengan anggapan dialas. paling tidak seperli yang d;yakinin oleh mazhab Strulcturalis. yang beranggapan
bahwa berlambahnya Jumlah uang yang beredar ada/ah sebualr Icotrsekllensi logis dari adanya perubahan
tingkat inflasi. sebuah lrarga yang horus dibayar dari pertumbuhan e!conomi yang lerjadi. Alas dasar inilah
dan dengan memperhalikan dinamisnya perkembangan pere!conomian Indonesia. peneliti tertarik dan melihat
perlunya studi yang berlcelanjutan guna mengkaj; u1ang terhadap luzusalilas Jumlah rtIlng beredar dan
tingkat Inflasi. dengan tujuan dapat dipero/eh informasi yang lebiIr terlcini mengenai iuzusalilas /ceduanya.
sehingga kebijakan yang diambi/ oleh BI dan Pemerintah dapat lebilr terarah dan Iepal sasaran. Penelilian
ini dilakulcan pada Pere!conomian Indonesia selama periode 1997:9 - 2005:5. dengan melibalkan variabel
mokro JUB (Jumlah Uang Beredar) dan lingkal Injlasi. Data yang diguna/can ada/ah dot sekunder dan
ana/isis ko.usalilas dilakukan dengan leknile Granger Causality dengan alai bantu Uji Akar (Root Test) pada
aplilcasi !computer E-Veiws 4.0. Hasil ana/isis menu,yu/ckan balrwa selama periode penelitian. tidal lerjadi
luzusalitas limbal baUl antara JUB dan tingkal Injlasi. yang "rjadi adalah /causa/ilas satu arah. dimana
perubahan JUB akan mempengaruhi lingkat inflasi di Indonesia. dan bukan sebaliknya. Hasi/ in; sedikil
berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dumairy (/986) serla penelitian Sulilcno dan Praplo Yuwono
(2000). Dengan hasil lersebul. memang sudah selayaknya apabi/a lcebijakan BI dan pemerintah /ebih
difolcuskan pada pengendalian moneter (JUB). baik melalui jalur lingkal bv'1ga maupun jalur yang lainnya
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGONTROL PERALATAN LISTRIK JARAK JAUH DENGAN UMPAN DAN PENJAWAB SUARA MENGGUNAKA PANGGILAN TELEPON BERBASIS ARDUINO MEGA2560
[09.54, 27/5/2022] Hani: Kake modern sich direalisasitas mats pembuatan dan perancangan alat pengontrol herheets anhans mega25xi a fumes uk membuat pengontrol listrik jarak jauh dengan pas mai sa telepon berupa maro ver Talan peranan sistem menganakan proses a sa naliuni selesa daukn, sem rokoller ARDUINO Maid melaton pembacaan kotor as ek mengenal mala dawa beban yang domerol melalui driver rela siliejenns baul penbaar diinger pala mmon selogui proses pengelas dever yang akan berbagai Selunjanu pada konungs RDUINO MEGA akan pemban tombol Jacoste ukapp stel ik don pala toli anal detektor dalam keadaan OFF maker andel in what da kwa mc hail seckave smak mengesan hant
[09.54, 27/5/2022] Hani: Pada makalah ini telah direalisasikan suatu pembuatan dan perancangan alat pengontre peralatan listrik jarak jauh dengan umpan balik dan jawaban suara menggerakan panggilan telep berbasis arduinn mega2560 yang berfungsi untuk membuat pengontrol listrik jarak jauh dengan umpan balik via telepon berupa suara user. Dalam perancangan sistem menggunakan prose awal, sau inisialisasi selesai dilakukan, sistem mikrokontroller ARDUINO MEGA melakukan pembacaam detektor are untuk mengetahui nyala tidaknya beban yang dikontrol melalui driver relay selanjanya hasil pembacam disimpan pada memori sebagai proses pengontrolan driver yang akan berlangsung Selanjutnya pada kondisi yang sama ARDUINO MEGA melakukan pembacaan tombol dimana tombol ini berfungsi sebagal pengontrol nyala lampa (behan) yang dunginkan secara langsung sehingga saat tombol ditekam dan puala kondisi awal detektor dalam keadaan OFF, maka tombol akan menyalakan beban dan kemudian membaca hasil detektor untuk mengetahui hasil pengontrolan
Dari hasil pengukan alat secara keseluruhim ahat dapat bekerja sexual dengan perencan
awa
(LEMBAR KEASLIAN TULISAN BERMATERAI 6000)Upaya Peningkatan Kemampuan Menghafal Juz Amma dengan Menggunakan Media Animasi Bagi Siswa Kelas V di SDN 3 Muhammadiyah Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2019/2020
ABSTRAK
Intan Prasekti. 2020. Upaya Peningkatan Kemampuan Menghafal Juz Amma dengan Menggunakan Media Animasi Bagi Siswa Kelas V SDN 3 Muhammadiyah Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2019/2020. Skripsi. Jurrusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Ali Baul Chusna,MSI.
Kata Kunci: Media Animasi, Menghafal Juz Amma
Penelitian ini dilakukan karena pada proses pembelajaran Tahfidz Qur’an di SDN 3 Muhammadiyah Bungkal terdapat banyak siswa yang belum lancar dalam menghafal Juz Amma. Kendala ini disebabkan karena penggunaan media pembelajaran yang belum bervariatif. Sehingga perlu diadakannya Penelitian Tindakan Kelas untuk mengatasi permasalahan tersebut. Siswa merasa kurang tertarik terhadap media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan media modern berupa media video animasi berbasis audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penggunaan media animasi dalam pembelajaran juz amma siswa kelas V di SDN 3 Muhammadiyah Bungkal Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019 dan mengetahui peningkatan kemampuan menghafal juz amma siswa kelas V SDN 3 Muhammadiyah Bungkal Ponorogo dengan digunakannya media animasi berbasis audiovisual.
Penelitian ini dilakukan di SDN 3 Muhammadiyah Bungkal Ponorogo. Metode yang digunakan yaitu metode Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas dimulai dari kegiatan pra siklus, kemudian dilanjutkan siklus I daan siklus II. Data penelitian lain diperoleh dari penilaian produk, dokumentasi, wawancara, dan observasi yang dilakukan di sekolah.
Hasil analisis data ditemukan bahwa proses penggunaan media animasi dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan menghafal juz amma siswa kelas V SDN 3 Muhammadiyah Bungkal Ponorogo. Penjelasan ini dapat dilihat dari hasil nilai yang diperoleh siswa, nilai aktivitas guru, dan nilai aktivitas siswa yang telah diamati. Nilai yang diperoleh dari aktivitas guru adalah pada kegiatan pra siklus yaitu 75, nilai yang diperoleh pada kegiatan siklus 1 yaitu 82.14, dan nilai yang diperoleh pada kegiatan siklus 2 yaitu 92.86. Sedangkan nilai yang diperoleh dari aktivitas siswa pada kegiatan sipra siklus yaitu 60, nilai yang diperoleh pada kegiatan siklus 1 yaitu 80, dan nilai yang diperoleh pada kegiatan siklus 2 yaitu 93.33
program full day shcool sebagai upaya pengembangan multi intelegensi siswa sdmt ronowijayan siman ponorogo
ABSTRAK
Solikah, Imroatus Nofi. 2019. Program Full Day School Sebagai Upaya Pengembangan Multi Intelegensi Siswa SDMT Ronowijayan Siman Ponorogo. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Ali Baul Chusna, MSI
Kata Kunci: Full Day Scool, Multi Intelegensi
Full day school merupakan suatu proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, dan transformatif selama sehari penuh bahkan selama kurang lebih 24 jam. Kegiatan dalam program full day school berupa kegiatan belajar mengajar kemudian dilanjutkan kegiatan ekstrakulikuler sesuai bakat dan minat siswa. Adanya kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan multi intelegensi sehingga perlu diadakannya program full day school sebagai upaya pengembangan multi intelegensi siswa di SDMT Ronowijayan Siman Ponorogo. SDMT (Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu) Ronowijayan Siman Ponorogo merupakan salah satu lembaga sekolah dasar yang telah menerapkan full day school diwilayah Ponorogo.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan program full day school di SDMT Ronowijayan Siman Ponorogo.(2) mengetahui dampak full day school sebagai upaya pengembangan multi intelegensi siswa SDMT Ronowijayan Siman Ponorogo.(3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat diterapkannya program full day school di SDMT Ronowijayan Siman Ponorogo.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa (1) program full day school di SDMT Ronowijayan Siman Ponorogo dilaksanakan pada pukul 07.00- 15.30 dengan rincian pukul 07.00-14.00 untuk pendidikan secara formal sedangkan pukul 14.00-15.30 untuk program ekstrakulikuler sesuai bakat dan minat siswa. (2) dampak program full days school sebagai upaya pengembangan multi intelegensi yaitu menjadikan siswa lebih mandiri, disiplin, menggali bakat dan potensi diri serta mengembangkan kreativitas dan pastinya lebih berprestasi yang ditandai dengan prestasi siswa dalam berbagai macam perlombaan (3) faktor pendukungnya terdiri dari guru, pegawai, serta karyawan yang memadai, tersedianya tenaga pengajar yang profesional sesuai dengan bidang keahlian serta sarana dan prasarana yang memadai sedangkan untuk faktor penghambatnya terdiri dari segi durasi waktu yang sangat minim dengan kegiatan ekstrakulikuler yang sangat banyak tidak sepadan dengan waktu yang tersedia
