30 research outputs found
PENGELOLAAN BANK SAMPAH SEBAGAI IMPLEMENTASI NILAI BELA NEGARA YANG BERBASIS ENTERPRENEUR
Pengelolaan sampah menjadi masalah yang semakin mendesak untuk ditangani di seluruh dunia. Bank Sampah telah menjadi solusi yang efektif dalam situasi ini untuk mengurangi sampah dan menciptakan nilai ekonomi dari limbah, tetapi tidak banyak orang yang memperhatikan bahwa pengelolaan Bank Sampah harus menggabungkan nilai-nilai bela negara, seperti kepedulian terhadap lingkungan dan semangat usaha. Permasalahan sampah ini akan terus meningkat jika tidak ditindaklanjuti dengan baik dan benar, sehingga dibutuhkan cara dan upaya bagaimana mengelola sampah dengan baik dan benar agar tidak terjadi penumpukan sampah yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak nyaman dan aman dari penyakit. Penanganan sampah ini juga akan menghasilkan nilai ekonomis yang bermanfaat dengan pemberian wawasan mengenai Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace (4R). Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat di Bank Sampah Bank Sampah Kerukunan Pemuda Harapan 23 di Jalan Harapan Kelurahan Bintaro, Tahap 1 : Tim dosen UPN Veteran Jakarta akan melakukan FGD dengan pihak pengurus lingkungan/ aparat RW sebagai sebagai pembina Karang Taruna Kerukunan Pemuda Harapan. Tahap 2: Tim PKM melakukan kegiatan kerja bakti lingkungan sekitar bank sampah agar lebih bersih dan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, manfaat Bank Sampah, dan dampak positif bagi lingkungan. Tahap 3 : Melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi anggota bank sampah dalam mengelola manajemen bank sampah dan enterpreneur. Hasil dari program ini adalah masyarakat dan karang taruna sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bisa mengetahui bagaimana cara mengelola sampah dengan baik dan membuat bank sampah lebih terorganisir.
Literature Review: Gizi Antenatal terhadap Kejadian Stunting
The period of pregnancy is one of the two causes of stunting. Nutritional intake during pregnancy is necessary for the growth and development of the organs that are being formed. The purpose of this literature review is to analyze the factors that cause stunting originating from pregnancy in terms of antenatal nutrition. This study is a literature review which is a primary data research article on antenatal nutrition on stunting conducted in Indonesia. The data source used is in the form of journal publications with research locations in Indonesia. Search for articles using a search engine with databases on Google Scholar and Garuda Portal. Keywords in English and Indonesian, include nutrition, pregnant women, stunting, nutrition, antenatal, pregnancy. Obtained 5 articles that fit the inclusion criteria then synthesized the data. The results showed that the factors causing stunting originating from the period of pregnancy in terms of antenatal nutrition consisted of protein, energy, and iron. One of the actions that can be taken to avoid deficiency of these nutritional elements during pregnancy is by providing education to pregnant women to pay attention to nutritional intake during pregnancy
REINFORGEMENT IDENTITAS VISUAL KAMPUNG WISATA KULINER HAURPANCUH II
Identitas visual memegang peranan penting dalam membentuk citra dan daya tarik suatu destinasi wisata. Kampung Wisata Kuliner Haurpancuh II merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang ada di Bandung, Jawa Barat ini perlu diperkuat identitas visualnya agar tetap kompetitif dan menarik minat wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pembuatan logo sebagai identitas visual mampu memberikan penguatan guna meningkatkan visibilitas, membangun citra. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan design thingking sebagai pendekatan partisipatif. Dengan memanfaatkan logo Kampung Wisata Kuliner Haurpancuh II sebagai identitas visual, diharapkan dapat meningkatkan daya saing suatu destinasi, menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat citra sebagai pusat wisata kuliner yang khas.Identitas visual memegang peranan penting dalam membentuk citra dan daya tarik suatu destinasi wisata. Kampung Wisata Kuliner Haurpancuh II merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang ada di Bandung, Jawa Barat ini perlu diperkuat identitas visualnya agar tetap kompetitif dan menarik minat wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pembuatan logo sebagai identitas visual mampu memberikan penguatan guna meningkatkan visibilitas, membangun citra. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan design thingking sebagai pendekatan partisipatif. Dengan memanfaatkan logo Kampung Wisata Kuliner Haurpancuh II sebagai identitas visual, diharapkan dapat meningkatkan daya saing suatu destinasi, menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat citra sebagai pusat wisata kuliner yang khas
PEMBERDAYAAN KREATIVITAS KADER POSYANDU DALAM PENGOLAHAN TANAMAN PALAWIJA DI KELURAHAN PASIR PUTIH SAWANGAN DEPOK
Peningkatan kemampuan dalam berkreasi dan berinovasi. Disinilah suatukreatifitas sangat diperlukan untuk mengembangkan ide dan gagasan. Kreatifitas yangdikembangkan akan memunculkan cikal bakal produk inovasi. Untuk itu dibutuhkanbagaimana merubah pola pikir ibu kader Posyandu dalam Pengetahuan Gizi yangterkandung pada tanaman palawija. Dari hasil pengabdian masyarakat yang dilakukandi Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok yang diwakili oleh Ibu Kader Posyanduyang tersebar di 12 RW menghasilkan bahwa Tingkat Kehadiran Ibu Kader dalammengikuti Penyuluhan dan Pelatihan baik yaitu 43 orang (98%). Tingkat PengetahuanGizi Ibu Kader baik yaitu 32 orang (88%) setelah mengikuti Penyuluhan dan Pelatihantersebut. Dan mengaplikasikan dalam bentuk mempraktekan tanaman palawija (Umbi-Umbian) menjadi dua produk andalan yaitu Paobiu (Bapao Ubi Ungu) Pikulis (KripikKulit Manggis, Tepung Singkong), dapat menghasilkan nilai jual lebih. Pengetahuandari segi gizi juga meningkat dari rata-rata poin 48 menjadi 74. Kesimpulannya bahwaIbu Kader posyandu telah berfikir kreatif dengan merubah pola pikirnya setelahmemperoleh pengetahuan gizi sehingga dapat memanfaatkan tanaman palawijabernilai lebih. Saran Mitra kerja Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakartadengan Kader Posyandu Pasir Putih lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkankarya yang mempunyai nilai lebih dan bermanfaat meningkatkan pendapatan
Sociodemographic characteristics, knowledge and practice of personal hygiene with anemia incidence in adolescent girls
Anemia is a serious global public health problem and affects the community especially in developing countries. The purpose of this study is to analyze the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge and practice of personal hygiene with anemia incidence in adolescent girls in Sirnagalih Village, Jonggol, Bogor Regency. The research method used was observational analytic using quantitative data with cross sectional design. Respondents of this study were 78 adolescent girls with purposive sampling technique and according to the inclusion and exclusion criteria. The data was collected by test of hemoglobin levels and filling out a questionnaire with the google form. Based on the results of data analysis independent and dependent variables using the fisher exact test, age obtained p = 0,023, education obtained p = 0,058, knowledge of personal hygiene obtained p = 0,008, and practice of personal hygiene has p value = 0,045. The conclusion of this study, there is no relationship between education with anemia incidence. However, there is a relationship between variables of age, knowledge and practice of personal hygiene with anemia incidence in adolescent girls in Sirnagalih Village, Jonggol, Bogor Regency
Perbedaan Efektivitas Penggunaan Jenis Media Edukasi Tentang Anemia Terhadap Pengetahuan, Sikap, Efikasi Diri Remaja Putri Desa Sirnagalih
Efforts to prevent anemia in adolescent girls are very important to prevent the risk of abortion, low birth weight infant, the uterus cannot contract properly, bleeding after delivery which results in death. Furthermore, one of the efforts to prevent anemia in the field of health promotion is by using learning media as a form of educational activity regards to anemia. The aim of this study is that to determine the differences in the effectiveness of the use of educational media about anemia on the knowledge, attitudes, and self-efficacy of adolescent girls in Sirnagalih village. Moreover, this type of this study was quantitative with a quasi-experimental design – non-equivalent control design. The numbers of samples in this study were 60 people obtained by purposive sampling technique. The instruments used were pretest and posttest questionnaires. Meanwhile, the analysis used in this study was the Wilcoxon and Mann Whitney test. The results of the study after health education are conducted show that there is a difference in the level of knowledge, attitudes and self-efficacy of adolescents girls about anemia (p<0.005). The conclusion of the study shows that video media is more effective to be used as an educational medium about anemia for adolescents girls since based on statistical tests, the average value of video media is higher than the average value of poster media.Upaya pencegahan anemia pada remaja putri menjadi sangat penting untuk mencegah resiko abortus, melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik, perdarahan setelah persalinan yang berakibat dengan kematian. Salah satu upaya pencegahan anemia dalam bidang promosi kesehatan yaitu dengan menggunakan media pembelajaran sebagai bentuk kegiatan edukasi tentang anemia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan jenis media edukasi tentang anemia terhadap pengetahuan, sikap, efikasi diri remaja putri desa Sirnagalih. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi eksperimen – non equivalent control desain. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pretest dan posttest. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian setelah dilakukan edukasi kesehatan terdapat adanya perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan efikasi diri remaja tentang anemia (p<0.005). Simpulan penelitian menunjukkan media video lebih efektif untuk digunakan sebagai media edukasi tentang anemia kepada remaja putri karena berdasarkan uji statistik didapatkan nilai rata-rata media video lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata media poster
Hubungan Karakteristik Sosiodemografi, Pengetahuan, dan Praktik Personal Hygiene dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Sirnagalih
Anemia is a serious global public health problem and affects the community especially in developing countries. The purpose of this study is to analyze the relationship between sociodemographic characteristics, knowledge and practice of personal hygiene with the incidence of anemia among adolescent girls in Sirnagalih Village. The research method used was observational analytic using quantitative data with cross sectional design. Respondents of this study were 78 adolescent girls with purposive sampling technique and according to the inclusion and exclusion criteria. The data was collected by test of hemoglobin levels and filling out a questionnaire with the google form. The data analysis using univariate test to describe the variables of age, education, knowledge and practice of personal hygiene, also variables of anemia status in adolescent girls, bivariate test with fisher exact, and multivariate test using logistic regression. Based on the results of data analysis independent and dependent variables using the fisher exact test, the variables related to incidence of anemia were age obtained p= 0.023, knowledge of personal hygiene obtained p= 0.008, and practice of personal hygiene has p value= 0.045. The results of multivariate analysis that age was the most dominantly independent variables that influenced the incidence of anemia with a POR value of 17.860 (95% CI 1.819-175.349; p= 0.013). The conclusion of this study, there is a relationship between variables of age, knowledge and practice of personal hygiene with the incidence of anemia among adolescent girls in Sirnagalih Village.Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat secara global yang serius dan terjadi pada masyarakat khususnya di negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi, pengetahuan dan praktik personal hygiene dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Sirnagalih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik menggunakan data kuantitatif dan desain studi cross sectional. Responden dalam penelitian yaitu 78 remaja putri ditentukan dengan teknik purposive sampling dan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pemeriksaan kadar hemoglobin dan pengisian kuesioner melalui google form. Data dianalisis menggunakan uji univariat untuk mendeskripsikan variabel usia, pendidikan, pengetahuan dan praktik personal hygiene serta variabel status anemia remaja putri, uji bivariat menggunakan fisher exact test, dan uji multivariat menggunakan regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis data variabel independen dan dependen menggunakan uji fisher exact test bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia yaitu usia diperoleh p= 0.023, pengetahuan personal hygiene diperoleh nilai p= 0.008, dan praktik personal hygiene didapatkan hasil nilai p= 0.045. Hasil analisis multivariat diperoleh variabel independen paling dominan memengaruhi kejadian anemia yaitu usia dengan nilai POR 17.860 (95% CI 1.819-175.349; p= 0.013). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara variabel usia, pengetahuan dan praktik personal hygiene dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Sirnagalih
Pengenalan Sejak Dini Dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Salah Satu Langkah Mencegah Kerusakan Lingkungan
Pengelolaan sampah merupakan masalah nasional yang harus ditangani secara menyeluruh mulai hulu hingga ke hilir. Pengelolaan sampah secara tepat harus ditanamkan pada anak sejak dini. Tujuan penulisan ini untuk memaparkan tentang definisi sampah, dampak sampah serta pengelolaan yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun pengelolaan sampah di salah satu sekolah MI Yayasan AlMuta’alimin, Kelurahan Limo, Depok. Penulisan ini merupakan studi literature tentang pendidikan lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah yang tepat dilakukan dengan pola 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dengan penerapan untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan hidup (awareness), meningkatkan berpikir mendalam tentang lingkungan (Thinking) dan melakukan pengelolaan sampah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan nilai estetika sampah (doing). Penerapan Pola pengelolaan sampah dengan tepat meningkatkan kesadaran ekologis siswa.
Waste management is a national problem that must be handled thoroughly from upstream downstream. Proper waste management must be instilled in children from an early age. Writing purpose This is to explain the definition of waste, the impact of waste and the management that has been carried out by the government and waste management at one of the MI Foundation AlMuta'alimin schools, Limo Village, Depok. This writing is a literature study on environmental education, especially management rubbish. Proper waste management is carried out according to the 3R pattern (Reduce, Reuse and Recycle). application to increase awareness about the environment (awareness), improve thinking in-depth knowledge about the environment (Thinking) and carry out waste management to increase value economic and aesthetic value of waste (doing). Application of proper waste management patterns increase students' ecological awareness
Readiness of The Community-Based Organization in Improving Female Adolescents Iron Folate Status in a Rural Area
The iron deficiency anemia status of female adolescents needs attention because of its increasing prevalence and impact on adolescent health today and in the future, as well as the country\u27s socio-economic status. Efforts to reduce cases of anemia in female adolescents need to involve multisectoral organizations, including community-based organizations (CBO). Karang-taruna and Posyandu cadres, as CBOs form in rural areas, have the potential to be involved in collaborative programs to improve the anemia status of female adolescents in rural areas. This study aims to identify CBO\u27s readiness to prevent and control anemia in adolescent girls in Sirnagalih village, Bogor, West Java. This study uses a cross-sectional design with a mixed-method approach. The subjects of this study consisted of key resource persons consisting of a village head, three village officers, a head of Karang-taruna, a health-center staff, 6 Karang-taruna members, and 10 Posyandu cadres. The selection of these subjects is based on their role in the village as key persons who willingly participate. The results showed that most CBO members had less knowledge of female adolescents\u27 anemia prevention programs (43.75%). But have a good attitude (56.25%) and self-efficacy (68.75%). The readiness of CBO at Sirnagalih village was at the first level, meaning that CBO members are not aware of the problem of anemia in young women in rural areas. It is necessary to make intervention efforts to increase the readiness of CBOs before further collaborative efforts are carried out
