88 research outputs found
Bai’ al-wafa dalam hukum ekonomi syariah di Indonesia : Studi tentang bai’ al-wafa> dan implementasinya pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia
Para ulama berbeda pendapat tentang bai’ al-wafa>’, lembaga keungan syariah sudah menerapkan bai’ al-wafa> meskipun belum ada fatwa DSN MUI yang mengatur langsung. Regulasi yang banyak dirujuk adalah KHES. Perdebatan akademik ini menghasilkan penerapan yang berbeda. Bagi yang mengharamkan, akad ini tidak dilakukan, dan lebih memilih gadai. Bagi yang membolehkan, ia memberlakukan bai’ al-wafa> .
Penelitian bertujuan untuk :1) menganalisis istinba>t} ulama dalam ragam pendapatnya mengenai bai’ al-wafa>, 2) menganalisis mekanisme bai’ al-wafa> dalam kaitan antara pendapat ulama dengan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah,
3) merumuskan implikasi bai’ al-wafa> di Indonesia dalam konteks Lembaga Keuangan Syariah, dan 4) menganalisis Prosfek Pengembangan Bai’ al-Wafa> pada Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia.
Kerangka pemikiran penelitian terdiri atas Grand theory adalah kepastian hukum. Middle theory adalah kemaslahatan. Applied theory adalah pelaksanaan akad muamalah.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dengan metode penelitian deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan dengan wawancara dan dokumentasi.
Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, tidak bolehnya bai’ al-wafa>’ merupakan pandangan mayoritas, dari Mazhab Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan sebagian Hanafi. Mereka menetapkan hukum dengan metode Baya>ni yaitu penjelasan yang merujuk pada pendekatan teks beberapa hadis bahwa bai’ al-wafa> termasuk jual beli dan pinjaman, atau pinjaman yang mendatangkan keuntungan, riba, dan jual beli bersyarat.
Adapun ulama Hanafiyah yang beristinbath hukum dengan metode ‘urfi dan istihsa>n yang memandang jual beli ini sudah menjadi hal yang lumrah dan banyak dipraktikkan (‘urf) karena transaksi tersebut memiliki kemaslahatan agar terhindar dari riba. Kedua, istilah bai al-wafa> disebutkan secara eksplisit dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) melalui PMA No. 2 Tahun 2008, dalam pasal 112-115. Sehingga menjadi kekuatan dan payung hukum pelaksanaan bai’ al-wafa>’ bagi bangsa Indonesia. KHES membolehkan bai’ al- wafa>’ mirip dengan pendapat Hanafiyah. Transaksi ini dijalankan sesuai prosedur. BMT tidak menjual barang kepada selain anggota ketika nasabah tertentu menjualnya kepada pihak BMT. Hal ini menyiratkan transaksi bai’ al-wafa> di BMT ini menggunakan prinsip muamalah mazhab Hanafi. Ketiga, praktik bai’ al- wafa> pada BMT yang diteliti menghasilkan tambahan keuntungan bagi BMT dan nasabah. Keuntungan ini menunjukkan bahwa praktik transaksi berdampak positif pada kesehatan Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Keempat, transaksi ini dapat berkembang dalam lembaga keuangan syariah karena relevan dengan solusi keuangan yang etis dan sesuai dengan syariah
IMPLEMENTASI METODE WAFA DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN SISWA DI SMP IT INSAN PERMATA SUKOREJO BOJONEGORO
Umat Islam sebagai umat yang dianugerahi Tuhan suatu Kitab Suci yang lengkap dengan segala petunjuk yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan universal, sudah tentu dasar pendidikan mereka bersumber kepada falsafah hidup yang berdasarkan kepada al-Qur’an. Untuk menjaga al-Qur’an maka salah satu caranya adalah dengan cara menghafalnya. Kegiatan menghafal Al Qur’an adalah berusaha mengingat rangkaian bacaan Al Qur’an dengan benar dan fasih. Ada banyak metode yang digunakan dalam proses menghafal, di antaranya ialah metode Wafa. Metode Wafa merupakan metode yang berusaha memaksimalkan fungsi otak kanan. Metode ini disusun untuk memaksimalkan peran otak kanan dalam membantu proses menghafal Al Qur’an agar lebih mudah dan kuat hafalannya. Penelitian ini memiliki rumusan masalah (1) Bagaimana pelaksanaan metode Wafa di SMP. IT. Insan Permata Sukorejo Bojonegoro (2) Bagaimana dampak penerapan metode Wafa di SMP. IT. Insan Permata Sukorejo Bojonegoro? dan (3) Apakah faktor penghambat penerapan metode Wafa di SMP. IT. Insan Permata Sukorejo Bojonegoro dan solusi yang diambil. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian lapangan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui proses penggalian data dengan metode dokumentasi, observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan metode deskriptif-kualitatif. Sedangkan untuk pengechekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Implementasi metode Wafa meliputi pembuka, pengalaman, penilaian, pengajaran dan penutup. (2) Kelebihan metode Wafa ialah : a) Membuat hafalan anak-anak menjadi lebih kuat. b) Membantu anak-anak untuk bisa mengenali dengan mudah ayat-ayat al-Quran, dan c) Kualitas hafalan siswa sesuai dengan ilmu tajwid, makharijul huruf dan fasih dalam melafalkan al-Quran. (3) Hambatan beserta solusi penerapan metode Wafa adalah: a) Perbedaan latar belakang siswa, solusinya ialah membuat klasifikasi dan kelompok disesuaikan kondisi siswa kemudian mengadakan pendampingan yang tepat. b) Kedisiplinan yang masih kurang, solusinya ialah pihak sekolah memaksimalkan fungsi guru sebagai pengamat dan pendamping siswa
Implementasi Metode Wafa pada Pembelajaran Tahsin Al- Qur’an Di SMAIT Harapan Umat Karawang
Artikel ini mengkaji tentang penelitian terkait implementasi metode Wafa pada pembelajaran tahsin Al- Qur’an. Al-Qur\u27an adalah sumber hukum dan pedoman hidup bagi umat Islam. Sebagai umat Islam penting untuk mempelajari Al-Qur\u27an, salah satunya belajar membaca Al-Qur\u27an dengan sesuai kaidah tajwid. Salah satu upaya sekolah dalam membantu siswa belajar membaca Al-Qur\u27an adalah dengan mengadakan pembelajaran tahsin Al- Qur’an. SMAIT Harapan Umat Karawang menggunakan metode Wafa dalam pembelajaran tahsin Al-Qur\u27an siswa. Metode Wafa merupakan inovasi metode pembelajaran Al-Qur\u27an dengan memaksimalkan pendekatan otak kanan yang komprehensif, mudah, dan menyenangkan. Dalam proses pembelajarannya menggunakan metode 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian dan Penutupan) serta menggunakan nada hijaz. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh ialah implementasi metode Wafa dalam pembelajaran tahsin Al-Qur\u27an di SMAIT Harapan Umat Karawang sudah terlakasana cukup baik sesuai standar prosedur Wafa, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga proses evaluasi. Kemampuan membaca Al-Qur\u27an siswa juga baik dengan nilai rata- rata >80 dan telah mencapai target tilawah di tiap semesternya. Faktor pendukungnya para pembimbing tahsin yang sudah tersertifikasi, sistem pembelajaran yang terprogram dengan baik, motivasi belajar siswa tinggi dan sarana prasarana pembelajaran yang lengkap. Faktor penghambatnya adalah guru sering mengalami kesulitan menjaga semangat belajar siswa
Sosialisasi Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) Secara Online Bagi UMKM Di Kelurahan Patangpuluhan Kota Yogyakarta
Sosialisasi penerbitan Nomor Izin Berusaha (NIB) di selenggarakan di Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam menjalankan sebuah usaha, penting untuk memiliki legalitas yang sah, seperti legalitas merek, kehalalan produk, hingga nomor induk berusaha. Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan langkah awal yang harus dimiliki oleh setiap pemilik usaha sebagai bentuk legalitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki NIB. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha dapat lebih mudah mengajukan izin-izin usaha lainnya, seperti izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), sertifikasi halal bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), serta memperoleh kemudahan dalam mendapatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Metode sosialisasi yang dilakukan menggunakan metode presentasi mengenai Pengertian NIB, Fungsi dan manfaat NIB, serta panduan langkah permbuatan NIB secara online melalui Sistem Online Single Submission (OSS) (https://oss.go.id/). Ada sebanyak 5 pelaku UMKM yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para pelaku usaha memiliki legalitas usaha untuk memudahkan akses permodalan, mendapat legalitas merk, kehalalan produk dan berbagai kemudahan lainnya
Implementasi Aplikasi Siapik Pada Pembukuan Keuangan UMKM Peternakan Bebek Kandang Wong Tani Sleman
Pengabdian ini bertujuan untuk pemanfaatkan aplikasi akuntansi berbasis android yaitu SIAPIK pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempermudah administrasi pembukuan keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlokasi di wilayah Gamping Sleman pada UMKM Kandang Wong Tani yang bergerak di bidang peternakan, juga sebagai bentuk implementasi terhadap ilmu yang didapatkan dalam proses studi. Banyak UMKM yang masih menggunakan cara manual untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan yang beresiko kesalahan dalam pencatatan keuangan. Metode yang digunakan pada pengabdian ini melalui wawancara, observasi serta pelatihan kepada pelaku UMKM. Pengabdian juga memberikan dokumentasi terkait hasil pemanfaatan penggunaan aplikasi SIAPIK, dalam pencatatan transaksi keuangan, laporan keuangan, serta dokumentasi pelatihan pada pelaku UMKM . Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi aplikasi SIAPIK terhadap UMKM Kandang Wong Tani memberikan manfaat yang positif terhadap pencatatan laporan keuangan menjadi lebih rapi dan teratur sehingga memberikan efisiensi waktu serta efektivitas dalam pembuatan laporan keuangan yang dibutuhkan oleh pelaku UMK
Pendampingan Pengelolaan Keuangan Digital Melalui Sosialisasi dan Praktik Penerapan Aplikasi SEPRAN Pada Pelaku UMKM Desa Prima Bumijo
This community engagement program on digital financial management assistance through socialization and hands-on implementation of the SEPRAN application for MSME actors in Desa Prima Bumijo was carried out to address the issues of low financial literacy and the suboptimal practice of financial record-keeping. The program aimed to improve participants’ understanding of accurate transaction recording and their skills in operating digital financial applications. The methods consisted of socialization, training, and direct practice in using the SEPRAN application, involving 25 MSME actors as program subjects. Data were collected through observation and simple questionnaires to assess participants’ comprehension and competency before and after the intervention. The results showed an improvement in participants’ knowledge of digital financial management and their skills in using the application, including income and expense recording, and generating simple reports. Participants also demonstrated positive changes in daily transaction recording habits. The program concluded that SEPRAN-based digital financial management assistance effectively supports MSMEs in improving the quality of their financial administration. Further programs are recommended to enhance application utilization consistency and provide ongoing technical support.Kegiatan pendampingan pengelolaan keuangan digital melalui sosialisasi dan praktik penerapan aplikasi SEPRAN pada pelaku UMKM Desa Prima Bumijo dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya literasi keuangan dan kurangnya optimanya pencatatan keuangan usaha. Tujuan program ini adalah meninhkatkan pemahaman peserta kemampuan mengoperasikan aplikasi keuangan digital. Metode pelaksanaan terdisi atas sosialisai, pelatihan dan praktik langsung penggunaan aplikasi SEPRAN melibatkan 15 pelaku UMKM sebagai subjek kegiatan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara sederjana untuk menilai pemahaman dan kompetensi awal serta hasil pendampingan. Hasil program menunjukan penimgkatan pengetahuan pserta mengenai fungsi pencatatan keuangan digital dan keterampilan menggunakan apikasi, termasuk pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan pembuatan laporan sederhana. Peserta juga menunjukan perubahan positif dalam kebiasaaan pencatatan transaksi harian. Kesimpulan dari kagiatan ini adalah bahwa pendampingan dan praktik langsung penerapan aplikasi SEPRAN efektif membantu UMKM dalam menimgkatkan kualitas pengelolaan keuangan digital. Program lanjutan diperlukan untuk meningkatkan konsistensi pemanfaatan aplikasi dan pendampingan teknik bagi pesert
Perbaikan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Menggunakan Aplikasi BukuKas Pada UMKM Usaha Minuman ME TIME BOBA di Kelurahan Kebumen
Abstarak
Kegiatan pengabdian dilakukan untuk memberikan pendampingan tentang penyusunan laporan keuangan pada UMKM Usaha Minuman yang diberi nama ME Time Boba, usaha tersebut beralamat di kelurahan Kebumen kecamatan Kebumen Kabupaten. Dalam proses bisnisnya, laporan keuangan di Me Time Boba dicatat perhari dan tidak terstruktur dengan benar. Penyebab utamanya karena kurangnya kompetensi pemilik usaha minuman Me Time Boba di kelurahan Kebumen terhadap pembukuan laporan. Dari pokok masalah tersebut penting untuk dilakukan perbaikan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan sehingga dapat mendorong usaha UMKM Usaha Minuman tersebut. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah metode pendampingan langsung penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi BukuKas bagi mitra sampai berhasil diterapkan. Dianggap berhasil Ketika mitra mampu memahami perbedaan sebelum dan sesudah diberikannya pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan pihak mitra paham akan pentingnya melakukan pembukuan laporan keuangan dengan baik dan benar. Pengaruh dari kegiatan ini, berdampak pada laporan keuangan yang terstruktur seperti akun-akun pendapatan, pengeluaran dan laporan laba rugi dan pemahaman mitra terkait lapora keuangan yang akan disusun di tahun selanjutnya.
 
Pelatihan Penentuan Harga Pokok Penjualan Kue Mochi dengan Metode Full Costing
MSMEs are a business group with a large contribution as a provider of employment, a means of community empowerment, creating new markets, and contributing to gross domestic product. Almost 99 percent of business units in Indonesia are MSMEs and in 2024, especially in the Special Region of Yogyakarta, the number will increase compared to 2023. However, the increase in the quantity of MSME units is not accompanied by an increase in the quality of financial performance. Many MSME players sell products without knowing the cost of goods sold, even though this affects the formation of the selling price of the product. Therefore, this activity aims to provide education and training related to how to determine the right COGS using the full costing method. MSMEs who previously did not understand the accounting concept of determining COGS are expected to better understand and be able to apply the calculation of COGS, so that they can maximize profits while still considering the purchasing power of the community.UMKM merupakan kelompok usaha dengan kontribusi yang besar sebagai penyedia lapangan pekerjaan, sarana pemberdayaan masyarakat, menciptakan pasar baru, dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto. Hampir 99 persen dari unit usaha di Indonesia merupakan UMKM dan pada tahun 2024 khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta jumlahnya meningkat dibandingkan 2023. Namun, peningkatkan kuantitas unit UMKM tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas kinerja keuangan. Banyak pelaku UMKM menjual produk tanpa mengetahui harga pokok penjualan, padahal hal tersebut berpengaruh terhadap pembentukan harga jual produk. Oleh sebab itu, kegiatan ini memiliki maksud memberikan edukasi dan pelatihan terkait cara menentukan HPP yang tepat menggunakan metode full costing. Pelaku UMKM yang sebelumnya kurang memahami konsep akuntansi penentuan HPP diharapkan menjadi lebih memahami dan dapat menerapkan perhitungan HPP, sehingga dapat memaksimalkan keuntungan dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat
Digital Marketing Sebagai Upaya Perluasan Pemasaran Pasca Pandemi Pada Produk UMKM Telur Asin DMN
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta pada salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu UMKM Telur Asin DMN. Beberapa tahun yang lalu di Indonesia sempat mengalami krisis perekonomian yang disebabkan karena adanya pandemi COVID-19. Hal ini sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat terutama pada sektor usaha kecil seperti UMKM. Setelah berbagai upaya dilakukan, sekarang perekonomian Indonesia sudah mulai pulih kembali salah satunya dengan adanya kemudahan dan keuntungan yang diperoleh oleh para pelaku UMKM melalui digital marketing. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan melatih para pelaku UMKM terutama pada UMKM Telur Asin DMN bagaimana cara memanfaatkan digital marketing untuk memperluas pemasaran produknya sehingga dapat meningkatkan pendapatan usahanya serta memiliki banyak konsumen dari dalam maupun luar daerah. Kegiatan ini dilakukan karena pelaku UMKM masih minim pengetahuan tentang digital marketing dan pemasaran yang masih menggunakan metode tradisional seperti dititipkan ke warung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survey, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan antusias yang positif dari UMKM Telur Asin DMN karena memiliki banyak manfaat bagi usahanya. Setelah dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan UMKM Telur Asin DMN dapat memperluas pemasarannya
Digitalisasi Keuangan: Pelatihan Pencatatan Laporan Keuangan UMKM dengan Bantuan Aplikasi BukuWarung
Pasar tradisional menjadi penopang bagi ekonomi lokal di banyak negara, termasuk Indonesia. Pasar-pasar ini menawarkan berbagai produk unik dan menjadi pusat perdagangan utama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di era digital, telah muncul aplikasi manajemen keuangan yang gratis dan mudah digunakan. Namun, UMKM masih menghadapi tantangan dalam pelaporan keuangan karena keterbatasan waktu dan pemahaman yang terbatas akan pentingnya pelaporan keuangan, dan mereka lebih memilih pencatatan manual. Untuk mengatasi masalah ini, para penulis memperkenalkan BukuWarung, sebuah aplikasi keuangan digital, sebagai solusi praktis untuk pencatatan keuangan yang lebih efisien. Kegiatan ini ditujukan kepada UMKM pakaian di pasar tradisional Condongcatur dan Beringharjo yang ada di Yogyakarta. Pasar-pasar ini sangat penting bagi ekonomi lokal tetapi kurang memiliki kesadaran akan pentingnya pelaporan keuangan dan adopsi teknologi. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang terdiri dari empat tahap: observasi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa UMKM memahami pentingnya keuangan dan berhasil menggunakan BukuWarung untuk pencatatan keuangan. Sebagai kesimpulan, proyek ini berhasil memperkenalkan BukuWarung untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan keuangan di kalangan UMKM di pasar tradisional Yogyakarta.
Abstract
Traditional markets serve a backbone for local economies in many countries, including Indonesia. These markets offer a lot of unique products and serve as central trading hubs for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). In the digital era, free and user-friendly financial management applications have emerged. However, MSMEs still face challenges in financial reporting due to time constraints and limited understanding of its importance, and they often prefer manual record keeping. To address this, the authors introduced BukuWarung, a digital financial application, as a practical solution for more efficient financial record-keeping. This project engagement project targeted clothing MSMEs in Yogyakarta’s Condongcatur and Beringharjo traditional markets. These markets are central to the local economy but lack awareness of financial reporting’s significance and technology adoption. The method used is socialization also training and mentoring that consists of four stages: observation, socialization, training and mentoring, and evaluation. The results demonstrated that the MSMEs understood financial importance and effectively used BukuWarung for financial record-keeping. In conclusion, the project successfully introduced BukuWarung to improve financial awareness and capabilities among MSMEs in Yogyakarta’s traditional markets
- …
