1,721,154 research outputs found

    Konstruksi kinerja 100 hari pertama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada koran tempo dan media indonesia: kajian analisis framing

    Get PDF
    Penelitian terkait konstruksi kinerja 100 hari pertama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden dilakukan untuk melihat bagaimana Koran Tempo dan Media Indonesia mengonstruksi pemberitaan tersebut. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode analisis framing milik Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Berdasarkan analisis framing yang peneliti lakukan, hasil yang diperoleh menunjukkan Koran Tempo dan Media Indonesia melakukan pembingkaian terkait pemberitaan kinerja 100 hari pertama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dari hasil penelitian, diketahui Koran Tempo menilai Joko Widodo dan Jusuf Kalla buruk pada bidang politik, hukum dan kelautan sementara baik pada bidang energi khususnya minyak. Sedangkan Media Indonesia menilai sejumlah lembaga serta kementerian di Kabinet Kerja telah memberi gebrakan selama 100 hari pertama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, tetapi perbaikan masih terus dilakukan pada sektor kesehatan dan perlunya peningkatan serta perlindungan bagi industri sawit Indonesia

    PENCITRAAN POLITIK PASANGAN CALON PRESIDEN JOKO WIDODO DAN MA’RUF AMIN (Studi Kasus Pada Masa Kampanye Melalui Kompas.com)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang Pencitraan Politik Pasangan Calon presiden Joko Widodo Dan Ma’ruf Amin. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui Pencitraan Politik pasangan presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin Pada Masa Kampanye Melalui Kompas.com beserta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi media Kompas.com menampilkan citra politik pasangan presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada masa kampanye. Objek dalam ppenelitian ini adalah Media Kompas.com. Teori yang digunakan adalah teori Citra politik yang terbentuk berdasarkan informasi yang diterima melalui media baik media sosial maupun media massa. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualititatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah media online kompas.com sebagai alat pencitraan politik. Data dikumpulkan dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah pihak media Kompas.com mengklaim bahwa metode pencitraan yang dilakukan menggunakan komunikasi dan publikasi yang bersifat dialogis maupun monologis, hanya untuk menaikan rating image atau berita yang ditampilkan citra pasangan calon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Jadi metode pencitraan politik yang dilakukan pihak Jokowi dan Ma’ruf Amin melalui Media Kompas.com menayangkan berita secara netral dan tidak memihak pasangan calon. Faktor yang menjadi pemicu adalah faktor internal dan eksternal. Dalam hal ini media merupakan sarana untuk membangun pencitraan dengan mengangkat isu-isu yang bersentuhan langsung oleh kebutuhan masyarakat Indonesia dari dalam dan dari luar

    Kebijakan Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla Dalam Upaya Membangun Dialog Untuk Penyelesaian Konflik Vertikal Papua Tahun 2014-2019

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan upaya pemerintah Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla Dalam Upaya Membangun Dialog Untuk Penyelesaian Konflik Vertikal Papua. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif-deskriptif karena penelitian ini menjelaskan fenomena berkenaan dengan situasi yang terjadi dan dialami sekarang, sikap dan pandangan yang menggejalakan saat sekarang, hubungan antar variabel pertentangan dua kondisi atau lebih, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan perbedaan antar fakta. Studi ini dilakukan dengan meminta informasi kepada subjek primer, yaitu sumber dan informan utama serta subjek sekunder, sebagai sumber data tambahan, diperkuat dengan studi pustaka. Data tersebut kemudian menjelaskan upaya yang dilakukan Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla Dalam Upaya Membangun dialog untuk penyelesaian konflik vertikal Papua sebagai paradigma pemerintah yang baru, pemerintah juga melakukan pendekatan dalam menjalin hubungan dengan aktor konflik dan stakeholder pendukung konsultasi antar Papua, membantu Papua menyiapkan proses resolusi konflik yang potensial dengan pemerintah pusat, dan memahami konflik antara pemerintah dengan kelompok penekan dan kelompok separatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam mengupayakan dialog atas penyelesaian konflik vertikal Papua memiliki tantangan. Paradigma dialog yang mengalami miskonsepsi, dimana dialog sebagai konsep dan pendekatan yang belum dipahami secara tepat, dan faktor yang memengaruhi upaya dialog atas resolusi konflik vertikal di Papua belum berhasil dimana sejarah integrasi dan identitas, kekerasan politik, kegagalan pembangunan, dan marjinalisasi orang papua sebagai akar masalah yang terjadi di Papua dan Papua Barat belum diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah. Dalam kedepannya Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla perlu mengkonsolidasi kembali lembaga-lembaga negara yang berjalan secara soliter dan inkonsisten dalam pemahaman dialog yang tidak bias. Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla juga perlu memiliki strategi utama jangka panjang dalam membuat proyeksi berbagai aspek dan dimensi yang memiliki keterhubungan antara satu dengan yang lain agar selaras dan tidak terfragmentasi

    Pengaruh konten facebook pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada pemilu presiden 2014 terhadap sikap pemilih pemula

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul “Pengaruh Konten Facebook Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla Pada Pemilu Presiden 2014 Terhadap Sikap Pemilih Pemula.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dan fenomena penggunaan jejaring sosial Facebook sebagai media kampanye pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam pesta demokrasi 2014 untuk memerebutkan kursi pemerintahan sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Selain itu, penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh jumlah pemilih pemula yang dapat menentukan nasib pemerintahan lima tahun kedepan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep dan teori komunikasi massa, social information processing, computer mediated communication, media baru, komunikasi politik, dan sikap individu sebagai pengaruh komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik analisis data uji koefisien korelasi dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kampanye melalui Facebook pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014 dan sikap pemilih pemula dengan angka korelasi sebesar 0,618. Angka korelasi tersebut menunjukkan adanya korelasi kuat yang positif antara kampanye pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla melalui Facebook dalam Pemilu Presiden 2014 dan sikap pemilih pemula

    SIKAP MEDIA DALAM PEMBERITAAN ”CALON PRESIDEN H JOKO WIDODO DAN H.M JUSUF KALLA” (ANALISIS FRAMING HARIAN KOMPAS DAN SUARA MERDEKA)

    Get PDF
    Media massa berpengaruh sangat besar bagi pemberitaan calon presiden dan wakil presiden H Joko Widodo dan H.M Jusuf Kalla. Komunikasi politik lebih efektif melalui sarana tidak langsung atau menggunakan media. Karena persepsi, interpretasi, maupun opini publik mudah dipengaruhi lewat iklan maupun berita dalam media. Oleh karena itu perlu untuk mengkaji bagaimana sikap media dalam mengkonstruksi pemberitaan mengenai calon presiden dan wakil presiden H Joko Widodo dan H.M Jusuf Kalla Media yang menjadi objek penelitian adalah Kompas dan Suara Merdeka dengan pertimbangan bahwa Kompas adalah koran nasional yang mempunyai ideologi sebagai sumber informasi tepercaya, akurat, dan mendalam.Kemudian Suara Merdeka sebagai koran regionalang mempunyai ideologi sebagai berita terkini dan terpercaya. Penelitian ini menggunakan teori agenda setting dan Framing model Pan and Kosicki mulai dari tanggal 2 Juni sampai 8 Juli 2014. Analisis terhadap dua media ter� �� �� •� �tuk mengetahui sikap media pada pemberitaan capres H Joko Widodo dan H.M Jusuf Kalla. Dari hasil analisis diketahui bahwa kedua media bersifat independen dalam menyajikan berita calon presiden dan wakil presiden H Joko Widodo dan H.M Jusuf Kall

    PENGARUH PERISTIWA PELANTIKAN PASANGAN PRESIDEN JOKO WIDODO DAN MA’RUF AMIN TERHADAP ABNORMAL RETURN, TRADING VOLUME ACTIVITY DAN BID-ASK SPREAD PADA SAHAM SYARIAH YANG TERDAFTAR DI LQ45

    Get PDF
    ABSTRAK Peristiwa politik dapat berdampak bagi pergerakan pasar modal. Salah satu peristiwa politik terpenting bagi sebuah negara ialah pergantian presiden. Penelitian ini meneliti pengaruh peristiwa pelantikan Pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma‟ruf Amin pada 20 Oktober 2019 lalu terhadap reaksi pasar dengan mengukur abnormal return, trading volume activity, dan bid-ask spread pada saham. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Apakah peristiwa pelantikan Pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma‟ruf Amin berpengaruh terhadap abnormal return pada saham syariah LQ45?; (2) Apakah peristiwa pelantikan Pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma‟ruf Amin berpengaruh terhadap trading volume activity pada saham syariah LQ45?; (3) Apakah peristiwa pelantikan Pasangan Presiden berpengaruh terhadap bid-ask spread pada saham syariah LQ45?; (4) Bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap investasi saham? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data saham pada periode penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ45 periode Agustus 2019 – Januari 2020, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik purposive sampling yang hanya menggunakan saham-saham berbasis syariah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rank. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Peristiwa pelantikan Pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma‟ruf Amin tidak berpengaruh terhadap abnormal return pada saham syariah LQ45; (2) Peristiwa pelantikan Pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma‟ruf Amin berpengaruh terhadap trading volume activity pada saham syariah LQ45; (3) Peristiwa pelantikan Pasangan Presiden Joko Widodo dan Ma‟ruf Amin tidak berpengaruh terhadap bid-ask spread pada saham syariah LQ45; (4) Investasi saham dibolehkan dalam Islam. Kata kunci: Pelantikan, Abnormal Return, Trading Volume Activity, Bid-Ask Spread, LQ45

    TINJAUAN FIQH SIYASAH TERHADAP ANOMALI PARTAI OPOSISI PERIODE 2019-2024 PEMERINTAHAN JOKO WIDODO DAN MA’RUF AMIN

    Get PDF
    ABSTRAK Partai oposisi di artikan sebagai partai penyimbang untuk pemerintah yang berfungsi sebagai kritik dan kontrol (checks and balances) atas sikap, pandangan, atau kebijakan pemerintah berdasarkan pada perspektif ideologis. Oposisi sering kali diartikan sebagai partai penentang dengan pemerintah. Partai oposisi merupakan bagian penting dalam berjalannya demokrasi. Tanpa adanya partai oposisi akan menyebabkan anomali dalam pemerintahan yang sedang berlangsung. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana anomali partai oposisi periode pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin 2019-2024 dan bagaimana tinjauan Fiqh Siyasah terhadap anomali partai oposisi periode 2019-2024 pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kepustakaan (Library Research). Dilihat dari sifatnya penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Data pada penelitian ini dikategorikan sebagai data sekunder. Metode pengumpulan data yang di lakukan dengan cara menelusuri survey kepustakaan dan studi literatur yang terkait dengan anomali partai oposisi periode pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di tinjau dari Fiqh Siyasah. Teknik pengelolaan data dilakukan dengan cara pemeriksaan data (editing), dan sistematisasi data (systematizing). Metode analisis data yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui metode berfikir induktif. Sehingga mempermudah dalam membuat kesimpulan dari penelitian ini. Adapun hasil penelitian ini antara lain anomali partai oposisi periode 2019-2024 pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin 2019-2024 di tinjau dari Fiqh Siyasah. Terdapat anomali yang terjadi dalam partai oposisi Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024 yaitu minimnya partai oposisi di Indonesia yang hanya menyisakan partai Demokrat dan PKS akan mengakibatkan tidak ada kontrol dan pengawasan di dalam pemerintahan yang berdampak terhadap demokrasi. Bahkan sering kali partai oposisi kurang memainkan peran yang jelas di dalam pemerintahan karena partai oposisi sewaktu-waktu akan dapat bergabung dalam pemerintahan koalisi baru. Selain itu anomali yang terjadi dalam partai oposisi pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin adalah partai oposisi kurang mampu menyusun suatu program alternatif untuk pemerintah. Dalam sistem semacam ini letak tanggung jawab menjadi kurang jelas. Tinjauan Fiqh Siyasah terhadap anomali partai oposisi periode pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin 2019-2024. Partai oposisi itu sendiri sejalan dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar hal ini Islam mengajarkan umatnya untuk saling menasehati dan melakukan kontrol atas kekuasaan agar kebaikan selalu terpelihara dalam kehidupan masyarakat. Maka dari itu di butuhkan partai oposisi di dalam pemerintahan untuk mencegah terjadinya anomali. Kata kunci : Fiqh Siyasah, Anomali, Partai Oposisi, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin iii ABSTRACT Opposition parties are defined as a party of opposition to the government that serves as criticism and control (checks and balances) over the attitudes, views, or policies of the government based on an ideological perspective. The opposition is often interpreted as an opposition party with the government. Opposition parties are an important part of the course of democracy. The absence of opposition parties would cause anomalies in the ongoing government. The formulation of the problem in this study is how the anomaly of the opposition parties during the 2019-2024 Joko Widodo and Ma'ruf Amin governments and how Fiqh Siyasah's review of the anomalies of opposition parties for the 2019- 2024 period of the Joko Widodo and Ma'ruf Amin governments. This type of research is Library Research. Judging from its nature, this research is descriptive analytical. The data in this study is categorized as secondary data. The data collection method carried out by tracing literature surveys and literature studies related to the anomalies of opposition parties during the joko widodo and Ma'ruf Amin administrations was reviewed from Fiqh Siyasah. Data management techniques are carried out by means of data inspection (editing), and data systematizing (systematizing). The data analysis method used is a qualitative approach through inductive thinking methods. This makes it easier to make conclusions from this study. The results of this study include anomalies of the opposition parties 2019- 2024 goverments of the Joko Widodo and Ma'ruf Amin reviewed from Fiqh Siyasah. There is an anomaly that occurs in the opposition parties of Joko Widodo and Ma'ruf Amin in the 2019-2024 period, namely the lack of opposition parties in Indonesia which only leaves the Democratic party and the PKS will result in no control and supervision in the government which has an impact on democracy. In fact, often opposition parties do not play a clear role in government because opposition parties will at any time be able to join a new coalition government. In addition, the anomaly that occurs in the opposition parties of the Joko Widodo and Ma'ruf Amin governments is that the opposition parties are not able to formulate an alternative program for the government. In this kind of system lies the responsibility becomes less clear. Fiqh Siyasah's review of the anomaly of opposition parties during the 2019-2024 Joko Widodo and Ma'ruf Amin governments. The opposition party itself is in line with the principle of amar ma'ruf nahi munkar this Islam teaches its people to advise each other and exercise control over power so that goodness is always maintained in people's lives. Therefore, it is necessary for opposition parties in the government to prevent anomalies. Keywords : Fiqh Siyasah, Anomali, Opposition Party, Joko Widodo and Ma'ruf Ami

    Strategi Tim Kampanye Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pemenangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin melalui Media Sosial di Pilpres 2019

    No full text
    Media Sosial (Facebook) merupakan satu dari sekian banyak media sosial yang dimanfaatkan penggunannya untuk berbagai kepentingan salah satunya kampanye. Tim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membaca peluang yang ada pada media sosial untuk mengkampanyekan Joko Widodo dan Ma?ruf Amin pada Pilpres 2019. Dari penjelasan di atas, ada dua pertanyaan penelitian ini. Pertama, Bagaimana strategi branding, positioning dan segmenting tim kampanye PKB dalam pemenangan Joko Widodo dan Ma?ruf Amin melalui Facebook di Pilpres 2019? Kedua, Bagaimana pemanfaatan media sosial Facebook PKB dalam kampanye pemenangan Joko Widodo dan Ma?ruf Amin di Pilpres 2019? Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kasus instrumental (Instrumental case studi) yaitu untuk menggambarkan sebuah perspektif terkait sebuah kasus. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Tindakan Beralasan (Reasoned Action Theory) dan konseptualisasi kampanye di media sosial. Kampanye tim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam strategi kampanye dalam Facebook PKB memengaruhi pemilih melalui segmenting, pada branding dengan menggunakan atribut kampanye. Serta positioning untuk memberikan kesan di masyarakat yang sesuai dengan program. Sedangkan dalam pemanfaatan media sosial yang dilakukan Facebook PKB menggunakan Teori Tindakan Beralasan (Reasoned Action Theory) yaitu melakukan sesuatu berhubungan dengan sikap dan pengaruh sosial. Cara terbaik meramalnya adalah dengan mengetahui niat (intensi) dengan membangun atmosfir politik yang dilakukan oleh norma subjektif (subjektif norm) melalui beberapa komponen dan faktor lainnya dalam teori

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore