97 research outputs found
Kesehatan Reproduksi: Efek Program Kelurga Berencana (Kb) Terhadap Wanita Usia Subur
Abstrak
Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta membentuk keluarga yang berkualitas. KB menjadi salah satu target utama pembangunan nasional. Penelitian yang menggambarkan tentang pemanfaatan alat kontrasepsi KB pada pasangan usia subur cukup banyak, namun melihat dari sisi pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi Wanita usia subur masih sangat minimal. Survey lapangan yang dilakukan pada bulan desember 2023 di Kelurahan Piyungan, melalui wawancara 80% wanita mengikuti program KB, sementara 20% tidak. Dari 8 wanita pengguna KB, setengahnya pernah berhenti dan beralih ke metode KB lain karena merasa tidak cocok dengan efek sampingnya. Menurut Kemenkes RI tahun 2021, data wanita usia subur sebanyak 71.570.465 seluruh Indonesia dan hampir seluruhnya menggunakan kontrasepsi hormonal yang terdiri dari kontrasepsi suntik (48.56%), pil (26.60%), dan implant (9.23). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program keluarga berencana (KB) terhadap kesehatan reproduksi Wanita usia subur. Subjek penelitian merupakan Wanita usia subur yang melakukan perawatan di rumah sehat madani selama program pengobatan tradisional bekam di sekolah tinggi ilmu kesehatan madani. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis crosssectional observation . pengambilan sampel diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan alat kontrasepsi mendapatkan nilai p value 0.001 yang bermakna bahwa adanya hubungan yang signifikan atau korelasi antara penggunaan alat kontrasepsi dan pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi.
 
PENERAPAN METODE PREFERENCE RANKING ORGANIZATION METHOD FOR ENRICHMENT EVALUATION (PROMETHEE) DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI BAGI PASANGAN USIA SUBUR PADA BALAI PENYULUHAN KB KECAMATAN LEMPUING KABUPATEN OKI BERBASIS WEB
Penelitian ini bertujuan untuk membantu pihak Balai Penyuluhan KB Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI dalam menentukan pemilihan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur yang ada di Kecamatan Lempuing melalui aplikasi pemilihan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur. Dalam pemilihan alat kontrasepsi ini meliputi pemilihan alat kontrasepsi yang cocok bagi pasangan usia subur berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang digunakan yaitu usia, berat badan, jumlah anak dan tekanan darah. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Proses perhitungan hasil rekomendasi menggunakan metode Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Sedangkan metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode extreme Programming dengan pemodelan sistem yang dirancang dengan menggunakan Diagram Konteks, Data Flow Diagram, Blockchart, Flowchart, dan entity relationship diagram. Sistem ini terbagi menjadi dua tampilan, yaitu tampilan admin dan Pimpinan. Sistem Aplikasi yang dihasilkan dari penelitian ini dapat menghasilkan output berupa laporan prioritas pemilihan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur berdasarkan peringkat dari nilai preferensi tertinggi dari alternatif yang ada
Implementasi Pengendalian Sediaan Oli dengan Metode Economic Order Quantity Pada Subur Motor
Implementasi Pengendalian Persediaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah sediaan oli yang ada pada gudang Subur Motor, karena kurang tepat memperkirakan permintaan yang mengakibatkan adanya pembelian yang berlebih. Oleh karena itu studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengendalian sediaan barang dagang oli pada Subur Motor dengan menerapkan metode Economic Order Quantity serta menentukan metode peramalan yang tepat. Penerapan pengendalian persediaan ini menggunakan metode EOQ, perhitungan Frekuensi Pemesanan, Interval Pemesanan, Safety Stock, Reorder Point, dan Persediaan Maksimum. Penggunaan metode EOQ ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan yang tepat agar lebih optimal ketika melakukan pemesanan stok barang untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan oleh badan usaha. Dalam menentukan jumlah persediaan, biaya-biaya yang relevan digunakan, seperti: biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Setelah diolah dan diperoleh perhitungan dengan menggunakan metode EOQ dengan tingkat Service Level yang digunakan adalah 95%, selanjutnya akan dianalisis perbandingan hasil perhitungan biaya persediaan antara menggunakan metode EOQ dengan kebijakan badan usaha. Hasilnya yang didapatkan adalah penghematan sebesar 21% menggunakan metode EOQ
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN SEDIAAN OIL DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA SUBUR MOTOR
Implementasi Pengendalian Persediaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah sediaan oli yang ada pada gudang Subur Motor, karena kurang tepat memperkirakan permintaan yang mengakibatkan adanya pembelian yang berlebih. Oleh karena itu studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengendalian sediaan barang dagang oli pada Subur Motor denganmenerapkan metode Economic Order Quantity serta menentukan metode peramalan yang tepat. Penerapan pengendalian persediaan ini menggunakan metode EOQ, perhitungan Frekuensi Pemesanan, Interval Pemesanan, Safety Stock, Reorder Point, dan Persediaan Maksimum. Penggunaan metode EOQ ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan yang tepat agar lebih optimal ketika melakukan pemesanan stok barang untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan oleh badan usaha. Dalam menentukan jumlah persediaan, biaya-biaya yang relevan digunakan, seperti: biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Setelah diolah dan diperoleh perhitungan dengan menggunakan metode EOQ dengan tingkat Service Level yang digunakan adalah 95%, selanjutnya akan dianalisis perbandingan hasil perhitungan biaya persediaan antara menggunakan metode EOQ dengan kebijakan badan usaha. Hasilnya yang didapatkan adalahpenghematan sebesar 21% menggunakan metode EOQ
IMPLEMENTASI DATA MINING DENGAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS STUDI KASUS PENJUALAN DI UD SUBUR BARU
This study discusses how to build systems that implement data mining techniques on one retail company in Kudus, which is a UD Subur Baru. This company has a lot of sales transaction data stored in the form of a pile of books. In its design, the system will use the method of fuzzy c-means clustering. To do the clustering, preprocessing raw data to obtain the values of invoice and amount of products sold of each item. Then from the results subdivided based on monthly periods. After that is done clustering with fuzzy c-means algorithm. The number of clusters used is 3. For cluster validity measurement process using the Modified Partition Coefficient (MPC). The process of extracting this data using tools that created using the Java programming language. The purpose of this system is made so the UD Subur Baru can easily identify the products with the best look at the results of the data grouping formed. The results of this study is from January to March 2013 have the same one potential products are products with code 181. From January to March 2014 also has the same one potential products that products with code 345. For value from others cluster is variant. Then there are the results of testing the validity of the cluster is the cluster number 2 has the best value of the average period being processed
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Terhadap Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur Di Kecamatan Ilir Barat I Palembang
Kanker serviks adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) akibat pertumbuhan jaringan epitel serviks yang tidak normal. Dalam beberapa tahun terakhir kanker serviks masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Inonesia. Di mana diperoleh kanker serviks menempati urutan kedua setelah kanker payudara di Indonesia, dengan angka insiden kasus baru menurut data GLOBOCAN, 2020 sebesar 36.633 kasus (17,2%) dan dengan angka kematian sebesar 21.003. Kasus kanker serviks yang masih cukup banyak tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal seperti tingkat pendidikan masyarakat yang rendah sehingga menyebabkan kurangnya pengetahuan dan informasi yang didapatkan terkait kanker serviks. Penelitian observasional dengan desain potong lintang ini dilakukan dengan menggunakan rumus analitik katagorik tidak berpasangan dan didapatkan 200 orang subyek penelitian dengan cara simple random sampling. Data yang dikumpulkan yaitu identitas responden beserta jawaban kuesioner yang diberikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden penelitian mengenai kanker serviks secara umum (definisi, faktor risiko, pencegahan, gejala, dan sebagainya). Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan tentang kanker serviks pada wanita usia subur (p = 0,0001), wanita usia subur dengan tingkat pendidikan tinggi (SMA, Perguruan Tinggi) memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan yang memiliki tingkat pendidikan rendah (SD, SMP). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terhadap pengetahuan tentang kanker serviks pada wanita usia subur di Kecamatan Ilir Barat I Palembang
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL PADA WUS DI PMB ANDARINI WIJAYA
Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk menunjukan akan terjadi ledakan penduduk. Jika tidak ada progam Keluarga Berencana. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dalam kepatuhanya menggunakan alat kontraspsi salah satu yang berkaitan dengan kesadaran keluarga berencana pada masyarakat adalah tingkat pendidikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi hormonal pada WUS di PMB Andarini Wijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain retrospektif case-control study. Sampel yang digunakan adalah wanita usia subur yang memiliki anak lahir hidup minimal satu dan menggunakan alat kontrasepsi di PMB Andarini Wijaya periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2024. Hasil : Adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan nilai p value = 0,02 yang berarti bahwa ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi hormonal di PMB Andarini Wijaya. Simpulan : Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi pelayanan Kesehatan khususnya PMB tentang bagaimana startegi untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan KB secara rutin bagi akseptor alat kontrasepsi hormonal untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB
PENGARUH PROGRAM PELATIHAN PERTANIAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN WARGA BELAJAR DI PKBM WIJAYA KUSUMA TOSARI PASURUAN
Daerah Tosari merupakan tempat yang subur untuk ditanami berbagai macam sayuran dan buah-buahan.Pelatihan pertanian kepada warga belajar PKBM Wijaya Kusuma diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan bekal hidup untuk mensejahterakan kehidupan.Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program pelatihan keterampilan pertanian terhadap pendapatan warga belajar di PKBM Wijaya Kusuma Tosari Pasuruan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional.Penelitian ini menggunakan tipe korelasi.Analisis data menggunakan statistik inferensi dengan regresi linier sederhana dengan syarat uji hipotesis yaitu uji normalitas, linieritas, autokorelasi dan heteroskedastisitas.Populasi penelitian ini berdasarkan jumlah warga belajar yang mengikuti program pelatihan pertanian yang berjumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Sumber data primer diperoleh langsung dari studi lapangan dengan memberikan kuesioner.Sumber data sekunder adalah jumlah peserta pelatihan dari PKBM Wijaya Kusuma.Pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji independent sample t test untuk melihat perbedaan pendapatan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t test dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pendapatan sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan
Perbedaan Asupan Kalsium (Ca) Berdasarkan Karakteristik Wanita Usia Subur (WUS) Suku Madura di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang
Wanita memiliki peranan penting dalam mempengaruhi kualitas generasi penerusnya. Wanita usia subur perlu memperhatikan kebutuhan gizinya, terutama kalsium. Kalsium memiliki peranan dalam pembentukan tulang dan gigi, serta mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis), dan obesitas. Wanita berusia 15-49 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1.000-1.200 mg/hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan kalsium berdasarkan karakteristik (umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan wilayah tempat tinggal) WUS suku Madura di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada sampel Wanita Usia Subur usia 19-49 tahun suku Madura di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, selama Februari-Juni 2014. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling hingga diperoleh sejumlah 42 responden. Data asupan kalsium responden diperoleh dengan metode weighed food record pada satu hari biasa dan satu hari akhir pekan. Analisis data menggunakan program Nutrisurvey 2007, kemudian dilakukan uji lanjutan dengan SPSS for Windows 16. Berdasarkan uji beda menggunakan Independent Samples T-Test, diketahui tidak ada perbedaan asupan kalsium yang signifikan berdasarkan karakteristik (umur, tingkat pendidikan, pekejaan, dan wilayah tempat tinggal), karakteristik seseorang tidak menentukan asupan kalsium pada WUS Suku Madura di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Didapatkan pula rata-rata asupan kalsiumnya kurang dari kebutuhan yaitu sebesar 121,99+48,62 mg/hari
PERAN LABORATORIUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK ( Studi Kasus di SMA Negeri 3 Malang)
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.Laboratorium Pendidikan selanjutnya disebut laboratorium, adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi Laboratorium agama adalah suatu unit penunjang akademik yang di dalamnya terdapat alat peraga praktik keagamaan, mulai dari yang berbasis hard copy, e-book, software digital, dan lain-lain. Hal ini bertujuan agar pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah tidak hanya sekedar teori keagamaan saja dalam artian peserta didik hanya mampu mendengarkan akan tetapi lebih dari itu, para peserta didik diajak untuk mengeksploitasi dan mempraktikkan pengetahuan agama yang didapat melalui sarana media laboratorium agama.Pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membetuk peserta didik agar menajdi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengamalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.Proses kegiatan belajar dan mengajar di laboratorium agama sedikit banyak dapat menciptakan atmosfir pembelajaran yang efektif, inovatif dan menyenangkan, berdasarkan pengamatan peneliti salah satu indikasinya adalah siswa dapat lebih aktif dalam menyimak pelajaran yang disampaikan. Dalam proses transfer of knowledge yang di lakukan di lab agama bisa dikatakan peserta didik dapat cepat menerima materi karena mereka bukan hanya dari sisi teori tetapi sedikit banyak mereka dapat mengapikasikannya langsung, dengan cara mempraktikan, berdiskusi, tanya jawab dan lain-lain
- …
