1,722,297 research outputs found

    Sketsa Widayat

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui latar belakang penciptaan sketsa Widayat, serta untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi karya sketsa Widayat.Karya ini dibatasi pada maslah karya sketsa Widayat yang diteliti adalah karya koleksi pribadi dari tahun 1970 sampai dengan 1987

    Pioneer Number Four: H. Widayat

    No full text
    Katalog pameran ini dibuat sebagai suplemen dalam pameran “Pioneer Number Four: H. Widayat” di OHD Museum, Magelang, pada tanggal 26 April – 31 Agustus 2014. Buku ini diawali dengan pendahuluan, yang ditulis oleh Fajar Purnomo Sidi, putra H. Widayat. Bagian I The Imagination of Nature and Museum (imajinasi alam dan pikiran) tulisan Helena Spanjaard. Bagian II From Realism to Abstraction Modernism in Indonesia (Dari Realisme Menuju Abstraksi Modernisme di Indonesia). Bagian III Sudjojono and The Indonesian Identity (Sudjojono dan Identitas Indonesia). Bagian IV Pioneer Number Four: H. Widayat (Pelopor Nomor Empat : H. Widayat). Selanjutnya Understanding H. Widayat: The Versatility of The Visual (Keserbagunaan Visual), yang ditulis oleh Oei Hong Djien. Buku ini berisi 130 koleksi koleksi H. Widayat yang banyak mendapat apresiasi perupa.Kata kunci: katalog pameran, lukisa

    Studi tentang material dan teknik lukisan Widayat

    No full text
    Tujuan pnelitian untuk mengetahui sejauh mana material dan teknik dapat mendukung ekspresi Widayat dalam mewujudkan ide-ide kedalam karyanmya. Widayat terkenal dengan pelukis dekoratif atau "Dekora magis". Dalam melukis Widayat sangat menentukan material dan teknik yang akan digunakannya yaitu cat minyak yang dipadukan dengan bermacam-macam bahan pendukung seperti pasir, dempul, zink white, karung goni dan kain serta memadukan berbagai maam teknik melukis cat minyak sebagai pendukung ekspresinya

    "Greng": Ekspresi seni lukis Widayat = "Greng": The Expression painting of Widayat

    No full text
    Greng adalah istilah khas Widayat untuk menandai lukisan-lukisan yang memiliki optimasi ekspresi, teknik perwujudan, getaran, serta keluasan imajinansi dan fantasi. Dan lukisan-lukisan Widayat memiliki apa yang disebut "greng" itu

    Studi deformasi bentuk seni lukis dekoratif Widayat.

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang memperngaruhi sikap Widayat untuk mendeformasi bentuk dalam seni lukis dekoratifnya.Deformasi/perubahan bentuk dalam seni lukis dekoratif Widayat masih berkisar pada bentuk alam dan pada umumnya cenderung mengarah/mendekati pada bentuk yang sifatnya geometris

    BIOGRAFI WIDAYAT DJIANG: Sebuah Sketsa Kehidupan Dalang Peranakan Tionghoa

    No full text
    Buku yang berjudul tentang “Biografi Widayat Djiang mengupas tentang perjalanan hidup seorang dalang keturunan Tionghoa yang bernama Widayat Djiang. Perjalanan hidup hingga menjadi dalang terkenal tentu melalui berb agai rintangan dan hambatan. Sebagai dalang keturunan Tionghoa, dalam perjalanannya ternyata bisa menjadi jembatan budaya yang menyatukan antara komunitas Jawa dengan warga keturunan Tionghoa. Widayat Djiang mempelajari dan mengadopsi budaya Jawa kemudian diimplementasikan dalam setiap tampilan pertunjukannya. Widayat Djiang juga menggunakan simbol-simbol budaya Jawa dalam rangka eksistensi dirinya untuk menjadi Jawa. Upaya ini selalu ditunjukan dalam setiaplakon-lakon yang dipentaskan selalu menyisipkan pesan-pesan moral, religious dan politik, sehingga pertunjukan wayang bukan sekedar tontonan melainkan juga sebagai tuntunan

    Biografi Widayat Djiang: sebuah sketsa kehidupan dalang peranakan Tionghoa

    No full text
    Buku yang berjudul tentang “Biografi Widayat Djiang mengupas tentang perjalanan hidup seorang dalang keturunan Tionghoa yang bernama Widayat Djiang. Perjalanan hidup hingga menjadi dalang terkenal tentu melalui berb agai rintangan dan hambatan. Sebagai dalang keturunan Tionghoa, dalam perjalanannya ternyata bisa menjadi jembatan budaya yang menyatukan antara komunitas Jawa dengan warga keturunan Tionghoa. Widayat Djiang mempelajari dan mengadopsi budaya Jawa kemudian diimplementasikan dalam setiap tampilan pertunjukannya. Widayat Djiang juga menggunakan simbol-simbol budaya Jawa dalam rangka eksistensi dirinya untuk menjadi Jawa. Upaya ini selalu ditunjukan dalam setiap lakon-lakon yang dipentaskan selalu menyisipkan pesan-pesan moral, religious dan politik, sehingga pertunjukan wayang bukan sekedar tontonan melainkan juga sebagai tuntunan

    Kritik Seni Ekspresivistik pada Karya Dekoratif Widayat

    No full text
    Maestro Widayat merupakan pelukis beraliran kubisme dekoratif magis. Karya-karyanya yang oriental klasik membawa perpaduan antara seni Indonesia dan Asia Timur. Penulis menilai visualisasi karya Widayat unik dan tidak dimiliki oleh seniman lain, baik dari segi bentuk, tema, dan isi dalam karya. Kritik ekspresivistik pada karya Widayat untuk mengurai pesan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan dalam karya tersebut. Umumya menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis judul, tema, isi dan visulisasi bentuk. Penelitian dilakukan dengan pengamatan yang memanfaatkan media dan data yang dikumpukan dengan sewajarnya dan melakukan analisis. Hasil penelitian bersifat deskriptif, analitis, terperinci dan bersifat komunikatif bagi penikmat seni, mahasiswa, dan kolektor. Evaluasi pembanding dilakukan terhadap karya serupa yang memiliki tema dan bentuk yang hampir sama atau mirip.Tentunya dengan melakukan perbandingan secara objektif baik dari segi bentuk sampai komunikasi yang ingin disampaikan dari karya pembanding maupun karya utama. Karya Widayat yang berjudul “Telanjang “ dengan karya Pablo Picasso yang berjudul “Les Demoiselles d’Avignon” memiliki kemiripan dari segi pesan dan tema yang ingin disampaikan sehingga mengacu pada landasan kritik ekspresivistik

    Lukisan dekoratif magis Widayat.

    No full text
    Secara umum lukisan Widayat dapat dikenali dengan ciri-ciri betnuk obyek mengalami deformasi, sehingga kelihatan gepeng/plat seperti wayang kulit, warna yang digunakan cenderung warna gelap, seluruh permukaan bidang penuh dengan ornamen/hiasan, perspektif berusaha dihilangkan meskipun ada sebagian yang samar-samar

    Makna lakon wahyu widayat tradisi pedalangan Ngayogyakarta

    No full text
    Lakon wahyu widayat menceritakan tentang turunnya wahyu widayat sebagai penentu pancer ratu tanah jawa. Ada 4 tokoh yang memperebutkan kedudukan pancer ratu yaitu irawan, antarejo, gatutkaca dan abimanyu. Dalam proses pewahyuan sangat dipengaruhi peran gajah antisura. Atas dasar proses masing-masing pada akhirnya dikisahkan bahwa abimanyu yang paling berhak atas wahyu widayat dan didudukkan sebagai pancer ratu tanah jawa. Melalui pendekatan etimologi kontekstual dalam paradigma mite-ritual diperoleh kesimpulan bahawa lakon wahyu widayat meruapakn hasil transformasi aspek rajawali dewa indra dalam rangka membentuk pancer ratu tanah jawa yang di idealkan masyarakatnya. Perkembangan wayang telah mengakibatkan adanya peruabhan yang disesuiakan dengan situasi dan kondisi jamannya. Namun demikian dalam proses transformasi aspek rajawi dewa indra dalam rangka membentuk pancer ratu tanah jawa yang di idealkan masyarakatnya. Perkembangan wayang telah mengakibatkan adanya peruabhan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi jamannya. Namun demikian dalam proses transformasi nya mengalami kontinuitas sekaligus diskontinuitas secara bersamaan. Proses kontinuitas terjadi pada penggunaan konsep-konsep dasar wayng, sedangkan proses diskontinuitas terjadi pada bentuk simbol yang digunakan
    corecore