1,720,966 research outputs found
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 9 KECAMATAN SUKUN MALANG
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKABERDASARKAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 9 KECAMATAN SUKUN MALANGDyah Tri Wahyuningtyas1 & Raddin Nur Shinta21,2,3Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Kanjuruhan MalangEmail : [email protected] pelatihan media pembelajaran matematika bagi guru SD ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam: (1) memaksimalkan penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran matematika; (2) mengetahui jenis-jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam penanaman konsep pembelajaran matematika; (3) memilih dan menggunaan media pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran matematika; (4) mengembangkan dan menciptakan media pembelajaran matematika terkait dengan konsep yang bersifat abstrak. Pelaksanaan kegiatan pengabdian melalui pelatihan media pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 berjalan sesuai dengan program yang telah direncanakan. (Kemendikbud, 2013) Rangkaian kegiatan mulai dari Sesi 1 yaitu penyampaian materi media pembelajaran dilanjutkan dengan Sesi 2 yaitu simulasi penggunaan media pembelajaran matematika. Mitra yaitu guru sekolah dasar di gugus 9 Kecamatan Sukun Malang mengikuti secara antusias karena sebagian besar guru ikut memperagakan media pembelajaran matematika yang nantinya akan diterapkan pada saat pembelajaran di kelas.Kata kunci: Media, Matematika, Kurikulum 201
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BILANGAN BULAT SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BAMBOO DANCING
Negative perceptions about math in elementary school students resulted in less active students in the learning process, student engagement in learning is very important for students to understand the material presented. Based on these problems, teachers need to develop innovative learning models that can melibatka Math students in the learning process. This study aimed to describe the learning that can improve the activity of learning integers fifth grade students through a learning model Bamboo Dancing. The research method is a classroom action research with research subjects fourth grade students of SDN 35 Kebonsari 1 Malang. The products of this research is learning design study model bamboo dancing. The results show the percentage of students 'learning activeness in the first cycle of 80% with good liveliness criteria, then the second cycle students' learning activeness on the second cycle increased to 92.5% with the liveliness of the criteria very well. Based on this model study of bamboo dancing can enhance the activity of learning integers fifth grade students of SDN Kebonsari 1 Malang
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA WAYANGMATIKA
Abstract. This research aim to description about how using wayangmatika media to improve students comprehension of multiplication and division of integers. Wayangmatika media used to concretized the integer operation concept, in particular multiplication and division of integers. The method is using classroom action research with 35 students of 5th SDN Kebonsari 1 Malang. The products of this research is the design of learning by using wayangmatika media. The results showed the use of wayangmatika media can enhance the comprehention concept of multiplication and division of integers with a percentage of success that has been established researchers reached the second cycle is the average percentage score of final test results increased from 72 % to 88 % , this shows that the comprehention concept of student better. Keywords : wayangmatika media, comprehention concept, integers .
Perbedaan Hasil Belajar IPS Antara Model Pembelajaran Konvensional Berbantuan Media Gambar dengan Model Pembelajaran Talking Stick Berbantuan Media Power Point di Kelas III SDN Turirejo 02 Lawang Malang Tahun Ajaran 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ips antara model pembelajaran konvensional berbantuan media gambar dengan model pembelajaran talking stick berbantuan media power point di Kelas III SDN Turirejo 02 Lawang Malang Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode comparasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas III SDN Turirejo 02 Lawang Malang Tahun Ajaran 2015/2016 sebanyak 62 siswa dengan rincian kelas IIIA sebanyak 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebanyak 31 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan data melalui dokumentasi berupa nilai pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t sebesar -5.509 untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki signifikan sebesari 0.000 yang berarti lebih kecil dari signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara model pembelajaran konvensional berbantuan media gambar dengan model pembelajaran talking stick berbantuan media power point terhadap hasil belajar.
This study aims to determine differences in learning outcomes of ips between conventional learning model assisted media images with the learning model of talking stick assisted media power point in Class III SDN Turirejo 02 Lawang Malang School Year 2015/2016. This research uses quantitative approach with experimental comparation method. The sample in this study is the students of Class III SDN Turirejo 02 Lawang Malang School Year 2015/2016 as many as 62 students with class IIIA details as many as 31 students as experimental class and class IIIB as many 31 students as control class. Technique of taking data through documentation in the form of pretest and posttest value. The results showed that the t value of -5.509 for the control group and the experimental group had significant sebesari 0.000 which means smaller than significant 0.05. Based on the results of the above research can be concluded that there is a difference between conventional learning model assisted image media with the learning model of talk stick powered media point aid to learning outcomes
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGEMBANGAN E-LKPD PECAHAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar sangat membutuhkan bahan ajar inovatif. Penggunaan LKPD interaktif berbasis teknologi, seperti yang dikembangkan melalui Website Liveworksheet, dapat meningkatkan pemahaman siswa, terutama pada materi pecahan. Dengan model pembelajaran Discovery Learning, pembelajaran menjadi lebih menarik, aktif, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk E-LKPD Pecahan berbasis Discovery Learning untuk siswa kelas III Sekolah Dasar di Kabupaten Malang yang dinilai dari segi kelayakan, kepraktisan, dan keefektivan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4D yang mencakup empat tahap: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dari angket kebutuhan dan wawancara, serta data kuantitatif dari penilaian ahli dan hasil pretest-posttest. Data dianalisis melalui wawancara dan angket, menggunakan skala Likert dan Guttman untuk menentukan kelayakan produk. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan E-LKPD pecahan berbasis discovery learning untuk kelas III Sekolah Dasar di Kabupaten Malang sangat layak digunakan, dengan uji validasi ahli materi mencapai 89% dan ahli media 97%, kedua-duanya masuk kategori sangat layak. Selain itu, praktisitas E-LKPD ini terbukti dari respon praktisi sebesar 85% dan respon siswa 88%, yang juga masuk dalam kategori sangat layak. Efektivitasnya juga terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pre-test 56.73 menjadi post-test 91.80, dengan nilai N-gain sebesar 0.73 yang masuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar guru aktif mengembangkan variasi dan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran Matematika. Bagi peneliti, direkomendasikan untuk memanfaatkan hasil pengembangan yang telah ada sebagai bahan perbandingan untuk penyempurnaan bahan ajar di penelitian selanjutnya
PENGGUNAAN MEDIA MOBIL MAINAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media mobil mainan untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung bilangan bulat. Media mobil mainan digunakan untuk mengkonkretkan konsep operasi hitung bilangan bulat, khususnya penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 33 siswa kelas 1V SDN Mojolangu 4 Malang. Produk penelitian ini berupa media mobil mainan serta langkah penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media mobil mainan mempermudah siswa dalam memahami konsep operasi hitung bilangan bulat dan pemahaman siswa meningkat.Kata Kunci: media mobil mainan, pemahaman konsep, operasi hitung bilangan bulat
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
