Pancaran Pendidikan
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
DESKRIPSI PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIPA
Abstrak. Pendidikan harus mampu mempersiapkan warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan, sehingga sangat perlu mengasah inteligensi secara terus-menerus. Hal ini karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar. Namun, inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan prestasi belajar. Faktor lain yang layak diperhatikan adalah kecerdasan emosionalnya. Hal ini disebabkan karena perasaan peserta didik menjadi suatu sumber energi dalam belajar untuk mencari manfaat dan potensi unik mereka, serta mengaktifkan aspirasi dan nilai-nilai yang paling dalam, mengubahnya dari apa yang mereka pikirkan menjadi apa yang mereka jalani dalam aktivitas sehari-hari. Untuk itu, perlu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan di jurusan Pendidikan Matematika UNIPA, dengan subjek penelitian semua mahasiswa pendidikan Matematika angkatan 2010-2015 yang berjumlah 57 orang dan mengisi kuisioner tentang kecerdasan emosional. Selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan matematika Universitas Papua, dengan persamaan regresi Y=3,239+0,032X, menunjukkan setiap kenaikan satu nilai kecerdasan emosional maka akan meningkat pula prestasi belajar (IPK) mahasiswa sebesar 0,032 pada konstanta 3,239. Dari kelima aspek kecerdasan emosional, yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa pendidikan matematika UNIPA adalah aspek pengaturan diri dan keterampilan sosial. Kata Kunci: kecerdasan emosional, prestasi belajar
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN IPS DI SDN TEGALGEDE 02 JEMBER
Abstract. The social studies is designed to develop student's knowledge, comprehension and ability in analyzing social condition of the society in order to establish the dynamic of social life. Cooperative learning model type NHT is the type of learning which combines the talkactive method with the discussion. This type has a special feature in which it has the numbering system so that the domination of certain student cannot be happaned and all the students will be ready from the start. The purpose of this research is to improve motivation and student learning outcomes through the aplication of cooperative learning model type NHT in grade IV of social studies in SDN Tegalgede 02 Jember in the even of second Semester Academic Year 2015/2016. This type of research is Classroom Action Research, which is conducted for 2 cycles, the first cycle consists of two meetings and one time test at the end of the cycle, the second meeting consisted of two meeting and one test at the end of the cycle. The research subjects were students of class IV SDN Tegalgede 02 Jember with the total of 30 students, consisting of 17 males and 13 females. The data collection is done with interviews, observations, questionnaires, documentation, and testing. Based on the research results show that through the application of cooperative learning model type NHT the results showed that the average score of student's motivation increased from pre-cycle of 52 to the first cycle 68 and increased again to 77 in the second cycle. Scores of student learning outcomes in the classical style from a pre-cycle 62 to 69 in the first cycle, and increased again to 76 in the second cycle. Keywords: cooperative learning model type NHT, learning motivation, learning outcomes
PENGEMBANGAN RPP PKn BERBASIS MODEL TRIPRAKORO DAN BUDAYA LOKAL (USING) UNTUK MENGEMBANGKAN NILAI KOMUNIKATIF PADA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Abstrak. Pengembangan RPP PKn Berbasis Model Triprakoro dan Budaya Lokal (Using) untuk Mengenbangkan Nilai Komunikatif pada Kelas IV Sekolah Dasar dilatarbelakangi oleh menurunnya nilai komunikatif akibat dari arus globalisasi yang semakin cepat. Nilai komunikatif dapat dikatakan juga dengan bersahabat dan merupakan suatu tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain. Nilai komunikatif tersebut dianggap penting karena melihat siswa SD telah banyak terpengaruh dengan game online dan handphone android yang memberikan banyak aplikasi online terutama permainan dan media sosial. Upaya menyikapi globalisasi dan juga mengenalkan siswa pada kebudayaan lokal (Using) maka disusunlah RPP yang berbasis budaya lokal, yakni materi-materi disajikan dengan mengaitkan dengan kebudayaan-kebudayaan lokal, dalam hal ini adalah kebudayaan lokal (Using). Langkah penyusunan RPP ini menggunakan syntax model Triprakoro, model pembelajaran karakter yang dikembangkan oleh Akbar (2012:60), yaitu model pembelajaran Triprakoro juga menggunakan prinsip internalisasi nilai yang dikembangkan oleh Bohlin (2001). Bohlin menyatakan bahwa proses internalisasiakan terjadi secara efektif jika dalam proses pembelajaran terjadi proses-proses: understanding, action, dan reflection. Pengembangan RPP ini dilakukan pada mata pelajaran PKn karena mata pelajaran PKn merupakan mata pelajaran yang seharusnya lebih menekankan pada unsur afektif. Adapun SK yang dipilih adalah SK 4. Menujukkan sikap terhadap globalisasi lingkungannya dengan KD 4.3 Menentukan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya. Rancangan yang digunakan dalam observasi ini menggunakan desain pengenbangan Brog and Gall yang diadaptasi menjadi beberapa tahap yaitu, (1) perencanaan; (2) studi pendahuluan; (3) desain produk; (4) validasi ahli; (5) uji coba lapangan; dan (6) produk akhir. Proses uji coba dilakukan di SDN 1 Kebondalem Bangorejo banyuwangi dengan jumlah siswa 24 orang. Hasil dari uji coba keseluruhan ialah pengembangan RPP ini dapat dikatakan sangat valid dan dapat dilaksanakan dengan mudah. Hal tersebut diperoleh dari data validasi ahli pembelajaran menunjukkan persentase 91% yang berarti sangat valid, demikian juga pada ahli perencanaan menunjukkan persentase 84% yakni cukup valid, dapat digunakan dengan sedikit perbaikan. Hasil dari aktivitas pertemuan 1,2, dan 3 masing-masing menunjukkan persentase 78% (cukup valid), 82% (cukup valid), dan 92% (sangat valid). Hasil dari observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa RPP ini diimplementasikan dengan baik dengan skor 39 dan persentase 84% (cukup valid) pada pertemuan I, skor 43 dengan persentase 94% (sangat valid), dan skor 44 dengan persentese 95% (sangat valid) pada pertemuan III. Berdasarkan setiap tahapan kegiatan yang dilakukan bahwa RPP PKn berbasis model Triprakoro dan budaya lokal (Using) untuk mengembangkan nilai komunikatif cukup valid untuk dapat diimplementasikan di Sekolah Dasar. Kata Kunci: RPP, Nilai Triprakoro, Nilai Komunikatif, dan Budaya Lokal (Using
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE PRESENTASI DAN DISKUSI KELOMPOK (SISWA KELAS III SDN CANDIJATI 01 ARJASA)
Abstrak. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) sering dianggap remeh, mudah sehingga kurang mendapatkan respon yang baik dari siswa. Nilai ulangan siswa juga menunjukkan hasil yang belum optimal, masih jauh dibawah kriteria ketuntasan yang berlaku di SDN Candijati 1 Arjasa. Kondisi pembelajaran PKN yang bermasalah tersebut dapat diperbaiki dengan melaksanakan pembelajaran menggunakan presentasi di depan kelas dan diskusi kelompok. Perhatian dan konsentrasi siswa selama pembelajaran dengan metode ini terjaga sehingga hasil belajar PKN dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran PKN di kelas III SDN Candijati 01 Arjasa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode presentasi yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa Kelas III SDN Candijati 01 Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember. Kata Kunci: Model pembelajaran presentasi; diskusi kelas; hasil belajar PK
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN THINK PAIR SHARE DI SMA NEGERI PURWODADI
Abstrak. Fisika merupakan pelajaran yang saat ini masih dianggap sulit bagi siswa, apalagi jika penyajiannya kurang menarik yang disebabkan karena proses belajar mengajar yang masih berpusat pada guru sehingga pada penerapannya guru lebih berperan aktif dan siswa cenderung lebih pasif. Hal semacam ini akan menjadikan pandangan siswa terhadap pelajaran fisika sebagai pelajaran yang sangat membosankan dan menyusahkan serta munculah kejenuhan siswa akibatnya siswa kurang tertarik terhadap mata pelajaran fisika yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Pembelajaran fisika di SMAN Puwodadi masih kurang, disebabkna karena minimnya penggunaaan model pembelajaran. Oleh karena itu, diadakan penelitian dengan membandinkan dua model ppembelajaran. Masalah penelitian adalah Apakah hasil belajar fisika menggunakan model pembelajaran group investigation lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran think pair share pada siswa kelas X SMA Negeri Purwodadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan metode penelitian eksperimen (experiment research) yang menggunakan kelas pembanding. Sebagai populasinya adalah seluruh kelas X SMA Negeri Purwodadi tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 179 siswa dan sebagai sampel adalah kelas X.2 dan X.3 yang diambil secara acak 70 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis uji-t pada taraf signifikan = 0,05 diperoleh thitung (2,508) > ttabel (2,000), sehingga dapat disimpulkan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran group investigation lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran think pair share pada siswa kelas X SMA Negeri Purwodadi. Kata Kunci: Group Investigation, Think Pair Share, Hasil Belajar Fisik
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN REQUEST (RESUME, QUESTION, INVESTIGATION, SOLUTION AND PRESENTATION) TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNISI SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA
Abstrak: Pembaharuan di bidang kurikulum menuntut guru untuk dapat mengubah sistem pembelajaran dari yang berorientasi pada guru (teacher center) menjadi pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student center), mengubah sistem pembelajaran yang awalnya lebih menekankan pada penguasaan materi menjadi sistem pembelajaran yang lebih menekankan pada kemampuan dan keterampilan proses peserta didik. Akan tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran lebih berorientasi dalam pemberdayaan proses kognitif. Sebagian besar strategi pembelajaran tersebut masih belum mengupayakan pemberdayaan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognisi yang dimiliki oleh siswa dapat dijadikan motivasi internal siswa dalam usaha meningkatkan hasil belajarnya. Salah satu strategi yang bisa digunakan untuk memberdayakan keterampilan metakognisi siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang melatih siswa untuk menjadi pebelajar mandiri, dan salah satunya adalah model pembelajaran REQUEST (Resume, Question, Investigation, Solution, Presentation). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan metode Pretest - Postest Non equivalent Control Group Design. Keterampilan metakognisi diukur dengan inventori keterampilan metakognisi (metacognition awareness inventori/MAI) yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan untuk mengukur kesadaran metakognisi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil uji Anakova keterampilan metakognisi siswa diperoleh data F hitung sebesar 23,990 dengan signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena nilai signifikansi perlakuan (0,000) < 0,05 maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis penelitian diterima sehingga ada perbedaan yang nyata antara keterampilan metakognisi kelas perlakuan (model REQUEST) dan kelas kontrol (multistrategi). Model pembelajaran REQUEST memberikan perbedaan sebesar 5,38% terhadap pembelajaran multistrategi. Model pembelajaran REQUEST mampu memberdayakan keterampilan metakognisi siswa karena melalui pembelajaran ini siswa dapat mengembangkan kreativitasnya dalam mencari solusi dari permasalahan yang mereka temukan serta memberi peluang bagi siswa untuk berpikir secara independen. Kata Kunci: implementasi, model pembelajaran, keterampilan metakognitif.
PROGRAM PENCARIAN BAKAT ANAK OLEH TELEVISI (Studi Kasus pada Finalis Ajang Pencarian Bakat Little Miss Indonesia 2015)
Abstract: The objective of this research was to understand comprehensively the of talent search program on television for early childhood that was be finalist. It was qualitative research with an case study method. The data were collected through participant observation using interview, observation, and documentations. Data accumulation result is analyzed with Milles and Hubberman technique. Base on data analyzed result, research outcome shows that : (1) LMI’s final show had a lot of finalist eksplotation (2) All of LMI’s Finalist have positif self concept (3) the positif self concept looks from positif self image, good ideal self, high self esteem, good role performance, and good personal identity (4) lmi’s finalist had eksternal and internal motivation to join LMI (5) LMI had many impact for finalist, both positive and negative impact (6) LMI as entertainment program on television still ignore about education aspect. Keywords: little Miss Indonesia (LMI), self concept, early childhoo
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATA KULIAH TEORI BILANGAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA BERDASARKAN KURIKULUM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)
Abstrak. Perangkat pembelajaran sangat berguna untuk kelancaran dan keberhasilan suatu pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dibuat dalam penelitian ini disesuaikan dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengna kerangka kualifikasi nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4-D oleh Thiangarajan, namun pada penelitian ini hanya sampai pada 3 tahap yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Validator yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak dua validator ahli, yaitu ahli pengembangan dan ahli materi. Hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh presentase rata-rata 85,7%. Hal ini berarti perangkat pembelajaran yang dibuat sudah sesuai dengan kerangka kualifikasi nasional Indonesia dengan sedikit revisi.Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesi
TAFSIR SOSIAL WACANA BAHASA IKLAN
Abstrak. Banyak pakar bahasa mengatakan bahasa merupakan alat komunikasi efektif untuk menyampaikan isi perasaan, pendapat, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan isi perasaan, sering terjadi kejadian antara isi perasaan yang dilisankan/dituturkan tidak sesuai dengan wujud perilaku yang diperbuat. Contoh bahasa yang digunakan dalam iklan. Dengan memanfaatkan keadaan yang kini sedang melanda terjadi, misal sekarang muncul berbagai macam penyakit, banyak penjual penangkal penyakit yang mempromosikan keahliannya melalui media elektronik, misal di teve. Bahasa yang mereka gunakan untuk mempromosikan produknya luar biasa hebat, tidak sedikit para penderita penyakit terpicu, dan tidak ragu mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk mendapatkan obat yang dipromosikannya. Apakah obat yang ditawarkan pasti cocok/dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya? Jawaban yang ditemukan (1) tidak cocok, (2) sebagian kecil cocok, (3) cocok tetapi hanya bertahan sampai 1 minggu, dan (4) antara cocok dan tidak cocok lebih banyak tidak cocoknya. Jawaban ini mengindikasikan bahwa bahasa yang digunakan dalam iklan mengandung perilaku tersembunyi. Atas dasar fakta ini disarankan para peminat sesuatu yang ingin memilikinya, jika barang itu disampaikan melalui iklan lebih berhati-hati dalam mengambil sikap dan putusan. Kata kunci: bahasa, iklan, penjua
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PPKn SISWA KELAS XI MIPA 1 SMAN 2 JEMBER
Abstract: Learning motivation can increase the students achievement; however the students of XI MIPA 1 still have low motivation for learning. Based on the reason, the researcher try to help them by implementing Inquiry learning model so they will get better achievement. The respondent of the reasearch is the students of XI MIPA 1 SMAN 2 Jember at the first semester in the academic year 2013/2014. The research is done on August 20th to October 22nd 2013. The aim of this research is to increase students achievement by using Inquiri learning model. This action research consists of two cycles and the data taken from cognitive and psychomotor test. The result of this research shows that there is significant improvement of implementing Inquiri learning model toward students achievement. It can be seen from the data as follow: at the first cycle, from 37 students, they get 55,7% for psychomotor test, and 44,3% for cognitive test. While at the second cycle, from 37 students, they get 91,9% for psychomotor test, and 8,1% for cognitive test. Key words: Students learning result, Inquiry learning model