Pancaran Pendidikan
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA LABORATORIUM VIRTUAL PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR UNIVERSITAS PAPUA
Abstrak. Keterampilan Proses Sains (KPS) adalah salah satu keterampilan penting dalam praktikum untuk memahami proses ilmiah dan materi pelajaran sains. Nilai praktikum mahasiswa yang memprogram mata kuliah fisika dasar di Universitas Papua pada umumnya dalam kategori rendah. Nilai rendah dapat dikaitkan dengan rendahnya KPS mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain One-Shot Case Study yaitu menerapkan media laboratorium virtual (Lab-Vir) dalam pembelajaran, selanjutnya mengukur KPS mahasiswa berdasarkan soal KPS yang diberikan pada akhir pembelajaran. Purposive sample digunakan untuk memilih kelas jurusan pendidikan fisika dan matematika yang memprogram mata kuliah fisika dasar yaitu berjumlah 35 orang. KPS mahasisnya yang diukur meliputi mengidentifikasi variabel, mengungkapkan pengertian variabel, menginterpretasi data, mengklasifikasi data, menghubungkan antar data, memformulasikan model, menarik kesimpulan, dan menyatakan praduga sementara. Hasil penelitian menujukkan bahwa KPS mahasiswa secara keseluruhan 70,9 ± SD 11,6 atau berada dalam kategori baik.Kata Kunci: Lab-Vir dan KP
STRATEGI PEMBERANTASAN BUTA AKSARA MELALUI PENGGUNAAN TEKNIK METASTASIS BERBASIS KELUARGA
Abstrak. Pendidikan adalah hal setiap orang. Tidak semua orang berkesempatan mengikuti pendidikan. Salahsatu media untuk memenuhi hak bagi yang belum berkesempatan menikmatai pedidikan formal adalah pendidikan non formal. Pendidikan non formal dengan kelenturannya memungkinkan diikuti oleh semua usia termasuk bagi mereka yang masih menyandang buta aksara. Berbagai upaya pemberantasan buta aksara telah dilakan. Namun karena berbagi hal hasilnya belum maksimal yakni mengentaskan tributa secara keeluruhan. Penggunaan konsep andragogi dan penekanan pada pendekatan budaya terutama keluarga dimunculkan strategi yang dinamakan strategi metastasis. Keluarga sebagi basis terkecil masyarakat ibarat inti sel difungsiakan secara maksimal. Salahsatau bentuk maksimalkan fungsi keluarga adalah mempecayakan salah seorang anggota keluarga yang telah mampu calistung untuk diperankan sebagi tutor keluarga. Dengan memberikan kepercayaan kepada salahsatu keluarga nenjadi tutor akan muncul dampak psikogis positif. Keberhasilan satu kelompok keluarga akan menyebar kepada kelompok keluarga lain. Penyebaran kemampuan diri secara berbasis keluarga berdampak dalam berbagi hal. Salah satu dampak yang dimaksud antara lain adanya kebanggan keluarga, kepercayaan, dan kebebasan dalam mengikuti pembelajaran.Kata kunci: Peran keluarga, buta aksara, metastasis, calistung andragogy, kesediaan untuk belajar
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PAKEM GURU KELAS 4,5,6 MELALUI SUPERVISI KELAS DI SDN 3 TLOGOSARI KECAMATAN SUMBERMALANG KABUPATEN SITUBONDO SEMESTER 1 TAHUN 2015/2016
Abstrak. Kebijakan Pendidikan di bidang peningkatan kualitas lulusan pendidikan dasar membawa konsekuensi, antara lain perubahan dari model pembelajaran yang tradisional (model atau metode pembelajaran yang lebih berpusat guru) ke pengembangan model atau metode yang lebih berpusat pada siswa. Hal demikian menuntut kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, sesuai dengan karakteristik bidang kajian dan dan karakteristik siswa agar mencapai hasil yang maksimal. Tujuan secara khusus dari kegiatan penelitian ini adalah; (a). Meningkatkan pemahaman guru kelas 4, 5, dan 6 SDN 3 Tlogosari dalam mengembangkan PAKEM. (b). Meningkatkan keterampilan guru kelas 4, 5, dan 6 SDN 3 Tlogosari dalam mengembangkan PAKEM. PTS adalah penemuan sistematis yang dilaksanakan kepala sekolah/madrasah untuk memecahkan masalah pengelolaan sekolah. Ruang lingkup PTS mengacu pada Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Sekolah/madrasah yang meliputi: (1) Perencanaan program sekolah/madrasah, (2) pelaksanaan program sekolah/madrasah, (3) pengawasan/evaluasi sekolah, (4) kepemimpinan, dan (5) sistem informasi manajemen sekolah. Manfaat PTS bagi kepala sekolah/madrasah /madrasah secara umum adalah untuk memecahkan permasalahan pengelolaan yang terjadi di sekolah yang menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah/Madrasah. Langkah-langkah PTS meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang diperoleh berupa hasil tes, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci: Kualitas pembelajaran, PAKE
PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IA SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Abstrak. Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari. Pembelajaran Matematika harus diajarkan dengan metode-metode mengajar yang tepat atau bisa dengan menggunakan bantuan media pengajaran. Di SDN Sidomekar 08 masih menggunakan cara mengajar yang monoton sehingga hasil belajar rendah. Maka dari itu diadakan penelitian dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IA SDN Sidomekar 08 Semboro. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran matematika, bagaimana aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan media gambar berlangsung, dan bagaimana hasil belajar siswa setelah kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Sidomekar 08 Semboro yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Aktivitas belajar siswa yang diamati adalahmemperhatikan penjelasan guru, ketelitian dalam mengerjakan soal, presentasi, menjawab soal. Prosentase keaktifan siswa pada siklus I sebesar 56,25%, kemudian meningkat pada siklus II sebesar 87,5%. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media gambar juga mengalami peningkatan yaitu pada pra siklus dari jumlah 28 siswa terdapat 10 siswa yang mendapat skor ≥ 65, persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 35,7 %, pada siklus I terjadi peningkatan dari jumlah 28 siswa terdapat 18 siswa yang mendapat skor ≥ 65, dan dikatakan tuntas secara klasikal mencapai 64,3 %. Pada siklus II terjadi peningkatan dari 28 siswa terdapat 25 siswa yang mendapat skor ≥ 65 dan dikatakan tuntas secara klasikal sebesar 89,3 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IA SDN Sidomekar 08 Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Kata kunci: Media Gambar, Hasil Belajar [1] Guru Kelas I-A SDN Sidomekar 08 Sembor
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SDN GUMELAR 03 BALUNG
Abstrak: Pada tahun pelajaran sebelumnya, sebagian besar peserta didik kesulitan memahami konsep cerita anak. Sementara itu pada awal semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 dijumpai peserta dengan karakteristik pemahaman yang rendah. Ketuntasan klasikal pada ulangan harian sebelumnya hanya 45%. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan cerita anak, melalui perbaikan kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual. Penelitian dilakukan selama 2 siklus, melibatkan 11 peserta didik kelas VI SDN Gumelar 03 Balung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan adalah 85% peserta didik tuntas mencapai nilai KKM 65. Data diperoleh melalui tes sebagai data utama, serta penyebaran angket di akhir siklus sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan secara signifikan pada prestasi belajar, yaitu 90% peserta didik tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 45% dari siklus sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pokok bahasan cerita anak. Kata Kunci: Peningkatan hasil belajar, Media audio visual, SDN Gumelar 03.
TEACHER’S LANGUAGE OF INSTRUCTION AND STUDENT’S SECOND LANGUAGE ACQUISITION
Abstract: In 2006 - 2012 there was a new trend at Junior and Senior High Schools in Indonesian to conduct classes labeled an International Class based on the government decree for Educational Quality Enhancement. “Sekolah Menengah Atas Negeri I Jember” executed this regulation by designing “Kelas Rintisan”(a Pioneering Class) where the instruction of English and Science subjects was done in English by the expert teachers. The teacher’s language of instruction was intended to design an artificial classroom English “learning environment” which could stimulate the students using their English consciously and unconsciously whiles they aimed to understand the content subjects and communicate with teacher and classmates. The communicative interaction might happen when languagewas modified to fit the students’ level of difficulty. Thus the students could involve actively in using English. Classroom interactions could give direct help to students solve the breakdown in a communication through verbal and nonverbal strategic competence. This paper is aimed to prove that the English atmosphere in the class made input more comprehensible, facilitate the students acquire and learn English as students’ second language actively. Key Word: teacher’s language, student’s second languag
SOLUSI TERHADAP KURANGNYA MINAT MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA (STUDI KASUS DI POSYANDU CATLYA 111 KELURAHAN KEBONSARI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER)
Abstract. Bina keluarga balita is an activity that aims to provide knowledge and skills to parents and other family about how to educate, nurture, and monitor the growth and development of young children. The fact bina keluarga balita in Posyandu Catlya 111 is no longer active. This is due to lack of public interest in bina keluarga balita activities. The lack of interest of the community is the lack of desire of a person to an activity with similar ideals, goals, and work together in achieving the objectives of the activity of bina keluarga balita. Therefore, the search for a solution is an attempt to find a solution to solve or resolve a problem. Deep interview and participant observation use for collecting data. The result of this research find the coused of lack of interest and participation of stake holder. The solution recommended is in courage intra –inter communication between board and community, adopted many patron of communication. Keywords: Activity of bina keluarga balita,, lack of public interest
PERANAN PENDIDIKAN NONFORMAL SEBAGAI UPAYA REHABILITASI GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI LINGKUNGAN PONDOK SOSIAL KABUPATEN JEMBER
Abstrak. Peranan Pendidikan nonformal yang paling sering diekspos di berbagai literatur adalah dalam mengatasi masalah-masalah masyarakat yang termarginal termasuk menangani masalah gepeng.Mengingat tanpa pendidikan tidak akan ada pertumbuhan kualitas hidup, karena kualitas hidup menyangkut perubahan tingkah laku, pertumbuhan dan pengembangan kepribadian. Dengan demikian peranan pendidikan nonformal sebagai upaya rehabilitasi gepeng menyangkut peran pencegahan dan pemberdayaan utamanya dengan melalui program pendidikan nonformal untuk peningkatan kesejahteraannya yaitu dengan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan. Penelitian ini difokuskan pada pertanyaan, bagaimana peranan pendidikan nonformal sebagai upaya rehabilitasi gepeng di Liposos Kabupaten Jember? Selanjutnya penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) gambaran pelaksanaan rehabilitasi gepeng melalui program PNF di LipososKabupaten Jember, (2) faktor pendorong dan penghambat yang dihadapi oleh pihak Liposos Kabupaten Jember dalam upaya rehabilitasi gepeng, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan adalah Snowball Sampling Technique. Informan penelitian adalah Kepala Liposos, Pekerja Sosial dan gepeng. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisisnya adalah pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1) gambaran pelaksanaan rehabilitasi gepeng melalui PNF di Liposos Kabupaten Jember diawali dengan hasil penyisiran Tim Dinas Sosial yang terdiri dari staf bidang rehabilitasi beserta pekerja sosial dan Satpol PP, setelah ditampung dan diidentifikasi jika gepeng usianya masih produktif maka mereka direhabilitasi melalui program PNF seperti diberikan pelatihan ketrampilan/life skill; 2) faktor pendorong yang dihadapi oleh pihak Liposos Kabupaten Jember dalam upaya rehabilitasi gepeng adalah adanya anggaran yang terencana, adanya tim penanganan gepeng, adanya sarana UPT Liposos yang tersedia, adanya tenaga medis. Adapun faktor penghambatnya adalah dana yang dianggarkan tidak mencukupi, sulitnya pembinaan bakat minat gepeng, kurangnya tenaga ahli dalam penanganan gepeng, sarana prasarana yang kurang mendukung, Peksos dan TKSK belum mempunyai keahlian dan ketrampilan khusus dalam penanganan gepeng. Berdasarkan dari hasil temuan penelitian ini disarankan: Bagi UPT Liposos Dinas Sosial, hendaknya lebih meningkatkan rehabilitasi gepeng sebagai upaya peningkatan kesejahteraan; Bagi Pekerja Sosial, hendaknya mampu memberikan pelayanan yang optimal pada gepeng sehingga dapat meningkatkan kemandirian bagi mereka; Bagi gepeng, hendaknya mampu mengembangkan dan memanfaatkan ketrampilan yang diperoleh dalam pelatihan yang diselenggarakan UPT Liposos Dinas Sosial Kabupaten Jember. kata kunci : Pendidikan nonformal, Rehabilitasi gelandangan dan Pengemi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA DI SMA YAPIS MANOKWARI
Abstract. Has conducted research class action that aims to enhance the activity and the learning outcomes of students of class XI IPA SMA Yapis Manokwari in physics through the implementation of cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT). The subjects of this research were 24 students consisting of 11 male students and 13 female students. This study was conducted in two cycles, which in every cycle traversed the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The collection of data obtained from observation (teacher activity and active learners) and test (cognitive). The results showed that the application of cooperative learning model type TGT can increase physical activity and learning outcomes of students. This is indicated by an increase in the average percentage of physical activity and learning outcomes of students. In the first cycle the average percentage of active learners amounted to 76.71% and the second cycle increased to 89.58%. While the study of students the first cycle to obtain an average value of 61.25 with the percentage of 33.33% classical and the second cycle the average value of learners increased to 72.50 with the percentage of 79.17% classical. Keywords: Cooperative Model Type Teams Games Tournament (TGT), Livelines, and Learning Outcomes [1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [2] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [3] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIP
UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA SEJAK DINI MELALUI PROGRAM MARKET DAY (KAJIAN PADA SDIT MUTIARA HATI MALANG)
Abstrak. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk (1). Untuk mengetahui pelaksanaan program market day , (2). Untuk mengetahui peran program market day dalam mengembangkan karakter jiwa kewirausahaan sejak dini pada siswa SDIT Mutiara Hati Malang. Sekolah sebagai institusi yang bertanggungjawab dalam mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik mengadakan kegiatan penunjang berupa mengembangkan berbagai karakter positif siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fnomenologi, sumber data didapatkan melalui wawancara, pengamatan (observasi), dokumentasi, dan angket.Populasi semua warga SDIT Mutiara Hati, sampel yang digunakan siswa-siswa SDIT Mutiara Hati yang aktif berjualan saat pelaksanaan program Market Days, guru-guru, serta Kepala sekolah. Analisis data secara induktif, pemaparan hasil penelitian bersifat deskritif. Dari hasil penelitian didapatkan informasi bahwa pelaksanaan program Market Days yang dilaksanakan setiap hari Rabu oleh pihak sekolah yang merupakan kegiatan penunjang pendidikan dapat berlangsung secara rutin, sehingga hal itu membangun budaya atau kebiasaan yang positif bagi warga sekolah tersebut. Khususnya bagi para siswa mengenal kegiatan berdagang kemudian terbiasa dan dari kebiasaan tersebut tumbuh dalam diri siswa karakter seorang wirausahawan yaitu: berani mengambil resiko, bertanggungjawab, komunikatif, manajemen keuangan.Kata kunci: Market days, karakter kewirausahaan