127 research outputs found
Studi Pendekatan Formula Jogja Pada Jaringan Distribusi PT PLN UP3 Pondok Gede
PT. PLN (Persero) at the Customer Service Implementing Unit (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan, UP3) Pondok Gede, in order to make the loss reduction program more effective, first find out whether the biggest contribution to shrinkage in Pondok Gede UP3 is technical or non-technical. By using the shrink formula method, Jogja has several mechanisms to perform the analysis. The results of the Jogja Formula Shrinkage are presented in the Dupont Chart which divides losses into two parts, namely non-technical losses and technical losses, while technical losses are divided into four parts, namely medium voltage network losses, distribution substation losses, low voltage network losses, and house connection losses. So that we can evaluate and analyze these losses and the program's efforts to reduce losses are on target. In the calculation of the cumulative loss of UP3 Pondok Gede globally in the first quarter of 2020, it is 58,403,338 kWh or 12.27%. After performing a calculation simulation using the Jogja Formula, it was obtained with a technical loss composition of a total of 34,813,582 kWh or 7.31% (this technical loss cannot be avoided or eliminated because it is a shrinkage caused by the components of the equipment used), and non-technical losses. engineering of 23,589,757 kWh or 4.95%
Pengaruh Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran Pencemaran Lingkungan terhadap Hasil Belajar Kognitif serta Sikap Hidup Bersih dan Sehat Siswa Kelas X di SMA Tamansiswa Malang.
ABSTRAK Wiharja, Priangga Budi. 2015. Pengaruh Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran Pencemaran Lingkungan terhadap Hasil Belajar Kognitif serta Sikap Hidup Bersih dan Sehat Siswa Kelas X di SMA Tamansiswa Malang. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Istamar Syamsuri, M.Pd., (II) Dr. Susriyati Manahal, M.Pd. Kata Kunci: pembelajaran inkuiri terbimbing, sikap hidup bersih dan sehat, hasil belajar kognitif Lingkungan hidup mempunyai masalah semakin kompleks dan dilematis. Kesadaran hidup bersih dan sehat Indonesia khususnya lingkup pendidikan menunjukkan masih dibutuhkan pengetahuan, motivasi, dan teladan, walau tidak mudah dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, serta pembiasaan pada diri manusia. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang memperoleh pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan siswa yang memperoleh pembelajaran Konvensional. (2) untuk mengetahui adanya perbedaan sikap hidup bersih dan sehat antara siswa yang memperoleh pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan siswa yang memperoleh pembelajaran Konvensional. Penelitian menggunakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Postest Non equivalent Control Group Design. Kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif materi pencemaran lingkungan dan lembar angket kuisioner untuk mengetahui sikap hidup bersih dan sehat. Hipotesis penelitian ini dianalisis dengan teknik statistik uji-t dua pihak. Setelah melalui uji normalitas dan homogenitas, data dinyatakan normal dan berasal dari sampel yang homogen kemudian diuji dengan uji-t dua pihak. Hasil uji-t sebagai berikut : (1) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang belajar dengan pembelajaran konvensional. (2) tidak terdapat perbedaan sikap hidup bersih dan sehat antara siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang belajar dengan pembelajaran konvensional
Prinsip tanggung jawab mutlak pelaku usaha (strict liability) dalam upaya perlindungan hukum bagi konsumen dan penyelesaian sengketa / oleh Vera Septiany Wiharja
Dampak Beroperasi Gardu Induk 500 KV Durikosambi Pada Subsistem Gandul-Muarakarang-Kembangan Terhadap Biaya Pokok Produksi
The DKI Jakarta and Banten Load Management Implementation Unit is one of the load control areas in the Java Bali system which participates in load regulation and has 10 subsystems. However, in the current conditions, the Gandul 1.3 - Muarakarang - Kembangan 2 subsystem has several system vulnerabilities. the most transmitted is on the Durikosambi-Kembangan cable channel which has an OCR setting of 1100 A (800 A limitation related to cable capacity and cable age factor at the request of the asset owner). This channel is the main route connecting the Muarakarang generator with IBT Gandul and IBT Kembangan2. For the Durikosambi IBT defense setting scheme, it uses the setting pattern that was previously applied to the Durikosambi-Kembangan SKTT with the same load target, only commissioning from the Durikosambi-Kembangan SKTT to Durikosambi IBT 1 and 2, with it being two new subsystems, there is no need to worry anymore about taking on Durikosambi-Kembangan SKTT so that electricity services can be optimal and the No Outage Zone can be maintained properly. With the operation of GISTET Durikosambi, the operational pattern for the Muarakarang Power Plant has changed, namely Muarakarang Block 1 and PLTU Muarakarang 4-5 can be positioned on standby (Reserve Shutdown). So the generating unit operating is only in Muarakarang Block 2 with an assumed operating pattern of an average of 680 MW in 24 hour
1 THE ANALYSIS OF THE ELEMENTS OF POETRY IN A POEM SUNFLOWER BY PAM STEWART
citraan, dan juga majas sebagai daya tarik di dalam puisi ini
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) BERBANTU MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA:Studi Kasus Di SMP Negri 29 Bandung No Panggil SKOM WIH p-2012
Penelitian ini adalah tentang penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) untuk meningkatkan hasil belajar kognitif pada mata pelajaran TIK. Model penelitian yang digunakan adalah model quasi eksperimen dengan populasi penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 29 Bandung, sedangkan sampel penelitian adalah kelas VIII-J dan VIII-I dengan desain nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pretes dan postes, angket, dan lembar observasi. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa kesimpulan, diantaranya adalah hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran CORE lebih baik dari pada hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan model pembelajaran CORE ini rerata hasil belajar kognitif siswa lebih tinggi yaitu 68.50 dibandingkan rerata pembelajaran konvensional sebesar 50.87. Persentasi Normalized gain kelas dengan model pembelajaran CORE berkriteria sedang yaitu 0.48 sedangkan kelas konvensional berkriteria rendah yaitu 0.19. Berdasarkan data diatas terlihat bahwa model pembelajaran CORE dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dari pada model konvesional
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR (Penelitian tindakan Kelas di Kelas V SDN Padasuka Kecamatan Cibinong kabupaten Cianjur)
Ilmu Pengetahuan Sosial yang dinamakan juga studi sosial (Social Studies) adalah kajian mengenai manusia dengan segala aspeknya dalam sistem kehidupan bermasyarakat.. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPS harus dapat mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa di SDN Padasuka Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur belum menerapkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Sebagian besar siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas. Berdasarkan hal tersebut, model pembelajaran role playing sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran, karena dapat memberikan solusi untuk masalah – masalah dalam pemeblajaran IPS yang terjadi di kelas V SDN Padasuka Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah aktifitas peserta didik dalam melaksanakan tahap – tahap belajar dengan menggunakan model pembelajaran role playing ? 2) Bagaimanakah gambaran kemampuan guru dalam melaksanakan model pembelajaran role playing? 3) Apa masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan model pembelajaran role playing? 4) Adakah pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap peningkatan kualitas belajar peserta didik?
Untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif teknik role playing dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 (tiga) siklus. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai nilai standar minimal 6.5 dengan ketuntasan belajar kelas 80.77% dari jumlah subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 26 siswa di SDN Padasuka Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan tes. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi siswa dan guru, wawancara dan pos tes.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Model Pembelajaran Kooperatif teknik role playing berdampak positif terhadap aktivitas dan hasil belajar.
Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru agar dapat menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif teknik Role Playing pada pembelajaran IPS dengan kompetensi lain ataupun mata pelajaran lain, dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi diri melalui Model Pembelajaran Kooperatif teknik Role Playing. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan bandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik
Pengaruh audit tenure, pengalaman auditor, dan kompleksitas tugas terhadap audit judgement
Audit Judgement yang diberikan auditor merupakan suatu hal yang penting dan dibutuhkan. Hal ini dikarenakan pertimbangan (judgement) auditor akan berpengaruh terhadap opini akhir. Audit judgement dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti audit tenure, pengalaman auditor, dan kompleksitas tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: 1) pengaruh audit tenure terhadap audit judgement, 2) pengaruh pengalaman auditor terhadap audit judgement, 3) pengaruh kompleksitas tugas terhadap audit judgement. Kantor Akuntan Publik (KAP) di Surabaya adalah populasi dalam penelitian ini. Teknik penyampelan yang digunakan dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Convenience sampling dilakukan dengan cara peneliti mendatangi KAP di Surabaya untuk mendapatkan data. Pada penelitian ini KAP yang dijadikan sampel penelitian adalah KAP di wilayah Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Alasan pemilihan tempat di Surabaya adalah dari segi pengalaman maupun segi ukuran, lebih banyak KAP yang representatif di Surabaya sehingga cocok sebagai sampel penelitian ini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan program SPSS 23. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) audit tenure berpengaruh positif terhadap audit judgement, 2) pengalaman auditor berpengaruh positif terhadap audit judgement, 3) kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap audit judgement
The New Perspective of Exercise as a Breast Cancer Therapy
The prevalence of cancer increases each year, from 4.7‰ in 2007 to 5 ‰ in 2013. InWest Java, the prevalence of cancer is quite high at 1.0 ‰. Obesity becomes a risk factor forcancer. Exercise is aimed to solve the obesity problem, prevent and improve the cancer patientcondition, as well as improve the quality of life of cancer patients. Exercise plays a role in thetreatment of cancer patients. The potential benefits obtained during and after exercise areincrements of strength, speed, muscle mass, physical functions, range of motions, immunefunctions, the average completeness of chemotherapy, improved body shape, moods andconfidence. For patients diagnosed with breast cancer, exercise acts as a therapeutic to preventthe disease and its etiology factors (hormonal theory, the theory of immunity and inflammationtheory). Applying the proper exercise (frequency, intensity, type and time) in cancer patientswould improve the physical performance which is impaired due to cancer. Exercise canimprove levels of fitness, muscle strength, quality of life and fatigue in patients with cancersurvivors. Diagnosis and management of cancer can decrease the system performance organsand it would be upgrade by good exercise.Keywords: breast cancer,exercise</jats:p
Perubahan Sensori Minuman Berperisa Jeruk Selama Penyimpanan.
PT. CBA memiliki beragam minuman berperisa yang berada di pasar. Salah
satunya adalah minuman berperisa jeruk. Beberapa kasus ditemukan terkait
penurunan kualitas minuman berperisa jeruk yang menurun selama penyimpanan.
Beberapa studi menyatakan flavor jeruk mudah mengalami degradasi yang
kemudian akan menurunkan rasa dan aroma jeruk dan menghasilkan off-flavor.
Salah satu faktor yang mempengaruhi degradasi adalah pH. Oleh karena itu pada
studi ini pendekatan dengan sensori digunakan untuk melihat umur simpan produk.
%penolakan sebesar 50% digunakan sebagai standar untuk menentukan
waktu umur simpan produk yang sudah tidak dapat diterima lagi. Pada studi ini
umur simpan formula A dibandingkan dengan formula B. Off-note, sweetness,
aroma, dan rasa jeruk digunakan sebagai atribut penentu umur simpan dari
minuman berperisa jeruk. Hasil yang didapatkan umur simpan formula A hingga 6
bulan. Hal ini ditunjukkan dengan off-note pada bulan ke-6 mencapai batas yang
ditentukan. Sedangkan umur simpan untuk formula B hanya 1 bulan. Hal ini
ditunjukkan dengan off-note pada bulan ke-6 melebihi batas yang ditentukan.
Selain itu rata-rata skor sensori dari formula A lebih stabil dibandingkan dengan
formula B. Nilai brix dan pH diukur untuk melihat pengaruh terhadap sensori
produk. Nilai brix untuk formula A maupun B tidak terjadi perubahan selama
penyimpanan 6 bulan. Hal ini sesuai dengan atribut sweetness dari kedua formula
masih dapat diterima hingga bulan ke-6. pH dari formula B (3.347) lebih rendah
dari formula A (3.495). Hal ini menunjukkan semakin rendah pH maka umur
simpan produk akan semakin pendek
- …
