58 research outputs found

    HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PETANI SAWAH DI DESA BULU CINA

    Get PDF
    Salah satu penyakit kerja yang dapat muncul sewaktu-waktu dan sering diabaikan oleh mayoritas pekerja informal adalah Musculoskletal Disorders Keluhan Musculoskeletal merupakan keluhan yang terjadi pada otot rangka yang di alami oleh seseorang mulai dari keluhan yang ringan sampai keluhan yang sangat berat. Jenis penelitian ini kuantitatif yaitu dengan desain studi cross –sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan msds pada petani sawah di Desa Bulu Cina. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 orang yang merupakan populasi total petani sawah. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner, wawancara, Nordic Body Map (NBM) untuk menilai tingkat keluhan musculoskeletal dan Metode REBA (Rapid Entire Body Assesment) untuk postur kerja. Uji statistik menggunakan uji chi – square dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani sawah mengalami keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) tingkat sedang sebanyak 27 orang (67,5%) dan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) tingkat rendah sebanyak 13 orang (32,5%). Hasil uji Chi – Square menunjukkan ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan musculoskeletal yaitu postur kerja (P= 0,013 < 0,05), Durasi Kerja (P= 0,005 < 0,05). Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti lebih dalam lagi mengenai perkembangan petani atau buruh tani saat bekerja, seperti memperhatikan masa kerja, postur kerja untuk penderita Musuloskletal Disorders (MSDs)

    The Relationship Between Job Satisfaction and Performance of Inpatient Nurses at Malahayati Islamic Hospital Medan

    Get PDF
    Nurse performance can significantly impact the quality of healthcare services in hospitals, meaning that low nurse performance can affect patient trust, satisfaction, and ultimately, the quality of life and well-being of the community. One factor influencing nurse performance in hospitals is job satisfaction. Job satisfaction reflects employees' feelings towards their jobs. Thus, this study aims to describe the relationship between job satisfaction and nurse performance. The research uses a cross-sectional study design with a sample size of 77 inpatient nurses at Malahayati Islamic Hospital in Medan, employing total sampling techniques. The research instruments include the Job Satisfaction Survey developed by Spector (1994) and the Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) developed by Koopmans et al. (2014). Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that the majority of nurses' job satisfaction fell into the optimal category (71.4%) and the majority of nurse performance was categorized as good (63.6%). There is a significant relationship between job satisfaction and the performance of inpatient nurses at Malahayati Islamic Hospital in Medan, with a p-value of 0.000 (P value <0.05)

    Hubungan Masa Kerja dan Postur Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Mekanik di Bengkek Mobil Kisaran Fantasi

    Get PDF
    Musculoskeletal Disorders (MSDs) are complaints often experienced by workers who work in non-ergonomic conditions. The Kisaran Fantasi workshop is one of the car repair shops where workers bend, stoop, bend their wrists, and squat repeatedly when repairing cars for a long time. This causes workers to often feel pain in the back, calves, and numbness in the wrists. This study aims to determine the relationship between tenure and work posture with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in mechanical workers at the Kisaran Fantasi car repair shop. The method in this study is descriptive quantitative with a cross-sectional design. The sample in this study used a total sampling technique of 55 workers. This research was conducted in January 2025. The analysis used in this study used univariate and bivariate tests and the chi-square test. The results showed that there was a relationship between length of service (P-value = 0.048) and work posture (P-value = 0.005) with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the Fantasy Range workshop. In conclusion, there is a significant relationship between length of service and work posture and Musculoskeletal Disorders (MSDs) complaints in the Fantasy Range workshop, all of which have a p-value > 0.05. Advice for workers to pay attention to posture while working, and advice for auto repair shop owners to provide additional assistance, such as wellness programs or referrals to medical specialists, for workers who are sick.Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan yang sering dialami pekerja yang bekerja dengan keadaan tidak ergonomis. Bengkel Kisaran Fantasi adalah salah satu bengkel mobil yang aktivitas pekerjaannya membungkuk, menunduk, menekuk pergelangan tangan, dan berjongkok pada saat memperbaiki mobil dalam waktu yang cukup lama dan dilakukan secara berulang. Hal ini menyebabkan pekerja sering merasakan sakit di bagian punggung, betis dan merasakan kebas di pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja mekanik di bengkel mobil Kisaran Fantasi. Metode dalam penelitian ini kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 55 orang pekerja. Waktu penelitian ini dilakukan pada Januari 2025. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja (P-value = 0,048) dan postur kerja (P-value = 0,005) dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) di bengkel Kisaran Fantasi. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dan postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) di bengkel Kisaran Fantasi, di mana semua memiliki p-value > 0,05. Saran untuk pekerja agar memperhatikan postur tubuh pada saat bekerja dan saran untuk pemilik bengkel mobil menyediakan bantuan tambahan seperti program kesehatan atau rujukan ke spesialis medis untuk pekerja yang sakit

    Analisis Pelaksanaan Program Penanggulangan Malaria di Puskesmas Gambir Baru

    Get PDF
    Malaria adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius dan berpotensi fatal. Upaya eliminasi malaria dilakukan di Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang bebas dari penularan malaria pada tahun 2030. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan program penaggulangan malaria di Puskesmas Gambir Baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dari informan terpilih secara purposive sampling. Informan penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu kepala puskesmas, pengelola program malaria serta dokter yang menangani, tokoh masyarakat, serta masyarakat penderita malaria dan masyarakat yang tidak menderita malaria. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini adalah program penanggulangan malaria di Puskesmas Gambir Baru menghadapi, distribusi obat yang belum optimal, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah program penanggulangan malaria di Puskesmas Gambir Baru menghadapi kendala dalam tenaga kesehatan, distribusi obat, dan kesadaran masyarakat. Diperlukan peningkatan jumlah dan kapasitas tenaga kesehatan, ketersediaan obat yang mencukupi, serta penyuluhan yang lebih efektif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan pengobatan malaria

    Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Padang Matinggi

    Get PDF
    Ringkasan: Latar belakang: Bagian tata usaha memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi dan operasional perusahaan. Kinerja karyawan perlu ditingkatkan melalui penciptaan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung. Tujuan: Mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan bagian tata usaha di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Padang Matinggi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 47 karyawan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil: Terdapat pengaruh signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (t=23,352; p=0,001). Koefisien determinasi menunjukkan 85,3% kinerja karyawan dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Koefisien korelasi sebesar 0,961 menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif antara lingkungan kerja dan kinerja karyawan. Simpulan: Lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian tata usaha. Peningkatan kualitas lingkungan kerja fisik dan non-fisik terbukti menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali dinamika perubahan lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kinerja karyawan secara berkelanjutan.Bagian tata usaha memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran administrasi dan operasional suatu perusahaan. Untuk menjalankan fungsi ini secara maksimal, kinerja karyawan perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung. Lingkungan kerja yang kondusif meliputi tidak hanya aspek fisik seperti fasilitas dan tata ruang, tetapi juga aspek non-fisik seperti hubungan antar rekan kerja, rasa aman, serta penghargaan atas kinerja. Kondisi ini mendorong semangat kerja dan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan bagian tata usaha di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Padang Matinggi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang memungkinkan analisis hubungan antar variabel pada satu waktu. Populasi terdiri dari 47 karyawan dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket daring menggunakan Google Form. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan seperti yang ditunjukkan oleh nilai t hitung 23,352, yang lebih besar dari nilai t tabel 2,014, dan nilai p 0,001, yang lebih rendah dari 0,05, bahwa lingkungan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.  Artinya, lingkungan kerja yang lebih baik berkorelasi positif dengan kinerja karyawan

    Factors Influencing Smoking Habits Among Adolescents in Tegal Rejo Village, Medan Perjuangan District

    Get PDF
    Smoking behavior among adolescents is a particular issue that requires serious attention. Adolescents tend to be more vulnerable to the influence of their surroundings, including peers and social media, which can affect their decisions regarding smoking. This study aims to explore the factors related to smoking behavior among adolescents in Indonesia. Using quantitative methods, univariate and bivariate analyses were conducted on data from 271 respondents. The findings indicate a significant relationship between individual knowledge about the dangers of smoking, individual attitudes toward smoking, social media exposure to content about the dangers of smoking, and the level of self-efficacy with smoking behavior among adolescents. These results support the importance of understanding and managing these factors in efforts to prevent and control smoking among adolescents. Strategies that include enhancing knowledge, supportive attitudes, managing social media exposure, and strengthening self-efficacy can be effective steps in reducing the prevalence of smoking behavior in the adolescent population. In this context, evidence-based approaches, such as those proposed by Lawrence Green's Theory of Behavior Change, can serve as a foundation for designing more effective interventions. Collaboration among various parties, including the government, educational institutions, and the general community, is necessary to create a supportive environment to change smoking behavior and improve adolescent health overall
    corecore