189 research outputs found
PEMILIHAN AKAD PEMBIAYAAN PERMODALAN TERBAIK UNTUK UMKM PERTANIAN TANAMAN PANGAN DENGAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS - AHP
ABSTRAK
Yudha Pradana (2022):“Pemilihan Akad Pembiayaan Permodalan Terbaik
Untuk UMKM Pertanian Tanaman Pangan
Dengan Analytical Hierarchy Process – AHP”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realita bahwa Provinsi Riau hanya
mampu memenuhi kebutuhan pangan utama berupa beras rata-rata 20% - 30% per
tahun. Rendahnya jumlah produksi beras dari petani tidak mampu mencukupi
kebutuhan penduduk Riau, sehingga setiap tahun Provinsi Riau mengalami defisit
pangan, dilain sisi pendapatan petani pun relatif rendah. Pembiayaan merupakan
salah satu solusi untuk dapat meningkatkan produksivitas dan kesejahteraan
petani. Tujuan penelitian ini adalah menentukan model akad pembiayaan terbaik
di UMKM sektor pertanian tanaman pangan berdasarkan AHP, mengidentifikasi
model akad pembiayaan terbaik untuk UMKM sektor pertanian berdasarkan
prinsip ekonomi Islam, dan memberikan rekomendasi akad pembiayaan terbaik
yang dapat dipilih dan diimplementasikan pada pembiayaan UMKM sektor
pertanian tanaman pangan. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kombinasi
kuantitatif dan kualitatif, bersifat aplikasi ilmu (applied) dan dengan
menggunakan alat bantu decision support system berupa Analytical Hierarchy
Process (AHP). Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi,
wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini
adalah responden pakar bejumlah lima orang yang tinggal di Pekanbaru, sebagai
praktisi yang ahli dan memiliki pengalaman di bidangnya, peneliti juga mencoba
mengaplikasikan konsep bay salam bekerjasama dengan kelompok tani di Muara
Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau
Kata Kunci: Akad Pembiayaan Permodalan, UMKM Pertanian Tanaman
Pangan dan Analytical Hierarchy Process (AHP
Perancangan Media Promosi Pada Objek Wisata Candi Penataran
ABSTRAK Pradana, Catra Yudha, 2012. Perancangan Media Promosi Pada Objek Wisata Candi Penataran. Skripsi. Program Studi Desain Komunikiasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc. (2) Rudi Irawanto S.Pd, M.Sn. Kata kunci: perancangan, desain, media promosi, Candi Penataran Candi Penataran memiliki komplek percandian Hindu terbesar di provinsi Jawa Timur. Pengelolaan objek wisata ini dilakukan oleh Balai Pelestarian cagar Budaya Wilayah Kerja Jawa Timur yang berada di Trowulan, Mojokerto. Promosi yang dilakukan oleh pengelola candi sangat kurang, terlihat dari media yang digunakan untuk menginformasikan keberadaan candi hanya berupa brosur dan leaflet yang hanya ada di lokasi objek wisata Candi Penataran. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan media promosi yang informatif dan komunikatif yang digunakan untuk menginformasikan keberadaan Candi Penataran dan meningkatkan jumlah pengunjung. Perancangan ini menggunakan model perancangan prosedural atau model perancangan yang bersifat deskriptif. Dimana perancang melakukan langkah-langkah yang ditempuh melalui pengumpulan data dan perancangan program menggunakan model perancangan Surianto Rustan. Hal tersebut meliputi kegiatan identifikasi masalah, pengumpulan data, identifikasi dan analisa data, sistesis, konsep perancangan, perancangan media, dan desain final. Untuk mendukung perancangan media promosi ini, strategi yang digunakan adalah analisis SWOT dan USP. Hasil perancangan media promosi Objek Wisata Candi Penataran ini adalah buku wisata, billboard, brosur, signboard, dan merchandise. Perancangan ini diharapkan dapat dilanjutkan hingga menghasilkan karya yang lebih lengkap dan mendalam karena potensi wisata pada Candi Penataran masih banyak lagi yang dapat dikembangkan untuk tujuan edukasi, pariwisata, religi maupun tujuan komersial
ANALISIS KETIDAKLANCARAN SISTEM PEMBAKARAN PADA PESAWAT INCINERATOR DI MV.AMMAR
INTISARI
Ossa Yudha Pradana, 2020, 52155722 T, “Analisis ketidaklancaran sistem
pembakaran pada pesawat incinerator di MV. Ammar”, Skripsi
Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing 1: Nasri, M.T., M.Mar.E dan
Pembimbing II: Sri Purwantini, S.E., S.Pd, M.M.
Incinerator adalah pemesinan bantu yang penting diatas kapal untuk
membakar minyak kotor, sampah padat dan semua jenis sampah yang mudah
terbakar. Jika sistem pembakaran tidak berjalan maka akan menghambat proses
membakaran. Terhambatnya proses pembakaran berakibat menumpuknya limbah
pada kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor, dampak
dan upaya yang terjadi pada sistem pembakaran di pesawat incinerator.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan
teknik analisis data fishbone dan untuk pembahasan masalah dengan
mengkategorikan ke dalam metode SHEL (Software, Hardware, Environment dan
Livewere.. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan
dokumentasi dengan mengamati pada saat perawatan dan perbaikan di MV.
Ammar.
Hasil penelitian menunjukan ketidaklancaran sistem pembakaran pada
pesawat incinerator di MV. Ammar disebabkan oleh beberapa faktor akibat
pelaksanaan jadwal perawatan tidak tepat waktu, elektroda tidak memercikan api,
lingkungan sekitar pesawat incinerator yang kotor dan kurangnya pengetahuan.
Faktor menimbulkan dampak terjadinya kegagalan pembakaran (miss fire). Untuk
mencegah factor penyebab tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perawatan
sesuai jadwal, mengatur ulang jarak kedua ujung elektroda, membersihkan sekitar
lingkungan pesawat incinerator serta membaca manual boo
ANALISA AKTIVIS MAHASISWA : TANTANGAN DISINTEGRASI BANGSA DAN MODERNISASI SERTA GLOBALISASI TERHADAP NASIONALISME NEGARA-BANGSA INDONESIA : Studi Deskriptif Terhadap Aktivis Mahasiswa UPI dan UNPAD
Yudha Pradana (044009) Analisa Aktivis Mahasiswa : Tantangan Disintegrasi Bangsa dan Modernisasi serta Globalisasi terhadap Nasionalisme Negara-Bangsa Indonesia (Studi Deskriptif Terhadap Aktivis Mahasiswa UPI dan UNPAD). Negara-Bangsa Indonesia merupakan sebuah negara kental dengan persatuan dan kesatuan yang berdiri di atas kemajemukan. Kemajemukan tersebut diikat oleh suatu rasa yang berdiri di atas keragaman dan mengedepankan kepentingan bersama yang disebut nasionalisme. Pada dinamikanya kondisi nasionalisme negara-bangsa Indonesia mengalami sebuah tantangan berupa disintegrasi bangsa dan modernisasi serta globalisasi. Tantangan tersebut memiliki implikasi terhadap rasa dan sikap nasionalisme warga negara-bangsa Indonesia. Disintegrasi bangsa terjadi akibat faktor menipisnya rasa nasionalisme serta lebih dominannya rasa kedaerahan. Sedangkan modernisasi dan globalisasi yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dikhawatirkan akan menipiskan rasa nasionalisme karena tergantikan dengan nilai-nilai yang dibawa oleh dunia luar sebagai konsekuensi logis dari terjadinya modernisasi dan globalisasi. Mahasiswa memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan Indonesia. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam catatan sejarah mengenai peran dan fungsi mahasiswa dalam perubahan sosial di Indonesia yang erat kaitannya dengan dinamika kebangsaan negara-bangsa Indonesia. Dalam skripsi ini penelitian diarahkan kepada permasalahan 1). Kaitan tantangan disintegrasi bangsa serta modernisasi dan globalisasi bagi negara-bangsa Indonesia dengan sikap nasionalisme Indonesia, 2). Perwujudan nasionalisme dalam mengatasi tantangan disintegrasi bangsa serta modernisasi dan globalisasi, 3). Sarana yang dapat digunakan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan jiwa nasionalisme. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian yang bersifat deskriptif. Karena penulis hendak menggambarkan analisa para aktivis mahasiswa mengenai kondisi nasionalisme negara-bangsa Indonesia yang dikaitkan dengan fenomena disintegrasi bangsa dan modernisasi serta globalisasi. Dari hasil penelitian terungkap bahwa 1) Tantangan disintegrasi bangsa dan modernisasi serta globalisasi memiliki kaitan dengan sikap nasionalisme. Disintegrasi bangsa terjadi karena pudarnya rasa nasionalisme dan menguatnya rasa kedaerahan sedangkan modernisasi dan globalisasi akan membawa dampak terhadap menipisnya bahkan menghilangkan kepribadian bangsa yang mencerminkan rasa nasionalisme. 2) Sikap nasionalisme dapat diwujudkan dengan cara mencintai berbagai hal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia serta tidak membeda-bedakan SARA dalam kehidupan sosial. 3) Sarana yang dapat digunakan untuk membentuk sikap nasionalisme ialah pendidikan, budaya, bahasa serta kebijakan politik pemerintah yang memihak kepentingan umum. Organisasi mahasiswa dapat dijadikan sebagai sarana untuk menumbuhkan sikap nasionalisme, mengingat dalam organisasi mahasiswa dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan non-formal dan wahana untuk mengaplikasikan peran dan fungsi mahasiswa disamping dalam pendidikan formal di bangku perkuliahan
Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Menangkap Bola Untuk Penjaga Gawang Sepakbola Menggunakan Media
ABSTRAK Pradana, Yudha, Febrian. 2013. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Menangkap Bola Untuk Penjaga Gawang Sepakbola Menggunakan Media. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M. Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: latihan, menangkap bola, penjaga gawang, media Sepakbola salah satu cabang olahraga yang sangat dikenal dan digemari oleh seluruh masyarakat di seluruh dunia. Sepakbola permainan tim, maka perlu adanya kerjasama yang baik dalam suatu tim itu. Dalam sepakbola ada satu pemain yang perannya sangat penting dalam pertandingan sepakbola adalah penjaga gawang. Kejanggalan dari penjaga gawang, yaitu mereka menggunakan tangannya sementara pemain lain menggunakan kakinya. Tugas mereka adalah menghentikan bola yang meluncur dengan kecepatan 60 mil perjam, sehingga tidak berhasil memasuki gawang yang berukuran 7,32 x 2,44 meter. Penjaga gawang harus mempunyai kemampuan dalam menangkap bola yang baik dan benar yang wajib dikuasai penjaga gawang sepakbola agar bola tidak masuk ke gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah, perlu pengembangan model latihan teknik dasar cara menangkap bola untuk penjaga gawang sepakbola menggunakan media, dikarenakan proses latihan masih kurang maksimal atau kurang efektif dan siswa mudah bosan. Juga untuk lebih mempermudah mempercepat siswa dalam pemahaman latihan teknik dasar kemampuan menangkap bola penjaga gawang. Prosedur pengembangan latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang sepakbola menggunakan media ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal. 2) Pembuatan rancangan produk. 3) Evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli media dan 1 ahli kepelatihan sepakbola. 4) pembuatan produk awal. 5) Uji coba kelompok kecil (a) dan melakukan revisi produk pertama sesuai dengan saran-saran dari tinjauan para ahli. 6) Uji coba kelompok besar (b) dengan subjek yang lebih banyak dan melakukan revisi produk yang kedua sesuai dengan saran-saran dari tinjauan para ahli. 7) Produk hasil akhir pengembangan. Bentuk-bentuk latihan teknik dasar menangkap bola ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, secara keseluruhan para ahli memberikan masukan yang baik dan setelah merevisi produk awal maka para ahli setuju dan produk yang sudah jadi siap untuk diuji cobakan di 5 Sekolah Sepakbola di Kabupaten Lumajang. Hasil analisis data yang diperoleh dari uji coba kelompok kecil (a) adalah 82.84%, sedangkan uji coba kelompok besar (b) adalah 84.53%. Oleh karena itu, produk latihan teknik dasar menangkap bola untuk penjaga gawang menggunakan media berupa Vidio Compac Disc (VCD) telah memenuhi kriteria dan semua isi dapat digunakan dalam kegiatan latihan penjaga gawang sepakbola di Sekolah Sepakbola Turangga, Bintang Kesit, Rajawali, Kudamas, Persegen Kabupaten Lumajang
Peningkatan Keterampilan Smash Bolavoli Bagi Siswa Peserta Ekstrakurikuler Di SMAN 1 Kademangan Blitar Menggunakan Modifikasi Media Pembelajaran
ABSTRAK Pradana, Yudha. 2016. “Peningkatan Keterampilan Smash Bolavoli Bagi Siswa Peserta Ekstrakurikuler Di SMAN 1 Kademangan Blitar Menggunakan Modifikasi Media Pembelajaran”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: modifikasi media pembelajaran smash bolavoli. Permainan Bolavoli adalah suatu permainan yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan di mana setiap tim terdiri dari enam orang dan terpisah oleh net. Salah satu keterampilan teknik dasar yang sering digunakan pada saat penyerangan dalam permainan bolavoli adalah smash. Dalam permainan bolavoli smash merupakan bagian dalam bolavoli. Dari hasil observasi awal didapatkan persentase tingkat kesalahan pemain pada keterampilan servive sebesar 22,67%, keterampilan passing bawah sebesar 24%, keterampilan block sebesar 28,67%, dan keterampilan smash sebesar 73,33%. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa masih melakukan banyak kesalahan. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif pemecahan, salah satunya dengan menggunakan modifikasi media pembelajaran di dalam latihan keterampilan smash permainan bolavoli. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan smash permainan bolavoli dalam latihan pada siswa peserta ekstrakurikuler di SMAN 1 Kademangan Blitar menggunakan modifikasi media pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 siswa ekstrakurikuler SMAN 1 Kademangan Blitar. Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan pemain dalam melakukan smash setelah dilakukan latihan dengan menggunakan modifikasi media pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yaitu tiga minggu dengan delapan pertemuan di siklus 1, dan dua minggu dengan 4 pertemuan di siklus 2. Tingkat keberhasilan pemain pada siklus 1 pertemuan 1 sampai pertemuan 3 pada minggu pertama, Pertemuan 4 sampai pertemuan 6 pada minggu kedua, pertemuan 7 sampai pertemuan 1 siklus 2 pada minggu ketiga yaitu dari awalan di minggu pertama78,67%, 73,33% di minggu kedua, dan 77,33 di minggu ketiga. Tolakan di minggu pertama 74,67%, 73,33 di minggu kedua, dan 76% di minggu ketiga. Meloncat di minggu pertama 58,67%, 72% di minggu kedua, dan 74,67% di minggu ketiga. Perkenaan bola di minggu pertama 64%, 73,33% di minggu kedua, dan 69,33% di minggu ketiga. Mendarat di minggu pertama 68%, 69,33% di minggu kedua, dan 74,67% minggu ketiga. Pada siklus 2 jumlah persentase gerakan yang benar yaitu mulai pertemuan 2 sampai pertemuan 4 mengalami peningkatan. Tingkat keberhasilan mulai dari awalan di minggu pertama 74,67%, tolakan 74,67%, meloncat 74,67%, perkenaan bola 74,67% dan mendarat 80% Kesimpulan adalah dengan penggunaan modifikasi media pembelajaran dalam latihan dapat meningkatkan keterampilan smash siswa SMAN 1 Kademangan Blitar
Peranan media sosial dalam pengembangan melek politik mahasiswa
This research is used quantitative approach and descriptive method. Instrument used by the research is skala Survey of Study Habits and Attitudes questionnaire to describing media social using by students and Likert Scale questionnaire to describing student’s political literacy. Data analysis using Rank Spearman Order.
The result show that social media used by students 48% good, 26% fair, and 15% poor. Student’s political literacy are 36% good, 43% fair, and 21% poor. The role of social media in the development of student's political literacy is 54,79% affected by social media, and 45,21% affected by other factors
POSITION OF PRADANA IN NYEBURIN MARRIAGE REVIEWED FROM THE LAW OF BALI INDIGENOUS HERITAGE IN BANJAR KUTUH DESA SAYAN KECAMATAN UBUD KABUPATEN GIANYAR
The aims of this study are to know the Nyeburin Marriage Inheritance System in Banjar Kutuh, Sayan Village, Ubud District, Gianyar Regency women as Purusa or nyentana men as Pradana if their inheritance is in the form of land assets and to know the position of social social status of men as Pradana in Nyeburin Marriage in indigenous communities in the Village of Sayan Banjar Kutuh, Ubud District, Gianyar Regency. This method uses Empirical legal research. Using the statutory approach, case approach, and conceptual approach. Sources of data are sourced from primary data (field research) and secondary data (library research). Data collection techniques consisted of interview techniques, document study techniques, and literature study techniques. The data collected was analyzed descriptive qualitatively. The author uses the theory of justice, the theory of legal certainty, the theory of reception in complex u. Based on the results of the study it was found that the inheritance of nyeburin marriage in Banjar village is still strong in women because of their status as Purusa and their social social status is different if the work of a person who becomes a pradana, for example, a doctor may look higher. The conclusion is that a woman still has the right to inherit because as a purusa and if the inheritance in the form of land remains the right of the woman and in social status remains the head of the household in the community remains the same except for work that makes their social status different
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN TENTANG NILAI-NILAI PANCASILA
Penggunaan media pembelajaran interaktif dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran dalam hal pencapaian tujuan pembelajaran dan pencapaian dampak pengiring. Salah satu yang dapat dilakukan ialah mengembangkan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Rumusan dalam tulisan ini ialah: bagaimana pembuatan media pembelajaran interaktif untuk mengembangkan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila?. Sedangkan tujuan penulisan ialah untuk mengetahui pembuatan media pembelajaran interaktif dalam mengembangkan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian menggunakan model waterfall melalui fase analysis, design, implementation, testing dan maintenance, yang didukung oleh teknik studi pustaka dan survei. Hasil penelitian diketahui bahwa pembuatan media ini melalui tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi dengan hasil pengujian sangat layak untuk digunakan
PENGARUH KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP PEMBENTUKAN POLITICAL LITERACY SISWA: Studi Deskriptif Pada Siswa SMA di Kota Bandung
Keberadaan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang erat dengan kehidupan politik suatu negara memberikan konsekuensi logis terhadap dimuatnya berbagai materi mengenai kehidupan politik suatu negara. PKn dalam kerangka pendidikan formal dapat diusahakan sebagai pemberian pendidikan politik kepada siswa sebagai subjek pembelajar dan upaya pencapaian diberikannya PKn di sekolah yang menekankan pada kompetensi pengetahuan, watak, dan kecakapan siswa. Siswa merupakan anggota masyarakat yang memiliki kedudukan sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karenanya, pengembangan pengetahuan dan kecakapan siswa mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara harus terus dilakukan. Hal tersebut sebagai upaya menumbuhkan kemelekan siswa mengenai kehidupan politik bernegaranya atau menumbuhkan kemampuan melek politiknya. Pembentukan dan pengembangan melek politik siswa dapat diwujudkan melalui PKn yang berperan sebagai pendidikan politik secara formal di sekolah. Penerapan pendidikan politik melalui PKn difokuskan pada pengembangan kompetensi warga negara yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan watak warga negara.
Dalam penelitian ini fokus permasalahan diarahkan kepada pengaruh pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik terhadap pembentukan political literacy siswa, yang mencakup : 1. Seberapa besar pengaruh kompetensi pengetahuan kewarganegaraan terhadap pembentukan melek politik siswa, 2. Seberapa besar pengaruh kompetensi kecakapan kewarganegaraan terhadap pembentukan melek politik siswa, 3. Seberapa besar pengaruh kompetensi watak-watak kewarganegaraan terhadap pembentukan melek politik siswa, 4. Seberapa besar pengaruh pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik di sekolah terhadap pembentukan melek politik siswa.
Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan memberikan kuesioner yang sesuai permasalahan penelitian.
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik berpengaruh terhadap pembentukan political literacy siswa dalam hal pengembangan kompetensi pengetahuan kewarganegaraan ditunjukan dengan pembentukan pengetahuan-pengetahuan tentang kehidupan kenegaraan yang erat dengan kehidupan politik, pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik berpengaruh terhadap pembentukan political literacy siswa dalam hal pengembangan kompetensi kecakapan kewarganegaraan merupakan kecakapan yang dikembangkan dari pengetahuan kewarganegaraan, pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik berpengaruh terhadap pembentukan political literacy siswa dalam hal pengembangan kompetensi watak kewarganegaraan yang menggambarkan bagaimana warga negara bersikap terhadap suatu isu kenegaraan, pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik berpengaruh terhadap pembentukan kemampuan melek politik siswa
- …
