Pancaran Pendidikan
Not a member yet
    291 research outputs found

    PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD PADA SISWA KELAS VI SEMESTER 2 SDN KARANGSEMANDING 02 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Full text link
    Abstrak: Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif. Untuk itu aktifitas peserta didik perlu ditingkatkan melalui latihan-latihan atau tugas dengan bekerja dalam kelompok kecil dan menjelaskan ide-ide kepada orang lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:  (1) Metode pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKn. (2) Metode pembelajaran kooperatif model STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestsi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (68,96%), siklus II (86,20%), siklus III (100%). (3)Metode pembelajaran kooperatif model STAD dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide, dan pertanyaan.  (4) Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok, serta mampu mempertanggungjawabkan tugas individu maupun kelompok. Kata Kunci: Prestasi belajar, Pembelajaran kooperatif, Model STAD

    PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA MATERI KALOR TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 13 PRAFI MANOKWARI PAPUA BARAT

    Full text link
      Abstract. This study aims to determine the application of guided discovery model of learning to cognitive learning outcomes and measure significant differences between the cognitive learning using guided discovery learning models with conventional learning model students in SMPN 13 Prafi. This quasi-experimental research using the Matching Only Posttest Control Group Design involving class VII B as experimental class and class VII C as the control class. The sampling technique was done by purposive sampling. The experimental classes using guided discovery learning while the control class using the learning that has been used in schools, namely direct instruction. The research instrument used tests of cognitive diagnosis. The results showed that the average cognitive achievement test conducted at the end of the experimental class learning at 61.74, while the control class 52.79. This shows that the application of guided discovery learning model further enhances cognitive learning outcomes of students in SMPN 13 Prafi. In line with the results of data processing using independent sample t-test, with significance level α = 5% was obtained tcount = 2.338. t table 1.687 is known so t count> t table which means that H 0 is rejected. This shows that there are significant differences cognitive learning outcomes of students between the control class and the experimental class. Learning physics by using a model of guided discovery learning can help students to discover and develop its own facts and concepts and facilitate learners in the learning process so as to improve the cognitive abilities of physics. Key Words: guided discovery learning, cognitive learning outcomes   [1] Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [2] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIPA [3] Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNIP

    UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN METODE “CONFERENCE WRITING “ PADA SISWA KELAS VIIIB SEMESTER GENAP SMP NEGERI 2 ASEMBAGUS KABUPATEN SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    Full text link
      Abstrak: Makalah ini membahas hasil penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan metode “Conference Writing “ pada materi keterampilan menulis puisi. Metode “Conference Writing” dipilih dikarenakan metode “Conference Writing mempunyai karakteristik menonjol yang diperkirakan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VIIIB di SMPN 2 Asembagus. Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, angket dan tes kompetensi. Selama pembelajaran ini berlangsung keterampilan menulis puisi siswa  mengalami peningkatan. Kata kunci: Metode “Conference Writing, Keterampilan menulis puisi, pembelajaran Bahasa Indonesia [1] Guru SMPN 2 Asembagus Situbond

    ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VI SDN KANIGORO 02 KECAMATAN PAGELARAN YANG BERBAHASA IBU BAHASA MADURA

    Full text link
     Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kanigoro 02 Kecamatan Pagelaran Malang,dengan Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan wujud kesalahan sintaksis bahasa Indonesia pada kalimat tunggal dalam karangan deskripsi siswa kelas VI SDN Kanigoro 02 kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yang berbahasa ibu bahasa Madura;(2)Mendeskripsikan wujud kesalahan sintaksis bahasa Indonesia pada kalimat majemuk dalam karangan siswa kelas VI SDN Kanigoro 02  II yang berbahasa ibu bahasa Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Kanigoro 02 yang berbahasa ibu bahasa Madura dengan jumlah 19 siswa, sumber data penelitian ini adalah hasil karangan siswa kelas VI SD, dan data penelitian ini adalah kalimat tunggal dan kalimat majemuk bahasa Indonesia yang melanggar bahasa pada tataran sintaksis yang terdapat dalam karangan bebas siswa kelas VI SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 dari 18 siswa atau 72 % siswa melakukan kesalahan dalam karangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan sintaksis pada kalimat tunggal yang dilakukan oleh siswa kelas VI SDN Kanigoro 02 yang berbahasa ibu bahasa Madura. Kesalahan tersebut adalah (1) kalimat tunggal yang tidak gramatikal, (2) kalimat tunggal yang tidak padu, (3) kalimat tunggal yang tidak efektif, dan (4) kalimat tunggal yang dipengaruhi oleh bahasa Madura. Kesalahan sintaksis pada kalimat majemuk setara adalah (1) kalimat majemuk setara yang tidak gramatikal,(2) kalimat majemuk setara yang tidak padu, (3) kalimat majemuk setara yang tidak efektif, dan (4) kalimat majemuk setara. Kata kunci: kesalahan sintaksis, karangan bahasa Indonesia, bahasa ibu bahasa Madur

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA ORGAN TUBUH MANUSIA (TORSO) PADA SISWA KELAS V SDN MANGGISAN 01 TANGGUL KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Abstrak. Dalam rangka untuk mencapai hasil yang maksimal, maka peningkatan mutu pendidikan harus di upayakan secara kontinyu (terus menerus), terencana dan bertahap. Salah satu upaya telah dilaksanakan ke arah tersebut dengan pengembangan metode dan strategi pembelajaran. Pemilihan metode yang tepat merupakan salah satu penyampaian maateri secara spesifik sehingga memudahkan siswa untuk memahami dan menguasai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga torso; aktivitas dan hasil belajar selama dan setelah pembelajaran dengan menggunakan alat peraga torso berlangsung. Jenis penelitian ini adalah penelitan tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Manggisan 01 dengan jumlah siswa 49. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu aktivitas dalam pengerjaan LKS siklus I 65% meningkat menjadi 77%, pembahasan LKS pada siklus I 67% meningkat menjadi 79%, hasil percobaan dan evaluasi meningkat sebesar 81%, sedangkan hasil belajar siswa pada siklus dengan prosentase 68 meningkat menjadi 80 pada siklus II dan mencapai ketuntasan secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan alat peraga torso dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V SDN Manggisan 01 kecamatan Tanggul kabupaten Jember. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Alat Perag

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR (BUKU SISWA) MATEMATIKA UNTUK SISWA TUNARUNGU BERDASARKAN STANDAR ISI DAN KARAKTERISTIK SISWA TUNARUNGU PADA SUB POKOK BAHASAN MENENTUKAN HUBUNGAN DUA GARIS, BESAR SUDUT, DAN JENIS SUDUT KELAS VII SMPLB/B TAMAN PENDIDIKAN DAN ASUHA

    Full text link
    Abstract. Teaching materials is one factor that affects the teaching and learning activities. Mathematics teaching materials are needed by deaf students to facilitate the learning process. The unavailability of teaching materials specifically for deaf students is an obstacle in the learning process. This type of research is the development of research using the model of 4-D, which comprises four steps to define, design, develop, and disseminate. Subjects were deaf students of class VIII SMPLB/B TPA Jember. Data collection methods used in this study is the validation, observation, questionnaires, and tests. The results of this study are Student Book and Learning Test Results. All learning materials obtained from this research meets the criteria of effectiveness and student achievement is 80% of students get a value greater than 60. Key Words: Developmental Research, Characteristics of deaf students, 4-D model

    PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IIIA SDN SEMBORO 01 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Full text link
    Abstrak. Tujuan pembelajaran IPS adalah untuk membina anak didik menjadi warga negara yang baik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian sosial yang berguna bagi dirinya serta bagi masyarakat. Namun Pada kenyataannya seperti yang dialami oleh SDN Semboro 01 Jember ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS siswa kelas IIIA masih kurang optimal, dikarenakan minimnya strategi yang dilakukan guru saat mengajar. Sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Maka dari itu diadakan penelitian dengan menggunakan model cooperative learning tipe Teams Game Tournament. Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana penerapan model model cooperative learning tipe Teams Game Tournament, aktivitas siwa dan hasil belajar IPS siswa kelas IIIA SDN Semboro 01 Jember tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model cooperative learning tipe Teams Game Tournament, aktivitas siswa, dan hasil belajar IPS siswa kelas IIIA SDN Semboro 01 Jember tahun pelajaran 2013/2014. Rancangan  penelitian ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas dengan  tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas IIIA SDN Semboro 01 Jember yang berjumlah 45 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada pelaksanaan  siklus  I  sebesar  70%  dengan kategori aktif dan  terjadi  peningkatan  pada  siklus  II  sebesar  90%  dengan  kategori  sangat aktif. Sedangkan peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari ketuntasan klasikal siklus I mendapatkan persentase ketuntasan belajar sebesar 66,7%, kemudian meningkat pada siklus II yaitu sebesar 88,9%. Kata Kunci: Model Cooperative Learning, Teams Games Tournament, Hasil Belajar IP

    POTENSI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (ALPINIA PURPURATA K SCHUM) DALAM PENGENDALIAN JAMUR HEMILEIA VASTARTIX B. ET BR. PADA KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA)

    Full text link
    Abstract. Red ginger rhizome (Alpinia purpurata K Schum) is a plant of the zingeberales tribe used as a biopesticide for the control of plant disturbance organisms (OPT) because they contain essential oils that effective as anti-bacterial and anti- fungal. This study aims to Knowing the potential of rhizome extract, analyze the effective with Red ginger rhizome extracts and Counting disease intensity index (IIP) to growth Hemileia vastartix after a given treatment. The main material used in this study is simplicia red ginger rhizome extracted with 100 ml of distilled water using a solvent, in order to obtain a liquid extract. Liquid extract of the rhizome third in fungi tested as antifungal Hemileia vastartix B. et Br by using the leaf disc method and the concentrations used are red ginger rhizome (6 grams, 7 grams, and 8 grams) with positive control 0.3 % Comparative Nordox and negative control treatment provision Hemileia vastartix. The results showed that red ginger rhizome extract with a concentration of 8 grams have the highest degree of effective in inhibiting the growth of vastartix Hemileia equivalent to 0.3% Nordox comparison indicated from the calculation of IIP (Index Intensity Disease) is equal to 0.00% . Key Words: red ginger rhizome, Hemileia vastartix B. et Br, the calculation of IIP (Index Intensity Diseases) analisis

    PENERAPAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn POKOK BAHASAN PROSES PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA PADA SISWA KELAS VI A SDN TANGGUL WETAN 02 KECAMATAN TANGGUL – JEMBER

    Full text link
    Abstrak Menurut data yang didapat hasil evaluasi atau ulangan harian Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada materi proses perumusan pancasila sebagai dasar negara menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Dan selama ini siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan pendekatan konstruktivis/Reciprocal teaching diharapkan siswa secara aktif dapat melakukan sesuatu kegiatan dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan secara luas. reciprocal teaching merupakan strategi pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pengajuan pertanyaan dimana siswa ketrampilan-ketrampilan metakognitif diajarkan melalui pengajaran langsung dan pemodelan oleh guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan reciprocal teaching pokok bahasan proses perumusan pancasila sebagai dasar negara pada siswa kelas VI A SDN Tanggul Wetan 02 Tahun Pelajaran 2014/2015 Kecamatan Tanggul – Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam 2 Siklus. Berdasarkan hasil analisisdata aktivitas siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus 1 aktivitas siswa secara klasikal adalah 65,79%. Pada siklus 2 mencapai 78,94% sehingga dapat disimpulakn bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan reciprocal teaching dapat meningkatkan aktivitas siswa dengan kriteria siswa aktif. Hasil belajar yang diperoleh pada siklus 1 sebesar 60,53% dinyatakan belum tuntas dan pada siklus 2 sebesar 84,21% dinyatakan tuntas. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan reciprocal teaching pokok bahasan proses perumusan pancasila sebagai dasar negara pada siswa kelas IV A SDN Tanggul Wetan 02 Kecamatan Tanggul – Jember Tahun Pelajaran 2011/2012. Kata Kunci: Pembelajaran PKn, Reciprocal Teaching

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG DAUR HIDUP BEBERAPA MAKHLUK HIDUP DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 1 SDN KLATAKAN 02 TANGGUL TAHUN PELAJARAN 2010/2011

    Full text link
    Abstrak. Proses kegiatan belajar mengajar yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas selama ini adalah dengan metode ceramah, dan siswa masih menggunakan khayalan-khayalan dalam memahami konsep, sehingga guru masih mendominasi dalam PBM dan peran siswa masih kurang. Hal tersebut yang menyebabkan prestasi belajar siswa rendah dengan rata-rata nilai 50. Rumusan masalah  yang  dibahas  dalam  penelitian  ini  dinyatakan  dalam  bentuk  pertanyaan  yaitu:  "Apakah  penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi  belajar siswa kelas IV 1 SDN Klatakan 02 Kecamatan Tanggul dalam  pembelajaran  ipa  dengan  materi  daur  hidup  berbagai  makhluk hidup?". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan metode demonstrasi.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui dua siklus. Pada siklus I terdiri dari dua kali pertemuan, dan siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitudengan pengambilan skor hasil belajar siswa dalam bentuk tes di akhir pembelajaran dan menganalisis data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan ketuntasan hasil evaluasi dari tiap siklus. Peningkatan ketuntasan belajar siswa tersebut terjadi secara bertahap, dimana pada kondisi awal terdapat 6 siswa yang telah tuntas dalam belajarnya dengan rata-rata ≥60. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa meningkat, terdapat 19 siswa yang tuntas dalambelajar dengan rata-rata 80. Siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat  menjadi  26  siswa  atau  96,63 % siswa  telah  tuntas  dalam  pembelajarannya dengan rata-rata 85. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV semester I SDN Klatakan 02 Kecamatan Tanggul. Berdasarkan dari hasil penelitian yang terbukti bahwa dengan menggunakan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, maka saran dari penulis adalah metode demonstrasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam KBM, sehingga dalam pembelajaran tidak onoton hanya dengan metode ceramah.  Selain itu, dengan adanya metode demonstrasi, siswa dapat ikut terlibat langsung atau ikut aktif. Kata Kunci: Metode Demonstrasi, hasil Belajar IP

    285

    full texts

    291

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pancaran Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇