197 research outputs found

    Komunitas Alga Perifiton di Sungai Masang Kecil yang Menerima Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat

    Get PDF
    Penelitian tentang komunitas alga perifiton di Sungai Masang Kecil yang menerima limbah cair pabrik minyak kelapa sawit di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai September 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas perifiton pada Sungai Masang Kecil di Kinali, Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode purpusive sampling dengan lokasi sampling sebanyak 4 stasiun. Berdasarkan penelitian ini didapatkan 88 spesies perifiton yang tergolong 3 kelas dengan komposisinya Bacillariophyceae (64 spesies), Chlorophyceae (15 spesies) dan Cyanophyceae (9 spesies). Kepadatan alga perifiton rata-rata sebesar 8,97 ind/cm2. Kepadatan relatif (KR) tertinggi pada stasiun 1,2 dan 3 adalah Navicula lanceolata dan stasiun 4 Fragilaria capucina. Spesies yang selalu ditemukan pada setiap stasiun (FK =100%) adalah Fragilaria capucina, Navicula lanceolata dan Synedra ulna. Indeks keanekaragaman di Sungai Masang Kecil tergolong sedang (H’=2,87). Indeks equitabilitas tergolong merata (E=0,64). Indeks dominansi (C=0,12) tidak ada spesies yang dominan. Indeks similaritas tergolong hampir sama kecuali antar stasiun 1 dan 3. Kata kunci : kelapa sawit, perifiton, sungai masang keci

    Implementasi Metode Hot Fit Dalam Evaluasi Kesiapan Pengguna Sistem Informasi Akademik Terintegrasi

    Get PDF
    - Integrated Information System can provide support in providing data and information that integrates all of the organizational unit concerned. Implementation of an integrated information system in an organization will bring a change in the organization. Acceptance and rejection of the adoption and implementation of the Information System will occur and the turmoil in the organization. To see the extent of the readiness of the adoption of an integrated information system that required an evaluation of the process. Variable Human, Organization and Technology is essential and fundamental that influence the successful adoption and implementation of information systems in an organization. In this study, the method used is the method HOT fit, this model puts an important component in the information system that is human, organization and technology  and the suitability of the relationship such as the determinants for the successful adoption and implementation of a system integrated information Academic Affairs College. Analysis will be done through hypothesis testing, Test Validity and Reliability. Results of the analysis will be described in terms of quantitative tests that have been carried out

    PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT SERASI TUNGGAL MANDIRI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi pengembangan karir, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi pada karyawan PT Serasi Tunggal Mandiri, untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT Serasi Tunggal Mandiri, untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT Serasi Tunggal Mandiri, untuk mengetahui pengaruh pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT Serasi Tunggal Mandiri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode survey yaitu dengan menyebarkan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan program IBM SPSS Statistic 19 untuk mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pengembangan karir dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT Serasi Tunggal Mandiri. Kata Kunci: Pengembangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi The purpose of this research are to determine the description of career development, job satisfaction, and organizational commitment to employees of PT Serasi Tunggal Mandiri, to determine the effect of career development on organizational commitment to employees of PT Serasi Tunggal Mandiri, to determine the effect of job satisfaction on organizational commitment to employees of PT Serasi Tunggal Mandiri, to determine the effect of career development and job satisfaction on organizational commitment to employees of PT Serasi Tunggal Mandiri. Data collection techniques using survey methods, namely by distributing questionnaires. The data analysis technique used the IBM SPSS Statistics 19 program to process and analyze the research data. This study uses descriptive analysis and multiple regression analysis hypothesis testing. The results showed that there was a positive and significant effect between career development and job satisfaction on organizational commitment on employees of PT Serasi Tunggal Mandiri. Keywords: Career Development, Job Satisfaction, Organizational Commitmen

    Modal Manusia : Pendidikan, Kesehatan dalam Pembangunan Ekonomi

    No full text
    This study aims to determine the importance of education and health in economic development. Errors in education in Indonesia are a problem that must be resolved. So that education can be realized as for economic development in Indonesia, and vice versa with health. Health is important for economic development. If many of the population is unhealthy, the country will become poor, therefore the role of the government is to provide health services for its citizens in order to realize prosperous economic development. Keywords: Modal Manusia : Pendidikan Kesehatan dalam Pembangunan Ekonom

    LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN STRATEGI SELF MANAGEMENT DALAM MENGATASI KEBIASAAN MEROKOK PADA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 21 BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2022, prevalensi merokok pada penduduk usia 13-14 tahun ke atas di Indonesia mencapai 34,8%. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak orang, termasuk remaja, yang merokok. Merokok pada remaja memiliki dampak negatif yang signifikan, baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru. Selain itu, merokok juga dapat mengganggu perkembangan otak dan perilaku remaja. Permasalahan merokok juga menjadi masalah di SMP Negeri 21 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan evaluasi layanan konseling kelompok dengan strategi self management dalam mengatasi kebiasaan merokok pada peserta didik SMP Negeri 21 Bandar Lampung Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi lapangan (field research). Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah Guru BK dan 8 peserta didik yang memiiki kebiasan merokok. Analisis data menggunakan analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini berdasarkan pelaksanaan layanan konseling kelompok dengan strategi self management dalam mengatasi kebiasaan merokok pada peserta didik SMP Negeri 21 Bandar Lampung dilaksanakan sebanyak tiga sesi pada saetiap pertemuannya, yakni tahap pembukaan dimana didalamnya mebuat komponen dinamika kelompok, peran fasilitator dan juga tantangan dalam pelaksanaan koseling. Pada tahap inti merupakan implementasi strategi self management dalam mengatasi kebiasaan merokok melalui tahapan self monitoring, Stimulus control dan self reward. Pada tahap penutup, merupakan fase pemulihan yang berfungsi agar peserta didik mampu mempertahankan perikau positif yang terbentuk yakni berupa pengurangan kebiasaan merokok. Evaluasi layanan konseling kelompok dengan strategi self management dalam mengatasi kebiasaan merokok pada peserta didik SMP Negeri 21 Bandar Lampung menunjukkan bahwa seluruh peserta konseling telah berhasil mengurangi kebiasaan merokok berupa menurunkan frekuensi atau jumlah batang rokok per hari dari konsumsi sebelumnya sebanyak 12 batang per hari berkurang sebanyak 1-2 batang rokok perhari. Kata Kunci : Konseling Kelompok, self management, kebiasaan merokok. ii ABSTRACT Smoking is a health problem that is still a challenge in Indonesia. Based on 2022 Basic Health Research (Riskesdas) data, the prevalence of smoking in the population aged 13-14 years and over in Indonesia reached 34.8%. This figure shows that there are still many people, including teenagers, who smoke. Smoking in teenagers has a significant negative impact, both on physical and mental health. Smoking can cause various diseases, such as cancer, heart disease and lung disease. Apart from that, smoking can also interfere with brain development and adolescent behavior. Smoking is also a problem at SMP Negeri 21 Bandar Lampung. The aim of this research is to determine group counseling services with self-management strategies in overcoming the smoking habit of students at SMP Negeri 21 Bandar Lampung. The research method used is qualitative research using a field study approach. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in this study were the guidance and counseling teacher and 8 students who had the habit of smoking. Data analysis uses Miles and Huberman data analysis which consists of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Implementation of group counseling services with self management strategies in overcoming smoking habits among students at SMP Negeri 21 Bandar Lampung is carried out in three sessions at each meeting, namely the opening stage which includes components of group dynamics, the role of the facilitator and also challenges in implementing counseling. The core stage is the implementation of self-management strategies in overcoming smoking habits through the stages of self monitoring, stimulus control and self-reward. In the closing stage, it is a recovery phase which functions so that students are able to maintain the positive behavior that has been formed, namely in the form of reducing smoking habits.Evaluation of group counseling services with self management strategies in overcoming smoking habits among students at SMP Negeri 21 Bandar Lampung shows that all counseling participants have succeeded in reducing smoking habits by reducing the frequency or number of cigarettes per day from the previous consumption of 12 cigarettes per day. 1-2 cigarettes per day. Keywords: Group Counseling,self management,smoking habits

    ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI SIRE TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR

    Get PDF
    Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahuipengaruh pengembangan Wisata Pantai Sire terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar. Berdasakan Tujuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2011-2031 yaitu untuk mewujudkan ruang wilayah aman, nyaman, produktif yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan dalam rangka pengembangan pariwisata, perkebunan dan agro industri. Dengan Kawasan peruntukan pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 salah satunya yakni wisata alam bahari Pantai Sire di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara serta Pantai Sire merupakan salah satu kawasan wisata ungulan yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini adalah Metode penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu Apabila probalitas sig > 0,05 dan T Hitung t tabel 1,985 artinya terdapat pengaruh yang signifikan antar satu variabel independen terhadap variabel dependen.Berdasarkan hasil perhitunagan dapat disimpulkan bahwa variable ataraksi (X1) dan Variabel Amenitas (X3) mempengaruhi pengembangan wisata pantai sire terhadap tingkat kesejahtraan masyarakat sekitar. Sedangkan variabel yang tidak mempengaruhi pengembangan wisata pantai sire terhadap tingkat kesejahtraan yaitu Aksesbilitas (X2) dan Ancillary Service (X4). Dan berdasarkan uji F disimpulkan bahwa semua variable bebas (independen) mempengaruhi terhadap variable terikat (dependen) dengan nilai sig sebesar 0,008< 0,0

    Distribusi Kandungan Klorofil-a pada Fitoplankton dan Karakteristik Fisika-Kimia Air di Kawasan Perairan Pulau-Pulau Kecil Bungus Teluk Kabung, Kota Padang

    Get PDF
    Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Juli 2021 di Kawasan Perairan Pulau-Pulau Kecil Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis distribusi kandungan klorofil-a pada fitoplankton dan karakteristik fisika-kimia air di Kawasan Perairan Pulau-Pulau Kecil Bungus Teluk Kabung. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengambilan sampel ditetapkan secara purposive random sampling. Berdasarkan penelitian ini didapatkan 249 spesies fitoplankton dengan 62 famili dan 8 kelas fitoplankton. Indeks diversitas fitoplankton pada kawasan perairan pulau-pulau kecil Bungus Teluk Kabung termasuk kedalam kategori sedang dengan penyebaran yang merata pada seluruh lokasi dan tidak adanya spesies yang mendominasi. Distribusi kandungan klorofil-a yang didapatkan pada penelitian ditemukan paling tinggi pada lokasi Pesisir Pantai Teluk Kabung (0,0439 mg/m3) dan terendah pada Pulau Sikuai (0,0042 mg/m3). Karakteristik fisika kimia air laut dengan lokasi penelitian memiliki karakteristik pada masing-masing lokasinya dan secara umum perairan ini masih mendukung untuk kehidupan fitoplankton dan baku mutu air laut

    Penerapan Result Control Dalam Sistem Distribusi Produk, Sebuah Studi Di Perusahaan Distribusi Air Minum Dalam Kemasan Di Surabaya

    Get PDF
    Ditengah persaingan pasar yang kian ketat, menuntut produsen untuk lebih berusaha dalam mempertahankan dan memperluas pangsa pasarnya. Terutama pada produk konsumsi, tidak mudah menemukan konsumen yang loyal pada produk ini, karena banyaknya produk dengan berbagai jenis dan merek yang ada menuntut selalu adanya pengembangan dan inovasi produk agar produk tersebut dapat tetap mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi produk air minum dalam kemasan, sebab air mineral adalah air mineral, tidak mungkin ditambah formula atau inovasi produk baru. Oleh karena itu agar dapat mempertahankan dan memperluas pangsa pasarnya, produk ini harus memiliki sistem distribusi yang dapat menyediakan produknya secara rutin dan merata. Sistem distribusi ini menuntut adanya pengendalian atas pelaksanaannya agar dapat berjalan sesuai yang diharapkan perusahaan. Mengendalikan sistem distribusi secara langsung sulit untuk dilakukan, karena pekerjaan dalam distribusi yang terpencar secara geografis dan jauh dari perusahaan. Maka akan lebih mungkin bagi perusahaan jika melakukan pengendalian berdasarkan hasil kinerja yang telah dilakukan armada penjualannya dalam pelaksanaan distribusi tersebut. Result control sebagai salah satu bentuk pengendalian final dengan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan pengendalian berdasarkan hasil yang telah dicapai karyawan, melalui definisi dari dimensi kinerja, penilaian kinerja, penetapan target, serta pemberian reward dan punishment ini dapat digunakan dalam pengendalian pelaksanaan sistem distribusi dilapangan agar berjalan dengan baik. Studi kasus ini dilakukan di PT "X", yang merupakan perusahaan distribusi produk air minum dalam kemasan yang berlokasi di Surabaya, untuk mengetahui penerapan result control dalam meningkatkan efektifitas sistem distribusinya, dikaitkan dengan teori yang telah agar dapat dikembangkan lebih jauh. Penerapan result control di PT "X" dapat berjalan efektif, dengan adanya kondisi yang mendasari yaitu pengetahuan dan pengalaman area sales manager dan sales supervisor, hasil kinerja salesman dan dropper yang sepenuhnya dapat dikendalikan serta didukung dengan sistem distribusi yang tepat Dari studi yang dilakukan pada PT "X" ini diketahui bahwa dengan penerapan result control dalam sistem distribusinya, selain untuk pengendalian agar sistem berjalan dengan baik dan efektif tetapi juga dapat memberikan motivasi bagi tenaga penjual untuk lebih berusaha dilapangan dan sebagai dasar tindakan perbaikan bagi sistem distribusi itu sendiri dari segi tujuan, pengorganisasian wilayah, pertimbangan jumlah kapasitas fisik yang digunakan, penetapan standar, pengumpulan informasi, dan tindakan koreksi
    corecore