15 research outputs found
PENGEMBANGAN LATIHAN TAEKWONDO DENGAN MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMA KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Setianto, Wahid Rohmat. 2015. Pengembangan Latihan Taekwondo Dengan Media Audio Visual Untuk Ekstrakurikuler Taekwondo Di SMA Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: latihan taekwondo, audio-visual, ekstrakurikuler Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 31 desember 2014 di 3 SMA Kabupaten Tulungagung yaitu SMAN 1 Pakel, SMAN 1 Kauman, dan SMAN 1 Boyolangu. Hasil wawancara yang dilakukan pada tiga orang pelatih taekwondo di tiga SMA yang tersebut disimpulkan bahwa peserta latihan Taekwondo adalah anak-anak yang berpotensi, tetapi ditemukan permasalahan peserta kegiatan Taekwondo kesulitan memahami konsep-konsep dasar yang ada dalam Taekwondo, mulai dari teknik dasar, filosofi sabuk dan gerakan. Peserta mudah lupa dengan materi latihan, dikarenakan latihan hanya diadakan dua kali dalam seminggu. belum adanya media untuk membantu mereka mempelajari materi latihan Taekwondo di rumah mereka masing-masing diluar latihan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan latihan taekwondo berbasis media audio visual untuk ekstrakurikuler taekwondo di SMA sehingga potensi peserta latihan dapat dikembangkan secara maksimal. Diharapkan dengan adanya pengembangan ini dapat menjadi solusi untuk melatih peserta menjadi lebih mudah dalam berlatih taekwondo. Penelitian yang dilaksanakan pada kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo SMA Kabupaten Tulungagung ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg And Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner. Hasil pengembangan dari produk ini latihan teknik dasar taekwondo dengan media audio-visual yang dikemas dalam bentuk VCD dan disertai buku panduan pelaksanaan. Berdasarkan uji coba kelompok kecil pada 6 peserta latihan dari 3 SMA berbeda diperoleh persentase 86,2% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan pada uji coba kelompok besar pada 38 peserta latihan dari 3 SMA diperoleh persentase 89,36% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi pada latihan di Ekstrakurikuler Taekwondo di SMA. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan latihan taekwondo dengan media audio-visual untuk ekstrakurikuler taekwondo di SMA Kabupaten Tulungagung dapat dipergunakan bagi peserta latihan ekstrakurikuler taekwondo karena mudah dilakukan, produk yang dihasilkan menarik minat peserta untuk mempelajari teknik dasar taekwondo dan nilai-nilai filosofi dalam taekwondo
PEMANFAATAN LIMBAH PENYULINGAN DAUN NILAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF MELALUI PEMBUATAN BRIKET
Limbah atau ampas penyulingan daun nilam merupakan biomass atau limbah organik
yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternative. Selain meminimalkan
pencemaran akibat sulfur , pembuatan briket ini dapat memberikan nilai tambah yaitu
: bahan baku dari limbah serta nilai kalor yang lebih tinggi untuk dimanfaatkan
sebagai bahan bakar pada proses penyulingan daun nilam.Tujuan dari progam ini
adalah untuk memberikan pelatihan kepada para petani nilam tentang pembuatan
briket dari limbah penyulingan daun nilam. Program kegiatan mahasiswa ini
dilaksanakan selama 6 (enam ) bulan di kecamatan Watukumpul Kabupaten
Pemalang. Kegiatan ini di bagi menjadi beberapa tahap, tahap pertama orientasi
lapangan dilaksanakan pada bulan maret, tahap kedua penyuluhan dilaksanakan
pada bulan April, tahap ketiga pelatihan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni,
tahap ke empat evaluasi dilaksanaklan pada bulan Juli. Tahap ke lima dilaksanakan
pada bulan Agustus. Limbah sisa penyulingan daun nilam selain dapat dipergunakan
untuk membuat pestisida nabati, juga dapat dimanfaatkan untuk membuat briket yang
dapat digunakan sebagai bahan bakar. Hasil pelatihan pembuatan briket ini
memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat petani dan penyuling
daun nilam cara mengatasi masalah limbah sisa penyulingan dan memperoleh
manfaat dari limbah tersebut.
Kata Kunci : limbah, nilam, brike
OPTIMASI CAMPURAN AVICEL 101 DAN LAKTOSA SEBAGAI BAHAN PENGISI PADA TABLET DISPERSI PADAT TADALAFIL DENGAN METODE GRANULASI BASAH
INTISARI Pengembangan formula obat dalam industri farmasi sangatlah penting, dimana komposisi formula yang optimum dapat mempengaruhi sediaan farmasetis yang memenuhi persyaratan sesuai CPOB. Tadalafil merupakan obat yang berkhasiat sebagai terapi disfungsi ereksi yang diformulasikan dalam sediaan padat berupa tablet dengan metode granulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum tablet dispersi padat tadalafil dengan campuran avicel 101 dan laktosa sebagai bahan pengisi dengan metode granulasi basah. Granul dispersi padat tadalafil dibuat dengan perbandingan kosentrasi bahan pengisi avicel 101 dan laktosa yaitu 5:5, 4:6, dan avicel 101 tanpa kombinasi laktosa. Evaluasi sediaan meliputi uji waktu alir granul, uji sudut diam, uji pengetapan, kadar air granul, uji kekerasan, uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula dengan kombinasi avicel 101 dan laktosa sebagai bahan pengisi dapat menghasilkan formula granul dan tablet dengan karakteristik yang baik.Kata kunci: (Avicel 101, Granul, Laktosa, Tablet, Tadalafil
Ultrasound Assisted Esterification of Rubber Seed Oil for Biodiesel Production
Production of biodiesel is currently shifting from the first to the second generation in which the raw materials are mostly from non-edible type oils and fats. Biodiesel production is commonly conducted under batch operation using mechanical agitation to accelerate mass transfers. The main drawback of oil esterification is the high content of free fatty acids (FFA) which may reduce the yield of biodiesel and prolong the production time (2-5 hours). Ultrasonification has been used in many applications such as component extraction due to its ability to produce cavitation under certain frequency. This research is aimed to facilitate ultrasound system for improving biodiesel production process particularly rubber seed oil. An ultrasound unit was used under constant temperature (40oC) and frequency of 40 Hz. The result showed that ultrasound can reduces the processing time and increases the biodiesel yield significantly. A model to describe correlation of yield and its independent variables is yield (Y) = 43,4894 – 0,6926 X1 + 1,1807 X2 – 7,1042 X3 + 2,6451 X1X2 – 1,6557 X1X3 + 5,7586 X2X3 - 10,5145 X1X2X3, where X1 is mesh sizes, X2 ratio oil: methanol and X3 type of catalyst
PENGEMBANGAN LATIHAN TAEKWONDO DENGAN MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMA KABUPATEN TULUNGAGUNG
Abstrack: The research was conducted with the aimed to develop practice-based audiovisual taekwondo for taekwondo in high school extracurricular Tulungagung. Thisresearch includes research and development. The products resulting from this research is packaged in a VCD. To get a result the researchers used three experts that media experts, expert coaching and taekwondo expert. As for the small group trial with 6 students obtained 86.22% and the results of testing large groups with 38 students obtained result of 89.32%. So it can be concluded that this product is valid and can be used.Keywords: taekwondo exercise, audio-visual, extracurricularAbstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan latihan taekwondo berbasis audio-visual untuk ekstrakurikuler taekwondo di SMA Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini dikemas dalam bentuk VCD. Untuk mendapat hasil peneliti menggunakan 3 ahli yaitu ahli media, ahli kepelatihan dan ahli taekwondo. Sedangkan untuk uji coba kelompok kecil dengan 6 siswa diperoleh hasil 86,22% serta uji cobakelompok besar dengan 38 siswa diperoleh hasil 89,32%. Jadi dapat disimpulkan bahwa produk ini valid dan dapat digunakan.Kata kunci: latihan taekwondo, audio-visual, ekstrakurikule
TRUSTING TWITTERSPHERE AS A GENUINE POLITICAL DEBATE? THE CASE OF INDONESIAN ELECTION HASTAGS
This research in progress explores how political discussion on Indonesian Twittersphere could provide a genuine conversation on debates related to the upcoming 2019 national election in Indonesia. Taking the case of the presidential and parliamentary election in the upcoming April 2019, the author uses social media data on Twitter to investigate whether the discussions are heavily lean into digital public sphere or more dominated by political buzzer and bots. The author examines this by creating Twitter network maps based on hashtags related to the election. Modularity tests are employed to identify the extent of online community developed during the conversations. Most of the hashtags analyzed could attract hundreds of small communities, created mini-publics, which in turn shows the degree of willingness of the Indonesian social media users to participate in this practice of digital citizenship. Qualitative observations on the selection of the most significant actors within the network and the words they posted are employed to understand if the conversations were not led by either dominant political actors or political buzzers/bots, and thus, suggest the citizens’ genuine form of political communication. Despite the limitations of studying Twitter data, the author suggests that by taking a closer attention to how political conversation in non-English/Western political environment, this study might provide valuable insights on the development of genuine utilization of (and trust on) the social media platforms for political engagement
Finding Christ in Photographs of Suffering
Photojournalists employ images in order to tell a news story, honestly and impartially while telling the story in strictly journalistic terms. Theologians, specialists in theology, reflect on faith as a personal response to God\u27s self-communication. This article is an innovative attempt to bring them together, photojournalism and theology. Indeed, both make use of verbal and non-verbal language as well as a person\u27s imagination. The author shows that both shall not exclude an urgent social concern for the common good. Here the author presents his reflection from a context of a country, the Philippines, in the middle of drug-war with its continuous increase of victims of extra-judicial killings (EJK). Can a picture or photograph lead the viewers to a deeper meaning of a tragic reality even if they weren\u27t there? Can a photograph of EJK help Christians to reflect on their faith and act on it
ANALISIS TINGKAT KEANDALAN OPERATOR PENGELASAN KAPAL DUPLEX M000259 DENGAN METODE FUZZY HEART
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
KONTROVERSI PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP VILLA ISOLA SEBAGAI ASET BERSEJARAH
Aset bersejarah merupakan salah satu jenis aset yang pelaporannya masih banyak mengundang kontroversi. Beberapa orang berpendapat bahwa sebuah aset bersejarah tidak memiliki urgensi untuk dicatatkan pada laporan keuangan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa sebuah aset bersejarah perlu dilaporkan pada laporan keuangan, karena menurut mereka, tidak etis ketika sebuah aset memiliki nilai sosial dan kesejarahan tinggi, tetapi tidak dapat diketahui nilai moneternya. Kontroversi ini kemudian melahirkan ide bagi penulis untuk melakukan penelitian tentang perlakuan akuntansi terhadap aset bersejarah khususnya cagar budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana praktik akuntansi yang diterapkan pada Villa Isola sebagai aset bersejarah, juga mengetahui implementasi PP 71 khususnya PSAP 07 pada laporan keuangan. Metode yang digunakan dalam memperoleh informasi yaitu melalui wawancara, dimana penulis telah memilih beberapa informan yang ahli di bidangnya seperti Pamong Ahli Muda Cagar Budaya, ketua jaringan komunitas Bandung Heritage Society, serta Kepala Biro Sarana dan Prasarana Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dalam melakukan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPI belum sepenuhnya menerapkan PP 71 tahun 2010 terutama tentang aset bersejarah yang tercantum dalam PSAP 07. Dari segi pengakuan, UPI mengakui Villa Isola sebagai aset tetap. Penilaian yang dilakukan di UPI saat ini mengikuti ISAK 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba. Terakhir untuk penyajian dan pengungkapan, Villa Isola termasuk ke dalam akun gedung dan bangunan, tetapi tidak secara spesifik disebutkan berapa nilai dari gedung tersebut.
Heritage assets are one type of asset whose reporting still attracts a lot of controversy. Some people argue that a heritage asset has no urgency to be recorded in the financial statements. But there are also those who argue that a heritage asset needs to be reported in the financial statements, because according to them, it is unethical when an asset has high social and historical value, but its monetary value cannot be known. This controversy then gave birth to the idea for the author to conduct research on the accounting treatment of heritage assets, especially cultural heritage. The purpose of this study is to determine the extent of accounting practices applied to Villa Isola as a historical asset, as well as to determine the implementation of PP 71, especially PSAP 07 in the financial statements. The method used in obtaining information is through interviews, where the author has selected several informants who are experts in their fields such as Pamong Ahli Muda Cagar Budaya, head of the Bandung Heritage Society community network, and Head of the Bureau of Facilities and Infrastructure of the University of Education Indonesia. This research uses source triangulation in processing data. The results showed that UPI has not fully implemented PP 71 of 2010, especially regarding heritage assets listed in PSAP 07. In terms of recognition, UPI recognizes Villa Isola as a fixed asset. The valuation carried out at UPI currently follows ISAK 35 concerning Presentation of Financial Statements of Non-Profit Oriented Entities. Finally, for presentation and disclosure, Villa Isola is included in the buildings and buildings account, but it is not specifically stated how much the value of the building is
