1,720,955 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Digital pada Program Desa Digital Jawa Barat (Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat)

    Get PDF
    Desa Cibodas Kecamatan Lembang merupakan salah satu desa yang menjadi penerima manfaat program desa digital Jawa Barat. Desa Cibodas menjadi desa digital level 4 dengan tematik pertanian. Program desa digital diklasifikasikan ke dalam 4 (empat) level tahapan. Tahapan ini dimulai dari pembangunan infrastruktur, pelatihan literasi digital, pelatihan pemasaran digital dan implementasi pemanfaatan teknologi lewat Internet of Things (IoT). Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada Program Desa digital Jawa Barat di Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat; untuk mengidentifikasi literasi digital masyarakat Desa Cibodas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Cibodas dikarenakan Desa Cibodas merupakan salah satu desa percontohan desa digital di Jawa Barat yang sudah mencapai level 4. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. bersama staf jabar digital service, pemerintah Desa Cibodas, Komunitas Agronative, dan masyarakat yang diwakilkan oleh ketua RW, UMKM Desa Cibodas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Model Miles dan Huberman (model interakatif). Validiasi data dilakukan dengan cara member checking, triangulasi, dan auditing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program desa digital di Desa Cibodas memberdayakan masyarakat melalui adopsi teknologi digital. Pemerintah Jawa Barat berperan sebagai inovator dengan menyediakan infrastruktur dan pelatihan, sementara kelompok tani Agronative menjadi pengadopsi awal teknologi IoT, diikuti oleh masyarakat yang memanfaatkan Wi-Fi desa dan pemasaran online. Literasi digital masyarakat menunjukkan kemampuan cukup baik dalam penggunaan teknologi untuk kebutuhan pekerjaan dan ekonomi, namun masih terdapat kendala pada etika digital, seperti komunikasi tidak sopan, penyebaran hoaks, dan penyalahgunaan data pribadi. Dalam keamanan digital, masyarakat masih rentan terhadap penipuan online dan kurang memahami pencadangan data. Teknologi digital juga digunakan untuk promosi budaya lokal, meski kadang disalahgunakan untuk menyindir orang lain di media sosial. Pemberdayaan masyarakat berbasis digital dalam bentuk program desa digital bisa menjadi percontohan bagi lembaga ataupun pemerintah lainnya. Tetapi dengan memodifikasi dan menutupi kekurangan dari program desa digital Jawa Barat. Seperti fokuskan terlebih dahulu literasi digital masyarakat yang akan diberdayakan

    Pengaruh revolusi industri 4.0 terhadap perilaku remaja sekolah: Studi deksriptif pada Remaja MAN 2 Kota Bandung

    Get PDF
    Revolusi industri 4.0 ditandai dengan adanya digitalisasi. Klaus schwab menyebutkan ada tiga alasan yang memebedakan revolusi industri 4.0 denganr evolusi sebelumnya yaitu kecepatan, kedalam dan keluasan, dan dampak sistem. Revolusi industri 4.0 ini mempengaruhi segala aspek kehidupan dari ekonomi, politik, sosial, budaya, dan yang lainnya. Dalam paradigma perilaku sosial, individu kurang memiliki kebebasan dalam tingkahlaku, tingkah lakunya itu ditentkan oleh stilmulus dari luar dirinya. Perilaku sosial seseorang dapat dipengaruhi oleh eksternal diri seseorang. Adapun menurut Peter L Berger ada tiga hukum untuk memahami suatu fenomena mempengaruhi kehidupan seseorang yaitu adanya eksternalisai, objetivikasi, dan internalisasi. Hal ini terlihat bahwa setiap remaja sekolah sudah memiliki gadget termasuk remaja MAN 2 Kota Bandung juga pihak sekolahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) seberapa besar penerapan revolusi industri 4.0 di MAN 2 Kota Bandung, 2) seberapa besar perilaku remaja MAN 2 Kota Bandung dalam menerapkan revolusi industri 4.0, dan 3) seberapa besar pengaruh revolusi industri 4.0 terhadap perilaku sosial remaja MAN 2 Kota Bandung. Teori yang digunakan pada penelitiann ini adalah teori Peter L Berger yaitu dengan menggunakann tiga tahapan dialektis Peter L Berger ekternalisasi, objektivikasi, internalisasi. Yang mana ekternalisasi ini adalah revolusi industri 4.0 kemudian objektifikasinya sesuatu yang terjadi di revolusi industri 4.0 kemudian internalisasi dari obejektifikasi tersebut oleh MAN 2 Kota Bandung dann remaja MAN 2 Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, revolusi industri 4.0 sebagai variabel independent (X) dan perilaku sosial sebagai variabel dependent (Y) dengan sampel 92 responden. Penyebaran angket sebagai teknik pengumpulan data. Analisis uji hipotesis menggunakan Uji T dan juga Uji F. dalam pengolahan data menggunakan software SPSS 25. Berdasarkan hasil analisis penelitian pada nilai TCR mendapatkan hasil 74,1% ini membuktikan bahwa penerapan revolusi industri 4.0 di MAN 2 Kota Bandung sebesar 74,1% masuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil analisis data nilai TCR mendapatkan hasil 73,8% ini membuktikan bahwa perilaku sosial remaja MAN 2 Kota Bandung dalam menerapkan revolusi industri 4.0 sebesar 73,8% masuk dalam kategori baik. Kemudian hasil uji T untuk mengetahui pengaruh revolusi industri 4.0 terhadap perilaku sosial remaja adalah H0 ditolak artinya adanya pengaruh signifikan dari revolusi industri 4.0 terhadap perilaku sosial remaja MAN 2 Kota Bandung ini dibuktikan dengan keriteria uji H_0=15,474≥ 1,984. model regresi Y ̂=-2,206+ 1,062X Nilai Koefesien determinasi 72.7%

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Digital untuk Desa Wisata

    Get PDF
    Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu kegiatan untuk bisa membuat masyarakat mandiri dan berdaya dalam segala aspek kehidupan.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bagaimana pemberdayaan masyarakat desa yang berbasis digital di beberapa desa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumberdaya data pada penelitian ini adalah artikel jurnal yang membahas pemberdayaan masyarakat desa berbasis digital. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara pemilihan data, pengorganisasi data, interpretasi data kemudian  penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pemberdayaan masayrakat desa berbasis digital yang dilakukan oleh para fasilitator pembrdayaan adalah pemberdayaan digital marketing. Digital marketing ini bisa digunakan untuk pengembangan wisata desa, serta memasarkan produk desa dengan lingkup yang jauh

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore