1,731,218 research outputs found
Yamin Xu Master of Fine Art Thesis
Yamin is a graduate student at Northern Illinois University. Before emigrating from China to come to the United States and pursuing an MFA, he had an undergraduate degree in Art Design and a master\u27s degree in Information Science. Because of his Maker spirit and interdisciplinary background, complex engineering practices are easily incorporated into his artistic creation. He considers his work to be inventions that are a mixture of art and technology. He can skillfully use computer vision, computer graphics, micro-controllers circuitry, and 3D design as a combination tool of creation. His current area of interest is to apply machine learning and affective computing in art installations to create an emotional and self-conscious artwork. Although he has worked with computer simulation and graphics for more than a decade, he now tends to use physical installation or tangible interfaces to express his ideas. His technical background allows him to communicate and collaborate well with different background artists and researchers, such as developing an interactive interface for a giant display to visualize large-scale scientific data at Argonne National Laboratory, designing a Doppler velocimeter and a bacterial battery recorder at Rockford University physics laboratory. Some other works include teaching Maya programming course at the Graduate School of Peking University, leading the development of augmented reality for a live broadcast system at China Central Television, screenwriter and director of award-winning animated short films, and owning eight patents
KONSEP AL-MILK AL-YAMIN: SEBUAH KAJIAN HADIS TENTANG KEDUDUKAN MILK AL-YAMIN DALAM ISLAM
AbstractMilk al-yamin is one of the terms used in Islam for a group of people who are in the authority of Muslims. More clearly they are called slaves or servants who are demanded and obedient by the orders and wishes of their masters. The emergence of the term milk al-yamin is caused by two reasons, namely kufr and war. Therefore, nothing in Islamic literature mentions the term milk al-yamin except for these two causes. The purpose of this research is to re-align milk definition of yamin and explain its position in Islam which is currently being rolled out by some thinkers in the context of protecting human rights. In the Prophet's hadith, milk al-yamin has several rights including: 1) a protected group 2) a group that must be fulfilled its basic needs 3) milk al-yamin is the brother of its master 4) milk al-yamin has the right to be called by a calling good and dignified 5) prohibited from injuring members of the body of milk al-yamin 6) milk al-yamin has the right to independence if a part of him has been freed by some of his masters 7) milk al-yamin has the right of independence if his master is from his own family. Keywords: milk al-yamin, slave, employer, freedom
Sumbangan Pemikiran Muhammad Yamin dalam Sejarah Indonesia
The purpose of writing this article is to examine and discuss the contribution of the ideas of national figure Muhammad Yamin in Indonesian history in the early days of Indonesian independence. We know that Muhammad Yamin had a lot of influence on Indonesia's history in the early days of independence. In the early days of the formation of the Indonesian state, Indonesia's history was still dominated by the Nederlandsentris or European centrists. So here comes an idea from national figures to re-correct the writing of Indonesian History into the Indosiocentric history stream. Muahammad Yamin is one of the figures. Muhammad Yamin with his conception of Romantic History that reveals the past. Besides that, through the poems of Muhammad Yamin's struggle to dismiss Indonesian National History as a form of nationalism.
Keywords: Muhamad Yamin, Indonesian History
“ Abstrak “
Tujuaan dari penulisan artikel ini adalah untuk menelaah dan dan membahas sumbangan pemikiran tokoh nasional Muhammad Yamin dalam Sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Kita ketahui bahwa Muhammad Yamin banyak meanaruh perhatianya dalam bidang sejarah Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Pada masa awal pembentukan negara Indonesia, sejarah Indonesia masih didominasi oleh aliran Nederland sentris atau Eropa sentris. Maka disini munculah sebuah ide dari tokoh-tokoh bangsa untuk mengoreksi ulang penulisan Sejarah Indonesia ke aliran sejarah Indonesia sentris. Muahammad Yamin salah satu tokohnya. Muhamad yamin dengan karyanya konsepsi Sejarah romantik yang mengungkapkan masa lalu. Disamping itu melalui syair-syair perjuangan Muhammad Yamin mengungkapkan Sejarah Nasional Indonesia sebagai bentuk nasionalisme.
Kata Kunci: Muhamad Yamin, Sejarah Indonesi
Muhammad Yamin dan Cita-cita Persatuan
Jika saja biografi dari generasi pertama dan kedua dari para pendekar bangsa dibanding-bandingkan barangkali kisah yang paling menarik adalah ketika mereka mengalami proses peningkatan struktur kesadaran dari seorang patriot menjadi nasionalis. Yamin adalah salah satu contoh yang paling menarik, karena ia memperlihatkan proses peningkatan itu dalam sajak-sajak yang menyentuh langsung pada perasaan. Tetapi proses yang dialaminya tidak unik. Bung Karno sebelum pindah ke Bandung sebelum melanjutkan sekolahnya adalah seorang anggota Jong Java, yang ikut memperjuangkan agar bahasa Jawa tidak lagi bertingkat-tingkat. Bung Hatta juga tokoh Jong Sumateranen Bond. Dari contoh-contoh sederhana ini kelihatan juga bahwa nasionalisme modern Indonesia tidak dilahirkan di gubuk-gubuk petani yang menderita karena eksploitasi kolonial dan bukan pula di istana-istana para raja dan bangsawan, bahkan tidak pula di pesantren-pesantren, tetapi di kota-kota kolonial. Dalam konteks kehidupan kota kolonial inilah orang dari berbagai kesatuan etnis saling berkenalan dan saling tukar menukar pengalaman dan simbol-simbol kultural. Disini pulalah hakikat kolonialisme sebagai sistem kekuasaan yang eksploitatif dan subordinatif. Dilihat dan dirasakan. Dalam konteks sosial dan kekuasaan seperti inilah nasionalisme tumbuh sebagai sebuah cita-cita dan tatanan sosial alternatif dan dalam proses selanjutnya dirasakan sebagai keharusan sejarah Yang tak bisa ditawar.Dari sedikit pemikir besar bangsa adalah Mohammad Yamin, seorang tokoh yang begitu gandrung terhadap “persatuan Indonesiaâ€. Begitu obsesifnya, sering Yamin dianggap mengabaikan “kepastian sejarah†dalam menafsir sejarah Indonesia. Yamin banyak menggunakan mitos untuk mewujudkan persatuan Indonesia. Bagi Yamin meskipun bangsa adalah pengertian modern. Melacak ke akar-akar sejarah merupakan upaya yang terus-menerus harus dilakukan. Membaca buku ini kita dapat mengikuti perjalanan pembentukan negara bangsa yang luas wilayahnya dan beragam suku bangsa dengan kebudayaannya dari sudut pandang dan cita-cita dari seorang pemikir besar bangsa. Dalam banyak hal Yamin dianggap seorang tokoh yang kontroversial. Justru di situlah yang menarik dalam diri Muhammad Yamin. Penulis buku ini telah mencoba memaparkannya dengan baik
Muhammad Yamin : Upaya Menyatukan Benang-Benang Keanekaan dalam Simpul Persatuan
Muhammad Yamin adalah seorang tokoh nasional yang bersama Soekarno dan Mohamad Hatta berjuang melahirkan Republik Indonesia. Yamin dengan latar belakangnya sebagai penyair dan ahli hukum telah lama mencita-citakan Indonesia, yang terdiri atas berbagai keanearagaman menjadi negara merdeka dan bersatu. Kesatuan Indonesia diyakini Yamin sebagai nasib yang sudah ditentukan sejak awal bagi bangsa Indonesia. Bagi Yamin keindonesiaan merupakan kehendak untuk hidup bersama mengatasi segala perbedaan-perbedaan yang ada. Romantisme sebagai penyair memandang fakta perbedaan sebagai sesuatu yang indah dan dapat dikelola menjadi kehidupan bersama yang harmonis dalam persatuan sebagai bangsa. Ide persatuan Yamin diawalinya dengan menegaskan perlunya satu bahasa yang menjadi bahasa persatuan sebagai jembatan yang bisa menghubungkan keanekaragaman dengan demikian berbagai keragaman dan perbedaan dapat dikomunikasikan denganbaik. Ide Unitarisme diolah oleh Yamin sehingga unitarisme Yamin bukan sekedar konsep politik namun yang lebih kuat dari itu gagasan ini merupakan konsep budaya yang kelak diharapkan mampu membentuk kesatuan karakter
Book Review: UN Peacekeeping Operations in Somalia, 1992-1995: The Pakistani Perspective by Tughral Yamin
Book Review: UN Peacekeeping Operations in Somalia, 1992-1995: The Pakistani Perspective by Tughral Yamin
NUST Journal of International Peace & Stability 2019, Vol. II (2)
Author : Farhan Hanif Siddiqu
NAPAK TILAS PAHLAWAN DEVISA (Arus Mobilitas Buruh dan Dampaknya terhadap Keluarga)
Puji syukur kehadirat Allah SWT dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, buku Napak Tilas Pahlawan Devisa (Arus Mobilitas Buruh dan Dampaknya terhadap Keluarga) yang di tulis oleh saudara Muhammad Yamin ini, merupakan sekelumit arti perjalanan hidup buruh migran, kalau saya memimjam bahasa sastra ibaratkan gelombang lautan yang menghembus samudra menuju daratan. Anak muda dewasa ini harus dibingkai oleh ilmu, iman dan islam tentunya harus unggul intelektual serta anggun dalam moralitas. Saudara Muhammad Yamin saya menelaah dari perjalanan hidupnya mulai dari kuliah hingga menyelesaikan program Magister sangat merasakan pahit manisnya arus gelombang perjuangan hidup untuk mencapai ikhtiar yang dilakukan. Selama hari-harinya saudara Muhammad Yamin pernah bercerita sama saya karena tidak makan diakibatkan kehabisan sembako, namun belajar dari hal itu anakda Muhammad Yamin bangkit mengevaluasi diri dengan semangat bercita-cita tinggi menjadi orang yang sukses. Buku yang saudara Muhammad Yamin hadir dihadapan pembaca merupakan rangkaian singkat yang di olah dari hasil Tesis menyelesaikan studi Magister di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta. Saya secara pribadi saat ini, sebagai Rektor UM. Mataram tempat saudara Muhammad Yamin menyelesaikan Sarjana sangat terharu dan bangga dengan hadirnya buku yang berjudul Napak Tilas Pahlawan Devisa (Arus Mobilitas Buruh dan Dampaknya terhadap Keluarga)
NAPAK TILAS PAHLAWAN DEVISA (Arus Mobilitas Buruh dan Dampaknya terhadap Keluarga)
Buku Napak Tilas Pahlawan Devisa (Arus Mobilitas Buruh dan Dampaknya terhadap Keluarga) yang di tulis oleh saudara Muhammad Yamin ini, merupakan sekelumit arti perjalanan hidup buruh migran, kalau saya memimjam bahasa sastra ibaratkan gelombang lautan yang menghembus samudra menuju daratan. Anak muda dewasa ini harus dibingkai oleh ilmu, iman dan islam tentunya harus unggul intelektual serta anggun dalam moralitas. Saudara Muhammad Yamin saya menelaah dari perjalanan hidupnya mulai dari kuliah hingga menyelesaikan program Magister sangat merasakan pahit manisnya arus gelombang perjuangan hidup untuk mencapai ikhtiar yang dilakukan. Selama hari-harinya saudara Muhammad Yamin pernah bercerita sama saya karena tidak makan diakibatkan kehabisan sembako, namun belajar dari hal itu anakda Muhammad Yamin bangkit mengevaluasi diri dengan semangat bercita-cita tinggi menjadi orang yang sukses. Buku yang saudara Muhammad Yamin hadir dihadapan pembaca merupakan rangkaian singkat yang di olah dari hasil Tesis menyelesaikan studi Magister di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta. Saya secara pribadi saat ini, sebagai Rektor UM. Mataram tempat saudara Muhammad Yamin menyelesaikan Sarjana sangat terharu dan bangga dengan hadirnya buku yang berjudul Napak Tilas Pahlawan Devisa (Arus Mobilitas Buruh dan Dampaknya terhadap Keluarga)
- …
