1,721,819 research outputs found

    ITEC 610-001: Applied Managerial Statistics - course syllabus

    No full text
    11 pages.Submitted by Angela Kim ([email protected]) on 2010-03-17T14:14:50Z No. of bitstreams: 1 ITEC 610-001 Applied Managerial Statistics_Edward A Wasil(11).pdf: 71450 bytes, checksum: 59433ed261e9c8dd006ca9ae27f5df85 (MD5)Made available in DSpace on 2010-03-17T14:14:50Z (GMT). No. of bitstreams: 1 ITEC 610-001 Applied Managerial Statistics_Edward A Wasil(11).pdf: 71450 bytes, checksum: 59433ed261e9c8dd006ca9ae27f5df85 (MD5) Previous issue date: 2009-0

    Peranan KH Wasil Syirbini dalam Implementasi Toleransi Beragama di Kabupaten Jember Tahun 1980-2009

    No full text
    ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang biografi KH. Wasil Syirbini tahun 1980-2009. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu (1) Bagaimana latar belakang kehidupan KH. Wasil Syirbini sebagai seorang tokoh, (2) Siapa tokoh yang menjadi inspirasinya, dan (3) Bagaimana peranan dan pengaruh KH. Wasil Syirbini dalam implementasi toleransi di Kabupaten Jember Tahun 1980-2009. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah antropologi sosial dan teori yang digunakan adalah teori perspektif fungsionalisme yang dicetuskan oleh Emile Durkheim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini mengenai KH. Wasil Syirbini yang lahir pada tanggal 10 Desember 1955 di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Pendidikan pondok pesantren dan dukungan keluarga menjadi pembentukan karakter dalam diri KH. Wasil Syirbini. Pemahaman tentang humanisme menjadikan KH. Wasil Syirbini sangat menjunjung tinggi keberagaman. Peranannya dimulai pada tahun 1980, ketika menjalin pertemanan dekat dengan komunitas Musyawarah Antargereja (MAG). Setelah itu berturut-turut KH. Wasil Syirbini melakukan dialog antariman melalui Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB), di mana KH. Wasil Syirbini sebagai penasehatnya dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), secara kultural KH. Wasil Syirbini juga sebagai penasehatnya. Bentuk implementasi toleransi KH. Wasil Syirbini, juga dibuktikan dengan peranannya sebagai narasumber dalam suatu acara di gereja-gereja tertentu. Wafatnya KH. Wasil Syirbini pada tahun 2009 menjadi akhir dari peranannya dalam implementasi toleransi. Kata kunci: KH. Wasil Syirbini, Implementasi, Toleransi.Suharto, S.S., M.A. (Dosen Pembimbing) Drs. IG Krisnadi, M.Hum. (Dosen Pembimbing

    ANALISIS MOTIVASI TRADISI ZIARAH KUBUR DI MAKAM SYEIKH SYAMSUDDIN AL-WASIL KOTA KEDIRI

    No full text
    Tulisan ini mengkaji motivasi peziarah makam Syaikh Syamsuddin al-Wasil yang memfokuskan pada tiga pertanyaan pokok. Pertama, apa yangmendorong peziarah datang ke makam Syaikh Syamsuddin al-Wasil?Kedua, apa yang yang dibutuhkan peziarah sehingga datang ke makamSyaikh Syamsuddin al-Wasil? Ketiga, apa yang mendasari peziarahberziarah di makam Syaikh Syamsuddin al-Wasil? Hasil penelitian inimenemukan bahwa motif peziarah datang ke makam ada dua yakniPertama, motif intrinsik berupa kerentek (keinginan hati), kedua motifekstrinsik berupa dorongan ajaran para guru peziarah, dan atas doronganlain berupa pemenuhan tiga kebutuhan lain yaitu kebutuhan mendekatkandiri kepada Allah, kebutuhan spiritual, dan harapan terwujudnya do’a.Ketiga, makam Syaikh Syamsuddin al-Wasil memiliki daya yang kuatuntuk berdo’a dan pasti akan terkabul do’a tersebut. Do’a akantersampaikan pada Allah dengan lantaran Syaikh Syamsuddin al-Wasil.Kata Kunci : Motivasi, Syaikh Syamsuddin Al-Wasil, Ziarah Kubur

    Analisis Hubungan Spiritual Guru-Murid Syekh Wasil dengan Prabu Jayabaya: Tinjauan Terhadap Isi Teks Kitab Musarar

    No full text
    Perpaduan antara tradisi spiritual lokal dan ajaran Islam menghasilkan narasi yang kaya makna filosofis dan historis. Salah satu hubungan yang menarik dan sarat dimensi spiritual adalah hubungan antara Syekh Wasil (Pangeran Makkah) dan Prabu Jayabaya. Dalam teks Musarar yang dibahas dalam buku Hubungan Prabu Sri Aji Jayabaya Dengan Syekh Wasil Pangeran Makkah, Prabu Jayabaya digambarkan berguru kepada Maulana Ali Syamsul Zein yang diyakini sebagai Syekh Wasil, membahas Kitab Musarar yang menjadi dasar munculnya ramalan-ramalan Jayabaya dalam sinkretisme Jawa-Islam. Penelitian ini meliputi: (1) penggambaran figur Syekh Wasil dalam teks Musarar; (2) bentuk hubungan guru–murid antara Syekh Wasil dan Prabu Jayabaya; dan (3) implikasi ajarannya terhadap karya ramalan Prabu Jayabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka yang berfokus pada pengumpulan, pembacaan, pencatatan, dan pengolahan data yang bersumber dari buku utama dan literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur Syekh Wasil adalah konstruksi literer yang mempertemukan warisan Hindu-Buddha dengan Islam dalam teks Musarar. Hubungan spiritual ini berfungsi sebagai legitimasi kultural bagi proses Islamisasi di Jawa, khususnya Kediri, melalui otoritas simbolik tokoh masa lalu. Oleh karena itu, Musarar tidak hanya dipandang sebagai teks ramalan, tetapi juga sebagai bukti historis dan simbolik perjumpaan peradaban Hindu-Buddha dan Islam di Kediri. &nbsp

    TRADISI ZIARAH DI MAKAM SYEKH AL-WASIL SYAMSUDDIN SETONO GEDONG KOTA KEDIRI TAHUN 2021-2022

    Get PDF
    This thesis is entitled "Traditions of Pilgrimage at the Tomb of Sheikh al-Wasil Syamsuddin Setono Gedong, Kediri City, 2011-2022". The formulation of the problem in this research is 1) How is the existence of the tomb of Sheikh al-Wasil Syamsuddin Setono Gedong, Kediri City, 2) What are the pilgrimage activities at the Tomb of Sheikh al-Wasil Syamsuddin Setono Gedong, Kediri City 2011-2022, 3) What is the meaning and tradition of pilgrimage to the tomb? Sheikh al-Wasil Syamsuddin Setono Gedong, Kediri City. This thesis was written using historical research methods with the following steps: heuristics (data collection), verification (criticizing data), interpretation (interpreting data), and historiography (writing history). This writing uses a descriptive-analytic approach. Descriptive is used to describe phenomena as they are and their dynamics can be captured in their entirety, and analyze existing data as writing material, while the theory used is motivational theory which encourages pilgrims to seek blessings at the tomb. In this research, we try to capture what is true regarding the dimensions of beliefs, beliefs, rituals and traditions that have taken place. From the research results, it was concluded that the grave of Sheikh al-Wasil Syamsuddin was sacred by the community because the community believed that there would be changes after the pilgrimage. The pilgrims have the same goal, namely to receive blessings at the grave and this is a form of respect for Sheikh al-Wasil Syamsuddin. The tradition and ritual carried out at the grave of Sheikh al-Wasil Syamsuddin is Istighosah every Friday night in the form of saying prayers, apart from that there are also routine activities in the months of Mulud, Rajab and Muharram. Pilgrim's forms of hope vary, from praying for grave experts to praying specifically for themselves, such as asking for easy sustenance, a soul mate, intelligence, and remembering death which can increase faith in Allah SW

    Study kepercayaan masyarakat terhadap kekeramatan makam Syekh Al Wasil Syamsuddin di Setono Gedong Kota Kediri Tahun 1995-2008

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul “Studi Kepercayaan Masyarakat terhadap Kekeramatan Makam Syekh al-Wasil Syamsuddin di Setono Gedong Kota Kediri Tahun 1995-2008”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana keberadaan makam Syekh al-Wasil Syamsuddin di Kediri? 2) Bagaimana kegiatan ziarah di makam Syekh al-Wasil Syamsuddin? 3) Bagaimana harapan peziarah di makam Syekh al-Wasil Syamsuddin? Skripsi ini ditulis dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut heuristik (pengumpulan data), verifikasi (mengkritik data), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan sejarah). Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif-analisis. Deskriptif digunakan untuk menggambarkan fenomena apa adanya dan dinamikanya dapat ditangkap secara utuh, Dan menganalisis data-data yang ada sebagai bahan penulisan, sedangkan teori yang digunakan adalah antropologis yang mana dalam penelitian ini berusaha memotret apa adanya mengenai dimensi kepercayaan, keyakinan, ritual dan tradisi yang telah berlangsung. Sedangkan teori motivasi yang mendorong peziarah untuk mencari berkah di makam. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa makam Syekh al-Wasil Syamsuddin dikeramatkan oleh masyarakat karena masyarakat percaya akan adanya perubahan setelah berziarah. Para peziarah memliki kesamaan tujuan yaitu ngalap berkah di makam dan merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap Syekh al-Wasil Syamsuddin. Tradisi dan ritual yang dilakukan di makam Syekh al-Wasil Syamsuddin adalah Istighosah di setiap malam Jum’at yang berupa memanjatkan doa-doa selain itu juga adanya kegiatan rutin di bulan Mulud, Rajab dan Muharram. Bentuk pengharapan peziarah beragam, mulai dari mendoakan ahli kubur sampai berdoa secara khusus untuk diri sendiri seperti meminta kemudahan rezeki, jodoh, kecerdasan, dan mengingat kematian yang dapat menambah keimanan pada Allah SWT

    Alien Registration- Reith, Wasil (Eustis, Franklin County)

    Get PDF
    https://digitalmaine.com/alien_docs/19753/thumbnail.jp

    THE RELEVANCE OF SHEIKH AL WASIL TOMB AS HISTORICAL EVIDENCE OF THE SPREAD OF ISLAM IN KEDIRI

    Get PDF
    Syekh Wasil Syamsuddin for the citizens of Kediri is the figure of the first propagator of Islam in the city of Kediri. The story of Sheikh Al Wasil\u27s character comes mostly from speech stories that developed in the community and is supported by artifacts in the form of epitaphs that are in the tomb, these artifacts are believed to be a marker of the early spread of Islam in Kediri or the year this character died. The background of Sheikh al Wasil\u27s arrival in Kediri apart from spreading Islam was allegedly due to the invitation of Prabu Sri Aji Jayabaya to discuss the book of Musarar (Serat Jangka Jayabaya). In addition, another opinion emerged, namely the similarity of architecture in the Setono Gedong tomb complex with the tomb complex of Sunan Drajad in Lamongan. opinion is supported by the opinion that Sunan Drajad married a daughter of the Duke of Kediri, namely Retno Ayu Condro Sekar who is the daughter of Suryo Adilogo, so it is suspected that Sheikh Al Wasil was Suryo Adilogo. Thus there needs to be extracthistorical data through the critical historical method with 4 stages, namely heuristics, verification, interpretation and historiography. And in the preparation of this article the researcher used descriptive qualitative methods with data obtained from interviews, observations and literature studies. This research also aims to explore to explain the character of Sheikh Al Wasil in Kediri. Keywords: Syekh Al Wasil Syamsuddin; Islamic religion propagator; The relevance of the tomb of Syekh Al WasilAbstrak :Syekh Wasil Syamsuddin bagi warga Kediri merupakan sosok tokoh penyebar agama Islam pertama di Kota Kediri. Kisah ketokohan Syekh Al Wasil banyak berasal dari cerita tutur yang berkembang di masyarakat serta didukung oleh artefak berupa epitaph  yang  berada dalam makam, artefak tersebut dipercaya sebagai sebagai penanda masa awal penyebaran islam di kediri atau tahun meninggalnya tokoh ini.  Latar belakang kedatangan syekh al wasil di Kediri selain untuk menyebarkan agama islam diduga karena adanya undangan Prabu Sri Aji Jayabaya untuk membahas kitab musarar (serat jangka Jayabaya).  Selain itu muncul opini lain yakni adanya kesamaan arsitektur dalam kompleks makam setono gedong dengan kompleks makam sunan Drajad di Lamongan. opini tersebut didukung oleh pendapat bahwa Sunan Drajad menikahi seorang  putri adipati Kediri yakni Retno Ayu Condro Sekar yang merupakan putri dari Suryo Adilogo, sehingga diduga syekh al wasil adalah suryo adilogo. Dengan demikian perlu ada upaya penggalian data sejarah melalui metode sejarah kritis dengan 4 tahap yakni heuristik,verifikasi,interpretasi dan historiografi. Dan dalam penyusunan artikel ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh dari wawancara,observasi dan studi pustaka. Penelitian ini pun bertujuan untuk menggali fakta sejarah melalui makam syekh al wasil untuk menjelaskan ketokohan Syekh Al Wasil di Kediri.Kata kunci: Syekh Al Wasil Syamsuddin; Tokoh penyebar agama islam; Relevansi makam Syekh Al Wasi

    Uji komparasi perhitungan gerhana matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali

    Get PDF
    Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali memiliki riwayat pernah belajar ilmu falak kepada Kiai Noor Ahmad Jepara (alm) pengarang kitab falak Nur al-Anwar. Meski begitu, Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali memiliki metode yang berbeda dalam memprediksi fenomena gerhana Matahari. Kedua metode perhitungan ini sering digunakan sebagai referensi dalam memprediksi fenomena gerhana Matahari, meskipun memiliki hasil akhir yang berbeda. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali? (2) Bagaimana perbandingan tingkat akurasi dari metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali? (3) Bagaimana kelebihan dan kekurangan dari metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali? Permasalahan dibahas melalui studi pustaka dengan pengumpulan data secara dokumentasi dan wawancara. Semua data dianalisis dan dikomparasikan dengan hasil NASA sebagai acuan tingkat akurasi. Penelitian ini menyimpulkan: Yang pertama, metode perhitungan Muhammad Wasil dan K.H Ahmad Ghozali memiliki persamaan menggunakan konsep sistem koordinat ekliptika geosentrik, selain itu terdapat perbedaan antara kedua metode perhitungan meliputi konsep bentuk Bumi yang digunakan, sumber data, ketentuan delta T(∆T), dan pendekatan yang digunakan dalam metode perhitungan. Yang kedua, tingkat akurasi metode perhitungan gerhana Matahari global K.H. Ahmad Ghozali lebih tinggi daripada metode perhitungan Muhammad Wasil dalam memprediksi fenomena gerhana Matahari. Tingkat akurasi ini berdasar pada perhitungan keadaan greatest eclipse yang berdampak langsung terhadap pelaksanaan salat gerhana. Yang ketiga, metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil memiliki kelebihan kontak yang dihitung lebih lengkap, dapat menggambarkan peta pergerakan gerhana, tingkat akurasi lebih tinggi dalam perhitungan kontak umbra, sedangkan terdapat kekurangannya, yaitu sulit diimplementasikan tanpa bantuan program sebagai alat bantu. Pada metode perhitungan gerhana Matahari global K.H. Ahmad Ghoazali memiliki kelebihan diantaranya metode perhitungan lebih praktis, memiliki tingkat akurasi tinggi untuk kontak penumbra dan puncak gerhana (greatest eclipse), sedangkan kekurangannya, yaitu akurasi rendah dalam perhitungan kontak umbra gerhana Matahari global. Kata Kunci: Muhammad Wasil, K.H. Ahmad Ghozali, gerhana Matahari global  ABSTRACT: Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali has a history of studying astronomy with Kiai Noor Ahmad Jepara (deceased), author of the book of astronomy Nur al-Anwar. Even so, Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali has a different method for predicting the phenomenon of a solar eclipse. These two calculation methods are often used as references in predicting solar eclipse phenomena, even though they have different final results. This research is intended to answer the questions: (1) What is the method for calculating global solar eclipses by Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali? (2) What is the comparison of the level of accuracy of the global solar eclipse calculation method of Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali? (3) What are the advantages and disadvantages of the global solar eclipse calculation method Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali? Problems are discussed through literature study by collecting data through documentation and interviews. All data is analyzed and compared with NASA results as a reference for accuracy levels. This research concludes: Firstly, the calculation methods of Muhammad Wasil and K.H Ahmad Ghozali have similarities using the concept of a geocentric ecliptic coordinate system, apart from that there are differences between the two calculation methods including the concept of the shape of the Earth used, data sources, provisions for delta T(∆T), and the approach used in the calculation method. Second, the level of accuracy of the global solar eclipse calculation method K.H. Ahmad Ghozali's calculation method is higher than Muhammad Wasil's in predicting the phenomenon of a solar eclipse. This level of accuracy is based on calculating the state of the greatest eclipse which has a direct impact on the implementation of eclipse prayers. Third, Muhammad Wasil's method for calculating global solar eclipses has the advantage of contacts being calculated more completely, being able to depict a map of the movement of the eclipse, a higher level of accuracy in calculating umbral contacts, while there are disadvantages, namely that it is difficult to implement without the help of a program as a tool. In the calculation method for global solar eclipses, K.H. Ahmad Ghoazali has advantages, including a more practical calculation method, having a high level of accuracy for penumbral contact and the peak of the eclipse (greatest eclipse), while his disadvantages are low accuracy in calculating umbral contact for global solar eclipses. Keywords: Muhammad Wasil, K.H. Ahmad Ghozali, global solar eclipse  الملخص محمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي لهم تاريخ في دراسة علم الفلك مع كياي نور أحمد جيبارا (متوفى)، مؤلف الكتاب الفلكي نور الأنوار. ومع ذلك، فإن محمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي لديهما طرق مختلفة للتنبؤ بظاهرة كسوف الشمس. غالبًا ما يتم استخدام هاتين الطريقتين الحسابيتين كمراجع في التنبؤ بظواهر كسوف الشمس، على الرغم من اختلاف نتائجهما النهائية. يهدف هذا البحث إلى الإجابة على الأسئلة التالية: (1) ما هي طريقة حساب كسوف الشمس العالمي لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي؟ (2) كيف يمكن مقارنة مستوى دقة طرق حساب كسوف الشمس العالمي لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي؟ (3) ما هي مميزات وعيوب طريقة حساب كسوف الشمس العالمي لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي؟ تتم مناقشة المشاكل من خلال دراسة الأدبيات من خلال جمع البيانات من خلال الوثائق والمقابلات. ويتم تحليل جميع البيانات ومقارنتها بنتائج وكالة ناسا كمرجع لمستويات الدقة. ويخلص هذا البحث إلى ما يلي: أولاً، هناك أوجه تشابه بين طريقتي الحساب لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي باستخدام مفهوم نظام الإحداثيات الكسوف لمركز الأرض، عدا عن ذلك هناك اختلافات بين طريقتي الحساب بما في ذلك مفهوم شكل الأرض المستخدم. ومصادر البيانات وأحكام دلتا T(∆T) والنهج المستخدم في طريقة الحساب. ثانيا، مستوى دقة طريقة حساب كسوف الشمس العالمي لكياي الحاج أحمد غزالي أعلى من طريقة حساب محمد واصل في التنبؤ بظاهرة كسوف الشمس. ويعتمد هذا المستوى من الدقة على حساب حالة الكسوف الأكبر الذي له تأثير مباشر على تنفيذ صلاة الكسوف. ثالثا، تتميز طريقة محمد واصل لحساب كسوف الشمس العالمي بميزة احتساب الاتصالات بشكل أكثر اكتمالا، والقدرة على تصوير خريطة لحركة الكسوف، ومستوى أعلى من الدقة في حساب الاتصالات الظلية، في حين أن هناك عيوب، وهي أن فمن الصعب تنفيذها دون مساعدة البرنامج كأداة. تتميز طريقة كياي حاج أحمد غزالي لحساب كسوف الشمس العالمي بمزايا، بما في ذلك طريقة حسابية أكثر عملية، وجود مستوى عالٍ من الدقة في الاتصال شبه الظلي وذروة الكسوف (الكسوف الأكبر)، في حين أن العيب هو انخفاض الدقة في حساب الاتصال الظلي لكسوف الشمس العالمي. الكلمات المفتاحية: محمد واصل، أحمد غزالي، كسوف الشمس العالمي
    corecore