1,720,966 research outputs found
Rekrutmen Perangkat Desa Di Kantor Desa Tambusai Utara Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu
The Republic of Indonesia as the Unitary State adheres to the principle of decentralization in the administration of regions, by providing opportunities and flexibility to the regions to carry out regional autonomy. In this case, there are several points that must be achieved to realize the objectives of the Regional administration. Where the recruitment process, must be in accordance with applicable law. According to Burhanuddin Yusuf (2015: 93) recruitment is the process of getting a number of qualified prospective workers for certain positions / jobs in an organization or company. The recruitment process is carried out through steps such as identifying vacant positions, seeking position information through job analysis, determining the right candidate, choosing the most appropriate recruitment methods, calling candidates who are deemed to meet job requirements, screening and selecting candidates, making candidates job offer and start working. This also applies to villages, where the village also has the right to hold its own government in accordance with Law No. 32 of 2004 concerning Villages. Therefore the Village Government has the right to advance the village by providing the best service. In providing good services, the Village Government must have quality human resources, that is, it must have a professional Village Apparatus to be able to provide the best service to the Village community. Improvements to the law above, then the village government must really conduct good, fair, transparent and accountable recruitment, in accordance with Regent Regulation No. 28 of 2017 concerning the Appointment and Termination of Village Wars. The results of the study that the authors found based on a review of the indicators that the authors poured in the form of an interview recapitulation where the results obtained by the author can be concluded in the Quite Well
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Respon pemberian berbagai komposisi pupuk NPK dan waktu pemangkasan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu (Solanum melongena .L)
AbstractTerong salah satu sayuran yang banyak digemari masyarakat karena rasanya enak dijadikan sebagai sayur, lalapan dan mengandung zat gizi yang tinggi. Rendahnya produktivitas tanaman terong diakibatkan produksi tanaman terong tidak optimal dikarenakan teknik budidaya belum tepat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Darma Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dari bulan Mei sampai September 2021. Metode penelitian ini dalam bentuk Faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama pemberian berbagai komposisi pupuk NPK yaitu: NPK = 20:20:25 = 12 gr, NPK = 12:12:36 = 12 gr, NPK = 16:10:18 = 12 gr, dan faktor kedua adalah waktu pemangkasan yang berbeda yaitu: tanpa pemangkasan, pemangkasan sebelum berbunga, pemangkasan sesudah berbunga. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 9 kombinasi. Setiap perlakuan masing - masing diulang sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga terdapat 27 unit penelitian dan setiap unit penelitian terdapat 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 108 tanaman. Hasil penelitian dan analisis data statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, Interaksi antara pemberian berbagai komposisi pupuk NPK dengan Waktu pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, waktu muncul bunga, jumlah buah, berat buah, panjang buah, diameter buah. Dan perlakuan tanpa pemangkasan yang memberikan rata-rata terbaik pada parameter jumlah buah
PERENCANAAN DAN DESAIN SALURAN DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN MULAWARMAN RESIDENCE KOTA SAMARINDA PADA SEGMEN II
Perencanaan kawasan perumahan mulawarman residence yang terletak di Jalan ringroad selatan, Kota samarinda. Dimana kawasan perumahan tersebut,akan diadakan perencanaan drainase dimana air tersebut akan dialirkan menuju folder atau waduk yang ada di sekitar perumahan tersebut. Adapun perumahan Green Mansion Residence didirikan di atas lahan kosong. Dengan adanya perubahan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, maka daya resap air hujan pada lahan tersebut juga akan berubah. Tentunya hal ini akan berdampak pada besarnya limpasan air yang menuju saluran drainase. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem drainase Green Mansion Residence yang berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan untuk mengendalikan erosi yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Dengan adanya drainase pada perumahan diharapkan untuk dapat meminimalisir terjadinya genangan yang terjadi akibat air hujan, serta didukung juga dari kondisi setempat seperi kemiringan lahan, kemiringan saluran dan material yang dipakai. Hal itu dapat mempengaruhi waktu pengaliran dan besarnya debit limpasan yang akan dibuang menuju saluran di luar kawasan. Hingga diketahui seberapa besarkah debit limpasan yang ada setelah terbangunnya kawasan perumahan? Untuk dapat menentukan fasilitas drainase yang akan digunakan seperti pintu air, pompa dan kolam tampun
Peran Internal Audit Dalam Meningkatkan Evektivitas Sistem Pengendalian Persediaan Obat Pada Rumah Sakit Karya Medika Bekasi
Rumah sakit Karya Medika Bekasi adalah merupakan usaha yang bergerak
dalam bidang kesehatan dan mempunyai tujuan memberikan pelayanan jasa
kesehatan kepada masyarakat. Salah satu pelayanan yang dilakukan adalah
pengobatan, dimana didalam pelaksanaannya sangat dibutuhkan adanya obatobatan.
Maka persediaan obat-obatan merupakan salah satu unsur penting didalam
kegiatan rumah sakit, sehingga memerlukan suatu pengelolaan yang baik. Agar
kegiatan tersebut dapat beijalan, maka diperlukan suatu kegiatan yang selalu
memantau semua kegiatan operasional yang berkaitan dengan persediaan. Bagian
tersebut adalah satuan pemeriksaan intern. Adapun rumusan masalah dalam
penulisan skripsi ini adalah : Bagaimana pelaksanaan internal audit persediaan
obat di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi. Bagaimana sistem pengendalian
persediaan obat di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi. Bagaimana peranan
internal audit dalam meningkatkan efektivitas sistem pengendalian persediaan
obat pada Rumah Sakit Karya Medika Bekasi . Tujuan penelitian ini adalah untuk
mempelajari dan menilai pelaksanan pemeriksaan intern di Rumah Sakit Karya
Medika Bekasi, serta mempelajari dan menilai sistem pengendalian persediaan
obat-obatan yang diterapkan di Rumah Sakit Karya Medika Bekasi:, dan
mengetahui bagaimana peranan internal audit dalam meningkatkan efektivitas
sistem pengendalian intern persediaan obat. Keberadaan internal audit merupakan
hal yang penting untuk menghindari atau menekankan seminimal mungkin
teijadinya penyelewengan, pemborosan dan kecurangan serta untuk membantu
manajemen dalam menjalankan aktivitasnya secara tidak memihak kepada salah
satu pihak. Peranan internal audit terhadap sistem pengendalian intern persediaan
obat-obatan pada Rumah Sakit tersebut telah cukup memadai, dimruia internal
audit dalam hal ini akan dapat berperan dalam meningkatkan efektivitas sistem
pengendalian intern sehingga kecurangan-kecurangan dapat dihindari dan
dideteksi secara dini. Dengan adanya internal audit ini, maka setiap prosedur dan
kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat diawasi pelaksanaannya
sehingga tidak menyimpang
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap belanja di Kabupaten Ciamis tahun anggaran 2013-2017
Pendapatan Asli Daerah merupakan sumber penerimaan daerah yang perlu ditingkatkan adar dapat membiayai sebagian beban belanja salah satunya adalah belanja modal yang diperlukan oleh pemerintah daerah, untuk penyelenggaraan pemerintahan dan kegiatan pembangunan serta pelayanan publik. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Halim (2004: 106-108) terkait dengan kriteria untuk menilai pendapatan asli daerah dalam variabel independen.
Untuk Belanja Modal dalam variabel dependen (Y) peneliti menggunakan dimensi dari Dadang Suwanda (2015: 47).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Modal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan kuisoner (angket) yang disebar kepada 30 responden agar mendapatkan informasi yang dibutuhkan atau data sekunder.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana dan uji t.
Berdasarkan hasil analisis persamaan regresi linier sederhana dapat diketahui yaitu nilai koefisien konsta sebesar 13,106 artinya apabila pendapatan asli daerah (X) nilainya 0, maka belanja modal (Y) adalah sebesar 13,106%.
Koefisien regresi variabel pendapatan asli daerah (X) sebesar 0,377 artinya setiap penambahan 1% nilai pendapatan asli daerah maka nilai belanja modal akan tersebut bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif antara pendapatan asli daerah dengan belanja modal. Berdasarkan koefisien determinasi diperole angka R2 sebesar 0,735 atau (73,5%). Hal ini menunjukkan bahwa persentase kontribusi pengaruh pendapatan asli daerah terhadap belanja modal sebesar 73,5% dan sisanya 26,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Berdasarkan hasil pengolahan uji t, diperoleh nilai thitung sebesar 8.820. Tabel distribusi t dicari dengan derajat keabsahan df(N-2)/(30-2) = 28, maka untuk ttabel diperoleh nilai sebesar 1.701. Oleh Karena itu thitung > ttabel (8.820 > 1.701) artinya pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan terhadap belanja modal pada Kabupaten Ciamis
ZONASI ANTARA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DENGAN PERMUKIMAN PENDUDUK DITINJAU DARI HUKUM TATA RUANG DI SAMARINDA
ABSTRACT This study aims to determine the stages, terms and conditions that must be done in the development process of a General Fuel Filling Station (gas stations) in Samarinda and to determine what sanctions can be awarded against violations of the applicable provisions of the development and activities of Charging Stations General Fuel (gas stations) in Samarinda. This research was conducted by the sociological juridical approach that examines the legislation and the fact that there are seen from the perspective of law enforcement.Based on the research that has been done, it is known the terms, conditions and process of the establishment of a General Fuel Filling stations (gas stations) in Samarinda, namely 1) Register online on the official website of PT. Pertamina, which stages include inputting location data and account activation, employer profiles, company profiles and layouts. 2) Verify the initial form of the selection of financial preparedness and readiness of selection of land. 3) Verify field to synchronize the data that has been disikan with the fact the field. 4) Approval of the business feasibility of the PT. Pertamina then prospective partners are asked to complete the application for a new permit requirements General Fuel Filling Station (Gas Station). The four stages that must be done before building General Fuel Filling Station (Gas Station) with a construction period that has been determined by the PT. Petamina. Given legal effect when the building General Fuel Filling Station (Gas Station) is not in accordance with the provisions of Samarinda City Regional Regulation No. 34 of 2004 on Building In Samarinda City area may be liable to criminal sanctions (imprisonment or fines) and administrative sanctions, and based Samarinda City Regional Regulation No. 11 Year 2014 on the Implementation of Exertion or Oil and Gas Activities can be subject to administrative sanctions.From this conclusion, the authors suggest to the government of Samarinda to be more careful in the process of verifying the licensing General Fuel Filling Station (Gas Station) with more attention to the existing terms and conditions in accordance with the legislation in force and to maximize the application of rules and appropriate sanctions with the legislation in force. Keyword : zonation, SPBU
- …
