49 research outputs found

    ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR SERBUK KAYU SENGON TERHADAP MASSA DAN NILAI KALOR CHAR PADA PROSES PIROLISIS

    No full text
    ANALISA PENGARUH VARIASI TEMPERATUR SERBUK KAYU SENGON TERHADAP MASSA DAN NILAI KALOR CHAR PADA PROSES PIROLISIS Wahyu Agung Prastyo Jurusan Teknik Mesin S-1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang Alamat : jalan karanglo KM 2, Malang E-mail : [email protected] ABSTRAK Pirolisis adalah proses dekomposisi bahan organik melalui pemanasan sampai temperatur tertentu dengan sedikit atau tanpa kandungan oksigen dalam ruang pemanasan. Hasil yang diperoleh dari proses ini yaitu char, tar, dan gas. Pada penelitian ini menganalisa produk char (arang) pada hasil pirolisis serbuk kayu sengon yang meliputi massa dan nilai kalor char dengan memvariasikan temperatur pemanasan (250°C, 350°C, 450°C, 500°C, 600°C). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur pirolisis terhadap massa dan nilai kalor char hasil proses pirolisis serbuk kayu sengon. Metode penelitian yang digunakan eksperimental dengan menguji kadar air rata-rata pada serbuk kayu 1,42%, kemudian memberikan aliran nitrogen sebelum proses pemanasan untuk meminimalisir kandungan oksigen di dalam ruang pamanasan. Waktu yang digunakan bervariasi yaitu 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada waktu pemanasan 2 jam, 2,5 jam, dan 3 jam massa char tertinggi dan terendah terdapat pada temperatur 250°C dan 600°C sebesar 132 gr dan 78 gr, 106 gr dan 76 gr, 99 gr dan 66 gr, sedangkan nilai kalor char tertinggi dan terendah terdapat pada temperatur 600°C dan 250°C sebesar 3589,254 kal/gr dan 2995,572 kal/gr, 4411,034 kal/gr dan 3726,135 kal/gr, 5188,760 kal/gr dan 4548,018 kal/gr. Jadi dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur maka massa char yang dihasilkan akan semakin menurun, sedangkan pada nilai kalor semakin tinggi temperatur maka nilai kalor yang dihasilkan akan semakin meningkat. Kata kunci : Kayu Sengon, Pirolisis, Char

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR DAN LATIHAN FISIK BERBASIS MEDIA FLIP BOOK MAKER PADA PEMAIN FUTSAL TINGKAT INTERMEDIAT (Studi Pengembangan pada Pemain Futsal di Kota Malang)

    Get PDF
    Prastyo, B.W. A121508011. 2017. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar dan Latihan Fisik Berbasis Media Flip Book Maker pada Pemain Futsal Tingkat Intermediate (Studi Pengembangan pada Pemain Futsal di Kota Malang). Tesis, Program Studi Ilmu Keolahragaan, Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sugiyanto, (2) Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr., SU., AIFO., MARS. Latar belakang penelitian ini adalah penguasaan keterampilan teknik dasar dan meningkatkan kemampuan fisik pemain futsal tingkat intermediate yang belum baik dan belum adanya model-model latihan teknik dasar futsal yang menarik dan mudah dilakukan oleh pemain futsal tingkat intermediate, serta model latihan fisik yang yang khusus dibutuhkan oleh pemain futsal tingkat intermediate. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun model latihan teknik dasar dan latihan fisik futsal yang baik dan tentunya mudah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “metode penelitian pengembangan, (research and development)”. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu, (1) tahap analisis kebutuhan (studi pendahuluan), (2) tahap uji coba produk untuk mengetahui kelayakan dari produk yang dikembangkan, dan (3) tahap uji efektifitas produk (eksperimen), dengan menggunakan rancangan eksperimen two group randomize pre test and post test. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, teknik penilaian dengan menggunakan skala penilaian (rating scales) dan tes. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan dengan mewawancarai para pelatih futsal di Kota Malang, dengan hasil para pelatih mengemukakan bahwa teknik dasar dan kemampuan fisik futsal merupakan bagian yang lemah untuk dikuasai oleh para pemain tingkat intermediate. Hal ini juga dipengaruhi oleh kurangnya spesifikasi latihan yang diberikan secara khusus yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar dan kemampuan fisik futsal para pemain tingkat intermediate. Tahap kedua proses pelaksanaan uji coba yang dimulai dengan evaluasi ahli yaitu ahli futsal dengan rata-rata skor 88,40 %, rata-rata skor dari ahli latihan fisik sebesar 83,33 % dan memperoleh rata-rata dari ahli media sebesar 82,66 %. Tahap selanjutnya melakukan uji coba kelompok kecil dengan 12 sampel memperoleh rata-rata skor 78,84 % dan uji coba kelompok besar dengan 24 sample memperoleh rata-rata skor sebesar 84,30 %. Tahap yang ketiga adalah uji efektifitas produk dengan hasil, nilai beda tes keterampilan teknik dasar futsal kelompok eksperimen 0,60 kelompok kontrol 0,26. Sedangkan untuk nilai beda tes kemampuan fisik futsal power kelompok eksperimen 0,59 kelompok kontrol 0,34. Nilai beda tes kelincahan kelompok eksperimen 2,41 kelompok kontrol 1,32. Nilai beda tes kecepatan kelompok eksperimen 2,03 kelompok kontrol 0,95. Nilai beda tes daya tahan kelompok eksperimen 49,15 kelompok kontrol 30,75. Berdasarkan perbandingan nilai rata-rata tes tersebut peningkatan hasil tes untuk kelompok eksperimen lebih menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan model latihan teknik dasar dan latihan fisik pemain futsal tingkat intermediate terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknik dasar dan kemampuan fisik pemain futsal tingkat intermediate di Kota Malang. Kata kunci: futsal, latihan teknik dasar, latihan fisik, media flip book maker

    Pengaruh Stres Kerja, Komitmen Organisasi Dan Dukungan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan Pada Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Bondowoso (THE EFFECT OF WORK STRESS, ORGANIZATIONAL COMMITMENT AND SOCIAL SUPPORT THE PERFORMANCE OF EMPLOYEES AT JIWA BERSAMA BUMIPUTERA INSURANCE BONDOWOSO)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, komitmen organisasi dan dukungan sosial terhadap kinerja karyawan pada Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Bondowoso.Penelitian ini adalah suatu jenis penelitian dengan menggunakan metode penelitian eksplanatori (Explanatory Research). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap di Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Bondowoso yang tercatat aktif sebanyak 43 karyawan. Besar sampel 43 karyawan dengan teknik sampel jenuh. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, ujit dan uji f. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja, komitmen organisasi dan dukungan sosial terbukti secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Bondowoso baik melalui simultan ataupun parsial. Pengaruh semua variabel stres kerja, komitmen organisasi dan dukungan sosial berpengaruh signifikan, yang berarti bahwa dengan adanya stres kerja, komitmen organisasi dan dukungan sosial maka dapat mempengaruhi kinerja karyawan pada Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera Bondowoso. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa diduga secara bersama-sama variabel stres kerja, komitmen organisasi dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan , dapat diterima atau dibuktikan secara statistik baik secara simultan ataupun parsial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres kerja, komitmen organisasi dan dukungan sosial berpengaruh signifikan baik secara simultan ataupun parsial terhadap kinerja karyawan

    ANALISIS DESKRIPTIF SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMA PROGRAM IPA TAHUN AJARAN 2009/2010

    No full text
    Ujian Nasional merupakan suatu bentuk evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik yang diselenggarakan secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah Sebagai alat evaluasi, soal-soal pada ujian nasional harus mencakup seluruh materi dan dapat mewakili berbagai kemampuan berpikir, seperti ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi (Wijayanti, 2009:3). Soal–soal pada ujian nasional juga harus berkualitas yang mana kualitas ini dapat dilihat dari karakteristik soal (Fadilah, 2008:11). Sehingga ujian nasional benar-benar menjadi alat evaluasi yang hasilnya dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dari proses belajar siswa di sekolah. tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan ruang lingkup materi, tingkat kognitif, dan karakteristik soal pada soal ujian nasional matematika SMA ProgramIPA. Objek dari penelitian ini adalah soal ujian nasional matematika SMA program IPA tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari dua paket soal, yaitu soal A (kode 16) dan soal B (kode 49). Masing–masing paket terdiri dari 40 butir soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Soal diklasifikasi, dianalisis, dan diujicobakan pada siswa kelas XII SMA Program IPA. Penentuan SMA tempat ujicoba menggunakan metode purposive sampling area. SMA yang dipilih sebagai tempat ujicoba adalah adalah 3 SMA di kabupaten Jember, yaitu SMA Negeri 4 Jember, SMA Negeri Balung, dan SMA Negeri Kalisat, yang selanjutnya pada masing-masing SMA akan dipilih secara acak satu kelas XII program IPA sebagai kelas uji coba. Penelitian terbagi menjadi dua langkah utama, yaitu (1) mengklasifikasi soal berdasarkan ruang lingkup materi dan tingkat kognitif, dan (2) mengukur karakteristik soal. Klasifikasi dimulai dengan mengumpulkan soal ujian nasional bidang studi matematika, membuat tabel klasifikasi, melakukan analisis data, dan menarik kesimpulan. Adapun untuk mengukur karakteristik soal dimulai dengan mengumpulkan soal beserta kunci jawaban dan pembahasan, menyusun tabel perhitungan, mengujicobakan soal, melakukan analisis data, dan menarik kesimpulan. Analisa data yang digunakan merupakan analisa kualitatif yang diperoleh dari hasil klasifikasi dan perhitungan data uji coba. Berdasarkan hasil klasifikasi dan analisis pada soal ujian nasional matematika SMA Program IPA tahun ajaran 2009/2010 diperoleh informasi tentang distribusi materi, tingkat kognitif, dan karakteristik soal. Distribusi materi pada soal adalah logika matematika 2,5%, Aljabar 47,5%, Dimensi3 7,5%, Trigonometri 10%, Kalkulus 22,5%, dan Statistika dan Peluang 10%. Tingkat kognitif soal berada pada level pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis (C4), dan sintesis (C5) dengan proporsi 42,5%, 15%, 30%, dan 12,5%. Validitas soal termasuk baik, yaitu pada soal A sebesar 0,783 dan pada soal B sebesar 0, 774. Adapun validitas item pada soal terbagi menjadi empat kategori, yaitu baik, cukup, rendah, dan sangat rendah. Pada soal A proporsi validitas item soal adalah 30% baik, 40% cukup, 17,5% rendah, dan 12,5% sangat rendah. Pada soal B proporsi validitas item adalah 30% baik, 42% cukup, 20% rendah, dan 7,5% sangat rendah. Reliabilitas soal berbeda antara soal A dan soal B. Soal A memiliki reliabilitas yang cukup, yaitu sebesar 0,588 sedangkan soal B memiliki reliabilitas yang baik, yaitu sebesar 0,656. Tingkat kesukaran soal terbagi menjadi tiga kriteria, yaitu mudah, sedang, dan sulit. Adapun proporsinya, pada soal A sebesar 30%, 57,5%, dan 12,5%, sedangkan pada soal B sebesar 42,5%, 52,5% dan 5%. Daya pembeda pada soal terbagi menjadi empat macam kategori, yaitu baik, cukup, buruk, dan sangat buruk. Adapun proporsinya, pada soal A sebesar 7,5%, 22,5%, 52,5%, dan 17,5% sedangkan pada soal B sebesar 10%, 22,5%, 47,5% dan 20%

    ANALISIS DESKRIPTIF SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMA PROGRAM IPA TAHUN AJARAN 2009/2010

    Get PDF
    Ujian Nasional merupakan suatu bentuk evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik yang diselenggarakan secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah Sebagai alat evaluasi, soal-soal pada ujian nasional harus mencakup seluruh materi dan dapat mewakili berbagai kemampuan berpikir, seperti ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi (Wijayanti, 2009:3). Soal–soal pada ujian nasional juga harus berkualitas yang mana kualitas ini dapat dilihat dari karakteristik soal (Fadilah, 2008:11). Sehingga ujian nasional benar-benar menjadi alat evaluasi yang hasilnya dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dari proses belajar siswa di sekolah. tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan ruang lingkup materi, tingkat kognitif, dan karakteristik soal pada soal ujian nasional matematika SMA ProgramIPA. Objek dari penelitian ini adalah soal ujian nasional matematika SMA program IPA tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari dua paket soal, yaitu soal A (kode 16) dan soal B (kode 49). Masing–masing paket terdiri dari 40 butir soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Soal diklasifikasi, dianalisis, dan diujicobakan pada siswa kelas XII SMA Program IPA. Penentuan SMA tempat ujicoba menggunakan metode purposive sampling area. SMA yang dipilih sebagai tempat ujicoba adalah adalah 3 SMA di kabupaten Jember, yaitu SMA Negeri 4 Jember, SMA Negeri Balung, dan SMA Negeri Kalisat, yang selanjutnya pada masing-masing SMA akan dipilih secara acak satu kelas XII program IPA sebagai kelas uji coba. Penelitian terbagi menjadi dua langkah utama, yaitu (1) mengklasifikasi soal berdasarkan ruang lingkup materi dan tingkat kognitif, dan (2) mengukur karakteristik soal. Klasifikasi dimulai dengan mengumpulkan soal ujian nasional bidang studi matematika, membuat tabel klasifikasi, melakukan analisis data, dan menarik kesimpulan. Adapun untuk mengukur karakteristik soal dimulai dengan mengumpulkan soal beserta kunci jawaban dan pembahasan, menyusun tabel perhitungan, mengujicobakan soal, melakukan analisis data, dan menarik kesimpulan. Analisa data yang digunakan merupakan analisa kualitatif yang diperoleh dari hasil klasifikasi dan perhitungan data uji coba. Berdasarkan hasil klasifikasi dan analisis pada soal ujian nasional matematika SMA Program IPA tahun ajaran 2009/2010 diperoleh informasi tentang distribusi materi, tingkat kognitif, dan karakteristik soal. Distribusi materi pada soal adalah logika matematika 2,5%, Aljabar 47,5%, Dimensi3 7,5%, Trigonometri 10%, Kalkulus 22,5%, dan Statistika dan Peluang 10%. Tingkat kognitif soal berada pada level pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis (C4), dan sintesis (C5) dengan proporsi 42,5%, 15%, 30%, dan 12,5%. Validitas soal termasuk baik, yaitu pada soal A sebesar 0,783 dan pada soal B sebesar 0, 774. Adapun validitas item pada soal terbagi menjadi empat kategori, yaitu baik, cukup, rendah, dan sangat rendah. Pada soal A proporsi validitas item soal adalah 30% baik, 40% cukup, 17,5% rendah, dan 12,5% sangat rendah. Pada soal B proporsi validitas item adalah 30% baik, 42% cukup, 20% rendah, dan 7,5% sangat rendah. Reliabilitas soal berbeda antara soal A dan soal B. Soal A memiliki reliabilitas yang cukup, yaitu sebesar 0,588 sedangkan soal B memiliki reliabilitas yang baik, yaitu sebesar 0,656. Tingkat kesukaran soal terbagi menjadi tiga kriteria, yaitu mudah, sedang, dan sulit. Adapun proporsinya, pada soal A sebesar 30%, 57,5%, dan 12,5%, sedangkan pada soal B sebesar 42,5%, 52,5% dan 5%. Daya pembeda pada soal terbagi menjadi empat macam kategori, yaitu baik, cukup, buruk, dan sangat buruk. Adapun proporsinya, pada soal A sebesar 7,5%, 22,5%, 52,5%, dan 17,5% sedangkan pada soal B sebesar 10%, 22,5%, 47,5% dan 20%

    Pengembangan Buku Ajar Instalasi Motor Listrik Pengendali Elektromagnetik Dengan Pendekatan Saintifik Untuk siswa kelas XI Semester 4 di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

    No full text
    ABSTRACT   Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri  orang  itu  yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Salah satucara yang efektif untuk membantu siswa dalam mempermudah proses belajar yaitu dengan pemanfaatan bahan ajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan guru / instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupabahan tertulis maupun tidak tertulis (Abdul Majid, 2007:174). Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian pengembangan buku ajar ini adalah untuk Merancang, Membuat dan Menguji tingkat kelayakan Buku Ajar Instalasi Motor Listrik Pengendali Elektromagnetik dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Penulis mengambil pendekatan pengembangan Sadiman karena lebih sesuai dengan penelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti. Adapun langkah - langkah pengembangan Sadiman meliputi: a) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa; b) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas; c) merumuskan butir - butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan; d) mengembangkan alat ukur keberhasilan; e) menulis naskah media; f) mengadakan tes dan revisi. Data Kuantitatif hasil validasi ahli adalah114 untuk buku ajar dan jobshet. Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah132 untuk buku ajar dan jobsheet. Hasil pak Dwi Prihanto 86.39% untuk buku ajar dan 87.31 % untuk jobshee, sedangkan buYuni Rahmawati memberiskor 90.80% untuk buku ajar dan 88.61 % untuk jobsheet.Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 1180 untukbuku ajar dan 1189 untuk jobsheet.Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah 1289 untuk buku dan jobsheet. Hasil 89,49untuk buku ajar dan 90,10 untuk jobsheet. Hasil uji lapangan adalah 3591 untuk buku ajar dan 3576 untuk jobsheet.Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah 4122 untuk buku ajar dan jobsheet. Hasil 87,70untuk buku ajar dan 86,19 untuk jobsheet

    ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TAKSI BLUEBIRD KOTA SURABAYA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Customer Relationhsip Management dan Kualitas layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Pelanggan taksi BlueBird Kota Surabaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh dengan penyebaran angket kepada responden Pelanggan taksi BlueBird Kota Surabaya, dengan menggunakan populasi sebagai sampel. Sampel terdiri dari 200 Pelanggan taksi BlueBird di Surabaya. Alat analisis untuk menguji hipotesis adalah analisis jalur dengan menggunakan SPSS versi 19 dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CRM berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan taksi BlueBird Surabaya. Kualitas Layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan taksi BlueBird Kota Surabaya. Sedangkan kepuasan pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan taksi BlueBird Kota Surabaya

    Potensi Reproduksi Rajungan (Portunus pelagicus, Linnaeus 1758) Berdasarkan Hubungan Panjang Berat Di Desa Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

    Get PDF
    Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) merupakan komoditas perikanan Indonesia dengan nilai ekonomis tinggi. Pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan diperlukan informasi biologis maupun data hasil tangkapan yang presisi di setiap wilayah penangkapan. Hubungan panjang- berat dan tingkat kematangan gonad rajungan betina merupakan informasi biologis untuk mengetahui potensi reproduksi dan musim pemijahan rajungan di alam. Desa Paciran merupakan salah satu daerah penghasil rajungan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi reproduksi rajungan berdasarkan hubungan panjang berat dan tingkat kematangan gonad rajungan betina di Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus- Oktober 2022 di Desa Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Sampel yang diidentifikasi sejumlah 100 sampel setiap bulannya. Identifikasi yang dilakukan meliputi panjang karapas dan berat rajungan serta tingkat kematangan gonad rajungan betina. Pengambilan sapel dilakukan secara purposive dan data hasil sampling dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat rajungan pada bulan Agustus - Oktober 2022 bersifat alometrik negatif. Penurunan kualitas perairan di Lamongan yang mempengaruhi kelimpahan makanan bagi rajungan dan genetik rajungan adalah penyebab pertumbuhan berat rajungan di Perairan Desa Paciran menjadi lebih lambat. Tingkat kematangan gonad rajungan betina pada fase akhir tertinggi adalah pada bulan Oktober (41,07%). Hal tersebut mengindikasikan bahwa pada bulan Oktober merupakan waktu potensial bagi rajungan di Perairan sekitar Desa Paciran untuk memijah

    Pengembangan Buku Ajar Instalasi Motor listrik Pengendali Elektromagnetik Dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa Kelas XI Semester $ di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

    No full text
    ABSTRACT   Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannnya. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Salah satu cara yang efektif untuk membantu siswa dalam mempermudah proses belajar yaitu dengan pemanfaatan bahan ajar.Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis (Abdul Majid, 2007:174). Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian pengembangan buku ajar ini adalah untuk Merancang, Membuat dan Menguji tingkat kelayakan Buku Ajar Instalasi Motor Listrik Pengendali Elektromagnetik dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Penulis mengambil pendekatan pengembangan Sadiman karena lebih sesuai dengan penelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti. Adapun langkahlangkah pengembangan Sadiman meliputi: a) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa; b) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas; c) merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan; d) mengembangkan alat ukur keberhasilan; e) menulis naskah media; f) mengadakan tes dan revisi. Data Kuantitatif hasil validasi ahli adalah114 untuk buku ajar dan jobshet. Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah132 untuk buku ajar dan jobsheet. Hasil pak Dwi Prihanto 86.39% untuk buku ajar dan 87.31 % untuk jobshee, sedangkan bu Yuni Rahmawati memberi skor 90.80% untuk buku ajar dan 88.61 % untuk jobsheet. Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 1180 untuk buku ajar dan 1189 untuk jobsheet. Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah 1289 untuk buku dan jobshet. Hasil 89,49 untuk untuk buku ajar dan 90,10 untuk jobshet. Hasil uji lapangan adalah 3591 untuk buku ajar dan 3576 untuk jobshet . Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah 4122 untuk buku ajar dan jobshet. Hasil 87,70 untuk buku ajar dan 86,19 untuk jobsheet. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar Instalasi Motor Listrik pengendali elektromagnetik kelas XI semester 4 Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dinyatakan layak digunakan di sekolah

    Eksplorasi Pgpr Dari Rizosfer Tumbuhan Famili Cyperaceae Di Ub Forest Serta Potensinya Sebagai Agens Antagonis Terhadap Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae

    Get PDF
    Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman penghasil bahan makanan pokok bagi penduduk di Indonesia. Penyebab menurunnya produktivitas padi yaitu serangan penyakit penting hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri patogen Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Pengendalian HDB dengan memanfaatkan varietas tahan dan bakterisida berbahan kimia masih kurang efektif. Pemanfaatan agens hayati merupakan solusi alternatif. Mikroorganisme banyak ditemukan pada lingkungan yang masih alami seperti hutan UB Forest. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji keberadaan bakteri PGPR dari tumbuhan Famili Cyperaceae yaitu Cyperus iria dan Cyperus difformis di UB Forest serta potensinya sebagai agens antagonis terhadap Xoo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan green house Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang mulai Februari - Agustus 2018. Rangkaian penelitian meliputi pengambilan sampel dan isolasi bakteri rizosfer, seleksi bakteri rizosfer sebagai PGPR (penambat nitrogen dan pelarut fosfat) dan agens antagonis terhadap Xoo, uji penghambatan terhadap Xoo secara in vitro, identifikasi bakteri hasil seleksi, dan uji penekanan terhadap Xoo pada tanaman padi IR-64 secara in vivo. Pengujian menggunakan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Pada hasil eksplorasi diperoleh 41 isolat bakteri rizosfer. Diantaranya diperoleh 5 isolat bakteri hasil seleksi sebagai PGPR dan agens antagonis terhadap Xoo. Pada pengujian in vitro, semua isolat bakteri menghasilkan zona hambat. Zona hambat terbesar dihasilkan oleh isolat bakteri kode A6. Sedangkan untuk hasil uji in vivo, semua bakteri dapat menekan penyakit HDB dengan persentase yang berbeda-beda. Isolat bakteri kode A6, A7, A9, dan B8 dapat menekan HDB dengan persentase intensitas penyakit terkecil dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Aplikasi bakteri hasil seleksi berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar tanaman padi. Perlakuan dengan isolat bakteri PGPR kode A9 dan B8 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dengan baik. Hasil karakterisasi dan identifikasi dari 5 isolat bakteri PGPR diketahui bahwa isolat bakteri kode A5 dan A7 termasuk pada genus Pantoea sp., isolat bakteri kode A6 termasuk genus Xanthomonas sp., dan isolat bakteri kode A9 dan B8 termasuk genus Pseudomonas sp
    corecore