1,722,400 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN SELAMA PANDEMI COVID- 19 PADA MAHASISWA S1 FARMASI IIK BHAKTI WIYATA

    No full text
    Latar belakang: Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO mengumumkan bahwa Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi. Rendahnya imunitas pada manusia dapat mengakibatkan seseorang mudah terinfeksi virus Covid-19. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya melalui protokol kesehatan 5M serta meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu tindakan untuk meningkatkan imunitas yaitu dengan mengonsumsi suplemen kesehatan. Masyarakat dengan pengetahuan yang memadai memiliki kecenderungan dapat memilih serta menggunakan suplemen kesehatan sesuai dengan kondisi dan manfaat bagi tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 pada mahasiwa S1 Farmasi IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan kuesioner online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Farmasi IIK Bhakti Wiyata yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Tingkat pengetahuan responden mayoritas tergolong cukup (58,9%) dan perilaku responden tergolong positif (56,2%). Hasil uji analisis bivariat menunjukkan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) sehingga dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen dengan nilai koefisien korelasi 0,395. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 pada mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri dengan tingkat hubungan antar variabel rendah

    Hubungan Kepuasan Pasien dengan Loyalitas Pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri

    No full text
    Latar belakang: Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) IIK Bhakti Wiyata sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan menjadikan ukuran kepuasan pasien sebagai dasar penilaian kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien mempunyai peranan dalam membentuk loyalitas pasien, dimana pasien yang puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan RSGM akan cenderung loyal dan akan merekomendasikan pelayanan RSGM ke rekan lainnya.  Loyalitas pasien merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan pasien dalam menggunakan fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit. Besarnya kepuasan dan loyalitas pasien yang berkelanjutan akan menguntungkan RSGM dari segi finansial. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan  kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 91 orang dengan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner yang akan diisi responden. Analisis data menggunakan uji korelasi  Spearman. Nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Hasil: Ada hubungan signifikan tingkat rendah antara kepuasan pasien dengan loyalitas pasien dalam berkunjung ke RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri, p= 0,001, r= 0,352. Simpulan dan saran: RSGM IIK Bhakti Wiyata diharapkan dapat menjaga mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan kelengkapan fasilitas. Jika kepuasan pasien terpenuhi, maka loyalitas pasien akan tetap terjaga

    Hubungan Kepuasan Pasien dengan Loyalitas Pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri

    No full text
    Latar belakang: Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) IIK Bhakti Wiyata sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan menjadikan ukuran kepuasan pasien sebagai dasar penilaian kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien mempunyai peranan dalam membentuk loyalitas pasien, dimana pasien yang puas terhadap kualitas pelayanan kesehatan RSGM akan cenderung loyal dan akan merekomendasikan pelayanan RSGM ke rekan lainnya.  Loyalitas pasien merupakan manifestasi dan kelanjutan dari kepuasan pasien dalam menggunakan fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit. Besarnya kepuasan dan loyalitas pasien yang berkelanjutan akan menguntungkan RSGM dari segi finansial. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan  kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien di RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 91 orang dengan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner yang akan diisi responden. Analisis data menggunakan uji korelasi  Spearman. Nilai kemaknaan yaitu nilai p<0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Hasil: Ada hubungan signifikan tingkat rendah antara kepuasan pasien dengan loyalitas pasien dalam berkunjung ke RSGM IIK Bhakti Wiyata Kediri, p= 0,001, r= 0,352. Simpulan dan saran: RSGM IIK Bhakti Wiyata diharapkan dapat menjaga mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatkan kelengkapan fasilitas. Jika kepuasan pasien terpenuhi, maka loyalitas pasien akan tetap terjaga

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN SUPLEMEN SELAMA PANDEMI COVID- 19 PADA MAHASISWA S1 FARMASI IIK BHAKTI WIYATA

    No full text
    Latar belakang: Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO mengumumkan bahwa Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi. Rendahnya imunitas pada manusia dapat mengakibatkan seseorang mudah terinfeksi virus Covid-19. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya melalui protokol kesehatan 5M serta meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu tindakan untuk meningkatkan imunitas yaitu dengan mengonsumsi suplemen kesehatan. Masyarakat dengan pengetahuan yang memadai memiliki kecenderungan dapat memilih serta menggunakan suplemen kesehatan sesuai dengan kondisi dan manfaat bagi tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 pada mahasiwa S1 Farmasi IIK Bhakti Wiyata Kediri. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan kuesioner online. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Farmasi IIK Bhakti Wiyata yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Tingkat pengetahuan responden mayoritas tergolong cukup (58,9%) dan perilaku responden tergolong positif (56,2%). Hasil uji analisis bivariat menunjukkan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) sehingga dinyatakan ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen dengan nilai koefisien korelasi 0,395. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh selama pandemi Covid-19 pada mahasiswa IIK Bhakti Wiyata Kediri dengan tingkat hubungan antar variabel rendah

    Patriotisme dalam Serat Wira Wiyata

    No full text
    Di Nusantara terdapat banyak karya sastra berupa naskah klasik yang berisi buah pikiran luhur dan berharga. Naskah-naskah klasik tersebut ada yang berisi ajaran patriotisme. Serat Wira Wiyata adalah salah satunya. Ajaran-ajaran patriotisme perlu dikaji sebagai pedoman pengembangan pendidikan karakter. Ciri-ciri patriotisme antara lain, cinta tanah air, rela berkorban, berjiwa pembaharu, dan pantang menyerah. Serat Wira Wiyata adalah karya sastra klasik karya KG PAA Mangkunagara IV yang ditulis pada tahun 1788 dalam bentuk tembang macapat. Penelitian Serat Wira Wiyata memaparkan simbol dan makna patriotisme teks tersebut. Serat Wira Wiyata memiliki 2 pupuh tembang macapat Sinom dan Pangkur serta maknanya terkandung dalam simbolisme yang sederhana dan mudah dimengerti. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah simbol dan makna patriotisme dalam teks Serat Wira Wiyata karya KG PAA Mangkunagara IV berdasar teori strukturalisme semiotik A. Teeuw. Tujuan penelitian ini mengungkap simbol dan makna patriotisme dalam teks Serat Wira Wiyata karya KG PAA Mangkunagara IV berdasar teori strukturalisme semiotik A. Teeuw. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dengan teori strukturalisme semiotik A. Teeuw. Pendekatan objektif adalah pendekatan yang mengutamakan karya sastra sebagai struktur yang otonom. Sasaran penelitian ini adalah simbol dan makna patriotisme dalam Serat Wira Wiyata. Sumber data penelitian diambil dari buku naskah Serat Wira Wiyata karya KG PAA Mangkunagara IV yang diterbitkan Dahara Prize Semarang. Dari penelitian didapat bahwa simbol dan makna Serat Wira Wiyata dapat dianalisis dari kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya. Dari analisis `kode bahasa` ditemukan istilah-istilah bahasa Jawa, seperti kawajiban, prasetya, karya, kardi, nagari, baris, jaga, ukum, prawira, santosa, rosa, jurit, weri, senapati, warastra, sanjata, wadya, miturut, bala. Simbol-simbol dalam Serat Wira Wiyata maknanya berisi ajaran patriotisme. Ajarannya meliputi kewajiban prajurit, kesetiaan, bijaksana, nrima, pengabdian, kepatuhan, ,berjiwa pembaharu, bertekad kuat, kewaspadaan, keberanian, pantang menyerah, dan kedisiplinan. Kode sastra dalam Serat Wira Wiyata dianalisis melalui tembang macapat. `Kode sastra` tembang macapat pupuh Sinom dan Pangkur melambangkan patriotisme keprajuritan. Kode sastra tembang macapat berisi penceritaan Mangkunagara I, Mangkunagara II, Mangkunagara III, serta tokoh pewayangan Abimanyu yang menyimbolkan sikap patriotisme keprajuritan. Ajarannya meliputi ketangguhan, kegigihan berjuang, rela berkorban, keikhlasan, pengabdian, jiwa ksatria. Dari analisis `kode budaya` ditemukan konsep budaya Islam, Jawa, dan Hindu. Dalam konsep budaya Jawa terdapat istilah gerji, puntu, tukang samak, sayang, tukang marakas, pandhe, tukang kayu, mranggi, dan kemasan. Dalam konsep budaya Islam terdapat simbol Widdhi, sembahyang. Dalam konsep budaya Hindu terdapat simbol-simbol, seperti maharsi, wiku, dan sudra. Berdasarkan hasil penelitian, generasi muda penerus bangsa hendaknya meneladani sikap patriotisme dalam Serat Wira Wiyata. Penelitian ini dapat membantu melestarikan sastra Jawa klasik karena kurang diperhatikan oleh kalangan masyarakat. Penelitian ini diharapkan bisa digunakan sebagai acuan analisis karya sastra strukturalisme semiotik model A. Teeuw

    Evaluasi Kepuasan Pengguna E-Learning pada Proses Pembelajaran Daring di Institut Manajemen Wiyata Indonesia

    Full text link
    The research aims to obtain an overview of the (1) The quality of e-learning systems, (2) The quality of e-learning information, (3) The quality of e-learning services, and (4) e-Learning user satisfaction in the online learning process at the Institut Manajemen Wiyata Indonesia. This research uses the descriptive method of weighted average evaluative. Data collection is implemented by spreading the questionnaire. The results showed: (1) The quality of E-learning systems in the online learning process is categorized (well), (2) The quality of E-learning information on the online learning process is categorized (well), (3) The quality of E-learning services on the category of online learning is not good, (4) The satisfaction of E-learning users in the online learning process is categorized well

    NALISA EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN INDIKATOR DEPARTEMEN KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RS BHAYANGKARA SARTIKA ASIH TK II BANDUNG PERIODE TW 1 2021

    No full text
    Dalam mengolah efisiensi rawat inap dibutuhkan unit rekam medis yang mampu menunjang tercapainya tertib adminstrasi. Kriteria atau parameter tertentu di butuhkan untuk menentukan apakah tempat tidur yang tersedia telah berdaya guna dan berhasil. Parameter tersebut salah satunya  adalah Bed Occupancy Rate (BOR ), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum tingkat efisiensi pendayagunaan tempat tidur berdasarkan indikator departemen kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskiptif populasi dalam penelitian ini adalah data sensus harian rawat inap (SHRI) triwulan I Tahun 2021 Sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu sensus harian rawat inap (SHRI) semua ruangan triwulan 1 Tahun 2021 instrumen penelitian berupa wawancara dan observasih hasil dari triwulan I 2021 nilai BOR 50,60 % TOI 4 BTO  10.4Â

    PERHITUNGAN KEBUTUHAN SDMK DENGAN METODE ABK-KES DI KLINIK PRATAMA GREEN CARE KOTA BANDUNG

    No full text
    Latar belakang : Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik, klinik harus memiliki sumber daya manusia kesehatan yang memadai dan berkualitas untuk mendukung efektivitas fungsi klinis. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Klinik Pratama Green Care. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan wawancara, observasi, perhitungan menggunakan stopwatch dan kalkulator untuk mengetahui waktu kerja yang tersedia, standar beban kerja, dan standar tugas penunjang berdasarkan metode analisis beban kerja kesehatan (ABK Kes). Penggunaan metode ABK Kes bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Klinik Pratama Green Care. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa HRK di Klinik Pratama Green Care membutuhkan 3 orang bidan sedangkan jumlah bidan yang tersedia hanya 2 orang sehingga perlu ditambah 1 orang dan untuk tenaga non medis rekam medis membutuhkan 1 orang sedangkan yang tersedia tidak, sehingga perlu merekrut tenaga kesehatan baru di bidang rekam medis

    ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSIS NEOPLASMA DI RUMAH SAKIT TINGKAT III 03.06.01 CIREMAI CIREBON

    No full text
    Latar belakang : Kegiatan pengkodean merupakan pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf dan atau angka atau kombinasi antara huruf dan angka yang mewakili komponen data. Neoplasma merupakan suatu penyakit terkait dengan perkembangan jaringan abnormal akibat neoplasi, yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh yang abnormal yang tumbuh aktif dengan sistem otonom (tidak terkendali). Tujuan penelitian : Untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis neoplasma pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Tingkat III 03.06.01 Ciremai Cirebon. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis kasus neoplasma pasien rawat inap pada bulan Januari-Maret 2021 dengan jumlah 62 dokumen dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian : Berdasarkan penelitian diperoleh dari 62 dokumen rekam medis kasus neoplasma menunjukkan bahwa ketepatan kode morfologi sebesar 0%, ketidaktepatan kode morfologi sebesar 100%. Ketepatan kode topografi sebesar 45 (72,58%), ketidaktepatan kode topografi sebesar 17 (27,42%). Ketidaktepatan penulisan kode dikarenakan petugas coding kurang teliti dan terkadang ada tulisan dokter yang kurang jelas sehingga kesulitan petugas dalam membaca diagnosisnya

    HUBUNGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN (REWARD) DENGAN KINERJA PERAWAT DI RAWAT INAP EKSEKUTIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2020

    No full text
    Nurses are health professionals who provided services in 24 hours, that a decisive role in improved quality of care through result performance has given and reward system it could affected quality of hospital services. Purpose : seen the relationship between given reward and nurse performance at Jombang Distric Hospital. Method: quantitatif studied ; cross sectional studied design ; total sampling technique. Population and sample amounted 30 nurses. Scope of this research in executive inpatient care at Jombang Distric Hospital. Research results with 0,05 sig of Spearman’s rho are : salary p value 0,041; work condition p value 0.273; Interpersonal relationship p value 0.995 ; total extrinsic reward p value 0,054; achievement p value 0.018; self-recognition p value 0.017; the work itself p value 0.012; responsibility p value 0.114, potential development p value 0.054 ; total intrinsic reward p value 0.028. corelation of variables relate to nurses performance at Jombang Distric Hospital are requaire managerial review and evaluation. Conclusion : there is a relationship give rewards and nurse performance. Suggestions : increase the motivation of nurses by include training and simulations relate to nurses and pay attention to remuneration of nurses
    corecore