1,065 research outputs found

    Indonesia Neuropsychological Test Battery: Normative Score, Reliability, Age and Education Effects

    No full text
    Shinta Estri Wahyuningrum Marc P.H. Hendriks, Gilles van Luijtelaar, Augustina Sulastri

    Indonesia Neuropsychological Test Battery: Normative Score, Reliability, Age and Education Effects

    No full text
    Shinta Estri Wahyuningrum Marc P.H. Hendriks, Gilles van Luijtelaar Augustina Sulastr

    Hotel Resort di Kabupaten Semarang

    No full text
    Hotel Resort di Kabupaten Semarang Oleh : Sara Amalia Sadendra, Budi Sudarwanto, Sri Hartuti Wahyuningrum Kabupaten Semarang memiliki beragam obyek wisata dan potensi wisata yang menarik wisatawan, baik nusantara maupun asing. Beragam jenis obyek wisata berada di Kabupaten Semarang, yaitu wisata alam, wisata sejarah, budaya dan religi, wisata buatan, kawasan des

    PENERAPAN E-MIND MAPP (ELEKTRONIK MIND MAPP) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN SISTEM KEKEBALAN TUBUH KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA CIREBON

    No full text
    Emy Wahyuningrum (2012) : “Penerapan E-Mind Mapp (Elektronik Mind Mapp) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Sistem Kekebalan Tubuh Kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Cirebon” Sebagian besar siswa begitu aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru. Selain pada siswanya, guru yang mengajar biologi juga sangat pandai dan menguasai materi. Akan tetapi guru tersebut kurang terampil dalam proses pembelajarannya. Tidak terdapat metode, model, strategi ataupun trik-trik yang membuat siswa lebih semangat dalam pembelajaran, sehingga dapat memudahkan siswa-siswa untuk memahami konsep. Dalam proses p banyak embelajaranmetode dan media yang dapat digunakan dalam penyampaian suatu bidang studi. Namun metode dan media yang ada tidak menjamin suatu keberhasilan. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam membuat citra visual adalah peta pikiran atau e-mind mapp. Permasalahan yang dihadapi peserta didik pada mata pelajaran biologi adalah banyak peserta didik yang tidak tuntas dalam belajar atau hasil belajar rendah (rata-rata klasika

    “PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN PRODUCT QUALITY TERHADAP PURCHASE DECISION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KAUM GENERASI Z KONSUMEN SKINCARE INISFREE DI JAKARTA”

    No full text
    (A) PUTRI WAHYUNINGRUM (B) THE IMPACT OF BRAND AMBASSADOR AND PRODUCT QUALITY ON PURCHASE DECISION WITH BRAND IMAGE AS A MEDIATING VARIABLE AMONG GENERATION Z CONSUMERS OF INNISFREE SKINCARE IN JAKARTA (C) LX + 60 Pages, 25 Tables, 7 Pictures (D) MARKETING MANAGEMENT (E) Abstract : This study aims to examine the influence of brand ambassador and product quality on purchase decision with brand image as a mediating variable among Generation Z consumers of Innisfree skincare products in Jakarta. A quantitative approach was employed by distributing questionnaires to 100 respondents selected using purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through the SmartPLS 4 application. The findings indicate that brand ambassador and product quality have a positive and significant effect on brand image and purchase decision. Furthermore, brand image significantly mediates the relationship between brand ambassador and product quality on purchase decision. These findings provide practical implications for companies to optimize marketing strategies by selecting appropriate brand ambassadors and maintaining high product quality to strengthen brand image and improve purchase decisions. (F) Keywords: brand ambassador, product quality, brand image, purchase decision, Generation Z, skincare, Innisfree. (A) PUTRI WAHYUNINGRUM (B) PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN PRODUCT QUALITY TERHADAP PURCHASE DECISION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KAUM GENERASI Z KONSUMEN SKINCARE INISFREE DI JAKARTA (C) LX + 60 Halaman, 25 Tabel, 7 Gambar (D) MANAJEMEN PEMASARAN (E) Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh brand ambassador dan product quality terhadap purchase decision dengan brand image sebagai variabel mediasi pada konsumen generasi Z pengguna skincare merek Innisfree di Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador dan product quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image dan purchase decision. Selain itu, brand image terbukti memediasi hubungan antara brand ambassador dan product quality terhadap purchase decision. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dengan memperhatikan pemilihan brand ambassador yang tepat serta menjaga kualitas produk demi memperkuat citra merek dan meningkatkan keputusan pembelian. (F) Kata kunci: brand ambassador, product quality, brand image, purchase decision, generasi Z, skincare, Innisfree

    “PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN PRODUCT QUALITY TERHADAP PURCHASE DECISION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KAUM GENERASI Z KONSUMEN SKINCARE INISFREE DI JAKARTA”

    No full text
    (A) PUTRI WAHYUNINGRUM (B) THE IMPACT OF BRAND AMBASSADOR AND PRODUCT QUALITY ON PURCHASE DECISION WITH BRAND IMAGE AS A MEDIATING VARIABLE AMONG GENERATION Z CONSUMERS OF INNISFREE SKINCARE IN JAKARTA (C) LX + 60 Pages, 25 Tables, 7 Pictures (D) MARKETING MANAGEMENT (E) Abstract : This study aims to examine the influence of brand ambassador and product quality on purchase decision with brand image as a mediating variable among Generation Z consumers of Innisfree skincare products in Jakarta. A quantitative approach was employed by distributing questionnaires to 100 respondents selected using purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through the SmartPLS 4 application. The findings indicate that brand ambassador and product quality have a positive and significant effect on brand image and purchase decision. Furthermore, brand image significantly mediates the relationship between brand ambassador and product quality on purchase decision. These findings provide practical implications for companies to optimize marketing strategies by selecting appropriate brand ambassadors and maintaining high product quality to strengthen brand image and improve purchase decisions. (F) Keywords: brand ambassador, product quality, brand image, purchase decision, Generation Z, skincare, Innisfree. (A) PUTRI WAHYUNINGRUM (B) PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN PRODUCT QUALITY TERHADAP PURCHASE DECISION DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KAUM GENERASI Z KONSUMEN SKINCARE INISFREE DI JAKARTA (C) LX + 60 Halaman, 25 Tabel, 7 Gambar (D) MANAJEMEN PEMASARAN (E) Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh brand ambassador dan product quality terhadap purchase decision dengan brand image sebagai variabel mediasi pada konsumen generasi Z pengguna skincare merek Innisfree di Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador dan product quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image dan purchase decision. Selain itu, brand image terbukti memediasi hubungan antara brand ambassador dan product quality terhadap purchase decision. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dengan memperhatikan pemilihan brand ambassador yang tepat serta menjaga kualitas produk demi memperkuat citra merek dan meningkatkan keputusan pembelian. (F) Kata kunci: brand ambassador, product quality, brand image, purchase decision, generasi Z, skincare, Innisfree

    Buku Referensi Mengukur Usability Perangkat Lunak

    No full text
    Buku kategori teknik yang berjudul Buku Referensi Mengukur Usability Perangkat Lunak merupakan karya dari Tenia Wahyuningrum. Penjaminan kualitas produk perangkat lunak merupakan faktor penting dalam bisnis. Kualitas produk perangkat lunak ditentukan oleh seberapa banyak produk memenuhi kebutuhan pengguna, seberapa banyak produk melakukan kinerjanya, dan seberapa banyak jumlah catat dalam perangkat lunak tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan kualitas sebelum produk perangkat lunak dipasarkan, sebab perbaikan setelah pengiriman dinilai sangat mahal dan mempengaruhi kredibilitas perusahaan. Salah satu karakteristik kualitas perangkat lunak yang berkaitan dengan pengguna adalah usability. Buku ini menjelaskan tentang pengertian usability, cara mengukur, persiapan pengukuran, memilih partisipan disertai dengan studi kasus. Penulis pun menyadari jika di dalam penyusunan buku ini mempunyai kekurangan, namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap akan memberikan sebuah manfaat bagi pembaca

    EFEKTIVITAS PENDEKATAN MULTISENSORI BERBANTUAN MEDIA ANIMASI VISUAL DAN ASESMEN QR QUIZIZZ TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS (Studi Penelitian pada Peserta Didik SLB Negeri Slawi Kelas C Semester Genap Fase D pada Materi Geometri Tahun ajaran 2024/2025)

    No full text
    Wahyuningrum, Aenun. 2025. “Efektivitas Pendekatan Multisensori Berbantuan Media Animasi Visual dan Asesmen QR Quizizz terhadap Pemahaman Konsep Matematis (Studi Penelitian pada Peserta Didik SLB Negeri Slawi Kelas C Semester Genap Fase D pada Materi Geometri Tahun ajaran 2024/2025)”. Skripsi. Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pencasakti Tegal Pembimbing I Ibnu Sina, S.T., M.Pd., M.Kom. Pembimbing II Dian Nataria Oktaviani, S.Si., M.Pd. Kata kunci: Pendekatan Multisensori, QR Quizizz, Pemahaman Konsep Matematis, Geometri, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini menguji efektivitas pendekatan multisensori berbantuan media animasi visual dan asesmen QR Quizizz terhadap pemahaman konsep matematis pada peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) di SLB Negeri Slawi. Latar belakang masalah menunjukkan kendala dalam pembelajaran matematika, khususnya geometri, bagi ABK akibat konsep abstrak dan metode konvensional yang kurang interaktif. Penelitian kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen (post-test only) ini melibatkan 8 peserta didik kelas eksperimen dan 8 kelas kontrol. Variabel independen adalah pendekatan multisensori terintegrasi, sedangkan variabel dependen adalah pemahaman konsep matematis. Data dikumpulkan melalui asesmen QR Quizizz dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis (proporsi, t-test, regresi linear sederhana). Hasil menunjukkan bahwa 88% peserta didik eksperimen mencapai ketuntasan belajar (≥75%). Terdapat pengaruh positif dan signifikan (R²=51,29%) dari pendekatan multisensori terhadap pemahaman konsep matematis. Lebih lanjut, pendekatan ini terbukti lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Simpulan menegaskan bahwa integrasi multisensori, animasi visual, dan QR Quizizz efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis ABK, menawarkan solusi pedagogis yang adaptif dan inklusif

    PERANCANGAN APLIKASI PROGRAM DELPHI UNTUK MENGHITUNGSTRUKTUR UTAMA RUMAH 2 LANTAI (DESIGN OF DELPHI APPLICATION PROGRAMTO CALCULATEMAIN STRUCTURES OF TWO STORY HOME PLANS)

    No full text
    ABSTRAK Wijayanti Wahyuningrum, 2014, PERANCANGAN APLIKASI PROGRAM DELPHI UNTUK MENGHITUNG STRUKTUR UTAMA RUMAH 2 LANTAI. Program S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Perhitungan struktur untuk menghitung struktur utama rumah 2 lantai tergolong rumit. Perhitungan secara manual dapat menggunakan analisis struktur metode matriks untuk menentukan momen dan gaya geser kemudian memperkirakan luas penampang lalu menghitung jumlah baja tulangan yang dibutuhkan. Perhitungan struktur juga bisa menggunakan aplikasi program komputer seperti SAP 2000 untuk menghitung momen dan gaya geser lalu menggunakan Microsoft office excel untuk menghitung jumlah tulangan baja.Perhitungan struktur dibuat menggunakan Delphi 2010. Metode yang digunakan adalah perancangan aplikasi yang didasarkan pada pemikiran untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah tentang pemrograman visual dan perencanaan struktur beton. Tahapan pembuatan Aplikasi Program Delphi untuk Menghitung Struktur Utama Rumah 2 Lantai dimulai dari proses identifikasi masalah, pembuatan diagram alir, listing program, trial for checking error, validasi, kompilasi hingga finishing. Aplikasi Program Delphi untuk Menghitung Struktur Utama Rumah 2 Lantai yang dibuat memiliki 4 halaman yang terdiri dari halaman flash, halaman rumah, halaman bantuan dan halaman tentang.Aplikasi program ini berfungsi untuk menghitung baja tulangan dan volumenya. Melalui proses validasi untuk membandingkan hasil dengan perhitungan manual diperoleh hasil yang sama sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi program dapat berjalan dengan baik. Kata kunci: delphi, rumah 2 lantai, perencanaan struktur, baja tulanga
    corecore