470 research outputs found

    PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR BERBASIS E-LEARNING PADA MATERI DESAIN WEB UNTUK PENDIDIKAN JARAK JAUH (PJJ)

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Wiwit. 2011. Pengembangan Sumber Belajar Berbasis   E-Learning pada Materi Desain Web untuk Pendidikan Jarak Jauh. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom., (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.   Kata kunci: pengembangan sumber belajar, e-learning, desain web, pendidikan jarak jauh. Keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama bagi peningkatan kualitas pengajaran dan kesempatan belajar, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, pendidikan dapat memanfaatkan salah satu teknologi jaringan belajar yang disebut online technology. Teknologi pendidikan jarak jauh (PJJ) ini  sebagai alternatif pemerataan kesempatan belajar yang memungkinkan peserta didik dapat mengakses sendiri materi atau bahan yang dibelajarkan (self contained materials) yaitu dalam bentuk e-learning. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sumber belajar berbasis e-learning pada materi desain web untuk PJJ. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Susilana dan Riyana yang disesuaikan dengan pengembangan sumber belajar berbasis e-learning. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, dan responden. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Sampel uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan  diambil dari peserta didik SMK Negeri 1 Panggungrejo-Blitar dan anggota Karang Taruna Desa Panggungrejo dan Desa Margomulyo. Produk sumber belajar berbasis e-learning ini menggunakan software Moodle. Hasil validasi sumber belajar dari ahli media mendapat persentase 92.5%, dari ahli materi mendapat persentase 85%, dan dari responden 91%. Berdasarkan hasil validasi tersebut, sumber belajar berbasis e-learning pada materi desain web untuk pendidikan jarak jauh dapat disimpulkan valid/layak  dan efektif digunakan sebagai sumber belajar jarak jauh. Deseminasi sumber belajar ini dapat diterapkan pada sanggar belajar, kejar paket, dan pertemuan rutin anggota Karang Taruna. Pengembangan sumber belajar lebih lanjut dapat ditambahkan materi lain baik materi tentang desain web maupun materi lain

    Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Wiwit. 2017. Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Masjhudi, M.Pd (2) Dra. Amy Tenzer, M.S.   Kata kunci: inkuiri terbimbing, NHT, kemampuan berkomunikasi, hasil belajar. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Biologi saat melakukan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) tanggal 17 September - 29 Oktober 2016 di SMAN 1 Kepanjen, didapatkan data bahwa persentase ketuntasan hasil belajar klasikal pada ranah pengetahuan siswa kelas X-MIA 5 sebesar 58,3%. Kemampuan berkomunikasi siswa juga rendah dilihat dari siswa yang masih belum mampu menjelaskan dengan baik, bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik serta masih membaca LKS saat menjelaskan. Hal ini disebabkan belum digunakannya model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Melalui penerapan Model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan Model Numbered Heads Together (NHT) diharapkan kemampuan berkomunikasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian ialah siswa kelas X MIA-5. Data keterlaksanaan pembelajaran, kemampuan berkomunikasi siswa diperoleh dari lembar observasi.  Data hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan diperoleh dari nilai tes akhir siklus yang dilakukan setiap akhir siklus. Data hasil belajar ranah keterampilan dan sikap diperoleh dari lembar observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model Numbered Heads Together (NHT) sudah terlaksana dengan sangat baik sesuai dengan sintaksnya. Rata-rata nilai kemampuan berkomunikasi siswa meningkat dari 62,6 pada siklus I menjadi 79,3 pada siklus II. Persentase ketuntasan hasil belajar klasikal  ranah pengetahuan meningkat dari 72,2% pada siklus I menjadi 88,9% pada siklus II, persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah keterampilan meningkat dari 63,9% pada siklus I menjadi 86,1% pada siklus II, dan persentase ketuntasan hasil belajar klasikal ranah sikap meningkat dari 61,1% pada siklus I  menjadi 86,1% pada siklus II. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model NHT dapat meningkatkan kemampauan berkomunikasi dan hasil belajar siswa kelas X-MIA 5 SMA Negeri 1 Kepanjen. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, saran bagi peneliti lain maupun guru bidang studi yang ingin menerapkan model Inkuiri Terbimbing dipadu dengan model NHT yaitu sebaiknya menjelaskan kepada siswa bagaimana kegiatan pembelajaran yang menggunakan perpaduan inkuiri terbimbing dan NHT sebelum proses pembelajaran, menekankan kepada siswa untuk mengikuti pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan oleh guru terutama pada saat merancang prosedur investigasi dan mengadakan pre-test dan post-test

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) / MAGANG III LOKASI SEKOLAH DASAR NEGERI 4 WATE

    Get PDF
    Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)/ Magang III merupakan salah satu rangkaian mata kuliah yang wajib diikuti mahasiswa. SD Negeri4 Wates merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk oleh pihak UNY untuk menjadi lokasi PPL/ Magang III pada tahun 2015.Tujuan dari program PPL/Magang III adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran di sekolah atau lembaga, dalam rangka melatih dan mengembbangkan kompetensi keguruan Xatau kependidikan; untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, dan menghayati permasalahan sekolah atau lembaga yang terkait dengan proses pembelajaran; untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai secara interdisipliner ke dalam pembelajaran di sekolah, klub, atau lembaga pendidikan. Program kegiatan PPL/Magang III adalah mengajar mata pelajaran dasar selama 1bulan dimulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September 2015. Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan di kelas, praktikan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran, dan alat penilaian. Dari pelaksanaan kegiatan PPL/Magang III, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PPL/Magang III, dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal segala permasalahan di sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata di sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik antara UNY dengan sekolah yang terkait, yaitu SD Negeri 4 Wates

    PENINGKATAN USAHA KERIPIK SINGKONG RASA GADUNG MENUJU UKM YANG BERDAYA SAING

    Get PDF
    ABSTRAKKeripik singkong rasa gadung merupakan salah satu hasil olahan dari singkong yang memiliki rasa gadung. Usaha pembuatan kripik ini telah lama dilakukan oleh masyarakat di Desa Pule Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri, diantaranya UKM Jawi rahayu dan UKM Surami. Kegitan pengabdian dilakukan dalam rangka meningkatkan usaha keripik singkong rasa gadung agar memiliki daya saing di tengah persaingan yang ketat dalam usaha pengolahan pangan.  Kegiatan yang dilaksanakan agar kedua UKM mitra menjadi UKM yang berdaya saing meliputi : 1) Pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, 2)  Fasilitasi dan pendampingan perijinan usaha, 3) Pelatihan dan fasilitasi kemasan, serta 4) Pendampingan pemasaran.  Hasil yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan adalah  1) perbaikan manajemen usaha khususnya pembukuan keuangan,  2) UKM mitra memiliki sertifikat P-IRT, 3) Kemasan lebih marketable, dan 4) daerah pemasaran semakin luas.  Pada akhirnya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah produksi, kualitas produk, dan pendapatan UKM. Kata kunci:  daya saing, keripik singkong rasa gadung,UKM

    Ketersediaan Pangan Pokok pada Rumah Tangga Petani Padi Sawah Irigasi dan Tadah Hujan di Kabupaten Karanganyar

    Get PDF
    This study aims to determine the supply pattern of staple food , the availability of staple food, and energy avaibility from staple foods on the irrigated and rainfed rice farmers household in Karanganyar Regency. Samples totaling 150 rice farming households consisting of 90 irrigated rice farmers households and 60 rainfed rice farmers households in four districts ( Karanganyar, Gondangrejo, Jaten, and Jatipuro District ) in the Karanganyar Regency. Data used include the primary and secondary data. Data were analyzed descriptively. The results showed that the supply pattern of staple food on rice farmer households in Karanganyar is from production itself and production itself plus of purchase. Average of staple food avaibility on irrigated rice farmer household was 64.75 Kg per month and 65.05 kg per month on rainfed rice farmers household. Average availability of energy from staple food on irrigated rice farmers household was 2516.69 kcal / person / day and on the rainfed rice farmer households was3584.53kcal/person/day.Keywords: Availability, staple food, energy, Karanganyar Regenc

    Typhlocarcinops hirtus Ng & Rahayu 2020, n. sp.

    No full text
    <i>Typhlocarcinops hirtus</i> n. sp. <p>(Figs. 62–64)</p> <p> <b>Material examined</b>. Holotype: male (10.6 × 8.1 mm) (MZB Cru 4810), Kuta, coll. 18 August 2006. Paratypes: 1 female (11.4 × 8.3 mm) (MZB Cru 4811), 2 females (10.9 × 7.5 mm, 13.8 × 10.2 mm) (ZRC 2018.0273), same data as holotype; 1 male (11.8 × 8.1 mm) (MZB Cru 4812), Sekotong, coll. 16 May 2009; 1 male (15.0 × 11.0 mm) (ZRC 2015.0486), Sekotong, coll. 10 May 2007; 1 male (7.1 × 5.2 mm) (ZRC 2018.0274), Teluk Kombal, coll. D.L. Rahayu, April 2014; 1 male (11.7 × 8.4 mm) (ZRC 2015.0485) Jerowaru, coll. 10 May 2004; 1 female (8.6 × 6.1 mm) (ZRC 2013.1756), Medana, coll. 12 June 2007; 3 males (5.3 × 4.0 mm, 5.4 × 4.0 mm, 4.5 × 3.4 mm) (ZRC 2018.0718), Kuta, coll. D.L. Rahayu, 19 August 2008. All locations in Lombok Island, Indonesia.</p> <p> <b>Diagnosis</b>. Carapace (Figs. 62A, B, 63B) 1.4−1.5 times broader than long, surface smooth, covered with short pubescence on surface, longer plumose setae on lateral and frontal margins, regions demarcated, H-shaped gastrocardiac grooves deep, distinct, anterolateral margin arcuate, lined with small granules, granules at junction with posterolateral margin separated by shallow indentation obscured by long setae; posterolateral margin subparallel, surface and margin with scattered tubercles. Front bilobed (Fig. 62B, C), with shallow median cleft, margin of each lobe convex. Orbit (Fig. 62C) short, bulbous ocular peduncles filling orbit, immovable, cornea small, pigmented. Epistome (Fig. 62C) relatively broad, triangular median lobe with median suture. Antennal peduncles long. Third maxilliped (Fig. 64A) with outer surface of merus covered with small granules on distal margin, outer margin straight, anteroexternal angle rounded; ischium squarish, distinctly longer and slightly broader than merus; exopod relatively stout. Chelipeds in male unequal, subequal in females (Figs. 61A, F, G, 63B), fingers of major chela smooth except for few tubercles hidden by row of long setae on dorsal surface of dactylus proximally, longitudinal ridge on dactylus and fixed finger; surface of palm pubescence, and with sparse long setae, outer lower surface of palm with tubercles continued to fixed finger proximally, cutting edges of fingers with prominent broad teeth; carpus and merus pubescence, margins covered with long setae; inner angle of carpus with sharp, denticulate protuberance (Fig. 63A). P2−P5 proportionally short (Figs. 62A, 63B), lateral surface, dorsal and ventral margins fringe with long setae; dactylus straight; merus of P5 not reaching front when folded. Fused thoracic sternites 1, 2 broadly triangular (Fig. 62D), proportionally narrow; thoracic sternites 3, 4 partially fused, with only lateral suture discernible. Male pleon (Figs. 62D, E, 64B) relatively broad; telson long, twice length of somite 6, subtriangular. G1 (Fig. 64 C–F) slender, slightly curved, upper half distinctly longer than lower half, distal part slightly sinuous, tip broad, pointed upward, with rows of setae near opening. Female pleon (Fig. 63C) broad, somite 1 reaching coxae of fourth ambulatory legs, tapering to pointed edge; telson subtriangular; vulva (Fig. 63D) relatively broad, ovate.</p> <p> <b>Etymology</b>. From the Latin <i>hirtus</i>, hairy, in allusion to the long setae covering carapace, chelipeds and ambulatory legs.</p> <p> <b>Remarks</b>. <i>Typhlocarcinops hirtus</i> <b>n. sp.</b> is superficially similar to <i>T. tonsuratus</i> from Australia, which is also a distinctly tomentose species. <i>Typhlocarcinops hirtus</i> <b>n. sp.</b> can be distinguished by its more transversely rectangular carapace with the width to length ratio 1.4‒1.5 (Figs. 62A, 63B) (versus carapace more squarish with the width to length ratio 1.2 in <i>T. tonsuratus</i>; Fig. 34A); the ischium of the third maxilliped is distinctly longer and slightly broader than the merus, with the inner and outer margins straight (Fig. 64A) (versus the ischium of the third maxilliped is only slightly longer than the merus, with the inner margin of the ischium slightly oblique in <i>T. tonsuratus</i>; Fig. 34B); and the G1 is slightly curved on the lower half, with the distal part sinuous, the tip broad and the opening has rows of setae setae (Fig. 64 C–F) (versus G1 strongly curved on lower half, the distal part gently curved upwards, the tip upcurved with two series of short and long setae distally in <i>T. tonsuratus</i>; Fig. 34 E–G).</p> <p> The general carapace shape and degree of setation on <i>T. hirtus</i> <b>n. sp.</b> closely resembles <i>Paraselwynia ursina</i> Tesch, 1918, described from nearby Kei Islands in the Moluccas. The first author managed to examine the type female (and only known specimen) and it is refigured here (Figs. 65, 66) as the original drawings by Tesch (1918) are somewhat schematic. <i>Typhlocarcinops hirtus</i> <b>n. sp.</b> differs from <i>Paraselwynia ursina</i> in having the dorsal surface of the carapace almost flat (Fig. 62C) (versus prominently domed and convex in <i>P. ursina</i>; cf. Fig. 65C); the frontal margin is distinctly bilobed with convex lobes (Fig. 62B, C) (versus frontal margin almost straight and entire in <i>P. ursina</i>; cf. Fig. 65B, C); ischium of the third maxilliped is subrectanguar with the merus quadrate (Fig. 64A) (versus ischium of third maxilliped subtrapezoidal with the merus subovate in <i>P. ursina</i>; cf. Fig. 66A); the setae are concentrated on the dorsal margin of the dactylus of the chela with the pollex mostly glabrous (Fig. 62F, G) (versus both fingers of the chela covered with very dense setae which partially obscures the surfaces in <i>P. ursina</i>; cf. Fig. 65F, G); the female pleon is narrowly ovate with the telson acutely triangular (Fig. 63C) (versus female pleon broadly ovate with the telson semicircular in <i>P. ursina</i>; cf. Fig. 65D); and the vulvae are smaller and positioned closer to the median line (Fig. 63D) (versus vulvae relatively larger and positioned further apart in <i>P. ursina</i>; cf. Fig. 65E).</p> <p> This is the only species of <i>Typhlocarcinops</i> known to live in the intertidal area, collected among seagrass in sandy mud substrate.</p> <p> <b>Type locality</b>. Kuta, southern Lombok Island.</p> <p> <b>Distribution</b>. Known only from Lombok Island, Indonesia, thus far.</p>Published as part of <i>Ng, Peter K. L. & Rahayu, Dwi Listyo, 2020, A synopsis of Typhlocarcinops Rathbun, 1909 (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Pilumnidae), with descriptions of nine new species from the Indo-West Pacific, pp. 1-100 in Zootaxa 4788 (1)</i> on pages 75-78, DOI: 10.11646/zootaxa.4788.1.1, <a href="http://zenodo.org/record/3878222">http://zenodo.org/record/3878222</a&gt

    Upaya Penurunan Angka Stunting Melalui Program Penyulahan Pernikahan Dini Pada Sekolah Perempuan Di Desa Cendana

    Get PDF
    Pernikahan dini merupakan masalah yang sangat krusial  dan sangat  berdampak pada berbagai aspek yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi sosial dan psikologis. Pernikahan bisa membahayakan ibu maupun bayi yang lahir, ibu yang melakukan pernikahan dini bisa melahirkan bayi yang premature yang akan berakibat terkena stunting. Menurut observasi yang dilakukan melalui kegiata ibu-ibu PKK di desa cendana Kecamatan Kutasari Purbalingga terdapat data stunting yang tinggi, yaitu 113 anak pada 2023 sedangkan tahun 2024 hingga bulan Februari sebanyak 158 anak. Data kelahiran di tahun 2023 sebanyak 96 orang pertahun. Selain itu, meningkatnya pernikahan dini karena pergaulan bebas menjadi masalah yang tengah dihadapi pemerintah desa. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya sosialisasi untuk menekan angka stunting agar tidak semakin melonjak dan edukasi kepada remaja tentang bahaya yang ditimbulkan dari pergaulan bebas.  Metode yang digunakan observasi, perencanaan, sosialisasi, dan evaluasi dengan tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya pernikahan dini dan stunting sehingga dapat menekan penurunan angka stunting dan pernikahan  dini &nbsp

    PENGARUH JUMLAH DATA DAN LOKASI TRAFFIC COUNT TERHADAP ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN ARUS LALU LINTAS

    Get PDF
    The more data traffic count using in process with unconventional methods, will estimate the better OD matrix, but it spend a lot of times, effort, and cost. Efficiency can be done by finding the amount of data and point the exact location, making it more effective in terms of time and costs but still produce an optimal estimate of O-D Matrix. The use of 42 traffic count produce estimate of OD Matrix model (100%) with R-square is 0,3114 for the current level. Scenarios is done by selecting roads with the lowest flow rate, 2 data for each scenario. Selection of input data traffic flow yield of the 13 scenarios, each of scenarios produce estimate of O-D Matrix with variation Rsquare. R-square of 0,9517 for linear trend line shows the amount of data has a tremendous influence in the decline in the value of R-square for the current level. Inconsiderably the condition of dependence, inconsistency, and the proportion movement make estimate of O-D Matrix has not been seen significantly. The optimum number of traffic count data is about 32 traffic count data, or about 76,19% of the total data traffic count (100%). Roads that could be recommended to input data to estimate O-D Matrix traffic count of more effective and efficient based on the study of the road with a large amount of movement of vehicles, roads with a large proportion of the movement of traffic between the zones, and roads are not only through private vehicles but also by public transport

    Transmisi Pemaknaan Al-Qur’an Dalam Sekar Sari Kidung Rahayu Karya Eyang Achmad Djuwahir Anomwidjaja

    Get PDF
    This research aims to describe Sekar Sari Kidung Rahayu and determine the transmission of science that occurs in this work. In this research the author used a qualitative descriptive research method. The results of this research are first, Sekar Sari Kidung Rahayu by Eyang Achmad Djuwahir Anomwidjaja is a tembang macapat which was composed as a form of response, appreciation and reception for the presence of the Qur'an in his cultural group. This work contains the meaning of the Qur’an , invitations and advice in studying the Qur’an . The completed work consists of Surah Al-Fatihah, An-Naba' -- An-Nas (Juz 'Amma), Yasiin, Al-Baqarah, Ali-Imron and pieces of verses from the Qur’an . Second, the transmission of science that occurs consists of three stages: 1) Eyang's awareness of his cultural group which perpetuates the macapat tradition alongside the existence of pesantren as centers of Islamic religious education. 2) Interest in the form of Eyang's idea to compose tembang macapat containing meaning from the Qur’an . 3) Adoption takes the form of Eyang's actions as a transmitter in implementing ideas in his work. The meaning of the Qur'an by Eyang Achmad Djuwahir was then transmitted to the general public in the form of books, audio-visual documentation in digital media and through the Macapat community which studied Sekar Sari Kidung Rahayu. Keywords : tembang macapat, reception of the Qur’an, transmission of science.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Sekar Sari Kidung Rahayu dan mengetahui proses transmisi pengetahuan yang terjadi pada karya tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah pertama, Sekar Sari Kidung Rahayu karya Eyang Achmad Djuwahir Anomwidjaja merupakan tembang macapat yang disusun sebagai bentuk respon, apresiasi sekaligus resepsi atas hadirnya Al-Qur’an pada kelompok budayanya. Karya tersebut berisi kandungan Al-Qur’an, ajakan dan nasihat dalam mempelajari Al-Qur’an. Karya yang sudah diselesaikan terdiri dari Surat Al-Fatihah, An-Naba’-An-Nas (Juz ”˜Amma), Yasiin, Al-Baqarah, Ali-Imron dan potongan ayat-ayat Al-Qur’an. Kedua, transmisi pengetahuan yang terjadi terdiri atas tiga tahapan: 1) Kesadaran (awareness) Eyang terhadap kelompok budayanya yang melanggengkan tradisi macapat berdampingan dengan keberadaan pesantren sebagai pusat pendidikan agama Islam. 2) Minat atau ketertarikan (interest) berupa gagasan Eyang untuk menyusun tembang macapat yang berisi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. 3) Adopsi (adoption) berupa tindakan Eyang sebagai transmitter dalam mengimplementasikan gagasan pada hasil karyanya. Pemaknaan Al-Qur’an oleh Eyang Achmad Djuwahir selanjutnya ditransmisikan ke khalayak ramai berupa buku, dokumentasi audio-visual dalam media digital serta melalui paguyuban macapat yang mengkaji Sekar Sari Kidung Rahayu. Kata kunci : tembang macapat, resepsi Al-Qur’an, transmisi pengetahuan

    Analisa Titik Pas Kebaya Sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho Menggunakan Bahan Brokat pada Bentuk Tubuh Wanita Ukuran M( Medium )

    No full text
    ABSTRAK   Jiati, Wiwit. 2016. Analisa Titik Pas Kebaya Sistem Pola So-En, Meyneke, dan  Boho Menggunakan Bahan Brokat pada Bentuk Tubuh Wanita Ukuran M ( Medium ). Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si.   Kata kunci: Titik Pas/Fitting factor, kebaya wanita ukuran M menggunakan  “Pola So-En, Meyneke, dan Boho”.   Kebaya wanita merupakan pakaian tradisional wanita Indonesia yang dalam pengerjaannya, memerlukan waktu yang lama dan ketelitian yang tinggi, serta pengambilan ukuran yang tepat. Tidak semua pola cocok digunakan pada setiap bentuk tubuh wanita, pada penelitian ini, sistem pola yang akan digunakan yaitu: Pola So-En, Meyneke, dan Boho, untuk mengetahui titik pas kebaya wanita pada bentuk tubuh wanita ukuran M (medium). Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis  titik pas  kebaya wanita sistem Pola So-En, Meyneke, dan Boho dengan menggunakan bahan brokat pada bentuk tubuh wanita ukuran “M”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang datanya berupa angka-angka dan analisa datanya menggunakan statistik deskriptif. Obyek pada penelitian ini kebaya wanita dengan pola So-En, Meyneke, dan Boho yang diuji cobakan pada tubuh wanita ukuran M. Penelitian ini menggunakan metode observasi, yaitu dengan pengamatan yang dilakukan oleh 3 panelis ahli bidang busana khususnya kebaya wanita. Jenis data berupa data ordinal dengan alternatif tepat dan tidak tepat. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan yang berjumlah 13 item kriteria penilaian dan teknik analisa datanya berupa persentase. Hasil titik pas/Fitting factor kebaya wanita ukuran M menggunakan “pola So-En,Meyneke,dan Boho” persentase pada pola So-En dinyatakan tepat sebanyak 74,35% dan tidak tepat sebanyak 25,66%. Pada pola Meyneke dinyatakan tepat sebanyak 84,62% dan tidak tepat sebanyak 15,39%. Pada pola Boho dinyatakan tepat sebanyak 92,31% dan tidak tepat 7,69%. Dari ketiga kebaya dengan sistem “pola So-En, Meyneke, dan Boho” yang dinilai oleh tiga panelis secara keseluruhan sudah tepat, namun sebaiknya diperhatikan pada jarak kupnat pada puncak dada, lingkar pinggang, garis bahu, dan panjang kebaya. Kesimpulan titik pas kebaya wanita ukuran M menggunakan sistem “Pola So-En,Meyneke, dan Boho” sudah tepat, namun proses pengukuran ketika pembuatan pola yang tepat dan teliti harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi hasil akhir kebaya wanita, untuk penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan dengan membuat media pembelajarannya atau diujicobakan lagi dengan melakukan percobaan pada sistem pola dan ukuran yang lainnya dengan menggunakan ukuran yang berbeda dari ukuran yang sudah diteliti. Pada penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan dengan membuat media pembelajarannya atau dengan melakukan percobaan pada system pola yang lain dengan menggunakan ukuran  dan menggunakan bahan yang berbeda dari ukuran yang sudah diteliti, misalnya ukuran sesuai dengan personal size dan menggunakan bahan yang berbeda
    corecore