Pancaran Pendidikan
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
STUDI DESKRIPTIF KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONALISME GURU PAUD DHARMA WANITA BINAAN SKB SITUBONDO
Abstrak. Berkembangnya PAUD saat ini diikuti dengan peningkatan kesadaran orang tua untuk memberikan pendidikan bagi anak diusia sedini mungkin yang diimbangi dengan pelayanan pendidikan anak diusia dini yang memiliki kualitas baik dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya jalur pendidikan non formal. Salah satunya adalah dengan menyediakan tenaga pendidik kualifikasi kompetensi pedagogic dan professional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 guru kelas PAUD Dharma Wanita yang menjadi Binaan SKB Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAUD tersebut mempunyai peran yang sangat penting bagi pendidikan. Sebagai guru pada PAUD tersebut guru bukan hanya menyampaikan materi di dalam kelas tetapi juga harus melakukan penanganan terhadap anak saat anak mengalami kesulitan ataupun masalah dalam perkembangan peserta didiknya. Dalam pendidikan anak usia dini seorang guru PAUD dituntut untuk memiliki dan mengembangkan kompetensi yang dimilikinya tersebut yaitu kompetensi pedagogic dan profesional. Peningkatan kompetensi pedagogic dan profesional guru PAUD dilakukan secara berkesinambungan oleh kepala lembaga SKB, organisasi HIMPAUDNI dan guru PAUD tersebut. Upaya peningkatan yang dapat mendukung peningkatan kompetensi pedagogic dan professional yang dilakukan oleh guru PAUD Dharma Wanita Binaan SKB Situbondo yaitu dengan mengikuti kegiatan pelatihan dan mengikuti seminar, memanfaatkan media cetak/media massa dan media elektronik, peningkatan profesi melalui belajar sendiri, mengikuti kursus, dan aktif dalam organisasi keguruan yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran. Sedangkan dalam upaya lembaga pendidikan non formal bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan pengadaan lokakarya (workshop), mendukung ide-ide baru dari guru, dan termotivasi guru untuk membuat karya tulis ilmiah. Kata Kunci: Kompetensi, Pedagogik, Profesional, Guru PAU
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA WAYANGMATIKA
Abstract. This research aim to description about how using wayangmatika media to improve students comprehension of multiplication and division of integers. Wayangmatika media used to concretized the integer operation concept, in particular multiplication and division of integers. The method is using classroom action research with 35 students of 5th SDN Kebonsari 1 Malang. The products of this research is the design of learning by using wayangmatika media. The results showed the use of wayangmatika media can enhance the comprehention concept of multiplication and division of integers with a percentage of success that has been established researchers reached the second cycle is the average percentage score of final test results increased from 72 % to 88 % , this shows that the comprehention concept of student better. Keywords : wayangmatika media, comprehention concept, integers .
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN TES HASIL BELAJAR AKHIR SEMESTER MELALUI WORKSHOP DI KKG GUGUS 02 KECAMATAN SUMBERMALANG TAHUN 2014/2015
Abstrak. Guru merupakan faktor dominan dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu meningkatkan kemampuan guru mutlak dilakukan agar terjadi peningkatan kemampuan di dalam mengelola proses pembelajaran. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa seorang guru tersebut mampu menyusun tes telah banyak dilakukan seperti mengikuti penataran dan pelatihan lainnya. Dari hasil evaluasi terhadap kedua bentuk upaya tersebut ditemukan belum banyak memberikan sumbangan terhadap profesional guru.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana upaya meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun tes hasil belajar akhir semester melalui workshop di KKG Gugus 02 Kecamatan Sumbermalang Tahun 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan melalui workshop menyusun tes dengan jumlah guru 12 orang guru yang diikutkan dalam workshop yang mengajar sebagai guru kelas IV, V, dan VI di KKG Gugus 02 Kecamatan Sumbermalang tahun 2014/2015. Penelitian ini melakukan penilaian satu kali siklus. Tes sudah selesai dianalisis dan dinilai berdasarkan 2 parameter yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui aktivitas guru dalam bekerja maka peneliti melengkapi dengan panduan observasi yang meliputi : 1) Silabus, 2) RPP, 3) Buku pengangan, 4) format kisi – kisi tes , 5) Kesiapan mental yang masing – masing diberikan skor 1 – 4. Memalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun tes profesional, hal ini terlihat pada kegiatan siklius pertama rata rata nilai 70,67. Tes dikatakan layak apabila minimal 65% kriteria bisa terpenuhi. Dengan demikian pada siklus pertama 100% guru sudah mampu menyusun tes hasil belajar akhir semester genap. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan melalui workshop maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan guru kelas IV, V, dan VI di KKG Gugus 02 Kecamatan Sumbermalang 2014/2015 dalam menyudun tes hasil belajar akhir semester dapat meningkat.Kata kunci: Tes hasil belajar, Worksho
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn STANDAR KOMPETENSI MEMAHAMI SISTEM PEMERINTAHAN DESA DAN KECAMATAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL THINKS PAIR SHARE PADA SISWA KELAS IV SDN 3 TLOGOSARI KECAMATAN SUMBERMALANG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013-2014
Abstrak. PKn di SD bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dalam memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam rangka pembentukan sikap dan perilaku sebagai pribadi, anggota msyarakat, dan warga negara yang bertanggung jawab serta memberi bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan selanjutnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sarana dan prasarana penunjang, seperti kurikulum, guru pengajar maupun Metode Pengajaran. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe thinks pair share pada siswa kelas IV SDN 3 Tlogosari Kecamatan Sumbermalangsemester II tahun pelajaran 2013-2014 untuk meningkatkan hasil belajar PKn standar kompetensi sistem pemerintahan desa dan kecamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model pengajaran Thinks Pair Share memiliki dampak positif dalam meningkatkan Hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran PKn Standar Kompetensi Memahami Sistim Pemerintahan Desa dan kecamatan. Hal ini dapat dilihat dari semakain mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I sampai II). Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, tipe thinks pair shar
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN PANGKAT DAN AKAR PANGKAT DUA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO
Abstrak. Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern. Selain itu, matematika merupakan sarana berpikir dalam menentukan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai peran penting dalam berbagai macam disiplin, dan dapat memajukan daya pikir manusia. Mata pelajaran matematika diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analistis, sistematis, kritis, kreatif dan kemampuan bekerja sama. Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, Bagaimana aktivitas siswa dan hasil belajar selama penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT pokok bahasan bilangan pangkat dua dan akar pangkat dua sebagai pada siswa kelas V SDN Sdomekar 08 Tahun Pelajaran 2015/2016 Kecamatan Semboro – Jember ?,Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, Aktivitas dan hasil belajar siswa selama penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT pokok bahasan bilangan pangkat dua dan akar pangkat dua sebagai pada siswa kelas V SDN Sidomekar 08 Tahun Pelajaran 2015/2016 Kecamatan Semboro – Jember. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V SDN Sidomekar 08 kecamatan Semboro - Jember yang berjumlah 30 siswa.. Penerapan pembelajaran NHT dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar dalam pembelajaran. Pada siklus I ketuntasan klasikal siswa adalah 65,5%. Pada siklus II ketuntasan klasikal siswa adalah 87,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aktifitas dan hasil belajar selama pembelajaran dengan penerapan Metode pembelajaran NHT meningkat dan dikatakan tuntas Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran NHT [1] Guru Kelas V SDN Sidomekar 08 Sembor
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION OUTDOOR UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS V SDN BANDUNGREJOSARI 2 MALANG TAHUN AJARAN 2015/2016
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efikasi diri siswa selama menerapkan Model Pembelajaran Group Investigation Outdoor. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Bandungrejosari 2 Malang tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 39 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa pemberian quisioner kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri siswa mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 75% meningkat menjadi 89% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation Outdoor dapat meningkatkan efikasi diri siswa kelas V SDN Bandungrejosari 2 Malang. Kata kunci: Group Investigation Outdoor, efikasi diri, IPS S
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT CITIZEN TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PPKn SMA DI KOTA SEMARANG (Studi Eksperimen Mata Pelajaran PPKn Kurikulum 2013)
Abstrak. Fenomena yang terjadi di lapangan selama ini menunjukan bahwa dalam praktik pembelajaran PPKn di sekolah-sekolah, terutama di tingkat SMA guru masih sering menggunakan pembelajaran konvensional, dimana guru hanya menggunakan metode ceramah saja dalam menyampaikan materi. Salah satu pembelajaran yang mendorong siswa dan guru melakukan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan yaitu pembelajaran project citizen. Penelitian ini mengambil sampel di SMA N 3 Semarang dan SMA Ksatrian 1 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penggunaan model pembelajaran konvensional dan pembelajaran project citizen keduanya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tetapi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran project citizen mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Di SMA N 3 Semarang peningkatannya mencapai 19,3% dan di SMA Ksatrian 1 Semarang peningkatannya mencapai 14,3%. Kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran project citizen dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran PPKn berbasis project citizen ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk merangsang keterlibatan seluruh potensi diri siswa sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Dari hasil diatas rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada para guru SMA dalam pembelajaran PPKn di SMA Kata Kunci: project citizen , hasil belajar siswa, Mata Pelajaran PPK
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU KELAS 6 MELALUI SUPERVISI KELAS BERSAHABAT DI GUGUS I KECAMATAN SUMBERMALANG KABUPATEN SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Abstrak. Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) melalui supervisi yang lebih bersahabat pada guru kelas 6 di gugus I Kecamatan Sumbermalang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru yang datang dan pulang tidak tepat waktu, guru masih menggunakan pembelajaran konvensional, guru tidak membuat perangkat pembelajaran dan kualitas pembelajaran masih rendah. Tujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk: a) Meningkatkan pemahaman guru di Gugus I dalam mengembangkan PAIKEM; b) Meningkatkan keterampilan guru di Gugus I dalam mengembangkan PAIKEM; dan c) Meningkatkan disiplin guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Adapun manfaat dari kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, antara lain: a) bagi guru, kemampuan menerapkan PAIKEM akan memberi kemudahan dalam melaksanakan tugas mengajarnya, karena yang lebih aktif adalah siswa, sedangkan guru akan lebih banyak berperan sebagai fasiliator; b) bagi siswa, dengan penerapan pendekatan PAIKEM akan termotivasi semangat belajarnya sehingga akan menambah keberanian untuk bertanya, menjawab, melakukan sesuatu tindakan yang berpola terstruktur, menemukan dan mengembangkan ide-ide baru, sehingga aktivitas dan antusias belajar siswa lebih meningkat. Dengan demikian melalui supervisi yang lebih bersahabat terhadap guru kelas 6 di Gugus I diperoleh hasil sebagai berikut :(a) Kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas kedinasan semakin meningkat, (b) Penyusunan perangkat pembelajaran meningkat dari 64,29% pada siklus 1 menjadi 83,86% pada siklus 2. (c) Pada pelaksanaan proses pembelajaran meningkat dari 60,91% pada siklus 1 menjadi 82,73% pada siklus 2. Dengan demikian hasil siklus 2 sudah menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran yang diharapkan yakni melebihi indikator 80%. Kata Kunci: Supervisi Bersahabat, Kualitas Pembelajara
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN MASALAH SOSIAL PADA SISWA KELAS IV SDN JATISARI 02 JEMBER
Abstract. This research was motivated by low student's critical thinking ability and student learning outcomes is sufficient in fourth grade SDN Jatisari 02 Jember. The problem this research is how the application of problem-based learning model can increase critical thinking ability and student learning outcomes of fourth grade of social studies subject on social problems in SDN Jatisari 02 Jember. This research was conducted to increase critical thinking ability, and learning outcomes of fourth grade students through the application of problem-based learning model in social studies subject on social problems at SDN Jatisari 02 Jember school year 2014/2015. The type of this research is Classroom Action Research (CAR) which is conducted in two cycles. Data analysis that is used is descriptive. Research was conducted at SDN Jatisari 02 Jember. Subjects of this research were the fourth grade students at SDN Jatisari 02 Jember consisting of 34 students. Data collection techniques of this research include interview, observation, test, and documentation. Based on the observation of students' critical thinking skills in the classical style on a pre cycle was 54,56%, increased to 68,82% in the first cycle, and increased to 82,79% in the second cycle. The test results of students' critical thinking in the first cycle was 75,67% increased to 85,29% in the second cycle. Based on the results of the study also note that through the application of problem -based learning model, student learning outcomes increased from 61,76 in pre-cycle into 77,17 in the first cycle and the second cycle increased into 84,94. Based on the description above, it can be concluded that the application of problem-based learning model in social studies on social problems can increase critical thinking ability and learning outcomes of fourth grade students at SDN 02 Jatisari Jember.Keywords: Problem based learning model, critical thinking ability, learning outcome
gaya belajar mahasiswa pendidikan biologi tahun pertama di jurusan biologi fmipa unp
Abstrak. Pada saat awal perkuliahan salah satu hal yang harus dipahami oleh seorang dosen adalah mengenali gaya belajar mahasiswa. Sangat dibutuhkan pengetahuan awal mengenai kondisi siswa agar tercapai tujuan instruksional suatu proses pembelajaran. Dengan mengetahui gaya belajar mahasiswa, dosen dapat merancang teknik atau metode perkuliahan yang efektif, membuka kesempatan untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih produktif, serta merancang pendekatan yang sesuai untuk setiap kegiatan pembelajaran. Bagi mahasiswa penelitian ini akan berguna untuk mengetahui apakah metode belajar yang digunakan selama ini sesuai dengan gaya belajar yang dimilikinya dan membuka kesempatan untuk mengubah kebiasaan belajar tersebut, juga dapat menjadi acuan jenis karir apa yang kira-kira sesuai untuk dijalani. Dengan memahami pentingnya pengetahuan awal mengenai gaya belajar mahasiswa, peneliti telah mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa baru program studi pendidikan biologi tahun masuk 2015 jurusan biologi fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam universitas negeri padang. Dari 111 orang mahasiswa yang menjadi objek penelitian, diketahui 55 orang (49,54%) diantaranya adalah mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual. 41 orang (36,93%) diantaranya adalah mahasiswa yang memiliki gaya belajar audio dan sisanya yang berjumlah 15 orang (13,51%) memiliki gaya belajar kinestetik. Hasil ini memberikan informasi kepada dosen yang mengajar di program studi dan mahasiswa program studi pendidikan biologi untuk menggunakan metode pembelajaran dan media yang tepat dan bervariasi selama proses perkuliahan. Kata Kunci: Learning style, visual, auditory, kinestheti