1,720,968 research outputs found

    KEBERTAHANAN KENTRUNG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT JEPARA

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian berjudul “Kebertahanan Kentrung dalam Kehidupan Masyarakat Jepara”, bertujuan untuk menggali elemen-elemen yang membuat kentrung dapat bertahan di dalam kehidupan masyarakat di Jepara, yang sarat dengan atmosfer industrial. Kebertahanan ini tidak luput dari dukungan wong lawas, yang memiliki keyakinan kuat akan mitos dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhurnya. Di samping mitos dan wong lawas, kebertahanan kentrung ditopang oleh dalang kentrung dan ritual-ritual yang mempersyaratkan pertunjukan kentrung. Terkait dengan mitos, adanya nilai-nilai luhur yang meliputi laku prihatin, breh, dan narima tergambar jelas dalam bait-bait ceritera dalam pertunjukan kentrung. Pendekatan etnoart, menjadi alat utama dalam penelitian ini, guna menggali pandangan emik dari para pelaku dan masyarakat terkait dengan keberadaan dan ekspresi dalam pertunjukan kentrung di Jepara, penggunaannya didukung oleh teori The Sacred Emile Durkheim, Strukturalisme Lévi Strauss, dan Hermenutika Wilhelm Dilthey. Teori The Sacred memungkinkan peneliti untuk mengurai pilarpilar penopang kebertahanan kentrung, karena di dalam kehidupan wong lawas terdapat mitos yang diyakini sebagai kekuatan suci. Teori Strukturalisme Lévi Strauss digunakan untuk menjabarkan deep structure yang terdapatdalam sistem nalar dan nilai wong lawas yang tercermin pada bait-bait ceritera dalam pertunjukan kentrung. Strukturalisme Lévi Strauss dipadukan dengan teori Hermeneutika Dilthey, maka akan dapat mengungkap makna dari struktur mitos. Penggunaan teori Hermeneutika Dilthey, pada dasarnya melakukan penafsiran terhadap informasi tentang pemaknaan mitos atas dasar pengalaman dan pemahaman para pelaku budaya itu sendiri. Hasil penelitian menyebutkan bahwa, kontribusi kentrung sangat besar untuk mempertahankan nilai-nilai kelawasan dalam kehidupan. Hal ini tidak luput dari peran dalang dan wong lawas sebagai pemangku dan pewaris budaya nenek moyang di masa lampau. Kuasa modal budaya kentrung terpatri dalam struktur nalar dan nilai yang dipegang kuat sebagai pedoman hidup oleh wong lawas dan para dalang. Dengan kuatnya nalar dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang terkandung –laku prihatin, brèh, dan narima—dalam ceritera, kentrung dapat bertahan dan masih dinikmati hingga kini, baik oleh wong lawasmaupun masyarakat Jepara secara lebih luas. Kata kunci: kebertahanan, kentrung, wong lawas, mitos, nilai-nilai kehidupa

    GREBEG SUDIRO: MENGOLAH WARISAN KERAGAMAN ETNIK KULTUR CINA-JAWA UNTUK MODERASI SUKU, RAS, DAN AGAMA DI SURAKARTA

    No full text
    Penelitian tentang festival Grebeg Sudiro di Surakarta bertujuan untuk menghasilkan model festival yang berupaya mengkomunikasikan nilai-nilai harmonisasi dari fakta-fakta keberagaman suku, ras, dan agama yang tercermin pada bentuk-bentuk ekspresi simbolik dan estetik. Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dalam upaya untuk menggali dan menjelaskan tentang gejala-gejala moderasi keberagaman dalam Festival Grebeg Sudiro, serta makna dari peristiwa tersebut bagi masyarakat Cina-Jawa di Surakarta. Hasil penelitian ini berisi kajian berupa (1) Bentuk dan Isi Festival Grebeg Sudira, (2) Setting Pluralisme dan Kebhinekaan dalam Festival Grebeg Sudira, (3) Setting Pluralisme dan Kebhinekaan dalam Kebudayaan Masyarakat Surakarta, (4) Setting Pluralisme dan Kebhinekaan dalam Dinamika Politik di Surakarta, dan (5) Modalitas Setting Kebudayaan di Surakarta. Hasil dari kajian tersebut mengantarkan pada rekomendasi desain model festival moderasi yang berjudul Festival Moderasi Mad-Sinamadan Daya-Dinayan. Kata Kunci : Grebeg Sudiro, Moderasi Keberagaman, Festival, Harmonisasi Sosia

    PERKEMBANGAN POLITIK EKONOMI MUSIK INDONESIA (1945-2020)

    Full text link
    Merupakan karya seni rupa berupa karya seni Poster, dengan judul PERKEMBANGAN POLITIK EKONOMI MUSIK INDONESIA (1945-2020) karya dari Dr Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn

    Inovasi dan Pembauran Genre dalam Pertunjukan Keroncong Wayang Gendut

    Full text link
    This paper aims to discuss the forms of design and genre-mixing carried out by the Keroncong Wayang Gendut -Congwayndut-group in Surakarta, which tries to offer a state of wayang performance with a more interactive packaging. The universal evolution approach uses the analytical tool in this paper to examine the new elements offered by Congwayndut as a form of innovation in the puppet show. The research method used is qualitative with a descriptive model. The conceptual approach and research methods found that the creation and genre-mixing carried out by Congwayndut were implemented in music, stories, and performance forms. The use of keroncong's music with combos and contemporary bands is the main illustration in the show. They are still based on  Ramayana and Mahabharata's epics but actualized in current phenomena in society. Congwayndut's innovative form of performance is packaged in interactive language and builds closeness to the audience. It intended so that the messages and values to be conveyed will be readily accepted and understood by the audience, whose segmentation is the younger generation

    Ngamen Kreatif Ujud Sutrisno

    No full text
    Creativity is inseperable from human life, including the fulfilment of human needs. For this goal, man carries out all forms of activities in accordance with abilities to support the profession of this choice. This is true in the case of Sujud Sutrisno, a street musician who has been creative and consistent in carying out his profession for 28 years. Sujud chose the kendhang ketipung as the instrument to begin his work as Street musician. He felt that he had never come across anyone performing with a kendhang in his day. The concepts of dangdut and humour were his next choice, as Sujud felt that both of these factors coul relate closely to the community, and were also practical media for entertaining the community, which was Sujudc main goal in his profession. Keyword: the concepts of Sujud’s creativit

    SOSIOLOGI MUSIK

    Full text link
    Buku ini, pada dasarnya merupakan pengantar bagi mahasiswa di Etnomusikologi, mengenai bagaimana perspektif-perspektif dominan dalam ilmu sosiologi ini dapat diterapkan untuk mengkaji musik. Buku ini diharapkan dapat dipahami dan tentunya menjadi pegangan para mahasiswa khususnya di Program Studi Etnomusikologi untuk perkuliahan. Tidak hanya itu, diharapkan dapat pula menjadi referensi bagi penulisan tugas-tugas terkait dengan perkuliahan lainnya maupun sampai dengan tugas akhir. Di dalam buku ini membahas mengenai: Sosiologi sebagai Ilmu dan Paradigma. Fokus Kajian dan Perspektif Dominan dalam Sosiologi. Definisi dan Ruang Lingkup Sosiologi (Seni) Musik. Perspektif Evolusionis. Perspektif Fungsionalisme. Perspektif Konflik. Perspektif Fenomenologis (Etnometodologi)

    FUNGSIONALISME STRUKTURAL DALAM KAJIAN ETNOMUSIKOLOGI

    Full text link
    Penelitian ini menawarkan sebuah perspektif yang ada dalam sosiologi yakni fungsionalisme struktural, untuk mengkaji musik dan budayanya di dalam kehidupan masyarakat. Musik dan budayanya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, dan itu menjadi wilayah kajian etnomusikologi. Gayut dengan apa yang ditekankan dalam sosiologi adalah masyarakat dan interaksi yang terjadi di dalamnya. Musik dan budaya adalah hasil dari proses interaksi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, dalam wilayah kajian mata kuliah sosiologi musik, ingin mendapatkan kompetensi yaitu mampu menerapkan paradigma sosiologi untuk penelitian budaya musik. Melalui penelitian pustaka dengan menggunakan metode pembacaan terhadap referensi dan penerapan aplikasinya ke dalam keilmuan etnomusikologi, teori fungsionalisme struktural diharapkan dapat menjadi model kajian yang dapat diterapkan dalam tugas akhir dan penelitian-penelitian lainnya yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa

    PELATlHAN MUSIK PERKUSI PADA SISWA-SISWI ANAK ASUH RUMAH ZAKAT DI SURAKARTA

    No full text
    Music more offers convenience in a noise through the things that exist in the environment around us. As will be studied and implemented in the program this time is a percussion instrument. Some of the convenience offered by this type of instrument include (1) issued monofon tone, (2) much easier to play, because in general this instrument sounded by being beaten by hand or with the aid of a stick, (3) easy access to them, because often found in the environment, and (4) can be played in groups of numbers. Through this program, the training element of the development of ethnic percussion instruments that adopt the archipelago combined with Islamic music can be applied. Especially in the details of the program, one of the material is the music and vocals. The model adopted is the application of science and technology Interest and Talent Search Method for music, which is to determine some of the kids that can play music by the way they play percussion instruments are struck directly by hand ie jeembe and trebang, and percussion instruments are struck using a stick that is tom-tom and dog-dog. The second is the method of the Clinical Workshop, which demonstrates percussion. The mechanism adopted is to divide the participants into several groups, each group was accompanied by training team members. This activity aims to end to form an archipelago of ethnic percussion groups, with ethnic percussion pattern of the archipelago which consists of children who have a basic non-art. In this case, the foster children from Rumah Zakat in Surakarta. Further outcomes are able to provide container staging of this musical group to be able to participate. Key words: Pelatihan musik perkusi, Siswa-siswi anak asuh Rumah Zakat Surakart

    MELACAK JEJAK PERKEMBANGAN POLITIK EKONOMI MUSIK DI INDONESIA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi perjalanan perkembangan politik ekonomi musik di Indonesia. Politik ekonomi musik merupakan salah satu perspektif kajian yang dapat dikatakan masih jarang diberlakukan (terutama) dalam kajian Etnomusikologi. Gayut dengan perkembangan industri musik yang kian riuh terkait dengan perkembangan masa ke arah milenial, menjadi penting ketika, sejarah atau perjalanan awal tersebut kembali diungkap. Hal tersebut, dapat menjadi pegangan atau pedoman bagi para peneliti untuk mengetahui hakikat dari proses perjalanan industri dengan ideologinya. Oleh karena itu, perlu dikenal arasnya sejak awal. Metode yang diterapkan dalam penelitian pustaka ini, tentunya mengkolaborasikan pendekatan sejarah dan persepktif etnografi (musik). Melalui riset pustaka dengan menggunakan metode pembacaan terhadap referensi dan perkembangan politik ekonomi musik dari masa ke masa, maka akan terlacaklah jejak perkembangan politik ekonomi musik di Indonesia dari masa pra kemerdekaan hingga era kini. Hasil pelacakan ini digunakan sebagai salah satu bahan ajar dalam mata kuliah Politik Ekonomi Musik yang diajarkan di Program Studi Etnomusikologi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kata kunci : politik ekonomi musik, industri musik Indonesia, sejarah (perkembangan)

    Eksperimentasi Metode Terapi dengan Musik untuk Pasien Skizofrenia di RSJD Surakarta

    No full text
    AbstractThe object of study "Experimentation With Music Therapy Method for the Treatment of Schizophrenia in a Psychiatric Hospital Area Surakarta" aims to uncover and describe the shape of healing method performed by a team of occupational RSJD Surakarta to patients with schizophrenia. The research appears as the existence of a form of musical phenomenon in which there are adaptations as a form of healing effort to psychiatric patients with schizophrenia. Schizophrenia is classified as severe mental disorders ( psychotic ) that attacks the majority of patients at the Mental Hospital of Surakarta. Besides occupational team also did a musical experimentation that aims to find the song material in accordance with the psychological and social conditions of patients with schizophrenia This study uses the approach of ethnomusicology delivered with the theory and the concept of the four imperatives Talcot Parson as follows; adaptation, goal Attaintment, integration, and latency. Then the author uses to do research in qualitative ethnographic methods using techniques literature study, observation, and interviews. The results of the analysis found that occupational therapy is music with a tempo of 60-75 bpm is able to stabilize the emotions in schizophrenic patients. Occupational therapy with the tempo of the achievements gained 75% of the experimentation results obtained through the four models of the patient. Keywords: Schizophrenia, Occupational Therapy, Regional Psychiatric Hospital Surakarta
    corecore