1,721,694 research outputs found
EVALUASI WAKTU KERJA, BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT KELELAHAN KARYAWAN PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE FTE, CVL DAN SOFI
PT. XYZ perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit dengan waktu kerja shift sore 15.00 – 23.00 WIB dan shift pagi 07.00 - 15.00. Kondisi tertentu saat panen raya, buah sawit dari pemasok akan berlimpah sehingga dilakukan penambahan jam lembur dimulai pukul 17.00 – 07.00 WIB shift sore dan 07.00-17.00 WIB shift pagi. Waktu kerja panjang mengakibatkan ketidakseimbangan antara waktu kerja dan waktu luang karyawan produksi, sehingga diperlukan pengukuran mengenai waktu kerja, nilai beban kerja fisik, dan kelelahan yang dialami karyawan. Pengumpulan data dilakukan pada 10 karyawan yang terbagi 5 operator shift A dan 5 operator shift B dari stasiun sterilizer, tippler, press, klarifikasi dan boiler. Penelitian ini menggunakan metode FTE untuk memperoleh nilai beban kerja waktu dan jumlah sumber daya manusia sedangkan metode %CVL untuk mengukur beban kerja fisik berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja dan denyut nadi istirahat. Metode SOFI digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan yang dialami karyawan dengan kuesioner dan perhitungan rata-rata skor. Pengujian regresi linear sederhana menggunakan software SPSS 25 untuk mengetahui keterkaitan antara beban kerja dengan kelelahan. Berdasarkan hasil pengolahan data dari perhitungan FTE staiun sterilizer dan tippler memiliki kategori fit (normal) bahwa tuntutan pekerja sebanding dengan jumlah operator aktual saat ini. Stasiun press dan klarifikasi berada pada kategori rendah yang menandakan kegiatan pekerja dengan jumlah operator pada stasiun ini sudah cukup, sedangkan kategori tinggi terjadi pada stasiun boiler karena jumlah pekerja tidak sebanding dengan aktivitas fisik yang tinggi. Hasil perhitungan metode %CVL beban kerja fisik nilai tertinggi sebesar 33,63%. diperlukan perbaikan diperoleh operator boiler dan nilai %CVL terkecil 22,40% tidak diperlukan perbaikan diperoleh operator tippler. Hasil perhitungan tingkat kelelahan diperoleh 9 pekerja pada kategori kelelahan sedang dan 1 pekerja pada kategori kelelahan berat. Uji regresi menyatakan setiap penambahan 1% nilai beban kerja berpengaruh terhadap kenaikan nilai tingkat kelelahan sebesar 0,312 sehingga rekomendasi yang diberikan yaitu penambahan karyawan sebanyak 2 orang dan penjadwalan dengan perubahan jam lembur menjadi 12 jam dan memberikan jam istirahat rolling kepada karyawan. Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Waktu, CVL, FTE, Lembur, SOFI, Tingkat Kelelaha
SYARIAH (STUDI KASUS DESA SEBA-SEBA KECAMATAN WALENRANG TIMUR)
ABSTRAK
Yeyen, 2024 “Persepsi Masyarakat tentang Perbankan Syariah (Studi Kasus Desa
Seba-Seba Kecamatan Walenrang Timur)”. Skripsi Program Studi
Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut
Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Hamida.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis
data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa
Seba-Seba terhadap perbankan syariah menunjukkan bahwa perkembangan
perbankan syariah di Desa Seba-Seba Kecamatan Walenrang Timur masih
menghadapi berbagai tantangan yang cukup berarti sehingga menghambat
perkembangannya. Meskipun masyarakat sudah memahami prinsip dasar
perbankan syariah seperti terhindar dari riba dan menerapkan sistem bagi hasil,
namun banyak di antara mereka yang belum memahami secara menyeluruh
mekanisme operasional dan manfaat praktisnya. Keterbatasan aksesibilitas dan
kurangnya informasi yang rinci mengenai produk perbankan syariah juga menjadi
kendala utama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan upaya yang
intensif dalam hal sosialisasi, edukasi dan perluasan jaringan layanan perbankan
syariah di tingkat masyarakat. Melalui berbagai inisiatif seperti pelatihan berbasis
masyarakat, seminar dan pemanfaatan teknologi diharapkan masyarakat dapat
meningkatkan pemahaman dan memanfaatkan layanan perbankan syariah untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih efektif.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Perbankan Syaria
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
MANAJEMEN SARANA PEMBELAJARAN DI UPTD SLB NEGERI 1 MAKASSAR
YEYEN, 2019, Manajemen Sarana Pembelajaran di UPTD SLB Negeri 1 Makassar.
Skripsi ini dibimbing oleh Dra. Sitti Habibah, M.Si dan Dr. Ratmawati T, M.Pd.
Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu pendidikan Universitas Negeri
Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang manajemen sarana pembelajaran di UPTD SLB
Negeri 1 Makassar. Fokus Penelitian adalah pada bagian perencanaan, pengadaan dan
penggunaan sarana pembelajaran di UPTD SLB Negeri 1 Makassar. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sarana pembelajaran di UPTD
SLB Negeri 1 Makassar. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif dengan subjek penelitian meliputi Kepala sekolah, Wakil Kepala
sekolah bidang sarana dan prasarana, dan Guru kelas. Pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis
melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa manajemen sarana pembelajaran di UPTD SLB Negeri 1
Makassar sudah cukup baik dengan hasil sebagai berikut. 1) Perencanaan dan analisis
kebutuhan sarana pembelajaran di UPTD SLB Negeri 1 Makassar dengan melihat dan
mengelompokkan barang yang habis pakai dan barang tidak habis pakai. Perencanaan
dan analisis kebutuhan di UPTD SLB Negeri 1 Makassar dilakukan setiap awal tahun
ajaran baru. Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah, dan Tata Usaha melakukan
observasi awal melalui kartu inventaris ruangan yang dibagikan untuk setiap kelas.
Dari kartu inventaris ruangan dapat dilihat kebutuhan yang paling mendesak
dibutuhkan dan disesuaikan dengan anggaran sekolah. 2) Pengadaaan sarana
pembelajaran di UPTD SLB Negeri 1 Makassar, melalui menganggarkan dari
sekolah, mendaur ulang, membeli, membuat dan memperbaiki sarana pembelajaran,
sebelumnya melihat sarana yang mana yang masih dan sudah tidak layak digunakan.
Sarana pembelajaran yang terbilang berat dan tidak layak digunakan akan dilaporkan
ke Dinas untuk mengajukan proposal pengadaan barang yang baru. 3) Penggunaan
sarana pembelajaran salah satunya media pembelajaran disesuaikan dengan
karakteristik, kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penggunaan sarana
pembelajaran di kelas, siswa membutuhkan pendampingan secara individual dari
guru untuk membantu penggunaan sarana pembelajaran yang ada
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Keterangan pewatas : klausa pewatas dalam bahasa Indonesia
Buku Keterangan Pewatas ; Klausa Pewatas Dalam Bahasa
Indonesia ini merupakan salah satu hasil Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Jakarta tahun 1990 yang pelaksanaannya dipercayakan kepada tim peneliti dari Jakarta. Untuk itu, kami ingin menyatakan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Pemimpin Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Jakarta beserta stafnya, dan para peneliti, yaitu Tim Peneliti Drs. Caca Sudarsa, Dr. Hans Lapoliwa, M. Phil, Ora. Yeyen Maryani, Ora. Ebah Suhaedah
MATERIAL AND MENTAL PROCESSES IN DONALD TRUMP CAMPAIGN SPEECHES(A SYSTEMIC FUNCTIONAL APPROACH)
Yeyen Marlin. Materi dan Proses dalam Pidato Kampanye Donald Trump: AnalisisTata Bahasa Fungsional Sistemik (dibimbing oleh Alwy Rachman dan NadirahMahaseng)Penelitian ini bertujuan mengungkap proses material dan mental yang terdapat dalampidato-pidato Donald Trump dan menjelaskan karakteristiknya sebagai seorangpemimpin dari pemilihan kata kerja material dan mental dalam pidato kampanyenyadengan menggunakan teori M.A.K. Halliday.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif untuk menganalisis datayang diambil dari pidato-pidato terpilih Donald Trump yang sudah ditranskripkantentang periode pemilihan umum tahun 2016 yang diunduh dari google.com. Dalammenganalisis data, penulis menggunakan teori Halliday tentang tata Bahasafungsional sistemik yang mengklasifikasikan bahasa menjadi tiga metafungsi,ideasional/experensial, interpersonal dan tekstual yang terdiri dari proses, peserta dankeadaan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan proses material dan mentalsebagai bagian dari pengalaman.Hasilya, penulis menemukan bahwa proses material merupakan proses palingdominan digunakan oleh Trump. Pemilihan kata-kata materialnya menunjukkankomitmennya dan tujuan yang terencana dengan baik sebagai seorang pemimpinketika menjadi presiden Amerika Serikat. Sementara itu, proses mental sebagaiproses penginderaan yang digunakan Trump untuk memberikan efek emosional yangdibalut dengan ide nasionalisme yang dibawa ke dalam pidato-pidatoya. Dalammenyampaikan idenya, Trump benar-benar menggunakan semua proses tapi materialdan mental adalah proses yang dominan dan paling ideal yang dapat membantunyameyakinkan orang untuk memilih dia dalam pemilihan.vii + 61 hlm
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
