1,720,994 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK PERMAINAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANAK ATTENTION DEFICIT HIPERACTIFITY DISORDER/ADHD (STUDI KASUS PADA KLIEN “T” DI SLB SERASAN SEANDANAN KEC. MUARADUA KAB. OKU SELATAN)

    Full text link
    Skripsi ini berjudul “Konseling Individu dengan Teknik Permainan Sosial Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak ADHD/Attention Deficit Hiperactivity Disorder Studi Kasus Pada klien “T” di SLB Serasan Seandanan. Penelitian ini bertujuan pertama, mengetahui gambaran kasus klien “T” yang memiliki keterampilan komunikasi rendah kedua, mengetahui penyebab kasus klien “T” yang memiliki keterampilan komunikasi rendah serta ketiga, mengetahui bagaimana pelaksanaan konseling individu dengan teknik permainan sosial untuk meningkatkan keterampilan komunikasi anak ADHD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode analisis data studi kasus Robert K Yin, yaitu penjodohan pola, pembuatan eksplanasi, dan analisis deret waktu. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian sebanyak 1 orang yang menjadi fokus penelitian yaitu klien “T” yang memiliki kasus keterampilan komunikasi rendah dan mengakami gangguan ADHD/Attention Deficit Hiperactivity Disorder. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kasus klien “T” yang memiliki keterampilan komunikasi rendah ditandai dengan minim penguasaan kosakata, hubungan sosial yang kurang luas serta belum mampu menyesuaikan komunikasi verbal dan non verbal. Penyebab kasus klien “T” yang memiliki keterampilan komunikasi rendah adalah faktor individu adanya kelainan pada otak atau neurobilogis, faktor pola asuh orang tua yang jarang sekali membiasakan anak untuk berkomunikasi dan faktor hubungan sosial yang kurang luas. Teknik permainan sosial yang dilaksanakan adalah : Tebak kata, dan permainan lempar bola. Keterampilan komunikasi klien “T” setelah dilaksanakan konseling individu dengan teknik permainan sosial menjadi lebih baik dari sebelumnya, ditandai dengan bertambahnya kosakata, hubungan sosial yang baik serta kesesuaian komunikasi verbal dan non verbal

    EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X IPA 2 DI SMA NEGERI 4 PALOPO

    Full text link
    ABSTRAK Widia, 2023. “Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas X IPA 2 Di SMA Negeri 4 Palopo”. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Efendi P dan Sabarudin. Skripsi ini membahas tentang Efektivitas Bimbingan kelompok Dengan Teknik Diskusi Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas X IPA 2 Di SMA Negeri 4 Palopo. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui pengaruh efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik diskusi terhadap kemandirian belajar siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 4 Palopo. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 4 Palopo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu pretest dan posttest. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 yang berjumlah 20 siswa yang memili tingkat kemandirian belajar yang rendah dilihat dari skor perhitungan angket. Instrument penelitian yang digunakan adalah angket (kuesioner) dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, serta analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS for Windows Versi 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dan signifikansi bimbingan kelompok dengan teknik diskusi (X) terhadap kemandirian belajar siswa (Y). Nilai koefisien determinasi atau R square sebesar 0.325, yang berasal dari pengkuadratan nilai koefisien korelasi atau R yaitu 0.576 x 0.576 = 0.325. Artinya, besarnya hubungan X secara parsial terhadap Y adalah 32,5%. Hasil pugujian hipotesis diperoleh Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik diskusi efektif terhadap kemandirian belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo. dan faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar yaiyu yaitu kepercayaan diri dengan nilai rata rata 63, inisiatif dengan nilai rata-rata 62, niat dengan nilai rata�rata 61 dan evaluasi belajar dengan nilai rata-rata 55. Berdasarkan nilai rata- rata pada setiap indikator maka dapat disimpulkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap kemamdirian belajar yaitu faktor kepercayaan diri dengan nilai rata-rata sebesar 63. Berdasarkan nilai rata-rata pada setiap indikator maka dapat disimpulkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap kemandirian belajar yaitu faktor kepercayaan diri dengan nilai rata-rata sebesar 63. Kata Kunci : Bimbingan Kelompok, Teknik Diskusi, Kemandirian Belajar Sisw

    PENGARUH PROFIT SHARING, RELIGIUSITAS DAN PREFERENSI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENABUNG PADA BANK MUAMALAT CABANG UTAMA PALEMBANG

    Full text link
    ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Profit sharing, Religiusitas dan Preferensi Terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada Bank Muamalat Cabang Utama Palembang. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu angket (kuisioner). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Muamalat Cabang Utama Palembang, teknik pengumpulan sampelnya menggunakan rumus Hair et al dengan responden sebanyak 85 orang. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan metode SPSS dengan alat statistic SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa Profit sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Nasabah, Religiusitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Nasabah dan Preferensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Nasabah. Variabel Profit sharing, Religiusitas dan Preferensi secara simultan bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah menabung pada Bank Muamalat Cabang Utama Palembang. Kata kunci: Profit Sharing, Religiusitas, Preferensi dan Keputusan Nasaba

    Peranan sabar dalam menghadapi stres orang yang mengidap penyakit Myasthenia Gravis: Studi deskriptif di Komunitas Yayasan Mysthenia Gravis Indonesia (Studi deskriptif: Komunitas Yayasan Mysthenia Gravis Indonesia)

    Full text link
    Sabar merupakan suatu sikap untuk menyelaraskan hati dan tindakan agar dengan ikhlas menerima segala musibah yang datang silih berganti, dan meyakini bahwa semua yang terjadi sudah takdir Allah, apa yang Allah takdirkan tentu yang terbaik untuk hambanya. seperti halnya dengan orang-orang yang mengdiap penyakit Myasthenia gravis khususnya yang bergabung di komunitas yayasan mysthenia gravis indonesia, di mana dalam menghadapi penyakit tersebut tentunya banyak sekali cobaan yang dihadapinya terutama yang dipengaruhi oleh stres, dengan demikian sabar merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan sabar yang ada pada penderita myasthenia gravis dalam menghadapi permasalahan/ hambatan yang terjadi pada setiap penderita. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sabar ini berperan ketika penderita MG sedang dalam kondisi menghadapi sering kambuh penyakitnya, dalam keadaan seperti ini selain dengan mengkonsumsi obat dan istirahat yang cukup, sabar juga sangat berperan di karenakan dalam kondisi cemas, ketakutan dan marah atas keadaan yang dihadapinya ini akan memperparah penderita. Efek yang dirasakan oleh penderita ketika sudah menerapkan sikap sabar yaitu merasa lebih tenang dalam menghadapi kambuhnya penyakit, lebih bisa menerima keadaan dan pasrah atas apa yang menimpanya, lebih bisa menyayangi diri sendiri dengan membatasi kegiatan-kegiatan yang akan memicu kambuhnya penyaki

    MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM PADA SISWA KELAS VII MTs BATUSITANDUK KABUPATEN LUWU

    Full text link
    ABSTRAK Widia, 2024. “Mengembangkan Kecerdasan Emosional Melalui Layanan Bimbingan Konseling Islam Pada Siswa Kelas VII MTs Batusitanduk Kabupaten Luwu" Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Bapak Dr. Baso Hasyim, M. Sos. I. dan Ibu Jumriani, S. Sos., M. I. Kom. Penelitian ini membahas tentang mengembangkan kecerdasan emosional melalui layanan bimbingan konseling islam pada siswa kelas VII MTs Batusitanduk Kabupaten Luwu. Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional dan upaya yang dilakukan guru BK unyuk mengembangkan kecerdasan emosional pada siswa kelas VII MTs Batusitanduk. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian didapatkan dari data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengembangkan kecerdasan emosional melalui layanan bimbingan konseling islam pada siswa kelas VII MTs Batusitanduk Kabupaten Luwu meliputi beberapa indikator yaitu: Gambaran Umum Kecerdasan Emosional Melalui Layanan Bimbingan Konseling seperti merasakan emosi diri sendiri, mampu mengenali dan mengendalikan emosi dalam dirinya, juga dapat memberi sudut pandang. Bagaimana Upaya guru BK untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa Bimbingan Konseling, Merancang program pembelajaran yang terstruktur agar tepat sasaran untuk mengembangkan kecerdasan emosional siswa, Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran kecerdasan emosional siswa, Mengajarkan siswa untuk memahami maupun menghargai emosi orang lain, Mengajarkan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, Membantu mengendalikan emosinya, Melatih siswa dalam keterampilan komunikasi yang efektif, Mengajarkan siswa cara menyelesaikan konflik berdamai dengan orang lain, Melakukan evaluasi teratur terhadap perkembangan kecerdasan emosional siswa dapat memberikan umpan balik yang konstruktif untuk membantu mereka terus berkembang. Dan faktor-faktor yang menghambat untuk mendukung perkembangan emosional siswa, Kurangnya perhatian keluarga maupun orang tua, Kurangnya kesadaran diri anak itu sendiri, Kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Kata Kunci: Kecerdasan emosional, Layanan bimbingan konseling isla

    Respon masyarakat terhadap kebijakan Kolonial Belanda tentang wabah Pes di Priangan tahun 1930-1939

    Full text link
    Penyakit pes merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang terdapat pada kutu tikus. Penyakit ini pertama kali melanda Pulau Jawa pada awal abad ke-20. Masuknya pes ke Pulau Jawa disebabkan oleh keteledoran pemerintah Hindia Belanda dalam pengawasan kesehatan serta kondisi krisis ekonomi yang melanda wilayah Jawa Timur. Situasi ini mempermudah penyebaran penyakit hingga ke wilayah lain, termasuk Jawa Barat. Salah satu wilayah yang terdampak signifikan adalah Priangan, di mana penyebaran penyakit pes menjadi masalah serius bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Hindia Belanda dalam menangani wabah pes di Priangan pada tahun 1930-1939, menganalisis respon masyarakat Priangan terhadap kebijakan tersebut, serta menilai efektivitas kebijakan pemerintah Hindia Belanda dalam mengendalikan penyebaran wabah pes di wilayah Priangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi empat tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber- sumber arsip diperoleh dari Delpher.nl dan Khastara, termasuk koran-koran sezaman seperti De Locomotief, Sinar Deli, Sipatahoenan, dan Hanpo, serta majalah berbahasa Belanda seperti Mededeelingen Van Den Dienst Der Volksgezondheid In Nederlandsch-Indie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wabah pes di Priangan menimbulkan ancaman serius bagi masyarakat dan pemerintah. Berbagai kebijakan diberlakukan oleh pemerintah, seperti isolasi, tusukan limpa, perbaikan rumah, hingga vaksinasi. Namun, kebijakan-kebijakan ini mendapat respons yang beragam dari masyarakat, terutama karena ketidaksesuaian antara kebijakan tersebut dengan kepercayaan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Salah satu kebijakan yang mendapat penolakan adalah tusukan limpa, yang dianggap bertentangan dengan keyakinan agama Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk Priangan. Selain itu, kebijakan perbaikan rumah juga menjadi kendala bagi masyarakat miskin yang tidak mampu memperbaiki rumah mereka karena keterbatasan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasilnya memberikan gambaran historis mengenai kondisi masyarakat Indonesia saat menghadapi wabah penyakit dan bagaimana pemerintah Hindia Belanda mencoba mengatasi situasi tersebut dengan berbagai kebijakan
    corecore