16 research outputs found

    Machine Learning Implementation in Sentiment Analysis of Covid-19 Pandemic Handling Policies in Indonesia

    No full text
    The behavior of Indonesian society in expressing opinions has shifted towards the use of internet-based social media. The use of social media to voice aspirations also occurred during the emergence of the Covid-19 pandemic in Indonesia, especially in response to the government's policies in handling the outbreak. The purpose of this research is to determine the effectiveness and influence of government policies on the community, one of which is by conducting sentiment analysis on the Twitter social media platform. Previous studies have not specifically analyzed the sentiment of public reactions to government policies in the case of the Covid-19 pandemic or have only discussed the legal aspects of those policies. This research employs a sentiment classification method using machine learning into three categories: positive, neutral, and negative. The analysis is carried out on the occurrence of predefined phrases related to government policies in tweets circulating on social media. The results of this study indicate that public sentiment towards the government's handling of the Covid-19 pandemic tends to be neutral and positive, but the negative sentiment carries a stronger tendency despite its smaller quantity

    perkembangan batik gajah oling banyuwangi 1980-2013

    No full text
    ABSTRAK   Sasmita, Anggit Gita. 2014. Perkembangan Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M. Hum.   Kata Kunci: Batik Gajah Oling, Perkembangan, Banyuwangi Batik Banyuwangi merupakan salah satu batik pesisiran yang banyak mengambil motif flora dan fauna sebagai ungkapan simbolis daerah setempat. Batik Banyuwangi mampu menunjukan kemajuannya di industri batik dengan ciri khas batiknya sendiri, meskipun Banyuwangi bukan daerah penghasil batik yang besar seperti Pekalongan, Jogja dan Solo. Industri batik di Banyuwangi terus berkembang sejak diketahui keberadaannya pada 1980. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut, seperti peran dari pengrajin itu sendiri dan juga tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah. Batik yang menjadi andalan dari Kabupaten Banyuwangi adalah batik Gajah Oling yang memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Banyuwangi, namun ada banyak versi yang berkembang terkait dasar filosofi yang terkandung dalam batik Gajah Oling, dan sampai saat ini masih belum ada kesepakatan final mengenai dasar filosofi batik Gajah Oling tersebut. Hal inilah yang menyebabkan dari masing-masing pengusaha batik maupun budayawan memiliki keyakinan sendiri-sendiri tentang keberadaan trade mark batik Banyuwangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi yang terkandung di dalam Batik Gajah Oling Banyuwangi, mengetahui bagaimana perkembangan yang terjadi pada Batik Gajah Oling Banyuwangi di tahun 1980 hingga 2013, dan seberapa jauh dampak dari perkembangan batik Gajah Oling Banyuwangi pada bidang ekonomi dan sosial bagi pembatik di Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik mendapatkan sumber penulis lakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.  Berdasarkan pada eviden dan hasil analisis penulis peroleh, bahwa setiap motif batik mempunyai makna filosofi masing-masing. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan. Begitu pula dengan batik Gajah Oling Banyuwangi, yang memiliki dasar filosofi yang tidak lepas dari latar belakang sejarah Kerajaan Blambangan pada masa Raja Tawangalun. Batik Gajah Oling memiliki kisah yang panjang bagi masyarakat Banyuwangi. Nama Gajah Oling memiliki arti dan karakteristik tersendiri yang dapat dijadikan contoh dalam berkehidupan. Ketika kita memakai batik Gajah Oling didalamnya terdapat pesan yang tinggi bagi pemakainya yaitu layaknya seekor Gajah yang memiliki kekuatan yang besar untuk melawan kebatilan dan kesemena-menaan dan seperti seekor Oling yang memiliki kegigihan dan keuletan agar kita tidak pantang menyerah dalam menghadapi keadaan apapun. Pada penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa perkembangan batik Gajah Oling sejak 1980 hingga 2013 tidak lepas dari peran pengrajin yang terus melakukan inovasi dari segi desain maupun teknik membatik. Pemerintah pun juga turut andil dalam kemajuan batik Banyuwangi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan khusus untuk meninggkatkan daya jual batik Banyuwangi, seperti melakukan pelatihan untuk pembatik yang diadakan satu tahun sekali, pengadaan event-event khusus batik seperti Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang diadakan pada 2013 dan juga pengeluaran himbauan atas usulan dari pembatik yang berisi himbauan kepada seluruh pegawai pemerintahan untuk menggunakan batik Banyuwangi di hari kerja yaitu pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Jadi, jika diamati pada penelitian batik Gajah Oling Banyuwangi ini terjadi kerjasama yang harmonis antara pengusaha batik dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan industri batik Gajah Oling Banyuwangi dari yang awalnya bersifat komersil personal menjadi industri sehingga timbul ekspansi penjualan batik yang bisa diterima pasar nasional bahkan internasional. Kondisi ini juga membawa dampak pada bidang ekonomi dan sosial. Berkembangnya batik Banyuwangi juga mempengaruhi jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di industri batik. Melalui tangan para pembatik, maka batik masih ada sampai saat ini dan dikenal para penerus budaya.   ABSTRACT   Sasmita, Anggit Gita. 2014. Development of Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Thesis, Programme of Study History Education, History Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisor: (1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M.Hum   Key Words: Batik Gajah Oling, Development, Banyuwangi Batik Banyuwangi is a coastal batik taking motives of fauna and flora as local symbolic language. However Banyuwangi is not a centre area of batik as like Pekalongan, Jogja, and Solo but it influences batik industry in general. It develops around 1980 and there are a lot of factors constructing its development. Those are the role of craftsman and the local government policy. Batik Gajah Oling as a main commodity of Banyuwangi has meaning and values for Banyuwangi society. Philosophically, there are some interpretations behind batik Gajah Oling; nevertheless there is no convention between entrepreneur and cultural observer on the philosophy of batik Gajah Oling. Therefore, they believe by themselves on the batik trade mark. This study aims to reveal the philosophy of batik Gajah Oling Banyuwangi; to know how batik Gajah Oling develops between 1980 and 2013; and how batik Gajah Oling influences social-economy aspect of Banyuwangi society. Historical method used for this study consisting of heuristic, critics, interpretation, and historiography. Moreover, the author compiles the sources from observation, interview, enumeration, and library research. Accordance with evidence and the author analysis result, that every batik has a motif and every motif has a philosophy itself. The meaning shows understanding of local value and that value still exist. Batik Gajah Oling Banyuwangi has a philosophy that according to historical background of kingdom of Blambangan in King Tawangalun period. Batik Gajah Oling has a long story for Banyuwangi society. The name of Gajah Oling has a special meaning and characteristic that as role for human race. When we are wearing batik Gajah Oling, there is a message for usage that like an elephant has a big power against a wickedness and a yoke and  also Oling has persistence and tenacity  so that we never give up to face a any situation. This study concludes that the development of batik Gajah Oling from 1980 to 2013 depends on the role of innovative craftsman not only on the design or the batik work. In addition, the government issues some specific policy to support batik Banyuwangi development, for instance training of doing batik work once a year, organizing batik events or Banyuwangi batik festival in 2013, and proposing all civil servants to wear batik Banyuwangi in work days between Thursday and Friday. It could be clearly seen that there is a good cooperation between government and entrepreneur to develop industry of batik Gajah Oling Banyuwangi from hold house industry to national and international industry. This influences social-economic aspect. Batik industry needs many workers especially women to do batik work. They are really known as a conservationist

    Perancangan tata warna untuk Memvisualisasikan emosi pada film animasi “tarman: dendam kesumat”

    No full text
    Color is one of the most important basic elements in animated film. Color can provide a certain mood to the audience so that the message to be conveyed by the film can be delivered properly. The text convered explains the seacrh and exploration process of color for an emotion of tension, sadness and peace. The author also discusses the theory used to achieve the desired color in the film

    WEB-GIS untuk Mengetahui Penentuan Relokasi Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    No full text
    Gunung Semeru sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia, merupakan potensi ancaman bencana erupsi yang serius bagi wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, penentuan lokasi relokasi bagi masyarakat yang terdampak di daerah rawan bencana erupsi merupakan langkah penting dalam mitigasi risiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat memfasilitasi proses penentuan lokasi relokasi bagi penduduk yang berpotensi terkena dampak erupsi Gunung Semeru. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah aplikasi sistem Web-GIS yang dapat memberikan informasi yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dalam melakukan antisipasi dini dan juga mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah Overlay Intersect berdasarkan parameter kewasan rawan bencana dan jalur lahar. Aplikasi sistem Web-GIS yang dikembangkan akan menyediakan informasi tentang tata ruang pemukiman di wilayah rawan bencana erupsi, termasuk lokasi relokasi yang direkomendasikan berdasarkan analisis kerentanan dan risiko. Data yang digunakan dalam pegembangan sistem Web-Gis ini berasal Dari BPBD Provinsi Jawa Timur yaitu letak lokasi terdampak lahar dan batas desa hingga kecamatan. Hasil analisa spasial menggunakan Metode Intersect dapat menghasilkan informasi kawasan rawan bencana dan jalur lahar. Sehingga dari hasil penelitian untuk mengetahui penentuan relokasi daerah yang terdampak Kawasan Rawan Bencana nilai akurasi sebesar 68%. ini dapat dijadikan acuan dalam proses mitigasi kesiapsiagaan bencana pada permukiman di daerah sekitar Gunung Semeru agar dapat meminimalisir akibat dari resiko dampak erupsi.Gunung Semeru sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia, merupakan potensi ancaman bencana erupsi yang serius bagi wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, penentuan lokasi relokasi bagi masyarakat yang terdampak di daerah rawan bencana erupsi merupakan langkah penting dalam mitigasi risiko bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat memfasilitasi proses penentuan lokasi relokasi bagi penduduk yang berpotensi terkena dampak erupsi Gunung Semeru. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan sebuah aplikasi sistem Web-GIS yang dapat memberikan informasi yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dalam melakukan antisipasi dini dan juga mitigasi bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah Overlay Intersect berdasarkan parameter kewasan rawan bencana dan jalur lahar. Aplikasi sistem Web-GIS yang dikembangkan akan menyediakan informasi tentang tata ruang pemukiman di wilayah rawan bencana erupsi, termasuk lokasi relokasi yang direkomendasikan berdasarkan analisis kerentanan dan risiko. Data yang digunakan dalam pegembangan sistem Web-Gis ini berasal Dari BPBD Provinsi Jawa Timur yaitu letak lokasi terdampak lahar dan batas desa hingga kecamatan. Hasil analisa spasial menggunakan Metode Intersect dapat menghasilkan informasi kawasan rawan bencana dan jalur lahar. Sehingga dari hasil penelitian untuk mengetahui penentuan relokasi daerah yang terdampak Kawasan Rawan Bencana nilai akurasi sebesar 68%. ini dapat dijadikan acuan dalam proses mitigasi kesiapsiagaan bencana pada permukiman di daerah sekitar Gunung Semeru agar dapat meminimalisir akibat dari resiko dampak erupsi

    Agile Implementation for Inventory (Case study: Business Unit of Private University)

    No full text
    The Unitomo Employee and Lecturer Business unit in the city of Surabaya, Indonesia, has several problems arising from the implementation of a manual system in the form of a paper-based system, which has the potential risks, such as 1) Damage and Risk of data loss, 2) Ineffectiveness in making reports; 3) Increased risk of human error caused by transaction volume, lack of management, and non-integration data; 4) Limited user accesses to the ledger, Time-consuming processes, and no collaboration. This research aims to overcome this problem by developing an inventory recording system using an Agile approach with the Scrum framework, PHP with the Slim 3 framework, MySQL, black box testing, and adding revenue and sales features as a difference from previous research. The research results show that the system developed was successful in helping Unitomo Business unit employees and lecturers overcome their problems, especially in monitoring the amount of inventory stock. The proposed system has features for recording incoming and outgoing goods transactions and sales and income reports. The use of the Agile Scrum method in software development helps teams in project planning and monitoring progress throughout the design process

    Analisis Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Tahun 2013

    No full text
    Maternal morbidity and mortality problem in Indonesia is still a big problem. Utilization of Antenatal Care Services (ANC) by a pregnant woman can be seen from the coverage of ANC (K1 and K4). However, when looking at the data profile Langkat District Health Office and Health Center Profile Besitang, there is a gap between the K1 and K4 (K1>K4). Based on the results of observations made by the author in District Besitang, still found the mother - pregnant women who do not perform pregnancy checks to health workers with regular antenatal care. This research is explanatory research survey. The research goal is to analyze the factors that affect pregnant women in ANC visits in District Besitang Langkat district. The study population was all pregnant women in the District Besitang Langkat district, amounting to 1270 people and totaled 93 samples taken by simple random sampling. Primary data were collected through interviews, and data analysis was done by chi square test and simple logistic regression. Results of the chi square test and logistic regression, it is known that the variables age, knowledge, education, and affordability have a relationship and influence on the ANC because the value of p <0.05. This study is expected to provide input to the District Health Office Langkat to improve antenatal care in Sub Besitang, provide information to improve the knowledge of pregnant women, as well as improved performance and more attention to the welfare of the village midwife to be willing to live and settle in the village.Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Pemanfaatan pelayanan Antenatal Care (ANC) oleh seorang ibu hamil dapat dilihat dari cakupan pelayanan ANC (K1 dan K4). Namun bila melihat data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dan Profil Puskesmas Besitang, terdapat kesenjangan antara K1 dan K4 (K1>K4). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis di Kecamatan Besitang, masih ditemukan ibu – ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilannya ke petugas kesehatan pelayanan antenatal dengan teratur. Jenis penelitian ini adalah survey explanatory research. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat yang berjumlah 1270 orang dan sampel berjumlah 93 orang yang diambil secara simple random sampling. Data primer dihimpun melalui wawancara, dan analisis data dilakukan dengan uji chi square dan uji regresi logistik sederhana. Hasil uji chi square dan uji regresi logistik , diketahui bahwa variabel umur, pengetahuan, pendidikan, serta keterjangkauan memiliki hubungan dan pengaruh terhadap kunjungan ANC karena nilai p < 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat untuk meningkatkan pelayanan antenatal di Kecamatan Besitang, memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, serta meningkatkan kinerja dan lebih memerhatikan kesejahteraan bidan desa agar bersedia untuk tinggal dan menetap di desa.108 HalamanSkripsi Sarjan

    Game Edukasi “Baby Lost in the Jungle” Dengan Adobe Flash Cs3

    No full text
    Along with the development of technology, sometimes it is difficult to teach children to learn, kids would rather play than learning, one of them playing computer games, computer games have become the trend of the drugging of young people and old. Many games are created with a variety of different genres. In a computer or other multimedia device was not complete if there is not a game.Making games can be done in various ways. In making this time the author educational game using Adobe Flash CS 3. In making this game writers make elements that are used in the form of characters (sprites), setting background, and other graphical elements using Adobe Photoshop CS 3, and Corel Draw X5, while to process the background music (background sounds) and sound effects (sound effects) using Audacity, after a complete graphics and sound material, the material is imported into the library in Adobe Flash CS 3 for organized into a game. Elements that have been prepared and made later authors collated the scene, layers and frames in accordance with what the author designed. Here the authors combine actionsript and motion that this game becomes more interesting to play. The last step to replace the standard icon with ResouceHack flash game that has the image of the game for education.Game "Baby Lost In The Jungle" This is a game genre Education. Education in this game is aimed at children aged 3-5 years, but in general, this application can be used for all those who can not read and write, because in this game teaches you how to write and read with a fun method

    ANALISIS WACANA TEKS SKENARIO JALAN PERKAWINAN KARYA ARTHUR S. NALAN

    No full text
    A scenario is a blueprint or work script for the production team for a film or audio-visual work. It contains scenes, places, circumstances and dialogue. The object scenario becomes research in the text analysis carried out. In this research, the object of research is the screenplay for the film "Jalan Perkawinan" by Arthur S. Nalan. The screenplay for the film "Jalan Perkawinan" by Arthur S. Nalan, was the first winner of the screenplay writing competition held by the Ministry of Culture and Tourism of the Republic of Indonesia in 2006. The scenario "Jalan Perkawinan" contains travel stories or different romance/marriage stories regarding the background of the trip crossing Jalan Daendels from Anyer to Panarukan which displays various arts and culture of the archipelago. The research method uses qualitative research with Teun Van Djik\u27s discourse theory analysis approach which examines aspects of text, social cognition and social context. First, from the text aspect it can be seen that the scenario has a marriage theme of different nationalities and religions. Second, in the social cognition aspect, the scriptwriter\u27s knowledge, understanding and experience are very strong in the process of creating the scenario. Meanwhile, thirdly, in the social context aspect, people\u27s emotional feelings towards marriages of different nationalities and religions as well as historical events regarding the construction of Jalan Daendels are very visible. The discourse analysis carried out provides a complete understanding of the "Marriage Road" scenario in terms of the text as a social text, the text as the author\u27s knowledge, and the text in terms of understanding the context regarding the issues raised. Keywords: discourse analysis, arts, culture, film scenarios, marriage path
    corecore