13 research outputs found
The Effects of Financial Performance Toward Firm Value on Tourism, Hotel and Restaurant, and Transportation Sectors Listed on Indonesia Stock Exchange
This study aims to examine the effect of financial ratios on firm value. The sample was chosen using purposive sampling with the data collection period 2016-2019, particularly in the tourism, hotels and restaurants, and transportation sectors listed on the Indonesia Stock Exchange. The sampling technique used purposive sampling, in order to obtain 45 companies per year. The data was collected through the datastream and www.idx.co.id website, and analyzed by employing SPSS 26 version. Financial performance variables are measured using Current ratio, Acid test ratio, Debt ratio, Debt to Equity ratio, Receivables collection period, Accounts receivable turnover, Gross Profit Margin and Net Profit Margin, while the firm value variable is measured by Price to Book Value (PBV). Since the data should meet the classical assumption test, therefore, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity and autocorrelation were carried out. The results showed that the debt ratio, accounts receivable turnover and net profit margin had a significant effect on firm value. On the other hands, other ratios such as current ratio, acid test ratio, debt to equity ratio, accounts receivable collection period, and gross profit margin do not have a significant effect on firm value
Penilaian Kapasitas Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) untuk Penguatan Institusi
<p><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Developing Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) is a priority program of the city government to reduce poverty though rural micro enterprises empowerment in the area of Padang city by creating KJKS BMT (Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil). The aim of this research is to assess the KJKS BMT capacity based on explorative case study and primary data collection through questionaire distribution to the total sample of 103 KJKS BMT village. The results show that 66% KJKS BMT village have Good capacity and only 5.8% KJKS BMT village have Very Good capacity. Some proposed recommendation to increase capasity are: improving cooperation with other private institutions based on Islamic principles, increasing the KJKS BMT village capital, and managing business risks, particularly in dealing with cases of non financial performance.</em></p><p><strong><strong>Abstrak</strong></strong></p><p>Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) merupakan program prioritas dari pemerintah kota Padang untuk dapat menanggulangi kemiskinan dengan memberdayakan usaha mikro berbasis kelurahan yang kemudian dikenal dengan KJKS BMT (Koperasi Jasa Keuangan Syariah <em>Baitul Maal Wat Tamwil)</em>. Tujuan penelitian adalah menilai kapasitas KJKS BMT dengan metode penelitian exploratif yang bersifat studi kasus dengan mengumpulkan data primer melalui penyebaran kuisioner pada total sampel sebanyak 103 KJKS BMT Kelurahan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 66% KJKS BMT Kelurahan memiliki kapasitas Baik dan hanya 5,8% KJKS BMT Kelurahan memiliki kapasitas Sangat Baik. Beberapa rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas KJKS adalah meningkatkan kerjasama dengan lembaga swasta lainnya berdasarkan prinsip syariah, meningkatkan permodalan KJKS BMT dan mengelola resiko pembiayaan bermasalah.</p><p><strong><br /></strong></p></jats:p
Analisa Karakteristik Perusahaan Terhadap Return dan Beta Perusahaan Makanan dan Minuman di Bursa Efek Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris bahwa karakteristik perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap return dan beta saham pada industri Makanan dan Minuman yang listing di Bursa Efek Jakarta. Sebagai variabel independen yang digunakan adalah Earning Per Share, Dividend Payout Rasio, Current Ratio, Return on Investment dan Cyclicality. Sedangkan variabel dependennya adalah return dan beta saham. Pengujian regresi linear berganda terhadap return saham menghasilkan F-hitung sebesar 0.213 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,951 dan terhadap beta saham menghasilkan F-hitung adalah 4,748 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,010. Ini berarti bahwa secara simultan karakteristik perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham pada tingkat signifikansi 5%, sedangkan terhadap beta saham mempunyai pengaruh yang signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Pengujian secara parsial dengan t-test menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel karakteristik perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap return saham pada taraf signifikansi 5%. Sedangkan pada pengujian pada beta saham, saham yang mempunyai pengaruh yang signifikan pada taraf 5% hanya ROI, sedangkan variabel yang lainnya tidak berpengaruh secara signifikan. Keywords: Karakteristik perusahaan, rasio keuangan, return saham, beta saha
Analisa Karakteristik Perusahaan Terhadap Return dan Beta Perusahaan Makanan dan Minuman di Bursa Efek Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris bahwa karakteristik perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap return dan beta saham pada industri Makanan dan Minuman yang listing di Bursa Efek Jakarta. Sebagai variabel independen yang digunakan adalah Earning Per Share, Dividend Payout Rasio, Current Ratio, Return on Investment dan Cyclicality. Sedangkan variabel dependennya adalah return dan beta saham. Pengujian regresi linear berganda terhadap return saham menghasilkan F-hitung sebesar 0.213 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,951 dan terhadap beta saham menghasilkan F-hitung adalah 4,748 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,010. Ini berarti bahwa secara simultan karakteristik perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham pada tingkat signifikansi 5%, sedangkan terhadap beta saham mempunyai pengaruh yang signifikan pada tingkat signifikansi 5%. Pengujian secara parsial dengan t-test menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel karakteristik perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap return saham pada taraf signifikansi 5%. Sedangkan pada pengujian pada beta saham, saham yang mempunyai pengaruh yang signifikan pada taraf 5% hanya ROI, sedangkan variabel yang lainnya tidak berpengaruh secara signifikan. Keywords: Karakteristik perusahaan, rasio keuangan, return saham, beta saha
Sumber Daya Internal sebagai Keunggulan Kompetitif dan Dampaknya Terhadap Nilai Perusahaan; Kinerja Perusahaan sebagai Variabel Mediasi
Penelitian ini mengekplorasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki perusahaan yang mencakup aset tidak berwujud untuk menciptakan nilai perusahaan. Nilai perusahaan mencerminkan kinerja finansial dan operasional yang unggul yang mampu memperkuat keunggulan kompetitif di pasar. Nilai perusahaan yang tinggi, tidak hanya menunjukkan kemampuan untuk bertahan dan tumbuh ditengah persaingan yang ketat, tetapi juga memastikan adaptasi terhadap perubahan pasar yang ada. Penilaian perusahaan pada umumnya dapat dinilai berdasarkan aspek pasar yang dikenal Market Based Value (MBV) dan aspek sumberdaya yang sering disebut Resources Based View (RBV). Penilaian market based mencerminkan penilaian yang dilakukan investor terhadap sebuah perusahaan dengan berbagai indikator keuangan dan non keuangan yang diukur dari aktivitas pasar saham dan mampu menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan jangka panjang. Sehingga ini dapat berkontribusi pada daya tarik perusahaan dimata investor untuk mendukung keberlangsungan hidup dan kesuksesasn jangka panjang. Namun penelitian ini lebih fokus pada aspek resources based dalam mencapai nilai perusahaan. Sumberdaya yang dimiliki perusahaan akan mampu mencapai nilai perusahaan, ketika sumberdaya yang dimiliki perusahaan bersifat spesifik yang mampu memberikan keunggulan kompetitif. Tidak semua sumber daya internal yang dimiliki perusahaan memiliki keunikan. Barney (1991) menyatakan bahwa sumberdaya yang spesifik atau unik akan mampu mencapai keunggulan kompetitif ketika memenuhi empat asumsi yang dikenal dengan VRIN. Konsep VRIN menurut Barney (1991), menyatakan bahwa sumber daya harus memenuhi Valuable, Rare, Immitability, Non-Substitutability untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sumber daya yang valuable atau bernilai memungkinkan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang atau menetralisir ancaman, sehingga berkontribusi langsung pada penciptaan nilai perusahaan. Sumber daya yang rare atau langka tidak dimiliki oleh banyak pesaing, sehingga memberikan keunggulan khusus yang sulit disaingi. Sumber daya yang immitability atau sulit ditiru mencakup elemen seperti teknologi unik, budaya perusahaan, atau kemampuan organisasi yang telah terbangun selama bertahun-tahun dan tidak mudah disalin oleh pesaing. Akhirnya, sumber daya yang non-substitutability atau tidak dapat digantikan, memastikan bahwa tidak ada alternatif yang dapat memberikan manfaat strategis yang sama, sehingga memperkuat posisi perusahaan di pasar. Berdasarkan definisi asumsi VRIN, kemudian dilakukan penelusuran terhadap sumberdaya yang dimiliki perusahaan. Dengan dasar asumsi tersebut. penelitian ini menemukan empat variabel tidak berwujud sebagai pengganti VRIN yang mampu memberikan keunggulan kompetitif dan akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Empat variabel yang dimaksud inyaitu intangible asset, intellectual capital, firm innovation, dan managerial ability, yang selanjutnya dalam penelitian ini disebut sumberdaya internal (internal resources). Sumberdaya internal tidak hanya membantu mengidentifikasi aset perusahaan yang paling berharga, tetapi sumber daya tersebut digunakan untuk membangun dan mempertahankan keunggulan kompetitif dalam mencapai nilai perusahaan. Sehingga dirumuskan tujuan penelitian untuk menguji pengaruh sumberdaya internal berupa intangible asset, intellectual capital, firm innovation, dan managerial ability terhadap nilai perusahaan dan firm performance. Studi ini dilaksanakan di Indonesia sebagai negara berkembang dan negara yang penuh dengan perubahan, menyebabkan perusahaan harus memiliki nilai unggul yang mampu bersaing di dalam industri. Meski banyak moment, Indonesia mencoba memberdayakan sumber daya internal yang terdefenisi dalam memprediksi nilai perusahaan dengan firm performance sebagai mediasi. Pada berbagai penelitian, firm performance merupakan variabel yang dihasilkan dalam pemanfaatan sumberdaya internal yang dimiliki perusahaan. Dalam jangka panjang, firm performance sebagai mediasi, akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa hanya tiga jenis sumber daya internal berupa intellectual capital, firm innovation dan managerial ability yang mampu meningkatkan firm performance secara langsung. Hal ini mengindikasikan bahwa investasi pada pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki perusahaan akan mampu menciptakan inovasi dalam produk baru dan proses operasional yang lebih efisien. Sebagai implikasinya alokasi dana riset dan pengembangan perlu ditetapkan oleh perusahaan dalam mendukung terlaksananya inovasi. Lebih lanjut, hal ini diperkuat oleh kemampuan manajer (MAN) yang mampu beradaptasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Sehingga inovasi meyakinkan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan menciptakan kepuasan pelanggan. Strategi demikian mampu memberikan efisiensi dan secara positif meningkatkan firm performance perusahaan. Pengujian lainnya menemukan seluruh sumber daya internal mampu mempengaruhi nilai perusahaan secara langsung, meskipun menunjukkan arah yang berbeda. Satu-satunya variabel yang memberikan pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan adalah intellectual capital. Hubungan negatif ini disebabkan karena beberapa hal. Pertama, intellectual capital merupakan investasi yang tidak dapat diubah secara langsung menjadi nilai finansial. Kedua, investasi yang ditanamkan tidak dapat dikelola dengan baik dan optimal, dalam artian belum tetap sasaran. Terakhir, bisa disebabkankarena perusahaan mengalami kekurangan karyawan kunci. Pengujian firm performance sebagai mediasi, memberikan hasil bahwa firm performance memediasi hubungan antara Intellectual capital, firm innovation dan manager ability terhadap nilai perusahaan. Tipe mediasi yang diperoleh dari hasil pengujian adalah mediasi komplementer dan mediasi kompetitif. Firm performance sebagai tipe mediasi komplementer terjadi pada hubungan firm innovation dan managerial ability terhadap nilai perusahaan. Strategi inovasi yang dilakukan perusahaan untuk mencapai firm performance yang lebih baik (secara tidak langsung) ataupun strategi untuk mencapai nilai perusahaan (secara langsung), akan saling menguatkan. Perusahaan dapat melakukan strategi ini secara bersamaan, karena akan mampu meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan. Sementara tipe mediasi kompetitif merupakan strategi yang saling menekan, ketika diterapkan perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa firm performance mampu memediasi secara kompetitif hubungan intellectual capital terhadap nilai perusahaan. Peningkatan intellectual capital mampu meningkatkan kinerja perusahaan, namun disisi lain akan menurunkan nilai perusahaan. Temuan lainnya menemukan bahwa tidak semua industri secara signifikan mengelola sumber daya unik untuk peningkatan firm performance dan nilai perusahaan. Pengujian yang dilakukan pada enam industri memperlihatkan bahwa managerial ability untuk semua industri sangat berpengaruh terhadap firm performance. Selain itu ada sumber daya unik yang juga mendukung peningkatan firm performance adalah inovasi dan goodwill yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil penelitian ini bagi investor berimplikasi bahwa sumber daya internal tidak boleh diabaikan begitu saja. Fokus awal Perusahaan untuk menciptakan nilai perusahaan adalah melalui peningkatan firm performance. Firm performance yang baik, akan memudahkan perusahaan untuk meningkatkan nilai Perusahaan. Berbagai upaya yang dilakukan agar mekanisme hubungan tidak langsung dari firm performance ini dapat diterapkan oleh perusahaan. Investor harus mampu menganalisis sumberdaya internal yang dimiliki perusahaan, untuk mampu menciptakan nilai perusahaan dimasa mendatang melalui firm performanc
Analisa Karakteristik Perusahaan Terhadap Return Dan Beta Perusahaan Makanan Dan Minuman Di Bursa Efek Jakarta
PENILAIAN KESEHATAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PEMBIAYAAN SYARIAH
Buku Saku ini mencoba memaparkan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah, dengan 8 (delapan) aspek/komponen, bobot penilaian dan pendekatan yang digunakan disertai contoh kasusnya. Sangat mudah dipahami oleh masyarakat umum dan mahasiswa yang berminat dalam melakukan penilaian kesehatan. Diharapkan hadirnya Buku Saku ini dapat memberikan masukan kepada pembaca bagaimana melakukan penilaian kesehatan pada koperasi Simpan Pinjam Dan Pembiayaan Syariah.
 
PEMBERDAYAAN USAHA UBI JALAR UNGU SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DAN PENINGKATAN USAHA
Abstrak: Industri Mikro dan Kecil (IMK) merupakan jenis usaha yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Bidang usaha yang paling banyak diminati masyarakat adalah usaha makanan, salah satunya usaha Yuliwardi’s Snack yang memiliki spesifikasi bahan baku berasal dari ubi jalar ungu. Tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada usaha ini adalah (1) memberikan penguatan manajemen usaha, (2) memberikan pelatihan dan pendampingan aplikasi sederhana pencatatan penjualan berbasis database dan menyusun sistem pencatatan keuangan sederhana berdasarkan SAK Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (EMKM), (3) meningkatkan pengetahuan mitra dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. (4) memberikan perbaikan pada peralatan produksi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan dua cara yaitu pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan PKM berjumlah empat orang terdiri dari satu orang pemilik dan tiga orang tenaga kerja. Pelaksanaan kegiatan ditanggapi sangat baik bagi mitra karena dapat membantu peningkatan proses produksi, memiliki sistem pencatatan dan keuangan yang sudah tersistem dan memiliki kemasan produk yang telah berlabel. Umpan balik dilakukan menggunakan kuesioner kepada mitra. Seluruh mitra (100%) menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam peningkatan produktivitas usaha, mampu mempermudah pelaksanaan operasional usaha, sangat sesuai dengan kebutuhan mitra saat ini dan mampu mendorong peningkatan usaha di masa yang akan datang. Abstract: Small and Micro Enterprises (SME) are type of enterprises that can be carried out by the community to improve their welfare. The most in-demand enterprise of consumers is the food enterprise, one of which is Yuliwardi's Snack where its raw materials are particularly derived from purple sweet potatoes. The aims of the Community Partnership Program (CPP) activities are (1) to reinforce the business management, (2) to provide training and support on simple sales recording applications based on database, and compile a simple financial record-keeping system based on Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Enterprises (FAS MSMEs), (3) to enhance partner’s knowledge in financial management and marketing, and (4) to supply the maintenance on the production equipment. The method for the activities aforementioned was conducted in two ways, specifically, training and supporting. There are four people in total chosen as the partners in performing CPP activities consisting of one owner and three employees. The implementation of the activity was responded positively by partners as it can stimulate the increase on the production process, and to have a systematized recording and financial system, and to have labelized product packaging. Moreover, the feedback was done using questionnaires to partners. All partners (100%) stated that this activity is beneficial in escalating the enterprise productivity. Along with that, it also facilitates the implementation of enterprise operations that are in accordance with the needs of current partners, and is able to encourage enterprise improvement in the coming future.
Profil Industri Rumah Tangga Rakik Di Kecamatan Pauh Kota Padang
West Sumatra is famous for various types of cuisine that contain a lot of spices, marinades and have good taste. This can be either culinary or cooking traditional cakes. One of the traditional cakes are brittle or known by Rakik. These efforts form of home industry. This study is a survey of two industry tanggga rakik house in the district of Padang Pauh, which had stood for 20 years, namely Mrs. Fatmawati Rakik Enterprises and Enterprises Rakik Mother Yulidar. Various problems faced by the domestic industry of which this is still traditional activities, lack of good financial management, packaging products and trademarks are less attractive, and yet the drafting of financial statements in accordance with standards (SAK-ETAP)
Identifikasi Minat Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Padang Dalam Berbisnis Online
Politeknik Negeri Padang sebagai perguruan tinggi vokasi yang lebih menerapkan pendidikan pada penguasaan keahlian juga memberikan pedidikan kewirauhaan kepada mahasiswanya. Teridentifikasi Beberapa mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Padang yang sudah berwirausaha di bidang bisnis online. Untuk mengetahui lebih dalam dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui besar minat dan faktor-faktor pendorong yang mempengaruhi minat mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Padang dalam berbisnis online. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 70 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis yang aktif perkuliahan pada semester genap 2017/2018. Hasil peyebaran kuesioner menujukkan bahwa 75% mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis berminat dalam berbisnis online. Faktor pendorong mahasiswa dalam berbisnis online adalah dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsi
