Jurnal Kajian Seni
Not a member yet
160 research outputs found
Sort by
TINJAUAN SIGNIFIKASI PENDIDIKAN MUSIK PADA PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak pendidikan musik terhadap perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus melalui tinjauan sistematis literatur. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dengan mengikuti protokol PRISMA untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan dari studi terkait yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2023. Dari 327 artikel yang diidentifikasi dalam basis data akademik utama (Scopus, Web of Science, Google Scholar), 58 studi dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang ketat, yaitu: (1) penelitian berfokus pada intervensi pendidikan musik pada peserta didik berkebutuhan khusus, (2) menggunakan desain penelitian eksperimental atau kuasi-eksperimental, dan (3) memiliki hasil yang dapat diukur secara empiris. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan musik memberikan dampak positif yang signifikan pada berbagai aspek perkembangan peserta didik berkebutuhan khusus, termasuk kognitif, sosial-emosional, motorik, dan akademik. Secara spesifik, pendidikan musik terbukti meningkatkan kemampuan bahasa, memori kerja, regulasi emosi, keterampilan sosial, koordinasi motorik, dan prestasi akademik. Temuan ini menyoroti pentingnya pendidikan musik dalam kurikulum pendidikan khusus dan mengindikasikan perlunya penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi implementasi yang lebih efektif dalam berbagai konteks pendidikan
PEMBACAAN ULANG SINGGÊTAN DALAM KARAWITAN JAWA GAYA SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan mengungkap singgêtan sebagai salah satu bagian penting dalam karawitan Jawa gaya Surakarta. Fokus utama meliputi analisis singgêtan dalam sajian gending gaya Surakarta. Singgêtan memiliki beragam jenis dan setiap jenis singgêtan memiliki tempat serta fungsi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori garap dengan pendekatan emic etic. Teori garap digunakan untuk menganalisis singgêtan dalam sajian gending gaya Surakarta. Pendekatan emic etic digabungkan untuk memahami dan mandapat kejelasan mengenai objek penelitian secara tuntas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan pengamatan pertunjukan. Analisis dilakukan dengan menafsirkan kembali pemikiran dan pengalaman pengrawit yang diperoleh melalui realitas pragmatik. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa singgêtan dimaknai sebagai pembatas sêkaran pada pola kendhangan ciblon gaya Surakarta. Singgêtan bersifat wajib ada dan merupakan salah satu penciri bentuk gending. Elemen pembentuk singgêtan frasa padhang ulihan lagu balungan, frasa padhang ulihan lagu vokal, dan jumlah gåtrå dari suatu bentuk gending
THE SHIFTING FUNCTION OF ABDUL MULUK'S TRADITIONAL THEATER: FOLK PERFORMANCE TO AN EXCLUSIVE PERFORMANCE
The development of the times made the continuity of Abdul Muluk's traditional theater in Muaro Jambi Regency experience a shift. The shift in art consumption patterns resulted in a shift in the function of Abdul Muluk's traditional theater from folk entertainment to exclusive spectacle. This study aims to analyze the factors causing and the impact of the shift in the function of Abdul Muluk's traditional theater in Muaro Jambi Village, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The research method used is a qualitative method with an art sociology approach based on Janet Wolff's social production theory of art. Data collection techniques used literature study, observation, interviews and documentation. The results showed that this shift occurred due to internal factors, such as the lack of management in theater groups and the lack of regeneration. Meanwhile, external factors include changes in public tastes, the influx of modern entertainment, and the weakening of institutional support and patronage. This shift has had an impact on various aspects, including the duration of performances, changes in stories, and most prominently accessibility, which is now limited. This study provides insights into how traditional arts are adapting to globalization and highlights the importance of support from others
NEGOSIASI KALIGRAFI ARAB KONTEMPORER DALAM LAKU SENI SISWA SANGGAR PESANTREN AL-QALAM GRESIK
Kreativitas siswa dalam menciptakan karya kaligrafi Arab kontemporer menjadi ciri khas Sanggar Pesantren Kaligrafi Al-Qur’an Al-Qalam Gresik. Namun, kajian mengenai proses pembelajaran dan dinamika negosiasi antara tradisi kaligrafi Islam dengan praktik seni kontemporer di lingkungan pesantren masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran seni kaligrafi Arab kontemporer di sanggar tersebut, sekaligus mendalami aspek kreativitas siswa dalam menegosiasikan nilai estetis dan religius ke dalam karya mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi sumber. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran berlangsung melalui tiga tahap sistematis orientasi, eksplorasi, dan evaluasi yang mendorong kemandirian serta eksperimen kreatif siswa; (2) kreativitas siswa tercermin dalam keberanian melakukan transformasi bentuk huruf, eksplorasi warna, serta pengkonteksan karya pada ruang religius maupun publik; (3) praktik seni siswa merupakan bentuk negosiasi kultural yang mempertemukan kaidah tradisi Islam dengan inovasi kontemporer, menghasilkan ekspresi estetis yang hibrid, transformatif, dan kontekstual. Dengan demikian, seni kaligrafi Arab kontemporer di lingkungan pesantren tidak hanya menjadi media pembelajaran teknis, tetapi juga sarana dialog kreatif antara tradisi dan modernitas
DEVELOPING KUDA KEPANG ARTS IN A NEW LAND
This study aims to describe and analyze how Javanese migrants in the Kintap District conceptualize their creativity in developing the traditional art of Kuda Kepang. This art form originated in various regions of Java. Cultivating traditional arts in a new environment presents challenges due to differing socio-cultural contexts. It requires effort and self-concept to make changes and adapt to the new cultural environment. Additionally, there are challenges in navigating the performing arts ecosystem. This study employs an ethnographic methodology is a way to identify how meanings in cultural contexts are formed in social interactions. Data collection techniques used in-depth interviews and participant observation. The research reveals that past experiences serve as a source of inspiration for migrants to pursue the art of Kuda Kepang. These performances provide both personal catharsis and simultaneously entertain the community. The role of members of the regional People's Representative Council is very important in bridging the interests of Kuda Kepang art activists in Kintab with the South Kalimantan regional government, especially in accessing funds from the APBD (Regional Revenue and Expenditure Budget) for art performance activities and the procurement of other supporting facilities
PEMBUATAN ILUSTRASI BERJUDUL “AUROBOROS” HASIL VISUALISASI PERTUNJUKAN SENI “RHYTHM 0” OLEH MARINA ABRAMOVIC
Ilustrasi berfungsi menyampaikan cerita dalam bentuk visual agar lebih mudah dipahami. Tujuan dari penelitian ini adalah menginterpretasikan narasi yang terbangun dari pertunjukan seni oleh seniman Serbia bernama Marina Abramovic, tahun 1974 di Italia, berjudul Rhythm 0, menjadi sebuah lukisan ilustrasi berjudul Auroboros. Berdasar pertunjukan seni tersebut, dibuatlah ilustrasi untuk mengakomodir cerita dalam pertunjukan seni tersebut. Simbol ular Auroboros dipakai untuk menunjukkan siklus yang berulang dan abadi, melalui penggunaan media cat air, tinta, dan daun emas. Metode penelitian kualitatif dengan model deskriptif naratif adalah jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dokumentasi objek dalam bentuk foto, dan video. Kemudian data diolah dengan metode deskriptif naratif untuk memunculkan elemen-elemen visual. Elemen visual disusun berdasarkan prinsip-prinsip dasar seni yang meliputi kesatuan, irama, dominasi, keseimbangan, proporsi, dan kesederhanaan. Hasil dari penelitian dimaksudkan agar dapat dijadikan referensi oleh ilustrator untuk menyusun ilustrasi dengan menerapkan metode yang terstruktur melalui pengaplikasian prinsip2 seni rupa
FRAKTAL: ALIH WAHANA KONSEP AIR DALAM KEBUDAYAAN SUNDA PADA KARYA TARI
The process of creating a dance work entitled Fractal stems from research on water in Sundanese culture. The creation of this dance work uses a practice-based research method. This research explores the symbolism of water in the traditions and daily lives of Sundanese people, which includes rituals, mythology, and agricultural practices. In the creative process, researchers collect data through observation, interviews, and literature review, which are then interpreted into dance movements. The stages of creation began with the exploration of basic movements inspired by the shape and dynamics of water, followed by improvisation involving dancers to explore the meanings and emotions associated with water. The results of this research are realised in a dance work that reflects the harmony, sustainability and spirituality of water in the lives of Sundanese people. This process shows that through a practice-based research approach, research becomes a scientific foundation that inspires and enriches the creation of dance art, while deepening understanding of local cultural values. This research not only produces aesthetic works of art but also raises and carries out the process of sustainability of local wisdom values
INTERAKSI MUSIKAL PEMERAN DALAM GENDING KARESMEN SI KABAYAN JEUNG RAJA JIMBUL
Gending karesmen Si Kabayan Jeung Raja Jimbul merupakan karya seni pertunjukan hasil kerja kolektif antara dua seniman Sunda, yaitu Wahyu Wibisana (naskah) dan Mang Koko (musik). Salah satu identitas dari gending karesmen, yaitu setiap pemeran melakukan dialog dengan cara dinyanyikan. Kemampuan pemeran tokoh tidak hanya piawai dalam berperan, namun perlu memiliki kemampuan musikal dan kualitas vokal yang mumpuni, maka interaksi yang terjadi di dalam gending karesmen adalah interaksi musikal. Tujuan penelitan ini adalah mengungkap arah interaksi musikal pemeran yang terjadi di dalam gending karesmen Si Kabayan Jeung Raja Jimbul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi, dan catatan reflektif. Fokus objek kajian pada penelitian ini adalah video rekaman pertunjukan gending karesmen Si Kabayan Jeung Raja Jimbul. Observasi dilakukan pada data video dan manuskrip musik. Ditemukan tiga arah interaksi musikal yang dipengaruhi oleh stimulus pra pentas dan saat pentas, yaitu interaksi musikal pemeran dengan dirinya terhadap lingkungan, interaksi musikal pemeran dengan pemeran lain (tunggal), dan interaksi musikal pemeran dengan kelompok pemeran. Ketiga arah interaksi musikal tersebut, memperjelas identitas khas gending karesmen Si Kabayan Jeung Raja Jimbul sebagai salah satu wujud teater rakyat
NEGOTIATING TRADITION AND MODERNITY: THE DIALECTICS OF CONSERVATISM AND PROGRESSIVISM IN TEMBANG SUNDA CIANJURAN
Innovation in traditional arts often triggers polemics between conservative and progressive values. This study offers a dialectical model of innovation-response in traditional arts by using Tembang Sunda Cianjuran as a case study to integrate Lewis A. Coser’s functional conflict theory. Employing a qualitative methodology that combines case study and autoethnography, data were gathered through in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis. This multi-method approach allowed for a comprehensive understanding of both the artistic negotiation process and the underlying community dynamics. The research found that (1) the innovation of "Nyiar Luang Tina Cianjuran" successfully addressed contemporary social issues without eliminating core aesthetic rules such as dongkari, laras (tuning), wanda (style), song, and lyrics; (2) thematic modernisation and multimedia integration significantly enhance the appeal to the younger generation; and (3) the conflict between conservatism and progressivism, when managed effectively, can foster internal cohesion and create harmony within traditional arts. This research concludes that responsible innovation can enrich cultural relevance without compromising traditional values
PROSES ADAPTASI HUTCHEON GAME KE FILM: STUDI KASUS THE LAST OF US 2023
Serial televisi "The Last of Us" (2023) telah berhasil memukau penikmat film dan game, membuktikan bahwa adaptasi video game ke layar kaca dapat menghasilkan karya berkualitas tinggi. Serial ini tidak hanya berhasil mempertahankan kualitas dari game aslinya, tetapi berhasil memperluas narasi dan karakter melalui penambahan adegan dan dialog yang mendalam dan karakter. Kesetiaan adaptasi ini terhadap sumber aslinya, baik dalam hal plot, karakter, maupun atmosfer, menjadi salah satu faktor kunci keberhasilannya. Selain itu, pemilihan pemeran yang tepat serta kualitas produksi yang tinggi turut berkontribusi dalam menciptakan pengalaman menonton yang menarik. perbandingan antara game dan serial televisi "The Last of Us" mengungkapkan beberapa perbedaan menarik yang menunjukkan keunikan masing-masing media. serial televisi memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan karakter dan hubungan karakter. Jurnal ini menemukan bahwa dalam proses adaptasinya dari game ke film banyak mengalami perubahan dan penyesuaian yang dilakukan oleh sang sutradara. Proses adaptasi film “The Last of Us” ini menunjukkan bahwa adaptasi tidak harus sama persis dengan medium sebelumnya. Penyesuaian dan penambahan aspek merupakan hal yang wajar dan justru membuat sebuah adaptasi memiliki karakteristiknya sendiri