689 research outputs found
ANALISIS KOMPOSISI PADUAN SUARA PADA LAGU GAYATRI KARYA BAGUS SATRIO UTOMO
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui komposisi lagu Gayatri karya Bagusm Satrio Utomo yang digunakan dalam paduan suara yang mencakup irama, melodi, harmoni, bentuk, dan penggunaan tanda dinamik.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana hasil analisis lagu disajikan secara narasi. Objek penelitian adalah partitur lagu Gayatri karya Bagus Satrio Utomo. Analisis lagu ditinjau dari irama, melodi, harmoni, bentuk, dan penggunaan tanda dinamik. Dalam pengumpulan data dilengkapi dengan studi kepustakaan, wawancara, dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan, sejak Januari - Desember 2021, bertempat di kediaman rumah peneliti. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, dan Kesimpulan. Dalam uji keabsahan data menggunakan Teknik Triangulasi yang dilakukan dengan pencipta lagu Gayatri.
Hasil analisis lagu Gayatri karya Bagus Satrio Utomo menunjukkan penggunaan ad libitum untuk irama; sedangkan gaya melodi menggunakan 8 motif. Hasil analisis harmoni menunjukkan penggunaan berbagai akor seperti mayot, minor, chord extension, altered chord, dan suspended chord; sedangkan bentuk lagu adalah fantasia. Penggunaan tanda dinamik yang cukup lengkap menguatkan interpretasi lagu yang menggambarkan mantra agama Hindu. Hasil analisis interpretasi juga menunjukkan bahwa lagu Gayatri karya Bagus Satrio Utomo termasuk dalam klasifikasi musik sakral dengan penggunaan produksi suara spoken or speaking with rhythmic indications only dan menggunakan ritmis kecak Bali.
The purpose of this study was to determine the composition of the Gayatri song by Bagus Satrio Utomo used in the chorus which includes rhythm, melody, harmony, form, and the use of dynamic signs.
The research method used s descriptive qualitative research method, where the result of song analysis are presented in a narrative manner. The object of the research is the score of the Gayatri song by Bagus Satrio Utomo. Song analysis is viewed from rhythm, melody, harmony, form, and use of dynamic signs. In collecting data, it is equipped with literature study, interviews, and documentation studies. The instument used is the researcher himself. The time of this research was carried out for 12 months, from January to December 2021, at the residence of the researcher. While the data analysis techniques used are Data Reduction, Data Presentation, and Conclusions. In testing the validity of the data using the Triangulation Technique which was carried out with the songwriter Gayatri.
The results of the analysis of the song Gayatri by Bagus Satrio Utomo show the use of ad libitum for rhythm; while the melodic style uses 8 motifs. The result of the harmony analysis show the use of various chords such as major, minor, chord extension, altered chord, and suspended chord; while the form of the song is fantasia. The use of dynamic signs that are quite complete strengthen the interpretation of songs that describe Hindu religious mantras. The result of the interpretation analysis also show that the Gayatri song by Bagus Satrio Utomo is included in the classification of sacred music by using spoken or speaking sound production with rhythmic indications only and using Balinese kecak rhythmic.
Keywords: Gayatri, Song Analysis, Bagus Satrio Utom
POLITIK BUDI UTOMO : DARI MODERAT KE RADIKAL (1918-1920)
Skripsi yang berjudul “Politik Budi Utomo : Dari Moderat Ke Radikal (1918-
1920)” mengkaji tentang sejarah sosial politik yang berkaitan dengan dinamika
organisasi Budi Utomo pada masa pergerakan nasional. Penelitian skripsi ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas terkait kiprah organisasi
Budi Utomo di ranah politik dan radikal selama periode 1918-1920 khususnya dalam
pembelajaran sejarah di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini
adalah metode sejarah, yakni terdiri dari pengumpulan sumber, verifikasi/kritik
sejarah, intepretasi, dan historiografi. Dalam tahap pengumpulan sumber penulis
mengumpulkan sumber penulisan baik sumber primer semisal surat kabar sezaman
dan arsip milik Pemerintah Hindia-Belanda dan Budi Utomo pada periode 1908-1920
dan juga sumber sekunder seperti buku. Setelah data terkumpul, data tersebut
diverifikasi secara kritik intern maupun ekstern. Setelahnya adalah interpretasi fakta
dalam rangka menafsirkan berbagai sumber yang telah diuji keakuratannya. Hingga
pada tahap akhir dilakukan penulisan dalam bentuk skripsi. Penelitian ini disajikan
secara deskriptif analisis dengan menggunakan teori perilaku kolektif. Penggunaan
teori tersebut akan memberikan penjelasan yang lebih mendalam hingga ke struktur-
struktur kecil dalam organisasi Budi Utomo terkait bagaimana sikap anggota Budi
Utomo dalam mempengaruhi kebijakan para pimpinan Budi Utomo.
Kajian dalam skripsi ini membahas tentang bagaimana Budi Utomo mengalami
perubahan sikap selama periode 1918-1920 dari moderat menjadi radikal terhadap
pemerintah Hindia Belanda. Kiprah radikal tersebut dilakukan Budi Utomo pada
arena Volksraad dengan bergabung ke dalam Radicale Concentratie sebagai sarana
politik untuk mengkritik kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Penelitian ini
menjelaskan secara kronologis bagaimana Budi Utomo berkiprah dalam bidang politik dan mengalami perubahan sikap dari moderat menjadi radikal akibat empat
faktor. Empat faktor tersebut antara lain : sikap reaktif Budi Utomo terhadap
kebijakan politik kolonial yang semakin bertentangan dengan politik etis, fokus
organisasi yang berupaya untuk mencari massa justru membuat unsur yang lebih
radikal di dalam Budi Utomo mendapat pengaruh yang lebih besar, pergeseran
kepemimpinan Budi Utomo dari kalangan istana Pakualaman (Yogyakarta) ke
Kasunanan (Surakarta) dan yang terakhir kedekatan ideologi salah satu pimpinan
Budi Utomo yaitu Dwidjosewodjo dengan tokoh-tokoh sosialis Belanda.
Meskipun perubahan sikap yang dialami Budi Utomo dari moderat ke radikal
tidak berlangsung lama karena Budi Utomo memutuskan keluar dari Radicale
Concentratie tahun 1920, tapi periode dua tahun menjadi radikal tersebut membawa
berbagai pengaruh di bidang sosial politik bagi perkembangan organisasi khususnya
setelah tahun 1920-an. Dua dampak sosial politik dari perubahan sikap yang dianut
oleh Budi Utomo yaitu orientasi organisasi yang semakin radikal dan revolusioner
setelah tahun 1920 serta menurunnya pamor Budi Utomo di masyarakat. Dua dampak
tersebut membuat Budi Utomo kehilangan semangat serta jati diri organisasi dan
akhirnya Budi Utomo dibubarkan akibat fusi ke dalam Partai Indonesia Raya
(Parindra) tahun 1935.
The research entitled "Politics Budi Utomo: From Moderate to Radical (1918-
1920)" examines the socio-political history associated with Budi Utomo's dynamical
organization during the national movement era in Dutch East Indies. This research
aims to provide a broader understanding of Budi Utomo's organizational gait in the
political and radical realm during the period 1918-1920, especially in the historical
learning at school. The research method used in this study is the historical method,
which consists of source collection, historical verification / critique, interpretation,
and historiography. In the collection source stage the authors collect the source of the
writing both primary sources such as contemporary and archival newspapers of the
Dutch East Indies Government and Budi Utomo during 1908-1920 period as well as
secondary sources such as books. Once the source is collected, the source is verified
internally or externally. Thereafter is the interpretation of facts in order to interpret
the various sources that have been tested for its accuracy. Until the final stages of
writing in the form of a research. This research presented descriptive analysis by
using theory of collective behavior. The use of the theory will provide a more
profound explanation to the small structures in the organization Budi Utomo related
to how the attitude of members of Budi Utomo in influencing the policy of the
leaders of Budi Utomo.
The study in this research discusses how Budi Utomo experienced a change of
attitude during the 1918-1920 period from moderate to radical against the Dutch East
Indies government. Radical gait is done Budi Utomo in the arena of the Volksraad by
joining the Radicale Concentratie as a political means to criticize the policy of the
Dutch East Indies government. This research explains chronologically how Budi
Utomo works in politics and changes attitude from moderate to radical due to four factors. The four factors are: Budi Utomo's reactive attitude towards colonial political
policy which is increasingly contradictory with ethical politics, the focus of the
organization that seeks to search for the masses actually makes the more radical
elements within Budi Utomo get greater influence, the shift of leadership of Budi
Utomo from Palace Pakualaman (Yogyakarta) to Kasunanan (Surakarta) and the last
ideological proximity of one of the leaders of Budi Utomo is Dwidjosewodjo with
Dutch socialist figures.
Although Budi Utomo's moderate-to-radical attitude change did not last long
because Budi Utomo decided to leave Radicale Concentratie in 1920, but the two-
year period of being radical brought various social-political influences for
organizational development especially after the 1920s. Two socio-political impacts of
Budi Utomo's change of attitude were the increasingly radical and revolutionary
organizational orientation after 1920 and the decline of Budi Utomo's prestige in
society. Two of these impacts made Budi Utomo lose spirit and the identity of the
organization and finally Budi Utomo dissolved due to fusion into the Partai Indonesia
Raya (Parindra) in 1935
Potensi Penerapan Produksi Bersih Di Peternakan Sapi Perah Cv. Margo Utomo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi
CV. Margo Utomo merupakan agrowisata yang bergerak dalam bidang peternakan, perhotelan, dan perkebunan
Potensi Penerapan Produksi Bersih pada Proses Pembuatan Keju Mozzarella di Margo Utomo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi
.
Margo Utomo merupakan kawasan agrowisata yang bergerak dalam bidang
peternakan, perhotelan, dan perkebunan. Salah satu produk yang dihasilkan dari
kegiatan peternakan adalah keju. Keju adalah salah satu hasil olahan susu yang
merupakan protein susu yang digumpalkan. Jenis keju yang diproduksi Margo
Utomo adalah keju mozzarella. Pembuatan keju mozzarella melibatkan
penggumpalan dengan pengasaman susu. Gumpalan susu yang dihasilkan
diproses lebih lanjut menjadi keju sedangkan cairan whey menjadi limbah.
Produksi keju Margo Utomo setiap minggu menghasilkan sekitar 30 kg dan
limbah whey yang dihasilkan sekitar 270 kg. Limbah whey sebagian digunakan
sebagai campuran minuman anak sapi dan sekitar 75% dibuang langsung ke
lingkungan sekitar tanpa adanya penanganan terlebih dahulu. Limbah whey
mengandung BOD yang tinggi sehingga rentan terhadap bakteri yang
mengakibatkan pembusukan apabila tidak segera didaur ulang
Analisis Investasi Penerapan Green Supply Chain Management (GSCM) pada Produksi Susu (Studi Kasus di CV. Margo Utomo, Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi)
Kabupaten Banyuwangi adalah daerah di Jawa Timur yang memiliki sektor
peternakan cukup besar. Salah satu jenis peternakan di Kabupaten Banyuwangi
adalah sapi perah. Menurut Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, produksi susu
sapi perah di Kabupaten Banyuwangi mencapai 1.827.877 kg pada tahun 2015
dan meningkat pada tahun 2016 yang mencapai 1.948.655 kg (Dinas Peternakan,
2016). CV. Margo Utomo Eco Resort adalah salah satu tempat yang menjual susu
segar maupun susu olahan. CV. Margo Utomo Eco Resort adalah tempat yang
menjual susu segar dan susu olahan. Margo Utomo terletak di Kecamatan
Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Pada setiap proses produksi susu, tercipta
beberapa rantai pasok mulai dari pengadaan bahan baku, pemerahan susu sapi,
pengolahan susu, pemasaran produk susu, serta limbah yang dihasilkan. Tujuan
dari penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis investasi pada penerapan GSCM
di CV. Margo Utomo Eco Resort Kabupaten Banyuwangi dan melakukan analisis
lingkungan pada upaya penerapan GSCM di CV. Margo Utomo Eco Resort
Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu:
melakukan identifikasi masalah dengan observasi lapang, pengumpulan data
sekunder dan primer, melakukan analisis jumlah pencemaran pada rantai pasok
produksi susu, dan melakukan analisis investasi. Berdasarkan perhitungan yang
telah dilakukan, didapatkan hasil yaitu: penggunaan air untuk pembersihan
kandang sebesar 3600L, pakan yang diberikan berjumlah 2265,57kg, pemerahan
susu menghasilkan susu 550L, penggunaan air untuk pencucian alat sebesar 250L.
Kemudian untuk penilaian indikator lingkungan menggunakan 13 indikator dan
menghasilkan skor 30 dan tergolong cukup yang artinya, CV. Margo Utomo telah
menerapkan sebagian besar konsep GSCM di sepanjang rantai pasok proses
produksi susu. Kemudian untuk hasil perhitungan jumlah pencemaran pada rantai
pasok produksi susu, diperoleh hasil yaitu: limbah pembersihan kandang memiliki
nilai BOD5 sebesar 1.140 mg/L, COD sebesar 10.400 dan beban pencemaran
sebesar 22,80 kg/ton. Sedangkan untuk limbah pencucian alat pengolah susu
memiliki nilai BOD5 sebesar 2.000 mg/L, COD sebesar 12.100 dan beban
pencemaran sebesar 80 kg/ton dan semuanya masih melebihi ambang batas baku
mutu limbah cair. Untuk perhitungan data ekonomi, diperoleh nilai NPV sebesar
Rp.2.723.162.185, IRR 36,99%, dan B/C rasio sebesar 1,48 dan dapat
disimpulkan bahwa nilai NPV lebih besar dari nol, IRR lebih besar dari suku
bunga bank yaitu sebesar 10%, dan B/C rasio lebih besar dari 1 sehingga CV.
Margo Utomo Eco Resort dikatakan layak secara ekonomi
Peralihan Pekerjaan Dari Petani Karet Menjadi Karyawan di Perkebunan Kelapa Sawit PT Evans Lestari (Studi Kasus Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan)
ABSTRAK
Moch. Bagus Priyo Utomo. BP 1910821020. Jurusan Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Andalas. Padang 2023. Judul “Peralihan Pekerjaan Dari Petani Karet Menjadi Karyawan di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus Desa Lubuk Ngin Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan)”.
Sektor pertanian sangat penting dalam perekonomian masyarakat pedesaan terutama sub sektor perkebunan, beralihnya masyarakat petani karet menjadi karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Lubuk Ngin dilatarbelakangi dengan pendapatan hasil petani karet yang tidak mencukupi kebutuhan ekonomi. Adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit memberikan pengaruh yang besar terhadap perekonomian masyarakat di Desa Lubuk Ngin akibatnya banyak lahan masyarakat petani karet di Desa Lubuk Ngin di masukan ke perusahaan perkebunan.
Tujuan Penelitian ini mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi yang awalnya petani karet kemudian menjadi karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peralihan yang awalnya petani karet kemudian menjadi karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan analisis data. Sedangkan, teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perubahan dalam kondisi ekonomi yang awalnya petani karet kemudian beralih menjadi karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit hal ini bisa dilihat dari pendapatan, tingkat kesehatan keluarga, tingkat pendidikan, dan kondisi tempat tinggal, beralihnya pekerjaan ini juga menunjukan berubahnya kondisi sosial dilihat dari status sosial, hubungan sosial, dan nilai sosial. Peralihan ini dipengaruhi faktor internal dan eksternal diantaranya, mencari pengalaman kerja baru, keterampilan dan keahlian yang dimiliki, faktor umur dan fisik, tingkat kebutuhan keluarga, melihat yang telah bekerja hidupnya jauh lebih sejahtera, pendapatan jauh lebih besar, jaminan sosial yang diberikan, status kerja yang didapatkan, dan ganti rugi yang besar dan tidak menghilangkan atas nama kepemilikan lahan mereka.
Kata Kunci : peralihan, petani karet, karyawan, sosial, ekonomi
POTENSI PENERAPAN PRODUKSI BERSIH DI PETERNAKAN SAPI PERAH CV. MARGO UTOMO KECAMATAN KALIBARU KABUPATEN BANYUWANGI
CV Margo Utomo dairy farm has approximately 99 cows. Livestock activities include feeding, cage cleaning, milking and livestock bathing. High feed and water requirements resultes high amounts of waste feed and waste produced. If wastewater discharged into channel, it could cause water pollution and could reduce environment. There were two types of waste water. The wastewater that disposed directly wastewater in to channel and the wastewater that settled in basin for three days. Steps of this research included field observation, secondary and primary data collection, problem identification, clean production alternatives identification, feasibility analysis and alternative selection based on priority scale of alternative clean production actions. Feasibility analysis includes technique, environment and economy. Assessment of feasibility based on assessment indicators in the form of questionnaires. This study used NPV, IRR, B / C Ratio, and PBP. There were three alternatives based clean production, that could be applied at the CV. Margo Utomo, such as biogas, water recycle , and cleaning pool for cows. Based on these alternatives, biogas was a best priority to applied in the CV. Margo Utomo dairy farm.
Keywords: biogas, clean production, dairy farm, wastewate
Potensi Penerapan Produksi Bersih di Peternakan Sapi Perah CV. Margo Utomo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi (Potential of Clean Production Implementation at The CV. Margo Utomo Dairy Farm, Kalibaru Sub-district, Banyuwangi Regency)
CV Margo Utomo dairy farm has approximately 99 cows. Livestock activities include feeding,
cage cleaning, milking and livestock bathing. High feed and water requirements resultes high
amounts of waste feed and waste produced. If wastewater discharged into channel, it could cause
water pollution and could reduce environment. There were two types of waste water. The wastewater
that disposed directly wastewater in to channel and the wastewater that settled in basin for three
days. Steps of this research included field observation, secondary and primary data collection,
problem identification, clean production alternatives identification, feasibility analysis and
alternative selection based on priority scale of alternative clean production actions. Feasibility
analysis includes technique, environment and economy. Assessment of feasibility based on assessment
indicators in the form of questionnaires. This study used NPV, IRR, B / C Ratio, and PBP. There were
three alternatives based clean production, that could be applied at the CV. Margo Utomo, such as
biogas, water recycle , and cleaning pool for cows. Based on these alternatives, biogas was a best
priority to applied in the CV. Margo Utomo dairy farm
Analisa Hasil Karya Anak Sekolah Dasar Kelas Rendah (Kelas 1 – Kelas 3)SDN Sidorahayu 03 Wagir Malang Pada Kegiatan Menggambar Ikan
ABSTRAK Utomo, Bagus P. 2016. Analisa Hasil Karya Anak Sekolah Dasar Kelas Rendah (Kelas 1 – Kelas 3)SDN Sidorahayu 03, Wagir, Malang Pada Kegiatan Menggambar Ikan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ida Siti Herawati, M. Pd, (II) Drs. Andi Harisman. Kata Kunci: Analisa, Gambar Anak, Gambar Ikan, SDN Sidorahayu 03, Wagir, Malang. Menggambar merupakan kegiatan menuangkan perasaan dan ide kedalam bentuk visual, pada usia sekolah dasar kegiatan menggambar merupakan kegiatan yang mewadahi untuk menyalurkan ekspresi. Hasil gambar anak memiliki ciri yang berbeda dengan orang dewasa karena pada masanya anak cenderung menggambarkan apa yang mereka lihat dan mereka alami tanpa adanya pemikiran hasil karya mereka sebagai bentuk karya untuk kegiatan komersil. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal yang mencakup hasil gambar anak SD kelas rendah dalam menggambar ikan yang antara lain berupa: (1) bentuk penggambaran objek ikan,(2) bentuk objek pelengkap,(3) ukuran ikan,(4) arah, (5) komposisi yang ada pada hasil gambar anak kelas rendah SDN Sidorahayu 03. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskriptif, dimana data diperoleh melalui pengamatan yang mendalam pada hasil karya anak kelas rendah pada kegiatan menggambar ikan. pada proses pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi teori, dimana teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan pembanding, guna menunjang penjelasan yang sudah ada, sesuai dengan temuan. Tahap penelitian yang digunakan adalah persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) penggambaran objek ikan pada kelas 1,2 dan 3 berupa ikan dengan garis lengkung, ikan dengan bentuk bidang dasar, ikan dengan penggambaran bentuk realis (bagian tubuh lengkap). (2) objek pelengkap berupa gambar tumbuhan dasar air, hewan laut, benda langit, manusia, burung, bebatuan. (3) arah ikan kanan, kiri, atas, bawah dan campuran. (4) ukuran objek ikan besar, sedang dan kecil. (5) komposisi hasil karya anak simetris & asimetris. Komposisi asimetris merupakan komposisi yang ada pada karya anak kelas rendah. (6)jumlah ikan antara lain ikan tunggal, ikan berpasangan dan ikan berkelompok. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan perlu adanya bentuk apresiasi dan dukungan yang mendalam akan hasil karya anak sehingga anak akan merasa percaya diri akan hasil karya mereka sehingga mereka akan cenderung mengembangkan hasil karya mereka. Variasi cara mengajar guru dalam mengajarkan anak menggambar ikan harus bervariatif. Disarankan pula untuk peneliti lain memperdalam penelitiannya yang terkait dengan gambar anak sehingga pengetahuan tentang gambar anak khususnya gambar bertema ikan akan semakin luas dan berkembang seiring dengan munculnya temuan-temuan yang baru pada era-era selanjutnya
Pengaruh Latihan Circuit Training terhadap Peningkatan Volume Oksigen Maksimal (VO2 Maks) pada Atlet di PB Speed Tembokrejo Muncar Banyuwangi
ABSTRAK Utomo, Bagus Dwi Wahyu. 2014. Pengaruh Latihan Circuit Training terhadap Peningkatan Volume Oksigen Maksimal (VO2 Maks) pada Atlet di PB Speed Tembokrejo Muncar Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes dan (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S. Kata Kunci: Latihan circuit training, test multistage, volume oksigen maksimal. Ketatnya kompetisi dan padatnya jadwal latihan yang diikuti oleh klub PB Speed Tembokrejo Muncar Kab. Banyuwangi, menyebabkan para atlet dituntut untuk selalu memiliki kondisi fisik yang prima. Salah satu kriteria dari kondisi fisik yang prima adalah VO2 maks yang baik. Sehingga peneliti menawarkan suatu latihan yang cukup untuk mempersiapkan diri menjelang kompetisi dalam waktu kurang lebih 2 bulan yaitu dengan menerapkan latihan circuit training.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan volume oksigen maksimal melalui latihan circuit training. Jenis-jenis latihan circuit training dalam setiap pos adalah (1) pos I, melakukan latihan squat jump,(2) pos II, melakukan back up mengangkat togok, (3) pos III, melakukan latihan push up, (4) pos IV melakukan latihan sit up,(5) pos V melakukan latihan loncat kedua paha didekatkan ke dada, (6) pos VI melakukan latihan back up mengangkat tungkai, (7) pos VII melakukan latihan squat trush, (8) pos VIII melakukan latihan berbaring telentang angkat tungkai, (9) pos IX, melakukan latihan kelincahan (shuttle run). Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra-eksperimental. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, catatan dilapangan dan tes. Tes yang digunakan adalah tes multi tahap. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 anak dengan rentang usia 11-14 tahun di klub PB Speed Tembokrejo Muncar Kab. Banyuwangi.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji-t.Pada pengukuran awal (pre-test) daya tahan aerobik (VO2 maks) terendah sebesar 29,96 dan daya tahan aerobik (VO2 maks) tertinggi sebesar 36,4 dengan rata-rata 33,211. Sedangkan pada pengukuran akhir (post-test) daya tahan aerobik (VO2 maks) terendah sebesar 32,9 dan daya tahan aerobik (VO2 maks) tertinggi sebesar 36,4 dengan rata-rata 36,927.Dari hasil uji t dengan tingkat signifikansi 5% dan db = N-1 = 29 diperoleh nilai sig (one taled) Pvalue = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 dan nilai thitung = 10,817 > ttabel (1,699). Jadi Ho ditolak, pemberian latihan circuit training berpengaruh siginifikan terhadap peningkatan kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks).Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa latihan circuit training berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks)
- …
