1,720,968 research outputs found
PENGARUH PEMBELAJARAN EKONOMI DENGAN MODEL PENCAPAIAN KONSEP TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 3 SRAGEN TAHUN AJARAN 2012/2013
Ramadhan Prasetya Wibawa (S991108014). 2013. Pengaruh Pembelajaran Ekonomi dengan Model Pencapaian Konsep terhadap Prestasi Belajar Ditinjau dari Kreativitas Belajar Siswa Kelas X SMAN 3 Sragen Tahun Ajaran 2012/2013. TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. Sigit Santoso, M. Pd, Pembimbing II: Dr. Bandi, SE., M. Si., Ak. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pencapaian konsep terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, (2) untuk mengetahui pengaruh kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi siswa (3) untuk mengetahui interaksi pengaruh model pencapaian konsep dengan kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar ekonomi siswa.
Penelitian ini termasuk eksperimental semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Sragen tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari sembilan kelas. Jumlah keseluruhan populasi dalam penelitian ini adalah 279 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI kelas ini digunakan sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pencapaian konsep dan kelas XE yang digunakan sebagai kelas kontrol.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan yang dilanjutkan dengan uji t. Uji pra syarat dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan Uji Kolmogorov-Smirnov Z dan uji Homogenitas dengan uji Lavene.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: (1) penggunaan model pencapaian konsep berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, (2) kreativitas belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, (3) interaksi model pembelajaran dengan kreativitas belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar ekonomi siswa.
Kata kunci: Kreativitas Belajar, Prestasi Belajar, Pencapaian Konse
PENGARUH KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) SISWA KELAS XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK KANISIUS SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010
Suatu bangsa memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas untuk
melanjutkan pembangunan di segala bidang. Bidang pendidikan merupakan salah
satu sarana untuk memajukan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
sehingga pendidikan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam
rangka mewujudkan pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemerintah
berupaya memberikan perhatian yang serius terhadap pendidikan, sejak dari
Taman Kanak-kanak sampai jenjang Perguruan Tinggi, baik sekolah negeri
maupun swasta secara formal. Semua itu merupakan upaya pemerintah untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga mampu mengikuti
pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat sejajar
dengan bangsa-bangsa lain dunia.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang sistem Pendidikan Nasional fungsi dan tujuan pendidikan nasional
adalah:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan nasional dapat terwujud dengan adanya sumber daya
manusia yang berkualitas, sedangkan sumber daya yang berkualitas dapat dicapai
melalui pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran para peserta didik secara
aktif dapat mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kemampuan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta
keterampilan yang diperlukan bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan merupakan landasan yang sangat penting bagi setiap manusia
untuk berkembang. Perkembangan zaman yang ditandai dengan perkembangan
peradaban manusia menuntut manusia untuk selalu maju. Hanya dengan
pendidikan, manusia dapat menghadapi dan menjawab tantangan-tantangan yang
ada dalam perkembangan tersebut.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sisdiknas Pendidikan di Indonesia ada 3 jalur yaitu:
1. Pendidikan formal yaitu pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-
sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang
pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan
menengah, sampai pendidikan tinggi.
2. Pendidikan non formal yaitu pendidikan yang diselenggarakan bagi
warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang
berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan
formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik
dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan
fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup,
pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan
pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan
keterampilan dan pelatihan kerja,
pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk
mengembangkan kemampuan peserta didik.
3. Pendidikan informal yaitu pendidikan yang dilakukan oleh keluarga
dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Terciptanya siswa lulusan sekolah yang berkualitas menunjukkan adanya
perkembangan di bidang pendidikan. Terkait dengan masalah tersebut, siswa dan
guru selalu menginginkan prestasi belajar yang baik. Oleh karena itu guru dan
siswa harus mengetahui bagaimana prestasi belajar yang baik itu diperoleh,
bagaimana prosesnya dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tercapainya
prestasi belajar yang optimal. Proses belajar siswa merupakan rangkaian kegiatan
yang menyangkut banyak faktor dan situasi sekitarnya. Keberhasilan siswa dalam
meraih prestasi belajar tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Faktor-faktor tersebut dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri
seseorang itu sendiri seperti bakat, minat, kecerdasan, cara belajar, kematangan, dan sebagainya. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu
seperti faktor lingkungan belajar.
Seperti pendapat Suparno (2001) menyebutkan bahwa ada dua faktor yang
berperan dalam pencapaian prestasi, yang terdiri atas faktor internal dan faktor
eksternal.
1. Faktor internal antara lain:
a. Kesulitan memahami pelajaran, terjadi karena pelajaran yang
disampaikan tidak cukup ditunjang oleh pengetahuan sebelumnya.
b. Kehilangan semangat belajar karena nilai yang diperolehnya
rendah. Ini membuktikan bahwa umpan balik yang diberikan pada
akhir masa pelajaran tidak memberikan kesempatan memberikan
nilai.
c. Kesulitan untuk mendisiplinkan diri dalam belajar. Hal ini
berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatur diri,
waktu, memacu semangat belajar dan memahami cara yang cocok
untuk diri sendiri.
d. Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Hal ini bisa saja
disebabkan kondisi jasmani dan banyaknya pikiran yang
mengganggunya.
e. Ketekunan dalam mendalami pelajaran.
f. Konsep diri yang negatif.
g. Gangguan emosi.
2. Faktor eksternal antara lain:
a. Kemampuan atau keadaan sosial ekonomi.
b. Keterampilan mengajar guru.
c. Tugas-tugas non akademik yang dapat menyita waktu belajar.
d. Kurang memperoleh dukungan oleh orang sekitar.
e. Lingkungan fisik yang mempengaruhi kualitas belajar siswa.
f. Kesulitan belajar yang berasal dari lembaga pendidikan sendiri.
Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang berasal dari luar
diri siswa adalah lingkungan sekolah. Salah satu unsur dalam lingkungan sekolah
yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah guru. Guru merupakan seorang
fasilitator bagi siswa dalam belajar. Keterampilan guru dalam menyampaikan
pelajaran dapat mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran
tersebut, dan pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Keterampilan mengajar guru adalah kecakapan atau kemampuan guru dalam
menyajikan materi pelajaran. Dengan demikian seorang guru harus mempunyai
persiapan mengajar antara lain, guru harus menguasai bahan pengajaran mampu memilih metode yang tepat dan penguasaan kelas yang baik. Terlebih pada mata
diklat Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) yang menuntut
seorang guru untuk memiliki keterampilan yang lebih, karena mata diklat
Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) apabila disampaikan
dengan metode ceramah dengan memberikan petunjuk pengerjaan tiap tahapnya,
dan siswa melaksanakan atau mencontoh yang diberikan guru, hasilnya kurang
bisa dipahami oleh para siswa, sehingga proses pembelajaran hanya bersifat
monoton dan kemampuan siswa kurang berkembang optimal. Oleh karena itu,
guru harus senantiasa meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan
meningkatkan keterampilan mengajarnya.
Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2010:58) keterampilan mengajar
guru meliputi:
1. Keterampilan memberi penguatan.
2. Keterampilan bertanya.
3. Keterampilan menggunakan variasi.
4. Keterampilan menjelaskan.
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
6. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
7. Keterampilan mengelola kelas.
8. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil .
Di samping keterampilan mengajar guru, faktor yang turut menentukan
prestasi belajar di sekolah adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Faktor
yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dari dalam diri siswa adalah
kedisiplinan. Kedisiplinan yang dimaksudkan adalah disiplin belajar siswa.
Kedisiplinan belajar siswa adalah kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui
proses dari serangkaian sikap dan perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan,
kesetiaan, keteraturan dan kepatuhan siswa dalam melakukan suatu kegiatan yang
dilakukan di sekolah maupun di rumah. Disiplin dalam kehidupan sehari hari
sangat diperlukan karena dengan disiplin akan menciptakan lingkungan dan
kondisi yang kondusif. Dengan adanya sikap disiplin dalam melaksanakan suatu
kegiatan antara lain belajar, maka secara langsung siswa akan terlatih untuk
membiasakan dirinya untuk belajar baik di sekolah maupun di rumah. Berdasarkan studi awal di SMK Kanisius Surakarta, guru dalam
mengajar mata diklat Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI)
masih menggunakan media yang konvensional, yaitu guru memberikan petunjuk
tentang pengerjaan setiap tahapannya, kemudian siswa melaksanakan atau meniru
contoh yang diberikan guru tersebut. Selain itu guru juga kurang memperhatikan
keaktifan siswa untuk menemukan langkah-langkah pengerjaan yang lain,
sehingga proses belajar mengajar hanya bersifat monoton dan kemampuan siswa
kurang berkembang optimal. Oleh karena itu, guru di SMK Kanisius Surakarta
diharapkan dapat memiliki keterampilan mengajar yang baik dalam proses
pembelajaran agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Dengan adanya keterampilan mengajar guru yang baik, siswa akan
terdorong atau termotivasi untuk belajar. Adanya keterampilan mengajar guru
yang tepat dan didukung oleh kedisiplinan belajar yang timbul dari dalam diri
siswa, diharapkan dapat mendorong siswa untuk belajar dengan baik dan tepat
waktu sehingga dapat memacu untuk meningkatkan prestasi belajar secara optimal
khususnya pada mata diklat Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi
(KKPI).
Berdasarkan hasil penelitian Anitaningtyas, Santi (2008) tentang
“Pengaruh Persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan motivasi
belajar terhadap prestasi belajar kelas 2 SMA Negeri 1 Semarang”. Dapat
dikatakan bahwa persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru berpengaruh
positif yang signifikan terhadap prestasi belajar kelas 2 SMA Negeri 1 Semarang,
dan motivasi belajar berpengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi belajar
kelas 2 SMA Negeri 1 Semarang. Menurut penelitian lain menurut Dian
Purwirasari (2008) tentang “Pengaruh keterampilan mengajar guru dan disiplin
guru terhadap prestasi belajar komputer siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial
di SMA Negeri 2 Temanggung”. Bahwa keterampilan mengajar guru berpengaruh
positif yang signifikan terhadap prestasi belajar komputer siswa kelas XI Ilmu
Pengetahuan Sosial di SMA Negeri 2 Temanggung, dan disiplin guru berpengaruh
positif yang signifikan terhadap prestasi belajar komputer siswa kelas XI Ilmu
Pengetahuan Sosial di SMA Negeri 2 Temanggung. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik mengadakan penelitian dengan
judul “PENGARUH KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN
KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR
MATA DIKLAT KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN
INFORMASI (KKPI) KELAS XI ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK
KANISIUS SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010.
Digital Transformation and Administrative Efficiency Study
This study investigates how the incorporation of digital technologies to improve productivity and simplify operations affects administrative efficiency. Using Microsoft Excel, Scopus, RStudio, VOSviewer, and a bibliometric analytic technique, we examine articles and case studies from 2018 to July 2023. The significance of data analysis tools in promoting well-informed decision-making, maximizing resource allocation, and enhancing overall administrative performance is highlighted by our findings. We provide firms looking to capitalize on the advantages of digital transformation practical insights by analyzing certain digital technologies and successful deployments. The report clarifies how businesses may use technology to satisfy changing client needs, outperform rivals, and guarantee effective resource management. By offering practical strategies grounded in industry benchmarks and case studies, this research equips organizations with the knowledge to navigate the complexities of digital transformation and capitalize on its transformative potential
STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING USAHA MIKRO TEMPE NASABAH LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
The problem faced by micro business tempe customer of micro financial institution (LKM) of Sidoarjo Regency so that can improve competitiveness of Micro Business of Tempe for business sustainability is loan interest rate and unstable of soybean price as
main raw material of tempe product. The purpose of this study is to examine and determine alternative micro business tempe competitiveness strategy that has obtained financing from MFIs so as to create sustainability of business in the era of MEA competition amid widespread imports of soybeans. The method of research used mix method (mixed method) object of this research is micro entrepreneur of tempe product in village area sepande subdistrict of Sidoarjo district which is not member of cooperative and have become customer of Micro Finance Institution amount 10 person. The analysismethod used in this research is SWOT Analysis, SWOT matrix then continued with QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The result of the research shows that the right
competitiveness strategy is product development strategy by developing the type and variant of tempe product, especially the change of form and packaging which is more interesting and hygienic so that it can give the added value of the product and increase the selling price, which in turn will increase the business profit and can overcome the weaknesses in the burden of interest costs on loans provided by microfinance institutions
Keywords: Strategy, Competitiveness, Micro Business, Product Development, SWOT, QSP
Analisis Respon Orang Tua dan Strategi Guru terhadap Pembelajaran Berbasis Daring Pada Masa Pandemi Covid 19
This study aims to determine the response of parents and teacher strategies to online-based learning during the COVID-19 pandemic in Madiun City. This research uses descriptive quantitative method. The research sample was 60 students' parents and teachers. Data was collected using an online questionnaire via google form, while the data analysis technique was the percentage. The results of the study indicate that the response of parents to online learning is the facilities and infrastructure, the internet network is a factor supporting the smoothness of online learning. The teacher's strategy for online learning during the pandemic is through the teacher preparing lesson plans according to the existing curriculum and pandemic conditions, practical and innovative online learning media, the teacher then carries out an evaluation of the ongoing and already implemented learnin
KONTRIBUSI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi UMKM dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah keseluruhan informan yaitu 24 informan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengangguran di Kabupaten mengalami peningkatan pada tahun 2017. Peningkatan jumlah pengangguran yang di Kabupaten Magetan disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya semakin tingginya angka lulusan Sekolah Menengah Atas yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Oleh sebab itu, UMKM berkontribusi penting dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Magetan. Adapun beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam perkembangan UMKM yang mengakibatkan UMKM tidak dapat berkembang secara maksimal. Salah satu penghambat UMKM adalah kurang adanya modal, tenaga kerja yang digunakan kurang, pemasaran yang tidak dapat berjalan dengan lancar. Kata Kunci: UMKM, Tingkat Penganggura
PENGEMBANGAN DESA WISATA DENGAN MODEL CAMPING GROUND BUKIT MANDI ANGIN DI DESA MATEGAL
Mategal adalah sebuah nama desa di wilayah Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Provonsi Jawa Timur. Desa ini terletak di sebelah timur Gunung Bungkuk diperbatasan antara Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan. Pemerintah Desa Mategal pada saat ini memiliki program pengembangan desa wisata. Potensi wisata asli daerah yang ada sekarang ini dan akan dikembangkan adalah sendang widoro dan bukit mandi angin. Pada tahun 2020 mahasiswa KKN Bhakti Negeri telah membantu dalam program pengembangan wisata bersama kelompok sadar wisata Desa Mategal melalui media massa dan media on line agar dikenal masyarakat luas. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah 1) Menindaklanjuti masukan dari Pemerintah Desa Mategal setelah menjadi tempat KKN Bhakti Negeri untuk membantu mengembangkan potensi wisata menjadi desa wisata, 2) Mengembangkan Desa Wisata dengan Model Camping Ground Bukit Mandi Angin di Desa Mategal sehingga menjadi desa wisata rujukan terbaru yang mengangkat potensi dan kearifan lokal di daerah. 3) Menjaga kelestarian alam, dan lingkungan dengan penataan yang lebih rapi. Metode pelaksanaan kegiatan melalui tahap 1) Indentifikasi kebutuhan, 2) Perencanaan, 3) Pelaksanaan (Pengorganisasian kegiatan), 4) Pemantauan, 5) dan Evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program pendampingan masyarakat adalah Terealisasinya pengembangan wisata bukit mandi angin dengan model camping ground yaitu rute jalan dengan teknik makadam dan terbentuknya spot di puncak bukit mandi angin sebagai area untuk wisata camping terbaru dengan nuansa pemandangan alami dari puncak bukit mandi angin
PENGARUH KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWATERHADAP PRESTASI BELAJAR KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) SISWA KELAS XI SMK DWIJA BHAKTI JOMBANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menentukan apakah ada keterampilan
mengajar pengaruh yang signifikan guru dengan prestasi belajar siswa kelas XI KKPI SMK
Dwija Bhakti Jombang. (2) menentukan apakah ada pengaruh siswa yang signifikan
belajar disiplin untuk prestasi belajar KKPI siswa kelas XI SMK Dwija Bhakti Jombang.
(3) menentukan apakah ada keterampilan mengajar pengaruh signifikan guru dan siswa
disiplin belajar bersama tentang prestasi belajar KKPI siswa kelas XI SMK Dwija Bhakti
Jombang akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan
metode deskriptif asosiatif (korelasi). Populasi penelitian adalah siswa kelas XI sekolah
SMK Dwija Bhakti Jombang sebanyak 26 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam
penelitian ini adalah bahwa semua penduduk teknik sensus sampel karena populasi kecil.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier
berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada keterampilan
mengajar pengaruh guru yang signifikan terhadap prestasi pada mata pelatihan kelas KKPI
XI siswa SMK Dwija Bhakti Jombang belajar. Hal ini ditunjukkan dengan harga rhitung>
rtabel atau 0,524> 0,388 dengan tingkat signifikansi 5%. (2) Ada pengaruh yang
signifikan belajar disiplin prestasi belajar pada mata pelatihan kelas KKPI XI siswa SMK
DwijaBhakti Jombangmahasiswa.Hal ini dapat ditunjukkan oleh rhitung harga> rtabel atau
0,475> 0,388 pada tingkat signifikansi 5%. (3) Ada keterampilan mengajar pengaruh guru
dan siswa disiplin belajar bersama terhadap prestasi belajar pada mata pelatihan kelas KKPI
XI siswa SMK Dwija Bhakti Jombang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan F hitung> F
tabel atau 7,461> 3,25 pada signifikansi 5% level. Other temuan dapat dilaporkan dalam
penelitian ini adalah: persamaan regresi y linear = 41,437 + 0,192 X1 + 0,331 X2 dapat
dijelaskan bahwa setiap peningkatan atau penurunan keterampilan mengajar guru (X1) unit
akan diikuti dengan peningkatan atau penurunan prestasi belajar KKPI (Y) sebesar 0,192.
Demikian juga dengan kenaikan atau penurunan belajar siswa disiplin (X2) sebesar satu
satuan, maka akan diikuti dengan peningkatan atau penurunan prestasi belajar KKPI di
0,331. Kontribusi relatif dari guru untuk mengajarkan keterampilan (X1) terhadap prestasi
belajar KKPI (Y) dari 56,79% dan kontribusi relatif belajar siswa disiplin (X2) dengan
prestasi belajar KKPI (Y) dari 43,21%. Untuk sumbangan efektif guru untuk mengajarkan
keterampilan (X1) terhadap prestasi belajar KKPI (Y) dari 22,35% dan sumbangan efektif
belajar siswa disiplin (X2) dengan prestasi belajarKKPI (Y) dari 17,00%
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI BERBASIS KOMUNITAS DI KOTA MADIUN
Community-based economic development strategy is an alternative in human-cantered development process related to good community management, so it can be the answer to development challenges such as social imbalance, poverty, poor environment, lack of community participation.This research was conducted in Madiun with sources of informants who have been established by using as informants in this research community in Madiun. Data collection is done by interview, documentation and field observation. The data collected are analyzed by an interactive model analysis. The results of the study showed that community-based economic development strategy involves not only the material physical and financial aspects but also involving broader aspects such as social, cultural, economic, to institutional and ecological regulations. Improving efforts have the potential to increase the capacity and potential of developing and participatory community members for their responsibilities through workshops, brainstorming, group discussions, coupons, trainings
STRATEGI PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) DALAM MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN EKONOMI KELUARGA DI DESA GESI KECAMATAN GESI KABUPATEN SRAGEN
This study aims to examine the strategies of female household heads (PEKKA) in creating family economic independence in Gesi Village, Gesi Subdistrict, Sragen Regency. The study used a descriptive qualitative approach. A total of 32 female heads of household and all of them were respondents. Data collection uses observation techniques, structured interviews, and documentation. Data analysis uses stages of data collection (data collection), data reduction (data reduction), presenting data display data), grouped data, drawing conclusions (using conclusions) and using data validity techniques triangulation of sources, time, and techniques. The results of the study showed that female household heads (PEKKA) in creating family economic independence in Gesi Village, Gesi Subdistrict, Sragen Regency through strategy: First, to build a strengthening of village community groups by joining PKK, Creative Business Groups in Gesi Village. Second, building capital gains through village business group savings and loans cooperatives. Third, building an information network with a technology-based outside world is still lacking. Fourth, to build business networks in rural areas based on village partners.Keywords: Strategy, PEKKA, Family Economic Independenc
- …
