229 research outputs found
ANALISIS KEDUDUKAN HUKUM HAK WARIS ANAK LUAR KAWIN SEBAGAI PENGGANTI DARI AHLI WARIS
Fenomena yang sering terjadi pada kehidupan masyarakat terkait dengan harta warisan sering menimbulkan perselisihan antara ahli waris. Terjadinya gugat menggugat terkait hak waris di pengadilan, tidak saja terjadi antara ahli waris dalam hubungan sedarah, namun terkadang timbulnya gugatan hak waris berasal dari anak luar kawin yang menuntut sebagai hak waris pengganti, contoh salah satunya kasus Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor Nomor 344/Pdt/2020/ PT MDN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedudukan hukum hak waris anak luar kawin sebagai pengganti dari ahli waris menurut KUHPerdata dan putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 344/Pdt/2020/PT MDN. Jenis penelitian ini yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Sumber hukum yang digunakan berupa bahan hukum hukum sekunder meliputi bahan hukum primer dan sekunder dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan, pertama, KUHPerdata mengakui kedudukan anak di luar kawin sebagai hak waris pengganti dari ahli waris sepanjang telah diakui secara sah menurut undang-undang berdasarkan Pasal 862 KUHPerdata. Pengakuan terhadap anak di luar kawin menurut undang-undang, terlahirlah hubungan perdata antara anak itu dengan Ibu dan bapaknya (Pasal 281 KUHPerdata) yang dikuatkan dengan akta otentik (Pasal 281 KUHPerdata), karena dapat memberikan jaminan kepastian hukum guna kepentingan pembuktian di pengadilan dalam hal status anak di luar kawin tersebut dipersengketakan. Kedua, kedudukan hukum anak luar kawin menurut Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 344/Pdt/2020/PT MDN tidak mendapatkan hak sebagai hak waris pengganti dari ahli waris, karena yang menjadi rujukannya adalah KUHPerdata Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan sebelum perubahan. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 46/PUU-VIII/2010 atas uji materi Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, bahwa anak luar kawin tidak saja mempunyai hubungan perdata dengan ibu saja, tetapi mempunyai hubungan perdata dengan bapaknya yang membenihkannya, sehingga anak luar kawin mendapatkan hak sebagai hak waris pengganti dari ahli waris. Sebab, lahirnya Putusan Mahkamah Agung Nomor 46/PUU-VIII/2010 atas uji materi Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menganut konsep asas hukum lex specialis derogat legi generali
Praktik Pembagian Waris Secara Merata Antara Laki-Laki Dan Perempuan Di Kecamatan Kepahiang
Mengingat bahwa semua harta kekayaan dianggap sebagai milik bersama dan harus dibagi dengan memberikan hak yang sama kepada anak laki-laki dan anak perempuan dengan jumlah yang sama yang ditentukan oleh para ahli, maka tradisi dalam masyarakat adalah membagikan warisan kepada ahli waris secara merata, atau dapat disebut satu lawan satu. Tanpa membeda-bedakan keduanya, banyak orang tua di lingkungan itu yang mewariskan hartanya kepada anak-anak dan perempuan mereka secara adil sebelum meninggal dunia. Karena premis ini, seringkali menjadi polemik dan pertengkaran yang terkadang menimbulkan perbedaan pendapat di antara para ahli waris.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dan metodologi penelitian lapangan. Strategi pengambilan sampel bola salju digunakan dalam penelitian ini. Jenis analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yang meliputi pemeriksaan informasi yang peneliti kumpulkan dari wawancara yang dilakukan di lapangan dan mengolahnya berulang kali untuk menarik kesimpulan dari temuan penelitian.Penelitian ini menyimpulkan bahwa, ada beberapa yang hal mendasari pembagian harta waris secara merata untuk memutuskan menyeimbangkan rasio pembagian waris laki-laki dan perempuan, kesenjangan ekonomi, menghindari perselisihan dalam keluarga, tradisi pembagian warisan. Pembagian harta waris secara sama rata menimbulkan dampak positif yaitu, hubungan keluarga bisa lebih baik dan erat, mencapai kedamaian, tidak banyak memakan waktu dalam membagi harta waris. Dampak negative yaitu hak kewarisan terabaikan, pemutus talisilahturahmi, menimbulkan kecemburuan sosial. Pembagian harta warisan secara sama rata yaitu masing-masing ahli waris harus mengetahui bagiannya, para ahli waris sepakat untuk bermusyawarah, dimana mereka membagi harta warisan dan hasilnya adalah nisbah 1:1
MAKNA SIMBOLIS GERAK TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Sasikirana merupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikirana ini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dan kostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akan menggali maknadari tanda-tanda yang terdapat pada gerak tari sasikirana karya Indrawati Lukman menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Kajian terpusat pada tanda – tanda gerak dalamkarya tari topeng sasikirana, dikaji secara mendalam
sehingga mampu membongkar realitas makna dibalik karya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolis dari gerak tari Sasikirana karya Indrawati Lukman melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tari Sasikirana dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki kekayaan simbolis yang merefleksikan nilai budaya dan kearifan lokal yang unik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Peirce, yang membagi tanda menjadi tiga komponen: representament, Objek, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak-gerak dalam tari Sasikirana memiliki makna simbolis yang mendalam, yang merepresentasikan feminitas, keagungan perempuan, serta filosofi hidup masyarakat yang dihormati dalam budaya setempat.
Kata Kunci: Gerak Tari Sasikirana, Indrawati Lukman, Semiotika, Charles Sanders Peirce, Makna Simbolis.
ABSTRACTTHE SYMBOLIC MEANING OF SASIKIRANA MASK DANCE MOVEMENTS OF INDRAWATI LUKMAN DANCE STUDIO BANDUNG: SEMIOTIC (ANALYSIS OF CHARLES SANDERS PEIRCE), DECEMBER 2014. Sasikirana is a development of Pamindo mask dance. The interesting things in Sasikirana dance work are the extensive exploration and innovation applied to movements, movement structure, accompaniment, and costumes. Sasikirana appears to be more modern in its presentation style. The author would examine the meaning of the symbols in Sasikirana dance movements by Indrawati Lukman, using a qualitative method with a semiotic approach. This study focuses on the symbolic movements in Sasikirana mask dance, with deep analyzing process to uncover the underlying meanings. The purpose of this research is to reveal the symbolic meanings of the movements in Sasikirana dance by Indrawati Lukman through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. Sasikirana dance has been selected as the research subject because of its symbolic richness reflecting unique cultural values and local wisdom. The research method used is descriptive qualitative, involving data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted using Peirce\u27s semiotic theory, which divides signs into three components: representament, Object, and Interpretant. The findings show that the movements in Sasikirana dance owes deep symbolic meanings, representing femininity, the majesty of women, and the community life
Naskahditerimapada,7Septemberrevisiakhir3Oktober2024 |157
philosophy respected within the local culture.
Keywords: Sasikirana Dance Movements, Indrawati Lukman, Semiotics, Charles Sanders Peirce, Symbolic Meaning
Pluralisme Hukum Waris di Palampang: Studi komprasi Hukum Islam dan Hukum Adat dalam Praktik Pewarisan: Analysis of Islamic Law and Customary Law in Inheritance Practices
This study discusses the dynamics of legal pluralism in the practice of inheritance distribution in Palampang Village, Bulukumba Regency, which shows the complex interaction between Islamic inheritance law and the customary inheritance law of the Bugis people. The main issue raised is how the community navigates two different legal systems in inheritance practices, particularly in the context of applying the 2:1 provision between male and female heirs according to Islamic law. The discussion covers the extent to which Islamic law provisions are implemented textually, as well as how cultural values such as family deliberation, social contribution, and empathy are passed down and influence customary mechanisms in inheritance distribution. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection methods in the form of in-depth interviews with traditional leaders, religious leaders, and heirs, as well as field observations of inheritance practices. The results of the study show that the Palampang community applies a pluralistic legal system with a greater tendency toward local customs in inheritance practices. The 2:1 distribution provision in Islamic law is rarely strictly implemented because it is considered to not fully reflect social realities and the actual contributions of each heir. An important finding from this study is that legal pluralism does not create conflict if it is managed through family deliberation mechanisms and social approaches based on local values. The academic recommendation from this study is the need for a model of integration between Islamic law and customary law that respects the cultural values of the local community without neglecting the principles of justice in Sharia, as well as strengthening the capacity of community leaders in facilitating pluralistic law-based inheritance settlements.Penelitian ini membahas dinamika pluralisme hukum dalam praktik pembagian warisan di Kelurahan Palampang, Kabupaten Bulukumba, yang memperlihatkan interaksi kompleks antara hukum waris Islam dan hukum waris adat masyarakat Bugis. Pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana masyarakat menavigasi dua sistem hukum yang berbeda dalam praktik warisan, khususnya dalam konteks penerapan ketentuan 2:1 antara ahli waris laki-laki dan perempuan menurut hukum Islam. Pokok bahasan mencakup sejauh mana ketentuan hukum Islam dijalankan secara tekstual, serta bagaimana nilai-nilai budaya seperti musyawarah keluarga, kontribusi sosial, dan empati diwariskan dan mempengaruhi mekanisme adat dalam pembagian warisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan ahli waris, serta observasi lapangan terhadap praktik waris yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Palampang menerapkan sistem hukum secara plural dengan kecenderungan lebih besar pada adat lokal dalam praktik pewarisan. Ketentuan pembagian 2:1 dalam hukum Islam jarang diimplementasikan secara ketat karena dianggap kurang merefleksikan realitas sosial dan kontribusi aktual masing-masing ahli waris. Temuan penting dari studi ini adalah bahwa pluralisme hukum tidak menciptakan konflik apabila dikelola melalui mekanisme musyawarah keluarga dan pendekatan sosial berbasis nilai lokal. Rekomendasi akademik dari penelitian ini adalah perlunya model integrasi hukum Islam dan adat yang menghargai nilai budaya masyarakat lokal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dalam syariat, serta penguatan kapasitas tokoh masyarakat dalam memfasilitasi penyelesaian waris berbasis hukum plural
Pembatalan Akta Wasiat Yang Dibuat Notaris Berdasarkan Alat Bukti Resume Rapat Keluarga (Analisis Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1968 K/PDT/2018)
Ahli waris dalam waris perdata ada dua pembagian, yaitu ahli waris karena undang-undang (ab intestato) dan ahli waris karena wasiat (testamentair). Menurut Pasal 875 KUHPerdata menyebutkan bahwa wasiat adalah suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya akan terjadi setelah ia meninggal dunia, dan yang olehnya dapat dicabut kembali lagi. Berdasarkan uraian dari latar belakang, wasiat dapat dicabut kembali apabila yang melakukan si pembuat wasiat itu sendiri, bagaimana pengaturan terhadap pembatalan akta wasiat yang dibuat Notaris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, bagaimana pertimbangan dan putusan hakim dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 1968 K/Pdt/2018. Dalam penulisan tesis ini menggunakan metode penlitian normatif. Simpulan penelitian bahwa pengaturan pembatalan akta wasiat yang dibuat Notaris menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu terdapat pada Pasal 875 KUHPerdata, Pasal 992 KUHPerdata dan Pasal 944 KUHPerdata. Dan analisis pertimbangan dan putusan hakim pada putusan Mahkamah Agung Nomor 1968 K/Pdt/2018, yaitu Putusan Mahkamah Agung No.1968/K/PDT/2018 bertentangan dengan Asas Pacta Sunt Servanda dan teori keadilan. Sehingga pembatalan Akta Wasiat ini menimbulkan ketidakadilan untuk pihak-pihak yang seharusnya berhak atas peninggalan harta menjadi tidak berhak atas apa yang seharusnya menjadi miliknya
PERANAN FREIGHT FOWARDING DALAM PROSEDUR PENGIRIMAN EKSPOR BARANG ( STUDI KASUS DI ASA CARGO SURAKARTA )
ABSTRAKSI
PERANAN FREIGHT FOWARDING DALAM PROSEDUR PENGIRIMAN EKSPOR BARANG ( STUDI KASUS DI ASA CARGO SURAKARTA )
LUKMAN HIDAYAT F3108024
Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peranan freight fowarding dalam pengiriman barang ekspor yang dilakukan oleh Freight Fowarding ASA CARGO di Surakarta.
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode studi kasus, yaitu mengambil satu obyek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada satu masalah. Data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pihak ASA CARGO, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku maupun sumber bacaan lainnya.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peranan freight fowarding dalam prosedur pengiriman barang ekspor yang dilakukan oleh ASA CARGO di Surakarta adalah Fowarding merupakan usaha jasa pengurusan transportasi pengangkutan barang yang menengahi antara shipper/pengirim barang dengan shipping line/perusahaan yang mempunyai alat transportasi. Fowarding memiliki keunggulan dalam jasa yang ditawarkan kepada shipper yang lebih daripada langsung kepada shipping line. Fowarding juga memiliki beberapa agen di semua tujuan yang ditawarkan, karena perusahaan fowarding ini bisa terhubung dengan banyak perusahaan shipping line.
Saran yang dapat penulis berikan adalah peningkatan sarana dan prasarana perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Kata kunci : Freight Fowarding, Shipper, Shipping Line
ABSTRACT
THE ROLE OF FREIGHT FORWARDING IN SHIPPING PROCEDURE OF GOODS EXPORT (CASE STUDY IN ASA CARGO OF SURAKARTA)
LUKMAN HIDAYAT
F3108024
The purpose of final assignment is for gaining image which is deeper concerning with freight forwarding role in export commodities shipping which is performed by Freight Forwarding of ASA CARGO in Surakarta.
Method used in this final assignment is case study method that is taking a certain object to be analyzed deeply by focusing on a case. Data used in this final assignment are primary data and secondary data. Primary data is collected by direct interview with ASA CARGO, while secondary data is gained from book or another source of text.
The result of the research can be concluded that the role of freight forwarding in procedure of export commodities shipping which are performed by ASA CARGO in Surakarta is Forwarding which constitutes business of cargo transportation service which balance between shipper and shipping line which has transportation tools. Forwarding has superiority in offered service to shipper that is more than direct to shipping line. Forwarding has also several agents in all destinations offered, because forwarding company can be connected to a lot of shipping line companies.
Suggestion which author can give is that increase of tolls and infra structure of company in order to improve company work achievement
Keywords: Freight Forwarding, shipper, shipping lin
Corrigendum: Performance evaluation of five commercial assays in assessing seroprevalence of HEV antibodies among blood donors
The affiliation for author Lukman Thalib was incorrectly listed as number 5. It should have been listed as number 3. Please see corrected author and affiliation list below:
Enas S. Al-Absi,1,2 Duaa W. Al- Sadeq,1 Manaf H. Younis,3 Hadi M. Yassine,2 Omnya M. Abdalla,1 Areej G. Mesleh,1 Tameem A. Hadwan,1 Joshua O. Amimo,4,5 Lukman Thalib,3 and Gheyath K. Nasrallah1,2,*
1 Department of Biomedical Science, College of Health Sciences, Qatar University, Doha, Qatar
2 Biomedical Research Center, Qatar University, Doha, Qatar
3 Department of Public Health, College of Health Sciences, Qatar University, Doha, Qatar
4 Department of Animal Production, Faculty of Veterinary Medicine University of Nairobi, Nairobi, Kenya
5 Biosciences of Eastern and Central Africa-International Livestock Research Institute (BecA-ILRI), Nairobi, Kenya
The authors apologize for any inconvenience caused.
© 2019 The AuthorsNo Full Tex
ANALISA KERUSAKAN INJEKTOR MESIN DIESEL PENGGERAK UTAMA PADA KAPAL MT. MAIDEN ENERGY
Lukman Khomsin, 2018, NIT: 51145351.T, “Analyze the damage of main diesel engine injector on the ship MT. MAIDEN ENERGY”, Program Diploma IV, Technical, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, Supervising I: Abdi Seno, M.Si., M.Mar.E and Supervising II: Capt. Arika Palapa, M.Si, M.Mar
A diesel engine is an internal combustion engine where air is compressed to a sufficiently high temperature to ignite diesel fuel injected into a cylinder, where combustion and transmission drive a piston that converts chemical energy into fuel in mechanical energy. Good disabling is needed on diesel engines, in order to get maximum power. Injector conditions in the main diesel engine driving force is very influential on the condition of the diesel engine itself. The existence of injector damage can affect the condition of the operation of the main diesel engine, so the injector condition must always be maintained. The research method that writer use in the preparation of this thesis is research method of merging between fault tree analysis method and fishbone as data analysis technique to analyze existing problem at main diesel engine of driving, that is what factors causing damage of injector at main diesel engine, what impacts and efforts are being made to overcome the factors of the problem by identifying various factors systematically on human factors, Environment, Method, Machine to formulate the strategy to be taken . Based on the results of research conducted by the author on the MT ship. MAIDEN ENERGY on August 10, 2016 to August 10, 2017, it can be concluded that the injection of the injector in the main engine of the driving force is caused by two factors, namely 1) the high ship operating schedule, and the rarity of maintenance on the main diesel engine driving injector. 2) unsuitable fuel use. To overcome these factors can be done on-time treatment of PMS, as well as good screening on low-quality fuel
Keywords: diesel main enginer, injector, fault tree analisys and fishbone
- …
