Pancaran Pendidikan
Not a member yet
    291 research outputs found

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBUATAN REPLIKA VIRUS 3 DIMENSI PADA MATERI VIRUS DI SMA NEGERI I ASEMBAGUS SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Full text link
      Abstrak. Model pembelajaran diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kemampuan siswa dalam setiap kelas dan pada setiap materi sangatah berbeda. Pemilihan model pembelajaran merupakan perihal penting bagi guru untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa.  Pemilihan model pembelajaran ini tentunya disesuaikan dengan materi ajar yang akan disampaikan kepada siswa.Pembelajaran berbasis proyek dengan membuat replica virus 3 dimensi diterapkan pada materi virus kelas X SMA semester ganjil. Tujuan penerapan model pembelajaran yaitu peningkatan hasil belajar setelah motivasi belajar meningkat.     Pembelajaran dengan mengaplikasikan model proyek dengan membuat model virus 3 dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran proyek dengan membuat model virus 3 dimensi sangat menyenangkan bagi siswa karena dapat beraktifitas secara berkelompok, berkreasi dengan kreatifitas masing-masing dalam memilih juga merancang alat dan bahan yang dimiliki serta dapat mempresentasikan produk hasil kerja kelompoknya. Model pembelajaran ini diterapkan dengan 2 siklus. Siklus 1 dibandingkan dengan hasil belajar sebelum penerapan model proyek dengan membuat model virus 3 dimensi yaitu metode diskusi. Data awal hanya mendapatkan data hasil belajar aspek pengetahuan karena untuk aspek sikap dan keterampilan tidak dapat diperoleh disebabkan aspek sikap dan keterampilan tidak terobservasi. Pada siklus 1 hasil belajar aspek pengetahuan meningkat dibanding data awal. Rata- rata kelas, nilai tertinggi, nilai terendah, jumlah siswa yang tuntas meningkat dibandingkan awal sebelum penerapan pembelajaran proyek dengan pembuatan model virus 3 dimensi. Jumlah siswa yang belum tuntas pada siklus 1 lebih sedikit atau menurun jumlahnya dibanding data awal. Sebelum penerapan pembelajaran model proyek nilai rata-rata kelas 62 sedangkan setelah penerapan pembelajaran model proyek pembuatan replica virus nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 68. Nilai tertinggi yang dapat dicapai siswa juga mneingkat dari 70 menjadi 78. Nilai terendah yang dicapai siswa juga mengalami peningkatan dari 23 menjadi 62. Peningkatan jumlah siswa yang tuntas juga dapat dicapai dari 18 orang menjadi 22 orang. Jumlah siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan dari 15 orang menjadi 11 orang. Pada siklus 2 rata-rata aspek sikap, aspek keterampilan serta aspek pengetahuan siswa lebih meningkat dibandingkan siklus 1. Aspek sikap meningkat sebesar 5.19% dari 84.81% menjadi 89%, aspek keterampilan meningkat sebesar 3.72% dari 84.03% pada siklus 1 menjadi 87.75% pada siklus 2. Aspek pengetahuan juga mengalami peningkatan dari 66.67% pada siklus 1 menjadi 72.72% pada siklus 2. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek melalui pembuatan model virus 3 dimensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri I Asembagus Situbondo tahun pelajaran 2015/2016. Kata kunci; pembelajaran berbasis proyek, replica virus 3 dimensi, SMA Negeri I Asembagus Situbondo [1] Guru Biologi SMAN 1 Asembagus Situbond

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK IPA TERPADU MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

    Full text link
    Abstract. The purpose of this research was to determine how the feasibility, effectiveness and students' response to instructional media of science comics integrated on digestive system of human material. This type of research is the development of the ADDIE model. The research was conducted on the class VIII SMP YPK 2 Manokwari. The feasibility of instructional media of science comics integrated tested through expert assessment of media, materials and practitioner. The results of experts assessment of the instructional media of science comics integrated on digestive system of human obtain very valid criteria or very feasible with the persentage of media expert assessment was 96% , material expert was 98% and practitioner was 91%. The result of difference in pretest and posttest shows that there are difference in student achievement before and after are teaching with instructional media of science comics integrated that is with a probability value smaller than α 0.05 (0.00 <0.05) by using the Wilcoxon Test. The diference indicate that effective instructional media of science comics integrated used in teaching and learning. Students response to the instructional media of science comics integrated was 98.57% with a very good criteria. Kata Kunci: media pembelajaran komik

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn POKOK BAHASAN KEUTUHAN NKRI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI PADA SISWA KELAS V-A SDN TANGGUL WETAN 04 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Abstrak. Pendidikan budi pekerti ditengarai sebagai salah satu dimensi substansi pendidikan nasional penting yang belum sepenuhnya memberi dampak pembelejaran dan pengiring yang megembirakan. Hal tersebut tercermin dalam fenomena perilaku yang tidak santun, pelecehan hak asasi, perilaku kekerasan, penyalah gunaan kekuasaan, dan menurunnya penghormatan terhadap pemerintah. Pemerintah teleh mengambil kebijakan bahwa budi pekerti bukan sebagai mata palajaran yang berdiri sendiri, melainkan diajarkan dengan pendekatan integrasi ke dalam mata palejaran yang relevan, terutama ke dalam pelajaran pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan (PKn) dan Bahasa Indonesia. Guru kelas perlu menerapkan suatu model pengajaran yang diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pelajaran PKn siswa secara efektif. Penerapan metode-metode mengajar yang bervariasi akan dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa adalah model pembelajaran Artikulasi. Model pembelajaran artikulasi ini akan diterapkan oleh guru pada mata pelajaran PKn, karena hasil  belajar  siswa  kelas  V-A  SDN Tanggul Wetan 04 Kecamatan Tanggul  pada  mata pelajaran  Pendidikan  Kewarganegaraan  masih tergolong rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu penyelidikan atau kajian secara sistematis dan terencana untuk memperbaiki dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkannya. Hasil analisis pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 68,75%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 90,62%. Hasil belajar siswa meningkat sebesar 21,87%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA SDN Tanggul Wetan 04 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember.   Kata Kunci: Pembelajaran PKn, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Artikulasi [1] Guru SDN Tanggul Wetan 04 Tanggul Jembe

    PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MENGGUNAKAN TEKNIK PERMAINAN INDEX CARD MATCH DI KELOMPOK B TK QURROTA A'YUN III SAWOJAJAR MALANG

    Full text link
      Abstrak: Kecenderungan anak untuk tidak mau mengikuti aturan yang disepakati misalnya bergantian dalam menggunakan alat-alat permainan, membatasi diri dalam pergaulan, kecenderungan bermain dengan teman tertentu yang memiliki tingkat kemampuan kognitif yang setara, dan sikap merasa berkuasa terhadap teman lain bagi anak yang punya kelebihan fisik dari yang lain, menunjukkan rendahnya kemampuan sosial anak di kelompok B di TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang. Padahal kemampuan sosial merupakan hal sangat penting dimiliki oleh seseorang dan harus ditanamkan sejak dini pada anak. Untuk meningkatkan kemampuan sosial anak, dilakukan penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Kesimpulan dari penilaian selama penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif menggunakan teknik permainan index card match dapat meningkatkan kemampuan sosial anak di kelompok B TK Qurrota A’yun III Sawojajar Malang. Peningkatan kemampuan sosial tersebut ditandai dengan: (1) anak mau mengikui peraturan yang ada, yaitu peraturan sederhana  selama permainan index card match; (2) rasa senang anak dalam bermain dengan teman secara berkelompok; (3) kemauan anak untuk mengerjakan tugas secara berkelompok; (4) anak mau menolong temannya yang lain selama berlangsung pembelajaran; (5) adanya komunikasi antar anak dan kemauan anak untuk mengajak temannya bermain. Kata Kunci:Kemampuan sosial, pembelajaran kooperatif, permainan index card match [1] Dosen PAUD FKIP Universitas Jembe

    PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIVEMENT DIVISIONS) DENGAN MEDIA PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS IX A SMP NEGERI 19 MANOKWARI

    Full text link
        Abstract. This classroom action  research problem is the low IPA learning results of students of class IXinSMPN 19 Manokwari semesters 1 (odd) 2015/2016 academic year. This research aims to improve cognitive and affective learning outcomes in science lessons through the implementation of cooperative learning model type STAD with the media map concept affective learning outcomes assessment covers aspects of discipline, honesty, responsibility, cooperation, and courtesy classroom action research was conductedin two cycles, wherein each cycle includes activities, planning, action, observation, and reflection.data collection methodusing atest (cognitive) and observation sheets (affective and teacher activity). The results showed that in the first cycle obtained by the average value of the cognitive learning classical IPA 55.32 with the percentage of 51.52% and an average value of 58.8 affective learning outcomes. Cycle II gained an average value of 69.9 cognitive learning science with classical percentage 78.79% and an average value of 67.12 affective learning outcomes. This shows that there is an increase in cognitive and affective learning outcomes. Based on these results, we conclude that the STAD cooperative learning with media concept maps can enhance cognitive and affective learning outcomes of learners classroom science lessons IX A of SMPN 19 Manokwari. Key Words: Cooperative type STAD, Map Concept, and Learning Outcomes [1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [2] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [3] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIP

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH IPA SD BERBASIS KARAKTER

    Full text link
      Abstrak. Pengembangan karakter dilakukan pada semua jenjang pendidikan, salah satunya perguruan tinggi.  Pengembangan karakter ini dapat dilakukan melalui internalisasi pada bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mendeskripsikan repson pengguna bahan ajar pada mata kuliah IPA SD. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Desseminate). Adapun subyek uji coba adalah mahasiswa PGSD kelas D angkatan tahun 2014. Data yang ada dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk data kualitatif dan analisa statistik untuk data kuantitatif hasil penilaian bahan ajar oleh ahli. Berdasarkan hasil validasi terhadap ahli materi, bahasa dan penyajian didapatkan hasil masing – masing 86%, 88%, 87,5%. Hasil penilaian dari dosen pengampu mata kuliah IPA SD pada masing – masing aspek terdiri dari 85 %, 88% dan 92%. Respon mahasiswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan adalah mahasiswa merasa tertarik karena bahan ajar yang dikembangkan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memuat banyak gambar konsep materi IPA, menyajikan permasalahan sehari – hari yang dikenal oleh mahasiswa. Pada aspek karakter mahasiswa, karakter yang muncul selama proses pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA berbasis karakter adalah : 1). Disiplin, 2). Toleran, 3). Tanggung jawab, 4). Jujur, 5). Berpikir logis, kritis, keratif dan inovatif, 6). Rasa ingin tahu, 7). Peduli sosial dan lingkungan, 8). Sadar akan hak dan kewajiban orang lain, Kata Kunci: Bahan ajar, karakter, mata kuliah IPA S

    MENERAPKAN PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUM (QUANTUM TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA

    Full text link
    Abstrak. Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan minat belajar matematika melalui pembelajaran quantum (quantum teaching). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 MAN 2 Parepare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pembelajaran quantum (quantum teaching) keaktifan siswa dalam pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Ini menunjukkan bahwa minat belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Dengan demikian pembelajaran quantum (quantum teaching) dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: Quantum teaching dan Minat 

    IMPLEMENTASI METODE MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA ANAK KELAS B DI PAUD SARIN RARE MAS UBUD

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak TK B PAUD Sarin Rare Mas Ubud melalui metode Mind Map dan untuk mendeskripsikan respon anak terhadap implementasinya. Metode yang yang diimplementasikan dalam penelitian ini adalah metode Mind Map yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini berjumlah 16 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 9 wanita. Objek penelitian ini, yaitu: Mind Map, kemampuan bercerita dan respon anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini mengungkapkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Implementasi Mind Map dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B PAUD Sarin Rare, Mas, Ubud. Terjadi peningkatan kemampuan bercerita anak dari siklus I ke siklus II sebesar 10.09%. (2) Tanggapan anak anak kelompok B PAUD Sarin Rare, Mas, Ubud terhadap implementasi Mind Map sangat positif. Anak menyatakan senang mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru. Kata kunci: Mind Map, kemampuan bercerita. 

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI GELOMBANG DI SMA NEGERI 1 MANOKWARI

    Full text link
      Abstract. Has conducted research on the development of interactive multimedia-based learning tools with the aim to determine the validity, the practicalities and the effectiveness of the learning device physics-based interactive multimedia on the matter waves. Stages of development using the 4D model is modified into 3D, namely define (defining), design (planning), and development (development). Results of the validity of the learning device physics-based interactive multimedia in the category is valid, the result of calculation CVI which is in the range of 0-1 and r 11 larger than r table, so it can be said to be reliable. The results of questionnaire analysis perception of students obtained a percentage of 78.6% results of the analysis are in very good category. Results of the analysis of the activity of the students obtained a percentage of 87.3% results of the analysis are in very good category. So it can be said that the physics-based learning tool developed interactive multimedia valid, reliable, practical and effective to use. Key words: Learning Tool, Interactive Multimedia, Activity and Perception of Students [1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [2] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [3] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIP

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS XA DI SMA YAPIS MANOKWARI

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan materi yang digunakan yaitu pencemaran lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar Biologi siswa di kelas XA SMA YAPIS Manokwari. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas XA SMA YAPIS Manokwari dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang. Teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui observasi, angket, studi dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran   kooperatif tipe Talking Stick dapat meningkatkan minat dan hasil belajar Biologi siswa pada materi pencemaran lingkungan kelas XA di SMA YAPIS Manokwari. Dimana minat belajar siswa  tergolong sangat baik dari Siklus I 86,95% meningkat menjadi 95,65% pada Siklus II, dan mengalami peningkatan sebesar 8,7%.  Hasil belajar kognitif siswa pada siklus I mencapai 69,57% meningkat menjadi 82,61% pada siklus II, atau mengalami peningkatan sebesar 13.04% sehingga memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Kata Kunci: Talking Stick, Minat, Hasil belajar biologi, Siswa SMA Yapi

    285

    full texts

    291

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pancaran Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇