30 research outputs found
Inventarisasi Hutan Mangrove Sebagai Bagian dari Upaya Pengelolaan Wilayah Pesisir Kabupaten Deli Serdang
Sri Susanti Ningsih, Inventory of mangrove as the management efforts of the
coastal region of Deli Serdang regency, under the academic supervision of Dr. Retno
Widhiastuti, MS as the chief, Dr. Budi Utomo, SP, MP, and Ir. Guslim, MS, as the
members. The research aims describe and compare the condition and management of
the mangroves at Deli Serdang regency. The research aims describe and compare the
condition and management of the mangroves at Deli Serdang regency. The research
study was conducted in 9 mangrove villages at the coastal region of Deli Serdang
regency. The methods used the square line with a line 10 m x 60 m sizes by vertical
sea side ways for each village. The seedlings sub size 2 m x 2 m square, the saplings
sub size 5 m x 5 m square, and trees level sub sizes 10 m x 10 m. The parameter
analysis was important values index, diversities index, profile diagram, the mangrove
thickness and salinities. The result, shows that mangrove vegetations was dominated
by Avicennia marina (api-api hitam) and followed by Excoecaria agallocha (buta-
buta) and Avicennia alba (api-api putih). The diversities mangroves of the coastal
region Deli Serdang regency are still low. The thickness and the thinness of
mangrove forest were found in Paluh Kurau (500 m) and Rugemuk (20 m),
respectively. The mangroves villages with the highest canopy wide were in Karang
Gading (78,99%), Tanjung Rejo (63,76%), while the lowest one were in Paluh Sibaji
(20,58%) and Rugemuk (26,43%). The highest salinity were found at sub districts of
Labuhan Deli and Hamparan Perak, while middle salinity at sub district of Percut
Sei Tuan, while of district of Pantai Labu the salinity were from low level to middle.
Base on the analysis of the vegetation closeness and canopy width, the condition of
coastal region of Deli Serdang regency mangroves were destroyed.Sri Susanti ningsih, Inventarisasi Hutan Mangrove Sebagai Upaya
Pengelolaan Wilayah Pesisir Kabupaten Deli Serdang, dibawah bimbingan Dr. Retno
Widhiastuti, MS selaku ketua, Dr. Budi Utomo, SP, MP dan Ir. Guslim, MS, masing-
masing sebagai anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan
membandingkan kondisi hutan mangrove serta cara pengelolaan hutan mangrove
yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Sebagai bahan kajian penelitian adalah 9 desa
hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Deli Serdang.Metoda penelitian yang
digunakan adalah metoda garis berpetak (jalur berpetak) dengan satu buah jalur untuk
tiap desa penelitian dengan ukuran 10 m x 60 m dengan arah tegak lurus tepi laut.
Untuk tingkat semai ukuran sub petak 2 m x 2 m, untuk tingkat pancang ukuran sub
petak 5 m x 5 m dan untuk tingkat pohon ukuran sub petak 10 m x 10 m. Parameter
yang dianalisis antara lain indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, diagram
profil, ketebalan mangrove dan salinitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis
vegetasi mangrove yang mendominasi wilayah pesisir kabupaten Deli Serdang adalah
Avicennia marina (api-api hitam) diikuti dengan Excoecaria agallocha (buta-buta)
dan Avicennia Alba (api-api putih). Keanekaragaman jenis mangrove yang terdapat di
wilayah pesisir Kabupaten Deli Serdang tergolong rendah. Ketebalan hutan
mangrove yang cukup tebal terdapat di Desa Paluh Kurau (500 m). Sedangkan
ketebalan hutan mangrove yang tipis terdapat di Desa Rugemuk (20 m). Desa
mangrove yang luas penutupan tajuknya tertinggi adalah Desa Karang Gading
(78,99%), Desa Tanjung Rejo (63,76%), sedangkan desa yang luas penutupan
tajuknya terendah adalah Desa Paluh Sibaji (20,58%) dan Desa Rugemuk (26,43%).
Salinitas tertinggi dijumpai di Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Hamparan
Perak, tetapi di Kecamatan Percut Sei Tuan salinitas sedang dan di Kecamatan Pantai
Labu dari rendah sampai sedang. Berdasarkan hasil analisis kerapatan vegetasi dan
luas penutupan tajuk bahwa kondisi hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten
Deli Serdang umumnya rusak.100 halamanTesis Magiste
ANALISIS KARAKTER TOKOH WAYANG THENGUL DALAM LAKON SRI HUNING GUGUR OLEH DALANG KI DARNO ASMORO PADA PAGUYUBAN MARGI UTOMO LARAS BOJONEGORO
Wayang Thengul adalah salah satu kesenian khas Bojonegoro. Terinspirasi dari berbagai kesenian terutama pada Wayang Golek sehingga terdapat akulturasi di dalamnya. Kesenian tersebut akhirnya ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro sehingga menjadi kesenian khas Bojonegoro dengan ciri yang berbeda . Paguyuban Margi Utomo Laras merupakan salah satu perkumpulan pegiat seni tradisi yang melestarikan Wayang Thengul Bojonegoro sejak tahun 1982 hingga kini. Sekian banyak pertunjukan yang dibawakan paguyuban tersebut, terdapat salah satu lakon yang paling ramai di kalangan masyarakat yaitu Sri Huning Gugur. Penyajian pertunjuakan tersebut perlu adanya kajian karakter pada wayang dengan karkakter tokoh. Maka kajian karakter tokoh pada lakon wayang diharapkan masyarakat mengerti bahwa wayang memiliki cerminan karakter manusia.Masalah Penelitian adalah bagaimana latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras, dan bagaimana karakter tokoh Wayang Thengul dalam lakon Sri Huning Gugur oleh Ki Dalang Darno Asmoro pada Paguyuban Margi Utomo Laras. Analisis Kualitatif menjadi penekatan peneliti dalam melakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan serta menggunakan teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data lapangan.Hasil dari penelitian adalah menemukan keunikan latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras yang di ketuai oleh Ki Darno Asmoro serta menjadi dalang. Salah satunya yaitu visi dan misi yang sederhana namun menjadi daya mereka untuk tetap bertahan tanpa bermodalkan pendidikan yang lebih menjurus pada profesi seniman. Visi utamanya adalah melestarikan kesenian khas Wayang Thengul Bojonegoro dengan misi memenuhi tanggapan masyarakat dan melakukan promosi paguyuban disetiap tahunnya. Salah satu cerita lakon yang dibawakan oleh dalang Ki Darno Asmoro yaitu Sri Huning Gugur. Terdapat 7 tokoh dari 3 kota yaitu Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Pertama, Sri Huning menjadi tokoh Protagonis yang berani. Kedua, Raden Wiratmoyo termasuk tokoh Protagonis yang gugur bersama Sri Huning. Ketiga, Adipati Surolawe adalah ayah Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Protagonis yang tegas. Keempat, Raden Wiratmoko adalah adik Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Deutragonis yang berani. Kelima, Adipati Sosronegoro termasuk tokoh Deutragonis yang baik dan tidak ingkar. Keenam, Retno Kumolo adalah Anak Adipati Sosronegoro, termasuk tokoh Deutragonis yang cantik dan baik. Ketujuh, Adipati Surolawe termasuk tokoh Antagonis yang egois dan pemarah.Kata Kunci : Margi Utomo Laras, Karakter Tokoh, Wayang Thengul, Sri Huning Gugu
ANALISIS KARAKTER TOKOH WAYANG THENGUL DALAM LAKON SRI HUNING GUGUR OLEH DALANG KI DARNO ASMORO PADA PAGUYUBAN MARGI UTOMO LARAS BOJONEGORO
Wayang Thengul adalah salah satu kesenian khas Bojonegoro. Terinspirasi dari berbagai kesenian terutama pada Wayang Golek sehingga terdapat akulturasi di dalamnya. Kesenian tersebut akhirnya ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro sehingga menjadi kesenian khas Bojonegoro dengan ciri yang berbeda . Paguyuban Margi Utomo Laras merupakan salah satu perkumpulan pegiat seni tradisi yang melestarikan Wayang Thengul Bojonegoro sejak tahun 1982 hingga kini. Sekian banyak pertunjukan yang dibawakan paguyuban tersebut, terdapat salah satu lakon yang paling ramai di kalangan masyarakat yaitu Sri Huning Gugur. Penyajian pertunjuakan tersebut perlu adanya kajian karakter pada wayang dengan karkakter tokoh. Maka kajian karakter tokoh pada lakon wayang diharapkan masyarakat mengerti bahwa wayang memiliki cerminan karakter manusia.Masalah Penelitian adalah bagaimana latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras, dan bagaimana karakter tokoh Wayang Thengul dalam lakon Sri Huning Gugur oleh Ki Dalang Darno Asmoro pada Paguyuban Margi Utomo Laras. Analisis Kualitatif menjadi penekatan peneliti dalam melakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan serta menggunakan teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan analisis data lapangan.Hasil dari penelitian adalah menemukan keunikan latar belakang Paguyuban Margi Utomo Laras yang di ketuai oleh Ki Darno Asmoro serta menjadi dalang. Salah satunya yaitu visi dan misi yang sederhana namun menjadi daya mereka untuk tetap bertahan tanpa bermodalkan pendidikan yang lebih menjurus pada profesi seniman. Visi utamanya adalah melestarikan kesenian khas Wayang Thengul Bojonegoro dengan misi memenuhi tanggapan masyarakat dan melakukan promosi paguyuban disetiap tahunnya. Salah satu cerita lakon yang dibawakan oleh dalang Ki Darno Asmoro yaitu Sri Huning Gugur. Terdapat 7 tokoh dari 3 kota yaitu Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Pertama, Sri Huning menjadi tokoh Protagonis yang berani. Kedua, Raden Wiratmoyo termasuk tokoh Protagonis yang gugur bersama Sri Huning. Ketiga, Adipati Surolawe adalah ayah Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Protagonis yang tegas. Keempat, Raden Wiratmoko adalah adik Raden Wiratmoyo, termasuk tokoh Deutragonis yang berani. Kelima, Adipati Sosronegoro termasuk tokoh Deutragonis yang baik dan tidak ingkar. Keenam, Retno Kumolo adalah Anak Adipati Sosronegoro, termasuk tokoh Deutragonis yang cantik dan baik. Ketujuh, Adipati Surolawe termasuk tokoh Antagonis yang egois dan pemarah.Kata Kunci : Margi Utomo Laras, Karakter Tokoh, Wayang Thengul, Sri Huning Gugu
Analisis Nilai-Nilai Agama Islam dalam Novel Hijab for Sisters Jadi Anak Pesntren Karya Triani Retno A.
The purpose of this research is to analyze and describe data on Islamic religious values in the novel Hijab For Sisters. The theory used in this study is the theory of Islamic Religious Education Based on Character Education by Wiyani. The research method uses descriptive method. The approach used is a qualitative approach. The data collection technique used by the author is the hermeneutic technique, namely reading, recording, and concluding. The results of this study contained 3 concepts of Islamic religious values in the novel Hijab for Sisters by Triani Retno. Includes: (1) Aqidah, can be seen from the character's belief that Allah SWT knows what is good and bad and believes in the most effective prayer to ask Allah SWT. (2) Shari'ah, can be seen from the traditional belief in the teachings contained in Islam. (3) Morals, can be seen from the behavior of the characters who always respect those who are older than them and give advice to people who make mistakes. Morals are mostly conveyed by the author in the novel because this novel tells about the life of Islamic boarding school children who have a positive influence on the Islamic boarding school environment, not only within the Islamic boarding school environment but also carried into the community environment
Inventory of mangrove forest as part of management effort in coastal area of Deli Serdang, North Sumatra
Ningsih SS, Widhiastuti R, Utomo B, Guslim. 2011. Inventory of mangrove forest as part of management effort in coastal area of Deli Serdang, North Sumatra. Bonorowo Wetlands 1: 58-69. The research aims describe and compare the condition and management of the mangroves at Deli Serdang regency. The research aims describe and compare the condition and management of the mangroves at Deli Serdang regency. The research study was conducted in 9 mangrove villages at the coastal region of Deli Serdang regency. The methods used the square line with a line 10 m x 60 m sizes by vertical sea side ways for each village. The seedlings sub size 2 m x 2 m square, the saplings sub size 5 m x 5 m square, and trees level sub sizes 10 m x 10 m. The parameter analysis was important values index, diversities index, profile diagram, the mangrove thickness and salinities. The result, showed that mangrove vegetations was dominated by Avicennia marina (api-api hitam) and followed by Excoecaria agallocha (butabuta) and Avicennia alba (api-api putih). The diversities mangroves of the coastal region Deli Serdang regency are still low. The thickness and the thinness of mangrove forest were found in Paluh Kurau (500 m) and Rugemuk (20 m), respectively. The mangroves villages with the highest canopy wide were in Karang Gading (78,99%), Tanjung Rejo (63,76%), while the lowest one were in Paluh Sibaji (20,58%) and Rugemuk (26,43%). The highest salinity were found at sub districts of Labuhan Deli and Hamparan Perak, while middle salinity at sub district of Percut Sei Tuan, while of district of Pantai Labu the salinity were from low level to middle. Base on the analysis of the vegetation closeness and canopy width, the condition of coastal region of Deli Serdang regency mangroves were destroyed.</jats:p
Analisis Kekalahan Pasangan Independen Sri Merditomo-karsidi Dalam Pemilukada 2011 Di Kabupaten Pati
Variety of changing in the Regent-election system since the introduction of the reformagenda is table to compel the stake-holders in a choise to make several adjustments to thechanges. The stakeholders include the candidate who participate, the success-team, and thepolitical parties that are used as the political vehicle for the candidate. This study focuses onthe political strategies of candidates and the success of the team in a competitive election.The success of a political contestation cannot be separated from the political strategyby each party. Good political strategy must be created and compiled based on the modernconcept and developments. The modern concept of political strategy has several phases thatmust be addressed, namely the situation analysis phase, the formulation phase,implementation phase, the phase of monitoring and evaluation. To that end, candidates,success-team, and political party must have skill in carrying out the various stage, in order togain political support from the community effectively and efficiently. There were six pairscandidates during the election of head regional in 2011. Among those six, one independentcandidate got the highest vote.This purpose of this study is to explain the political strategies used by Sri Merditomo-Karsidi in the election of head regional in Pati.The strategy was already planned very often still have to undergo a change in the implementation phase. The roles of alternative strategies are needed. Sometimes, the candidates and the success-team should be forced to be pragmatic for a political victory. Pragmatism is often becoming a determining factor for the success of a strategy. Consideration of last-minute swing voters and the band wagon effect, become the factor of motivation of the candidates and his success-team to be pragmatic. In fact, various commitments had to be ignored for the pragmatic considerations
Synergistic combination of fluoro chalcone and doxorubicin on HeLa cervical cancer cells by inducing apoptosis
Pengaruh Pemberian Infusa Umbi GadungPenurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih
Abstrak
Gadung (Discorea hispida Dennst), merupakan salah satu tanaman tradisional yang telah diketahui mampu untuk obat antidiabet alternatif, namun secara experimental belum memberikan bukti. Penelitian inl bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa umbi gadung (Dioscorea hispida Dentist) terhadap penurunan kadar gula darah tikus diabetes yang diinduksi Aloksan.
Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak menggunakan tikus putih jantan, galur wistar, umur 2-3 bulan, berat badan 140-280 gram. Semua tikus dibuat diabetes dengan menggunakan Aloksan 150 mg/kg BB secara intra peritonial. 20 ekor tikus dibagi dalam 4 group, tiap group terdiri dari 5 ekor tikus. Group I : sebagai kontrol positif diberikan insulin 12,6 IU/kg BB sub cutan, group II : kontrof negatif yang diberi aqua dest 5 mL/kg BB per oral, group III : diberikan infusa umbi gadung sebesar 630 mg/kg BB, dan group IV : diberi infusa umbi gadung dengan dosis 1260 mg/kg BB per oral. Hasil penelitian kadar gula darah dianalisis dengan ANOVA 2 jalan (
