390 research outputs found

    FUNGSI DAN TUJUAN CORPORATE RELATION

    No full text
    Wahyu Darmawan 1182301

    Kebijakan Maritim di Indonesia dalam Perspektif Sound Governance. Author: Eki Darmawan, Handam Handam, Arwanto Harimas Ginting

    No full text
    Kebijakan Maritim di Indonesia dalam Perspektif Sound Governance. Author: Eki Darmawan, Handam Handam, Arwanto Harimas Gintin

    UPAYA KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI RIAU MENGAWASI PENYELENGGARA IBADAH HAJI KABUPATEN KAMPAR

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Wahyu Darmawan NIM : 11840413916 Judul : Upaya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Mengawasi Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Kampar Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya keluhan dari calon jamaah haji dari pada proses pendaftaran, keberangkatan dan perpulangan. Selain itu, juga pada manajemen pelayanan yang masih kurang efektif di Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Oleh karena itu, diperlukan upaya oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dalam mengawasi penyelenggara ibadah haji di Kabupaten Kampar. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dalam mengawasi penyelnggara perjalanan ibadah haji di Kabupaten Kampar. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori pengawasan dimana terdapat dua indikator yaitu pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau mengawasi penyelenggara ibadah haji dengan pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung. Pengawasan langsung yang dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau adalah dengan turut terjun lapangan melihat langsung proses penyelenggaraan haji di Kabupaten Kampar. Pengawasan tidak langsung yang dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau adalah dengan melakukan pengawasan melihat laporan-laporan pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Kata Kunci: Upaya, Pengawasan, Penyelenggara Ibadah Haj

    SISTEM INFORMASI KERJA PART TIME DIDAERAH SIDOARJO BERBASIS WEBSITE

    No full text
    Nama Mahasiswa : Andre Wahyu Dwi Darmawan NRP : 141080200135 Pembimbing : Ika Ratna I.A S.Kom.,M.T ABSTRAK Part Time adalah bekerja hanya dalam sebagian waktu tertentu dari kerja normal. Berdasarkan Badan Pusat Statistik yang dimaksud dengan kerja paruh waktu (Part Time) adalah kerja dibawah jam normal atau kurang dari 35 jam seminggu, berbeda dengan jam kerja normal yang bekerja kurang lebih 40 jam dalam satu minggu (UU No. 13 Tahun 2013 pasal 77 dan 85). Tidak sedikit masyarakat yang memiliki aktivitas cukup padat sering mengalami masalah dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari seperti membersihkan rumah, merawat kebun, merawat hewan peliharaan, mengurus usaha sampingan, dan yang lainnya. Mengerjakan pekerjaan sehari-hari sangatlah penting untuk kita dan sebagian masyarakat yang memilki rutinitas harian sering mengalami kesulitan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan perkembangan teknologi sekarang memungkinkan adanya sistem informasi untuk mendapatkan pekerja atau pekerjaan melalui website, sistem informasi bekerja part time akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat dan masyarakat yang ingin bekerja. Kata kunci : Bekerja Part Time , Sistem Informasi Pekerja Part Tim

    ANALISIS NARATIF FUNGSI TOKOH EDI DARMAWAN SALIHIN DAN OTTO HASIBUAN PADA FILM DOKUMENTER ICE COLD: MURDER, COFFEE, AND JESSICA WONGSO

    Get PDF
    This research aims to examine the story structure and function of the characters Edi Darmawan and Otto Hasibuan in  the documentary Ice cold. To answer the formulation of the problem, the researcher used Nick lacey's theory of structure and Algirdas Greimas' theory of action. The results of the study revealed that this film was composed with direct stages of disturbances to balance, awareness of disturbances, and ended with efforts to correct disturbances. The results of the study also found that the two characters had important roles in the film. They are inconsistent in occupying one of the roles. There are times when they occupy a position as a subject but there are times when they also occupy a position as a barrier. Edi Darmawan in every story always inserts logic that Jessica is guilty. Meanwhile, Otto Hasibuan focused on proving irregularities in the process of determining the defendant and the trial.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur dan fungsi cerita karakter Edi Darmawan dan Otto Hasibuan dalam film dokumenter Ice cold. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan teori struktur Nick lacey dan teori aksi Algirdas Greimas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa film ini disusun dengan tahapan gangguan langsung untuk menyeimbangkan, kesadaran akan gangguan, dan diakhiri dengan upaya memperbaiki gangguan. Hasil penelitian juga menemukan bahwa kedua karakter tersebut memiliki peran penting dalam film tersebut. Mereka tidak konsisten dalam menempati salah satu peran. Ada kalanya mereka menempati posisi sebagai subjek tetapi ada kalanya mereka juga menempati posisi sebagai penghalang. Edi Darmawan dalam setiap cerita selalu menyisipkan logika bahwa Jessica bersalah. Sementara itu, Otto Hasibuan fokus pembuktian penyimpangan dalam proses penetapan terdakwa dan persidangan

    Hubungan sifat berat jenis dengan sifat higroskopisitas melalui pendekatan nilai rerata kehilangan air [Relationship between specific gravity and hygroscopicity through average water loss approach]

    Get PDF
    Abstrak. Sifat higroskopisitas kayu diduga berhubungan dengan nilai berat jenis (BJ) kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan nilai BJ kayu sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes), jati (Tectona grandis L. f.), merbau (Instia bijuga (Colebr.) Kuntze) dan mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) terhadap nilai kehilangan air saat diberi perlakuan pengeringan pada suhu 60ºC selama beberapa waktu. Sengon dan jati yang berusia muda mewakili kayu dengan BJ rendah, sedangkan mahoni dan merbau mewakili kayu dengan BJ tinggi. Hasil penelitian menunjukkan massa awal setelah perendaman dengan air selama 24 jam untuk sengon, jati, mahoni dan merbau berturut-turut adalah 5,346 g; 7,356 g; 7,366 g dan 7,469 g. Nilai BJ sengon, jati, mahoni dan merbau berturut-turut sebesar 0,294; 0,511; 0,625 dan 0,733. Pengukuran kehilangan air yang dilakukan selama 7,5 jam menunjukkan nilai rerata kehilangan air total untuk sengon, jati, mahoni dan merbau berturut-turut adalah 2,431 g; 2,440 g; 2,363 g dan 1,560 g. Uji lanjut Tukey menunjukkan bahwa nilai BJ antar keempat spesies tersebut berbeda nyata. Uji lanjut Tukey untuk nilai rerata kehilangan air selama 7,5 jam tidak berbeda nyata antara sengon, jati dan mahoni namun berbeda nyata antara sengon, jati dan mahoni dengan merbau.Kata Kunci: berat jenis; kehilangan air; hubunganAbstract. Hygroscopicity of wood is related to specific gravity (SG). This research was aimed to understand the relationship between specific gravity of sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barne by & J.W. Grimes), jati (Tectona grandis L. f.), merbau (Intsia bijuga (Colebr.) Kuntze) and mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) through their water loss from heat treatment. Results showed that SG of sengon, jati, mahoni and merbau were 0.294; 0.511; 0.625 and 0.733 respectively. Measurements of water loss performed for 7.5 hours at 60ºC for sengon, jati, mahoni and merbau were 2.431 g; 2.440 g; 2.363 g and 1.560 g. Tukey’s test showed that the SGs among wood species were significantly different. Tukey’s test for average water loss was not significantly different between sengon, jati and mahoni, but significantly different between sengon, jati and mahoni and merbau. Keywords : specific gravity; relationship; water los

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN APRESIASI KARYA SENI KRIYA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DI SMA

    No full text
    ABSTRAK   Darmawan, Cahyo Wahyu. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Apresiasi Karya Seni Kriya Mata Pelajaran Seni Budaya Berbasis Multimedia Interaktif Di SMA. Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni Rupa, SASTRA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moeljadi Pranata, M.Pd, (II) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn   Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, animasi, apresiasi karya seni kriya   Materi Apresiasi karya seni kriya  merupakan kajian seni budaya yang mengkaji tentang pengertian seni kriya, teknik, bahan, dan jenis-jenis seni kriya di Nusantara, sehingga dalam penjelasannya tidak cukup hanya dengan cara lisan saja. Kondisi ini menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami materi, khususnya jenis-jenis seni kriya, seperti: seni kerajinan kulit, seni kerajinan logam, seni kerajinan ukir, seni kerajinan anyam, seni kerajinan keramik, dan seni kerajinan batik . Hal tersebut disebabkan guru kesulitan untuk menunjukkan secara langsung jenis-jenis tersebut di dalam kelas. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan memanfaatkan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran yang dapat menunjukkan apresiasi karya seni kriya yang dapat membantu siswa memahami materi tersebut. Pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif yang dapat menggabungkan antara teks, gambar, video, dan animasi sehingga apresiasi karya seni kriya dapat dipresentasikan. Rancangan penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif, yang terdiri dari kegiatan identifikasi kompetensi dasar dan indikator, analisis bahan ajar, desain media, produksi, editing, prototipe media, validasi produk, uji coba produk, dan produk akhir. Data penelitian bersifat kualitatif  dan diperoleh dari uji validasi produk dari ahli media dan ahli materi serta data hasil uji coba produk di sekolah. Data tersebut dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif persentase. Hasil uji validasi diketahui bahwa media ini ”valid”. Hasil uji coba produk diperoleh nilai 87% dengan kriteria ”layak”. Berdasarkan hasil uji validasi dan uji coba tersebut, disimpulkan bahwa produk valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat meningkatkan manfaat dan pengembangan produk yang akan datang diajukan adalah: (1) guru hendaknya menggunakan media ini dalam pembelajaran di kelas khususnya untuk materi apresiasi karya seni kriya , (2) penggunaan LCD Proyektor untuk memperoleh tampilan yang lebih besar sehingga memudahkan siswa untuk mengamati tayangan media, (3) agar produk digunakan secara luas, guru pengajar mata pelajaran seni budaya, baik tingkat SMP maupun SMA.

    TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU NO.05/WJM/I/2016 YANG TIDAK MENCANTUMKAN KLAUSUL JAMINAN SOSIAL YANG BERAKIBAT TIDAK ADA TANGGUNG JAWAB PT. WAHYU JAYA MANDIRI TERHADAP MARTONO SAAT TERJADI KECELAKAAN KERJA

    Get PDF
    Abstrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) No.05/WJM/I/2016 antara PT. Wahyu Jaya Mandiri dengan Martono tidak mencantumkan klausula mengenai hak pekerja untuk mendapatkan jaminan sosial. Jaminan sosial yang salah satunya adalah jaminan kecelakaan kerja. Ketiadaan klausul mengenai jaminan sosial menyebabkan ketidakjelasan mengenai hak Martono untuk mendapatkan jaminan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bahwa Martono berhak atau tidak untuk mendapatkan jaminan kecelakaan kerja saat terjadi kecelakaan kerja atas PKWT No.05/WJM/I/2016 yang tidak mencantumkan klausul jaminan sosial dan Upaya hukum yang dapat ditempuh oleh Martono apabila tidak ada tanggung jawab dari PT. Wahyu Jaya Mandiri saat terjadi kecelakaan kerja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang - undangan dan pendekatan konsep. Jenis bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan ban non hukum. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis menggunakan metode preskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Martono berhak untuk mendapatkan jaminan kecelakaan kerja saat terjadi kecelakaan kerja atas PKWT No.05/WJM/I/2016 yang tidak mencantumkan klausul jaminan sosial. Hal tersebut dikarenakan PKWT No.05/WJM/I/2016 bertentangan dengan Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dapat disimpulkan PKWT tersebut harus disesuaikan dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku yaitu pasal 99 Undang – undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Martono apabila tidak ada tanggung jawab dari PT. Wahyu Jaya Mandiri saat terjadi kecelakaan kerja adalah melalui upaya non litigasi maupun litigasi sebagaimana diatur dalam Undang - Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Kata Kunci: PKWT, jaminan sosial tenaga kerja, kecelakaan kerja Abstract The Certain Work agreement for specified period of time (PKWT) No.05/WJM/I/2016 between PT. Wahyu Jaya Mandiri and Martono doesn’t state the clause about worker rights to receive social security, one of which is the work accident benefits. The absence of social security clause uncertainty as to whether Martono are entitled to work accident benefits or not. The purposes of this study are to find out on whether or not the worker deserve to receive work accident benefits when there’s work accident but the PKWT itself doesn’t clearly specify the social security clause and what kind of legal efforts that can be done by the worker if the employer doesn’t want to be responsible when a work accident had happened. The types of research that’s being used in this study is a normative legal research with statute and conceptual approaches. The types of material that are being used are the primary, secondary and the tertiary legal materials. The technique of collecting legal materials is the literature study technique. The analysis technique which is being used is prescriptive method. The research result shows that Martono do deserve work accident benefits when there’s work accident but the PKWT doesn’t clarify social security clause because the employer made a PKWT that doesn’t go side by side with Article 99 Act Number 13 Year 2003 concerning Manpower. Legal efforts that could be done by the workers if there’s no act of responsibility from the employers are through non litigation effort as well as litigation effort, as regulated in the Act Number 2 Year 2004 about a Settle on Industrial Relations Disputes. Keywords : PKWT, social Security for workers, work acciden

    Agrioglypta hastantiae Watung & Darmawan & Suwito & Narakusumo & Nugroho & Encilia & Qodri & Peggie & Ubaidillah & Sutrisno 2023, sp. nov.

    No full text
    <i>Agrioglypta hastantiae</i> Sutrisno, sp. nov. <p>Figs 1A–C, G–I</p> <p> <b>Diagnosis.</b> <i>Agrioglypta hastantiae</i> <b>sp</b>. <b>nov</b>. is easily distinguished from the closest species <i>A. excelsalis</i> (Walker, 1866) by a black trapezoidal medial line on the forewing, running from the mid-costa towards the end of the discal cell, and continues with a white ovate band as well as a black-tinged at both edges from M 3 towards CuA 2 and turned into whitish-yellow from CuA 2 toward the dorsum (Fig. 1A). On the other hand, a dark triangle medial line of the forewing on <i>A. excelsalis</i> continuously run from the mid-costa towards the dorsum (Fig. 1D). In addition, the male genitalia of this new species shows uniquely dense scaled at central and margin part of valva and the tip of fibula recurved (Fig. 1B).</p> <p> <b> Description. <i>Male</i> (Fig. 1A):</b> Forewing length 7 mm. Head with frons black at middle, white-yellowish edge, and vertex black. Labial palpus subascending with long, rough black scales, yellow-tinged from middle to apex, and white scales at ventral from middle to basal. Maxillary palpus prominent, first and third palpomeres covered with yellow scales, while second has black scales. Proboscis white and well-developed. Antennae filiform, extending to approximately full forewing length, while dorsal surface covered with a longitudinal row of black scales, ventral surface with minute yellow cilia. Thorax black at dorsal and white at ventral part, patagia black with white scales at middle and yellowish-white tegulae. Legs white, epiphysis covered with black scales. Forewings triangular, with white terminal cilia and dark scales at apex and tornus. Hindwing with a yellow straight discal bar and a snow white fringe running from tip of Sc+R 1 toward tip of CuA 1. Abdomen slender, with first segment towards 8 th black to dark brown gradually, 6 th segment bears pair of black pencils setae, while ventral 9 th segment bears a bundle of black tuft scales, curved upwards to cover anal lobe.</p> <p> <b> <i>Male genitalia</i> (Figs 1B, 1C):</b> Tegumen subtriangular, subscaphium slightly sclerotized; uncus simple, weakly sclerotized with a narrow triangular base, medially narrow, curved subdistally and apically blunt, not extended at apex of valva; valva simple, semirectangular, center of ventral part with densely scaled as well as margin of valva; fibula never exceeding valva length, curved inwardly, pointed apically; juxta prominent, tongue-shaped, weakly sclerotized; vinculum simple, semicircular. Coremata large, ovate, with a bundle of lamellar scales, almost twice size of valva. Phalllus long and thin, more than three times length of abdomen.</p> <p> <b> <i>Female</i> (Fig. 1G):</b> Similar to male, except for yellow scales on 9 th segment over anal lobe</p> <p> <b> <i>Female genitalia</i> (Figs 1H, I):</b> Anal lobe ovate with scattered faint scales; lamella postvaginalis moderate sclerotized; posterior apophyses short, anterior apophyses length almost double of posterior apophyses; ostium bursae wide, membranous, antrum short, never reached tip of anterior apophyses; ductus bursae thin and long; corpus bursae globular with a pair of oval signa with denticules.</p> <p> <b>Holotype:</b> ♁; Papua, Membaramo Raya, Kwerba, Mt. Foja. S 02°34 <b>ʹ</b> 22 <b>ʺ</b> E 138° 43 <b>ʹ</b> 02 <b>ʺ</b>, 04.XI.2008; leg. Hari Sutrisno. MZB Lepi. 662; MZB.</p> <p> <b>Paratypes:</b> 1 ♀; Papua, Membaramo Raya, Kwerba, Mt. Foja. S 02°34 <b>ʹ</b> 22 <b>ʺ</b> E 138° 43 <b>ʹ</b> 02 <b>ʺ</b>, 03.XI.2008. leg. Hari Sutrisno. MZB. Lepi. 663 (MZB); 1 ♁; SE Sulawesi, Kolaka, Wawo, Tinukan, Mt. Mekonga. S 03°64 <b>ʹ</b> 46.1 <b>ʺ</b> E121°09 <b>ʹ</b> 85.9 <b>ʺ</b>, 30.XI.2010. leg. Ubaidillah R, B. Kimsey, Nugroho H, Lupyaningdyah P, Darmawan. MZB Lepi. 248 (MZB); 1 ♀; RMNH – Project Wallace, Indonesia – N. Sulawesi, 27.iv–2.v.1985, at light, leg. R. de Jong, Dumoga-Bone N.P., Edward’s Camp, 600–700 m, 0°35’N 123°51’E, multistr. Evergreen forest, monsoon forest, RMNH.INS.1453661 (RMNH); 1 ♀; RMNH – Project Wallace, Indonesia – N. Sulawesi, 20–23.v.1985, at light, leg. R. de Jong, Dumoga-Bone N.P., Gn. Mogogonipa, 900–1008 m, 0°27’N 123°57’E, multistr. Evergreen forest, moss forest, RMNH.INS.1453662 (RMNH); 1 ♀; RMNH – pw26 [Project Wallace], N. Sulawesi: Dumoga Bone NP, Hogs Back, alt. 560 m, 17–18.xi.1985, leg. J Krikken, multistr evergr forest, at light, RMNH.INS.1453663 (RMNH); 1 ♁; RMNH – Project Wallace, Indonesia – N. Sulawesi, 20–26.iv.1985, at light, leg. R. de Jong, Dumoga-Bone N.P., Base Camp / Sg. Toraut, 0°34’N 123°54’E, fallow land, ca 210 m, RMNH.INS.1453664 (RMNH); 1 ♁; Museum Leiden, Indonesia, Bali, Candikuning, 1300 m, Kebun Raya Bali, 8°16’40”S – 115°09’00”E, 8–9.v.1991, leg. J. van Tol, RMNH.INS.1453660 (RMNH); 1 ♁; SUMATRA – O K [“oostkust” = East coast], leg. Don. Waldeck 1904, RMNH.INS.1453659; 1 ♁; Irian Jaya, Kab. Merauke, Kouh, 15.vi.1993, leg. P.J.A. de Vries, RMNH.INS.1453665 (RMNH).</p> <p> <b>Etymology</b>. The specific name <i>hastantiae</i> is derived from the wife’s name of the senior author, Hari Sutrisno. This name is dedicated to her support during our preparing this manuscript. A noun in the genitive case.</p> <p> <b>Distribution</b>. Papua to Sulawesi, Ternate Island (Moluccas), Bali and Sumatra (Fig. 4).</p> <p> <b>Remark:</b> The wing scales on the first paratype female shown in Fig. 1G were damaged while mounting the specimen leading to the loss of wing colors compared to males. Adults are nocturnal..</p>Published as part of <i>Watung, Jackson F., Darmawan, Darmawan, Suwito, Awit, Narakusumo, Raden Pramesa, Nugroho, Hari, Encilia, Encilia, Qodri, Agmal, Peggie, Djunijanti, Ubaidillah, Rosichon & Sutrisno, Hari, 2023, The genus Agrioglypta Meyrick (Lepidoptera: Crambidae, Spilomelinae) from Indonesia with descriptions of three new species, pp. 569-578 in Zootaxa 5297 (4)</i> on pages 570-572, DOI: 10.11646/zootaxa.5297.4.6, <a href="http://zenodo.org/record/8009245">http://zenodo.org/record/8009245</a&gt

    Penggambaran konflik pada karakter wahyu dalam penulisan script film pendek wahyu

    Get PDF
    Screenwriter merupakan pemegang kredit yang besar dalam pembuatan film, meski hasil akhirnya tidak ditentukan oleh screenwriter. Ia mengatur jalannya sebuah cerita dalam sebuah film. Dalam pembuatannya screenwriter menggunakan berbagai elemen untuk membuat penonton bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Skripsi ini terfokus pada perancangan elemen, yakni konflik pada sebuah karakter dan diterapkan dalam penulisan script. Film dalam skripsi ini bergenre drama dan menceritakan kehidupan karakter yang dilarang mendapatkan keinginannya. Karakter protagonis dalam film ini memiliki dilema yang besar. Dalam laporan ini, penulis membahas masalah dan solusi dalam menggambarkan konflik pada karakter tersebut
    corecore