Pancaran Pendidikan
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI BENDA LANGIT DAN PERISTIWA ALAM DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWAKELAS 1 SDN AMPEL 04 WULUHAN JEMBER
Abstrak. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara terbimbing. Pembelajaran IPA harus diajarkan dengan metode-metode mengajar yang tepat. Di SDN Ampel 04 Wuluhan masih menggunakan metode yang monoton sehingga hasil belajar rendah. Maka dari itu diadakan penelitian dengan menggunakan metode demonstrasi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I SDN Ampel 04 Wuluhan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode demonstrasi pada matapelajaran IPA, bagaimana aktivitas siswa selama pembelajaran dengan metode demonstrasi berlangsung, dan bagaimana hasil belajar siswa setelah kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Ampel 04 Wuluhan yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitusangat aktif 79%, aktif 10%. Kurang aktif 10, Tidak aktif 0 %. siklus II sangat aktif 79%, aktif 21%. Kurang aktif 0%, Tidak aktif 0%. hasil belajar siswa setelah menggunakan metode demonstrasi juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus pertama17% sehingga ada peningkatan sebesar 17% dari skor maksimal 100%. Dari siklus kedua terdapat kenaikan 14% dan dirasa bahwa hasil belajar siswa telah mencapai hasil yang memuaskan (31% dari skor maksimal). Berdasarkan hasil penelitian di atas maka penerapan metode demonstari dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas I SDN Ampel 04 Wuluhan Jember. Kata kunci: Metode Demonstrasi, Aktivitas Belajar, Hasil Belaja
PENGARUH PEMBERIAN BIOAKTIVATOR EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM-4) TERHADAP KECEPATAN DAN KUALITAS PEMBUATAN KOMPOS SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR BIOTEKNOLOGI DI SMA
Abstract: Effective Microorganism-4 (EM-4) is a highly effective bio-activator to inoculate organic waste to accelerate the decomposition process. Various researches related the use of EM-4 in deciphering organic materials has a lot to do, but only a few are doing research on the use of EM-4 dose right in outlining household organic waste. This study aims to determine the effect of EM-4 with respect to time and the quality of the composting as well as the utilization of biotechnology in high school teaching materials. The study consisted - of experimental and descriptive quantitative research. In the experimental stage, composting is done to look mature compost with design for six treatments and three repetitions. Composting speed is calculated based on the time of composting and compost quality parameters seen by nutrient content (C-organic, N-organic, the ratio of C/N, P2O5 and K2O), whereas quantitative descriptive research is used to determine whether the materials are made viable if used as teaching materials. The analysis showed there is a real gift influence bio-activator Effective Microorganism -4 (EM-4) on the speed and quality of results composting (p<0,05). Addition of Effective Microorganism-4 (EM-4) during composting can increase the abundance of microorganisms in the material and then of course the overhaul will accelerate the process of organic matter into compost. If the organic material can be completely overhauled, the more nutrients are released in the compost pile include elements N, P, and K organic. Key Words: Effective Microorganism-4 (EM-4), speed composting, compost quality, teaching materials
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TEORI WANKAT DAN OREOVOCZ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII SMP MOCH. SROEDJI JEMBER TAHUN AJARAN 2
Abstract. The implementation of problem solving learning strategy based on wankat and oreovocz theory has seven stages namely I Can, Define, Explore, Plan, Do It, Checked, and Generalize. Strategy problem solving can improve student achievement score and students activity. This statement on student achievement score and students activity who improved after using problem solving learning strategy based on wankat and oreovocz theory. On cycle I, activity students individually of 67,35 % with category “considerable active”. While in cycle II activity students improved by 75,06 % with category “very active”. The final scores students on cycle I, showing 15 students done and 6 students have not been done. In clasical results learning at cycle I have percentage of 71,43 %. While in cycles II there are 14 students done and 7 students have not been done. Clasical results learning from cycle II presentas percentage of 66,67 %. That show that already reach minimal standards completed that over 60 %. Although at final scores cycle ii decrease but in test scores cycle II has improved from 59,97 % to 79,97 %. so that the implementation of problem solving learning strategy based on wankat and oreovocz theory can improve student achievement score and avtivity students for linear system of equations and inequalities one variable. Key Words : problem solving learning strategy based on wankat and oreovocz theory, student achievement score, students activit
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DALAM MENDESKRIPSIKAN BENDA-BENDA DI SEKITAR MELALUI PERMAINAN TEBAK GAMBAR PADA SISWA KELAS 1 SDN SEMBORO 02 JEMBER
Abstrak. Siswa kelas 1 di SD Negeri Semboro 02 sebagian besar adalah siswa yang telah mengenal pendidikan TK, dengan tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan yang sudah cukup memadai, namun siswa kelas 1 masih mengalami kesulitan dalam hal memahami makna dan maksud dari kalimat-kalimat yang di baca karena mereka hanya membaca sekedar membaca. Siswa mengalami kesulitan ketika harus membaca kata-kata yang agak panjang sehingga apa yang hendak disampaikan masih sulit dipahami. Sebagian siswa juga menunjukkan indikasi malu kepada guru sehingga ketika guru memberikan bimbigan individu siswa justru diam. Melihat kondisi siswa yang lemah dalam hal pemahaman isi dan maksud kalimat merupakan tantangan berat bagi guru kelas 1 adalah dalam menyampaikan materi deskripsi benda karena siswa dihadapkan pada rangkain kalimat yang ujung-ujungnya merupakan petunjuk tentang sebuah benda yang harus di tebak dengan benar. Design solusi pemecahan masalah tersebut berupa permainan tebak gambar yang akan membuat siswa tertarik dan membuat pembelajaran yang sebelumnya dianggap sulit dan membosankan menjadi menyenangkan bagi siswa. Berdasarkan rumusan pokok-pokok masalah tersebut di atas, maka dapatlah dirumuskan tujuan-tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bahwa permainan tebak gambar dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia mendeskripsikan benda-benda di sekitar pada siswa kelas 1 SDN Semboro 02 Jember. Pada siklus I siswa yang mendapat nilai ≥ 70 masih 6 anak dari jumlah 26 siswa atau 23,07%. Berarti siswa yang belum memperoleh nila
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI POKOK BAHASAN PENJELAJAHAN MELALUI STRATEGI TEAM TEACHING PADA SISWA KELAS VI SDN TANGGUL KULON 01 TANGGUL KABUPATEN JEMBER
Abstrak.Pendidikan jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan, namun dalam pengajaran pendidikan jasmani belum efektif seperti yang diharapkan. Salah satu masalah utama dalam pengajaran pendidikan jasmani di Indonesia hingga dewasa ini ialah belum efektifnya pengajaran pendidikan jasmani di sekolah-sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) yang bersifat deskriptif kualitafif. Berdasarkan dari fenomena tersebut di atas maka peneliti menerapakan Strategi Pengajaran Beregu untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada topik penjelajahan bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.Penelitian ini bertujuan untuk:1) mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan strategi Team Teaching pada materi penjelajahan siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?, 2) mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan strategi Team Teaching pada materi penjelajahan siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?, 3)mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan strategi Team Teaching pada materi penjelajahan siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?. Pelaksanaan penelitian ini pada Semester II Tahun pelajaran 2009/2010 mulai bulan Januari sampai dengan Juni 2010, dengan mengambil materi pokok Aktivitas Penjelajahan. Sebagai subjek penelitian adalah siswa VI SD Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Sumber data primer digali dari siswa kelas VI SD Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember pada saat proses belajar mengajar berlangsung yang berkaitan dengan tindakan kelas,sedangkan data lain yaitu data sekunder diperoleh melalui Kepala Sekolah, dokumen sekolah dan wali kelas.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah mereduksi data, display data, penarikan kesimpulan, verifikasi dan refieksi.Hasil penelitian menujukkan bahwa tindakan yang diberikan kepada siswa berupa penerapan Strategi Team Teaching dalarn proses pembelajaran Pendidikan Jasmani, dapat maningkatkan hasil belajar materi pokok Aktivitas Penjelajahan siswa kelas VI SD Negeri Tanggul Kulon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian pada. siklus I rerata kelas 6,91 meningkat menjadi 8,03 pada hasil penilaian siklus II. Kata kunci: Strategi Team Teaching, Hasil Belaja
PENINGKATAN KEMAMPUAN PASS BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI LATIHAN PASS BAWAH DUDUK BERDIRI PADA BANGKU DAN PASS BAWAH DENGAN BERJALAN PADA SISWA KELAS VI SDN TANGGUL WETAN 01 JEMBER
Abstrak. Pendidikan Jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan. Salah satu cabang olahraga adalah bola voli. Metode pass bawah duduk berdiri memakai bangku dan pass bawah dengan berjalan dalam penguasaan teknik dasar merupakan salah satu metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan pass bawah dalam permainan bola voli. Rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimana penerapan dan aktivitaslatihan pass duduk berdiri pada bangku dan pass bawah dengan berjalan terhadap kemampuan pass bawah dalam permainan bola voli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode eksperimen yang terdiri input, proses, dan output dengan subjek penelitian siswa kelas VI SDN Patemon 02 Jember. Pengumpulan data-data dalam penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran terhadap variable-variabel penelitian Dari hasil analisis data terdapat peningkatan kemampuan pass bawah dalam permainan bola voli dalam persen yang dapat dilihat pada kelompok 1 adalah sebesar 42,77% sedangkan kelompok 2 adalah 31,73%. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa latihan pass bawah duduk berdiri pada bangku dan pass bawah dengan berjalan dapat meningkatkan kemampuan pass bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VI SDN Tanggul Wetan 01 Jember. Kata Kunci: Metode pass bawah duduk berdiri pada bangku, Kemampuan pass bawah permainan Bola Vol
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA MADING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PERANAN TOKOH DALAM MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAAN DI SDN ANTIROGO 04
Abstrak. Motivasi belajar merupakan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Motivasi belajar yang dimiliki siswa dalam pembelajaran sangat berperan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) adalah jenis pembelajaran yang dirancang agar siswa mampu bekerjasama dalam kelompok yang terdiri dari 4-6 orang dan saling berbagi ide untuk menyelesaikan tugas akademik dengan tanggung jawab masing-masing. Metode pembelajaran tidak selalu dapat mengatasi masalah pembelajaran, diperlukan pula media agar siswa lebih mudah menerima materi yang diajarkan. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan secara kooperatif adalah media mading. Mading sebagai sarana/tempat informasi hasil kreativitas siswa berupa tulisan deskripsi peranan tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada pelaksanaannya, tahapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan media mading adalah: (1) persiapan, (2) penomoran (numbering), (3) pertanyaan (questioning) dan berpikir bersama (heads together) meliputi menjawab pertanyaan pada media mading, (4) pemberian jawaban (answering) meliputi mempresentasikan isi mading, (5) kesimpulan, dan (6) memberi penghargaan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus model adaptasi Hopkins, pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan media mading dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Numbered Heads Together (NHT), media mading, motivasi belajar, hasil belajar siswa
PENERAPAN TEKNIK KUPANG LIGITARANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 4 B SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER
Abstrak. Matematika merupakan ilmu terstruktur yang terorganisasikan dengan baik karena matematika terdiri dari unsur yang tidak terdefinisikan ke unsur yang terdefinisikan, kemudian ke aksioma/postulat dan akhirnya ke pada dalil teorema. Dari hasil pengamatan hasil belajar siswa kelas 4 B SDN Sidomekar kecamatan Semboro kabupaten Jember masih rendah. Hal ini disebabkan karena penjelasan guru kurang bisa di pahami oleh siswa,siswa merasa kesulitan menerima konsep pengerjaan hitung campuran, mereka masih beranggapan bahwa mengerjakan soal matematika selalu di mulai dari yang paling depan. Maka dari itu diadakan penelitian dengan menggunakan teknik kupang ligitarang untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 B SDN Sidomekar kecamatan Semboro kabupaten Jember. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan pembelajaran teknik kupang ligitarang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 B SDN Sidomekar 8 kecamatan Semboro kabupaten Jember?, bagaimana aktivitas siswa dan hasil belajar selama proses pembelajaran teknik kupang ligitarang pada siswa kelas 4 B SDN Sidomekar 8 kecamatan Semboro kabupaten Jember berlangsung?. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 B SDN Sidomekar 8 kecamatan Semboro kabupaten Jember yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Aktivitas belajar siswa yang meliputi tanya jawab meningkat 16,50%, diskusi meningkat 20,50%, presentasi meningkat 27,50%, dan cara mengerjakan soal meningkat 23%. Sedangkan hasil belajar siswa tiap siklusnya mengalami peningkatan yang signifikan yaitu Pada siklus I mencapai 67% dan pada siklus II ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 82%. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka penerapan teknik kupang ligitarang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 B SDN Sidomekar 08 kecamatan Semboro kabupaten Jember.
Kata Kunci : Teknik Kupang Ligitarang, Hasil Belaja
PENGUNAAN MEDIA KONGKRIT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN PADA SISWA KELAS I SDN REJOAGUNG 01 KABUPATEN JEMBER
Abstrak. Pembelajaran Matematika masih menjadi masalah bagi siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata keas untuk bidang studi Matematika lebih rendah dari pada niai rata-rata kelas untuk bidang studi yang lain. dari 23 anak yang ada, baru 8 anak atau 34,78% yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 15 anak atau 65,21% belum mencapai ketuntasan belajar Matematika, khususnya pada materi penjumlahan dan pengurangan. Untuk materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pada siswa kelas 1 media yang sesuai adalah media benda kongkrit. Pembelajaran menggunakan media benda konkrit lebih mampu memberikan pengalaman riil kepada siswa karena siswa dapat melihat, merasakan dan meraba alat peraga yang digunakan guru. Pengalaman belajar yang lebih konkrit akan lebih tepat bagi anak usia sekolah dasar. Hipotesis masalah dalam penelitian ini adalah jika guru menggunakan media kongkrit pada pelajaran matematika pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan pada siswa kelas I SDN Rejoagung 01 Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Maka aktivitas dan hasil belajar siswa akan meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas yang menyangkut masalah-masalah kelas. Hasil dari penelitian ini adalah Penggunaan media kongkrit dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan pada siswa kelas I SDN Rejoagung 01 Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Pada siklus I siswa yang tuntas ada 20 siswa, persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal 62,5%. Pada siklus II siswa yang tuntas mengalami peningkatan 28 siswa, ketuntasan membaca siswa adalah 90,63%. Sehingga dapat disimpulakn bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan dikatakan tuntas Kata Kunci: Hasl Belajar, Matematika, Media Kongkri
HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN RESPON MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA
Abstrak: Penggunaan model pembelajaran Advance Organizer merupakan salah satu cara untuk membuat pembelajaran lebih bermakna dan materi tidak mudah dilupakan, karena pengajar berupaya untuk menghubungkan pengalaman atau pengetahuan lama dengan materi yang baru. Analisis yang digunakan adalah korelasi produk moment, sehingga yang digunakan adalah nilai total dari keseluruhan variabel x dan variabel y. Nilai r tabel dilihat pada db = n-2, yaitu db terletak pada baris 29 dengan besar kesalahan 5% atau senilai 0,005 nilai r tabel adalah 0,367. Uji signifikasi kemudian dilakukan dengan menggunakan uji t untuk mengetahui hubungan terjadi secara signifikan atau tidak signifikan, t tabel dilihat dengan menentukan db=n-2 yaitu 29 dengan kesalahan 5% atau 0,005 sehingga diperoleh nilai t tabel sebesar 2,045. Nilai r hitung lebih besar dari pada r tabel sehingga H0 ditolak dah Ha diterima, berarti ada hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan respon mahasiswa. Uji t dilakukan dengan menggunakan nilai r dan diperoleh t hitung sebesar 2,66 dan Nilai t hitung lebih besar daripada t tabel, sehingga H0 ditolak dah Ha diterima, berarti ada hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan respon mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki hubunganyang signifikan dengan respon, apabila respon mahasiswa baik terhadap proses pembelajaran maka nilai atau kemampuan mahasiswa juga mendapatkan hasil yang baik.Kata Kunci: Advance Organizer, Respon, Berpikir Kriti