Pancaran Pendidikan
Not a member yet
    291 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PROYEK/TUGAS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 TLOGOSARI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
     Abstrak. Penelitian Tindakan Kelas ini berjudul Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Proyek/Tugas Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Menggolongkan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya Pada Siswa Kelas IV Semester  I SDN 3 Tlogosari Tahun Pelajaran 2016/2017. Rumusan Masalah dari penelitian ini adalah Apakah Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Proyek/Tugas dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya? Sedangkan Tujuan dari penelitian ini mengetahui apakah dengan penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis proyek/tugas dapat meningkatkan Hasil Belajar IPA materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya pada siswa kelas IV SDN 3 Tlogosari Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Stubondo. Jumlah objek penelitian ini adalah 26 siswa. Dimana pada siswa kelas IV diberi perlakuan sesuai dengan siklus I, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model kontekstual berbasis Proyek/tugas untuk mengetahui apakah model pembelajaran yang dipakai dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam materi menggolongkan Hewan berdasarkan jenis makanannya,  sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap Hasil Belajar siswa. Pada akhir Proses Pembelajaran Siswa dievaluasi kemudian jawaban siswa dianalisis, berdasarkan penghitungan dari hasil evaluasi pembelajaran pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan adalah 65,38%. Dengan demikian secara klasikal dikatakan hasil yang diperoleh pada kategori tidak tuntas, ada 17 siswa yang tuntas dan 9 siswa yang belum tuntas. Pada siklus ke II diperoleh persentase ketuntasan belajar mencapai 75,86%, ada 20 siswa yang tuntas belajar dan 6 siswa pada kategori belum tuntas, dan pada hasil analisis siklus ke III diperoleh persentase ketuntasan belajar mencapai 88,46 % hasil ini menunjukkan persentase ketuntasan belajar pada kategori berhasil, ada 23 siswa yang tuntas dan 3 siswa pada kategori belum tuntas belajar. Dari hasil analisis Evaluasi belajar pada siklus I, II dan III dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini, bahwa dengan penerapan Pembelajaran dengan Model kontekstual berbasis proyek/tugas dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran IPA materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya pada SDN 3 Tlogosari Tahun pelajaran 2016-2017. Dari hasil Penelitian Tindakan Kelas ini, pihak sekolah dalam hal ini SD Negeri 3 Tlogosari  dapat mempunyai kesimpulan bahwa  Dengan menggunakan Pembelajaran dengan Model Kontekstual berbasis Proyek/Tugas pada  pelajaran IPA Materi menggolongkan hewan berdaarkan jenis makanannya dapat meningkatkan Prestasi  Belajar siswa. Untuk  guru, PTK ini dapat dipakai sebagai rujukan untuk lebih meningkatkan dan mengoptimalkan Proses Pembelajaran dengan penggunaan Metode Pembelajaran dengan model Kontekstual berbasis Proyek/Tugas sehingga Proses pembelajaran di kelas akan lebih bervariasi dan mengurangi rasa jenuh siswa dalam menerima proses pembelajaran, dengan harapan akan berpengaruh pada Hasil Belajar siswa khususnya mata pelajaran IPA. Kata Kunci: Kontekstual Berbasis Proyek/Tugas, Hasil Belajar

    PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG LUAS BANGUN DATAR MELALUI KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS VI SDN PATEMON 01 TAHUN PELAJARAN 2011/2012

    Full text link
    Abstrak. Hasil belajar siswa kelas VI SDN Patemon 01 menunjukkan dalam mata pelajaran Matematika nilainya tergolong rendah, karena rata-rata yang diperoleh 57,67 (berada di bawah KKM sebesar 60). Dari 30 siswa, hanya 12 orang  siswa yang nilai belajarnya tuntas dalam mata pelajaran Matematika, sedangkan 18 orang siswa masih belum tuntas nilai belajarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana penerapan kerja kelompok pada siswa kelas VI materi Luas Bangun Datar di SDN patemon 01 tahun pelajaran 2011/2012?, 2) bagaimana aktivitas siswa selama penerapan kerja kelompok pada siswa kelas VI materi Luas Bangun Datar di SDN patemon 01 tahun pelajaran 2011/2012?, 3) bagaimana hasil belajar siswa setelah penerapan kerja kelompok pada siswa kelas VI materi  Luas Bangun Datar di SDN patemon 01 tahun pelajaran 2011/2012?. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Patemon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI yang   berjumlah 30 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi (pengamatan), dan refleksi. Sesudah diadakan pembelajaran dalam Siklus I dengan menggunakan metode kerja kelompok, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 70% (21 anak) dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 67. Pada akhir Siklus II, ketuntasan siswa hasil belajar siswa mencapai 90% (27 anak) dengan nilai rata-rata 71,33. Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat terjadi karena melalui metode kerja kelompok siswa dapat belajar lebih aktif dan kreatif; diketahui pula kemandirian belajar siswa meningkat sehingga daya serap materi pelajaran yang disampaikan guru menjadi lebih besar. Dari hasil PTK ini direkomendasikan agar para guru dapat menggunakan pembelajaran dengan metode kerja kelompok agar hasil belajar siswa meningkat. Kata Kunci: Hasil Belajar, Luas Bangun Datar, Kerja Kelompo

    UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KOMPETENSI GURU KELAS 4, KELAS 5, DAN KELAS 6 DALAM MENYUSUN PROPOSAL PTK MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI KKG GUGUS 6 KECAMATAN SUMBERMALANG KABUPATEN SITUBONDO SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Full text link
    Abstrak: Diundangkannya Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, merupakan bukti pengakuan terhadap profesionalitas pekerjaan guru dan dosen semakin mantap. Bagi para guru pengakuan dan penghargaan di atas harus dijawab dengan meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Setiap kinerjanya harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara publik maupun akademik. Untuk itu ia harus memiliki landasan teoretik atau keilmuan yang mapan dalam melaksanakan tugasnya mengajar maupun membimbing peserta didik. Masalah yang terjadi di lapangan masih ditemukan adanya guru  yang tidak bisa memperhatikan berbagai persoalan baik menyangkut peserta didik, subject matter, maupun metode pembelajaran, sehingga guru kurang mamahami untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui tindakan yang akan dilakukan, hal ini  peneliti temui pada saat  mengadakan supervisi akademik (supervisi kunjungan kelas) pada sekolah binaan. Kenyataan diatas dimungkinkan penyebabnya adalah: 1). Kurangnya perhatian terhadap berbagai persoalan baik menyangkut peserta didik, subject matter, maupun metode pembelajaran, 2). Kurangnya pelatihan tentang PTK, 3). Kurangnya tenaga yang dapat memberikan bimbingan dalam pelaksanaan PTK, 4).Adanya anggapan bahwa PTK adalah seusuatu yang sulit dan tidak semua guru mampu melakukan. Permasalahan tersebut berpengaruh besar terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan khususnya guru kelas 4, kelas 5, kelas 6 dan guru akan menemui kesulitan untuk memperoleh informasi tentang bagaimana guru mengajar dan siswa belajar serta melakukan tindakan untuk memperbaikinya. Dengan keadaan demikian, peneliti sebagai pembina sekolah  berusaha untuk memberi bimbingan dan motivasi secara berkelompok pada guru dalam menyusun Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara lengkap. Tujuan khusus PTK adalah untuk mengatasi berbagai persoalan nyata guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Manfaat PTK bagi guru sangat banyak sekali diantaranya adalah membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran, meningkatkan profesionalitas guru, meningkatkan rasa percaya diri guru, memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan, dan keterampilannya. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan dengan model Stephen Kemmis. Strategi Kerja Praktek dengan Teknik Bimbingan Kelompok, dirancang dalam 2 (dua) siklus. Hasil penelitian membuktikan terjadinya peningkatan motivasi dam kompetensi guru-guru dalam menyusun Proposal PTK yaitu kelompok guru kelas 4 meningkat dari 74% pada siklus 1 menjadi 89% pada siklus 2, kelompok guru kelas 5 meningkat dari 77% pada siklus 1 menjadi 86% pada siklus 2, kelompok guru kelas 6 meningkat dari 77% pada siklus 1 menjadi 93% pada siklus 2,. Kesimpulan penelitian ini, bahwa strategi bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru-guru kelas 4, kelas 5, kelas 6 di Gugus 6 dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas. Kata Kunci: motivasi dan kompetensi guru, bimbingan kelompok

    PENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MEDIA BENDA ASLI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV DI SDN MARON KIDUL II KECAMATAN MARON KABUPATEN PROBOLINGGO

    Full text link
     Abstrak. Metode Pendekatan Sentifik sangat cocok Untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam Kegiatan Pembelajaran kepada siswa sehingga Keaktifan siswa dalam belajar mengajar tidak merasa bosan, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual, diharapkan konsep membedakan berbagai bentuk energi yang diajarkan guru dapat dipahami oleh siswa, permasalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) peningkatan prestasi belajar IPA dengan Pendekatan Saintifik? (2) bagaimanakah pengaruh menggunakan media asli, kemotivasi belajar siswa? sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) perbandingan kemajuan pembelajaran menggunakan metode saintifik (b) ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sebanyak tiga puataran, setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan, dan pengamanan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Maron Kidul II Kabupaten Probolinggo tahum Pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil anaisis di dapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari Pra siklus, siklus I sampai siklus II yaitu, Pra siklus (38,89%)  siklus I (60%) dan Siklus II (88,89%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajarn dengan metode saintifik sangat tepat untuk kemajuan dan prestasi siswa dalam pembelajan dan prestasi siswauntuk kelas IV SD Negeri Maron Kidul II Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo tahu Pelajaran 2015/2016. Metode pembelajaran Saintifik ini sangat tepat sekali dilaksanakan untuk pelajaran ilmu pengetahun alam kelas IV. Kata kunci: Mata Pelajaran IPA, Pendekatan Saintifik, Media Asli

    PENERAPAN METODE IQRO’ PADA PEMBELAJARAN CALISTUNG WARGA BELAJAR KEAKSARAAN FUNGSIONAL DASAR MERPATI

    Full text link
     Abstrak. Penelitian ini didasarkan atas fenomena penggunaan metode iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung). Mengingat pada program Keaksaraan Fungsional dengan satuan pendidikan Kelompok Belajar yang perlu diperhatikan adalah penggunaan metode yang tepat yang sesuai dengan karakteristik warga belajar, supaya warga belajar  merasa tertarik dan berminat untuk mengikuti proses pembelajaran di Keaksaraan Fungsional tanpa ada paksaan. Sesuai dengan fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada pertanyaan dasar,  bagaimana penerapan Metode Iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung)?. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mendiskripsikan tentang: 1) latar belakang diterapkannya Metode Iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung), 2) penerapan Metode Iqro’ pada pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung), 3) alasan warga belajar berminat dalam mengikuti pembelajaran membaca, menulis, berhitung (calistung) dengan penerapan Metode Iqro’. Berdasarkan masalah fokus penelitian tersebut maka penelitian ini diungkap dengan menggunakan  pendekatan kualitatif berupa studi kasus untuk mengungkap secara holistik fenomena yang terjadi secara menyeluruh dan mendalam pada Kelompok Belajar  Merpati. Sumber data dalam penelitian dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu: person, place dan activity. Semua sumber data tersebut digali melalui tekhnik observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode iqro’ pada pembelajaran calistung di keaksaraan fungsional dasar merpati berdasarkan atas latar belakang warga yang lebih bisa mengaji/membaca huruf arab daripada membaca huruf alfabeth, penerapannya hanya dasar-dasarnya saja yang kemudian dikembangkan lagi dengan memberikan bacaan-bacaan pendek/ayat- ayat pendek yang disadur dari Al-Qur’an beserta pemaknaannya disertai tekhnik penyampaian yang menyenangkan telah mampu menjawab kebutuhan warga tentang belajar sehingga dapat menarik minat warga untuk belajar dan dalam penerapannya juga terdapat kelebihan antara lain Metode Iqro’ dapat memberikan kemudahan bagi Tutor dalam menyampaikan materi dan bagi warga belajar mendapatkan kemudahan dalam menerima materi sedangkan kekurangannya antara lain jika warga belajar tidak rajin menghadiri proses pembelajaran, karena penerapan metode ini dilakukan secara beruntun atau bersambung. Sehingga semakin sering warga belajar tidak hadir maka akan semakin tertinggal, warga sama sekali tidak memahami huruf arab/ ataupun latin, karena permulaan penyampaian materi dengan menggunakan huruf arab.  Kekurangan dalam penerapan Metode Iqro’ tersebut jika tidak diatasi akan berimbas pada lambatnya proses pembelajaran. Kata Kunci : Metode iqro’, Program Keaksaraan Fungsional, Pendidikan Luar Sekolah 

    ANALISIS KESALAHAN PENGOLAHAN MATEMATIKA DALAM MENYELESAIAKAN MASALAH LINGKARAN

    Full text link
    Abstrak. This study aimed to analyze the mathematical processing error of circle topic of student at grade VIIID of MTs Negeri 1 Jember. Error processing mathematics, is a part of Newman error analysis, namely the transformation, process skills and writing the final answer (encoding). This research is a descriptive qualitative approach. The research’s Instrument are mathematical problems and interview guide, declared valid and reliable. Sixth of student have been taken as respondent. The result show that type of mathematical processing errors is 61.25% that is larger than any other type of error. The tendency of the biggest mistakes occurred on the type of encoding and process skills. While the transformation error is relatively smaller. Keyword : Mathematical Processing Error, Circl

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TPS (SISWA KELAS V SDN BITING 02 ARJASA)

    Full text link
    Abstrak. Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru menerapkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Hasil observasi dan wawancara awal di kelas V SDN Biting 02 Arjasa, diperoleh bahwa tingkat pemahaman siswa tentang materi pokok Perkalian dan Pembagian masih rendah, pembelajaran yang dilaksanakan masih didominasi dengan pembelajaran yang konvensional. Masalah tersebut diatasi dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran matematika. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil  belajar matematika pokok bahasan Perkalian dan Pembagian Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif; Think Pair Share (TPS); hasil belajar; penelitian tindakan kelas

    PENERAPAN METODE KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN HUBUNGAN ANTAR SATUAN BERAT PADA SISWA KELAS IV SEMESTER II SDN 3 TLOGOSARI TAHUN PELAJARAN 2014-2015

    Full text link
    Abstrak: Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri 3 Tlogosari. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (63,00%), siklus II (71,00%), siklus III (80,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Group Investigation  dapat berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar Siswa kelas 4 SD Negeri 3 Tlogosari Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika. Kata Kunci: metode kooperatif model group investigation, hasil belajar

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATEMATIKA MODEL PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK SMK PERKEBUNAN BERTEMAKAN KOPI DAN KAKAO

    Full text link
    ABSTRAK: LKS dalam penelitian ini dikembangkan dengan berbasis model Problem-Based Learning (PBL). Penerapan pembelajaran model PBL sangat erat kaitannya dengan masalah praktis salah satunya tentang masalah kopi dan kakao. Tema kopi dan kakao merupakan salah satu dari tujuh riset unggulan Universitas Jember karena berada di wilayah potensial perkebunan kopi, dan memiliki rekam jejak yang baik dalam pengajaran bidang perkebunan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan LKS dengan model Problem-Based Learning untuk SMK Perkebunan bertemakan kopi dan kakao yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian model pengembangan Plomp yang terdiri atas 3 fase yaitu: (i) Penelitian Awal (Preliminary Research), (ii) Fase Pengembangan (Prototyping Phase), dan (iii) Fase Penilaian (Assessment Phase). Hasil dari penelitian ini adalah skor hasil validasi LKS dan lembar TPBA yang memenuhi kriteria valid, skor observasi aktivitas guru yang memenuhi kriteria praktis, serta skor TPBA, skor observasi aktivitas siswa, dan respon siswa yang memenuhi kriteria efektif. Kata kunci: LKS, Problem-Based Learning, Kopi dan Kakao

    ANALISIS KANDUNGAN PROLIN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptana Poir), BAYAM (Amaranthus spinosus), Dan Ketimun (Cucumis sativus L.)

    Full text link
     Abstract. Suatu respons fisiologi yang cukup penting ialah kemampuan tanaman mempertahankan tekanan turgor dengan menurunkan potensial osmotik sebagai mekanisme toleransi terhadap cekaman kekeringan. Dalam proses penyesuaian osmosis, senyawa-senyawa terlarut yang biasa diakumulasi ialah gula dan asam amino terutama prolina (Girousse et al. 1996). Secara umum kadar prolina daun mengalami peningkatan akibat cekaman kekeringan. Kekurangan air pada tanaman dapat menghambat laju fotosintesis, karena turgiditas sel penjaga stomata akan menurun. Perlakuan analisis kandungan prolin pada jaringan tanaman ini yang memiliki kandungan prolin terbesar pada tanaman bayam (Amaranthus spinosus) sebesar 30,28; kemudian disusul dengan tanaman ketimun (Cucumis sativus, L) sebesar 27,01 dan yang terkecil kandungannya pada tanaman kangkung (Ipomoea reptana Poir). Dalam analisis kandungan prolin bahwa tanaman yang tergolong C3 yaitu pada tanaman kangkung (Ipomoea reptana Poir) dan ketimun (Cucumis sativus, L); sedangkan untuk tanaman C4 pada tanaman bayam (Amaranthus spinosus). Key Words : Kandungan Prolin tanaman kangkung (Ipomoea reptana Poir), bayam (Amaranthus spinosus) , dan ketimun (Cucumis sativus L.

    285

    full texts

    291

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pancaran Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇