1,721,359 research outputs found
ANALISIS PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA PADA PT. BANK NAGARI CABANG UTAMA PADANG
Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih profesional. Dengan bertambahnya pesaing disetiap saat, baik pesaing yang berorientasi lokal maupun pesaing yang berorientasi international (multinational corporation), maka setiap perusahaan harus berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, juga harus ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.
Kinerja perusahaan terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan (M.Hanafi, 2005:40)
Dalam upaya meningkatkan produktivitas setiap perusahaan akan bergerak untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Untuk itu setiap perusahan harus melakukan pengukuran dengan skala-skala yang ditetapkan oleh pihak manajemen melalui efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya perusahaan agar memperoleh keuntungan (Profit).
Kinerja merupakan suatu prestasi yang sudah dicapai organisasi. Banyak alat yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan suatu organisasi, diantaranya ROI, ROA, ROE dan lainnya yang merupakan bagian dari rasio profitabilitas. Profitabilitas secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Laba yang dimaksud berupa hasil yang didapat dari kegiatan operasional perusahaan dan menjadi tolak ukur dalam menentukan kinerja manajemen perusahaan.
Manajemen perusahaan dapat dikatakan sukses jika perusahaan berhasil mencapai keuntungan/laba sesuai yang direncanakan, bahkan jika memungkinkan semaksimal mungkin. Seperti dijelaskan sebelumnya, ratio profitabilitas merupakan salah satu ratio untuk mengukur kinerja keuangan. Menurut (Dermawan dan Djahotman, 2013), Rasio profitabilitas merupakan pengukuran kemampuan dalam memperoleh laba dengan menggunakan aset atau modal perusahaan. Pengukuran dengan rasio profitabilitas ini sangat penting karena dapat mengukur seberapa besar profit/laba yang telah dihasilkan perusahaan.
Selain manajemen yang baik, dalam suatu perusahaan juga memerlukan analisis terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah keuangan perusahaan serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Melalui analisis laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan dan kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan. Selain berguna bagi perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan lain seperti kreditor, investor dan pemerintah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.
Didalam dunia perbankan, bank memiliki peranan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi. Bank merupakan salah satu mata rantai yang digunakan untuk mempercepat pembangunan. Setelah ditetapkannya undang-undang no.10 tahun 1998 mengenai perubahan atas undang-undang No.7 tahun 1992 tentang perbankan, peranan perbankan dalam peningkatan perekonomian menjadi meningkat, hal ini terlihat dengan masuknya perbankan kedalam dunia bisnis sampai kedaerah pedesaan.
Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai salah satu bank yang ada pada sistem perbankan nasional memiliki fungsi dan peran yang signifikan dalam konteks pembangunan ekonomi regional karena BPD mampu membuka jaringan pelayanan di daerah-daerah dimana secara ekonomis tidak mungkin dilakukan oleh bank swasta.
Undang-Undang No. l3 tahun 1962 tentang asas-asas Ketentuan Bank Pembangunan Daerah mengatakan bahwa BPD berkerja sebagai pengembangan perekonomian daerah dan menggerakkan pembangunan ekonomi daerah untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta menyediakan pembiayaan keuangan pembangunan di daerah, menghimpun dana serta melaksanakan dan menyimpan kas daerah (pemegang / penyimpanan kas daerah) disamping menjalankan kegiatan bisnis perbankan (Hasan, Anuar, dan Ismail 2010). Sementara itu KEPMENDAGRI No. 62 Tahun 1999 tentang pedoman organisasi dan tata kerja bank pembangunan daerah pasal 2 juga mengatakan bahwa BPD dibangun adalah untuk mengembangkan perekonomian dan menggerakkan pembangunan daerah melalui kegiatan BPD sebagai Bank.
Salahsatunya PT Bank Nagari yang merupakan bank daerah yang ada di Sumatera Barat dan merupakan salah satu bank yang peduli terhadap kebutuhan nasabah, terbukti dengan keberadaannya sampai pelosok daerah dengan nama yang sudah dikenal baik serta dipercaya oleh masyarakat dalam menyalurkan dana mereka berupa pengkreditan, menarik para investor untuk menanamkan modalnya terhadap produk yang telah mereka tawarkan berupa giro, tabungan dan deposito, serta jenis jasa-jasa lainnya. Hasil dari kegiatan penyaluran dan penanaman dana tersebut merupakan kinerja bank yang salah satunya adalah laporan keuangan
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT. CITRACITI PACIFIK (PLAZA CITRA) PEKANBARU
ABSTRAK
PENGARUH KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWANPADA PT CITRACITI PACIFIK
(PLAZA CITRA) PEKANBARU
ANGGUN UTAMI PUTRI
NIM. 12070124302
Penelitian ini dilakukan di PT. Citraciti Pacifik (Plaza Citra) Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi finansial dan kepuasan kerja terhadap disiplin kerja karyawan pada PT. Citraciti Pacifik (Plaza Citra) Pekanbaru. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan PT. Citraciti Pacifik plaza citra. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Metode analisis data yang digunakan adalah metode regresi linear berganda dan menggunakan Program SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Kompensasi Finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja sedangkan secara simultan memiliki pengaruh kompensasi finansial dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja pada PT. Citraciti Pacifik (Plaza Citra) Pekanbaru. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kompensasi finansial dan kepuasan kerja terhadap disiplin kerja sebesar 52,3% sedangkan sisanya 47,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Kompensasi Finansial, Kepuasan Kerja, dan Disiplin Kerj
PENGARUH PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN KELUARGA, GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LEVERAGE TERHADAP TAX AVOIDANCE (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2015-2019)
ABSTRAK
PENGARUH PROFITABILITAS, KEPEMILIKAN KELUARGA, GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LEVERAGE TERHADAP TAX AVOIDANCE
(Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2015-2019)”
Oleh :
SYIFA UTAMI PUTRI
NIM. 11673201042
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh dari profitabilitas, kepemilikan keluarga, good corporate governance dan leverage terhadap tax avoidance pada perusahaan sector keuangan (finance) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sector keuangan (finance). Sampel dalam penlitian ini adalah perusahaan sector keuangan (finance) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019. Metode pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 perusahaan. Metode analisis data yang digunakan dengan metode statistic program pengolah data eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh negative dan siginifikan terhadap tax avoidance. Kepemilikan keluarga dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Kualitas Audit dan leverage berpengaruh signifikan terhadapI tax avoidance.
Kata Kunci : Profitabilitas, Kepemilikan Keluarga, Good Corporate Governance, Kepemilikan Institusional, Kualitas Audit, Leverage, Tax Avoidance
KOMUNIKASI POLITIK DPRD KOTA PADANG DALAM MENYALURKAN ASPIRASI PEDAGANG BERKAITAN DENGAN PEMBANGUNAN PASAR INPRES (I-IV) DI KOTA PADANG
ABSTRAK
WENNI UTAMI PUTRI, 0810832020, Jurusan Ilmu politik FISIP Universitas Andalas Padang, judul Skripsi : Komunikasi Politik DPRD Kota Padang Dalam Menyalurkan Aspirasi Pedagang Berkaitan Dengan Pembangunan Pasar Inpres (I-IV) Di Kota Padang.
Penelitian ini bertujuan mendeskrisikan bagaimana proses komunikasi politik DPRD Kota Padang dalam menyalurkan aspirasi pedagang berkaitan dengan pembangunan Pasar Inpres (I-IV) Di kota Padang dan bagaimana bentuk komunikasi politik DPRD Kota Padang dalam menyalurkan aspirasi pedagang berkaitan dengan pembangunan Pasar Inpres (I-IV) Di Kota Padang . Penelitian berawal dari kebijakan rehabilitasi dan rekontruksi pembangunan Pasar Inpres yang merugikan pedagang Pasar Raya, sehingga pedagang menyampaikan aspirasi mereka ke DPRD Kota Padang , namun DPRD belum optimal dalam melakukan komunikasi dan memperjuangkan aspirasi pedagang Pasar Inpres.
Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah unsur-unsur komunikasi politik Havied Cangara dan bentuk komunikasi politik Dan Nimmo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling, unit analisa menggunakan unit analisa lembaga, menggunakan data primer dan sekunder dengan uji keabsahan data triangulasi sumber data serta analisis data menggunakan etik dan emik.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komunikasi politik yang digunakan DPRD Kota Padang dalam menyalurkan aspirasi pedagang menggunakan komunikasi interpersonal yaitu tatap muka dan dialog. Unsur-unsur komunikasi politik memenuhi dari penelitian ini. Tatap muka dan dioalog adalah cara efektif bagi DPRD Kota Padang untuk menyalurkan aspirasi pedagang. Adapun kendala komunikasi politik yaitu kurangnya pengetahuan pedagang tentang penataan bangunan pasar, kecemburuan sosial, konsistensi Pemerintah Daerah, serta kurangnya kepercayaan pedagang kepada DPRD. Wajar jika kebijakan ini tidak selesai dikarenakan di satu sisi pedagang banyak meminta aspirasi mereka dipenuhi dan disisi lain ada tarik menarik kepentingan anggota dan pemerintah daerah.
Kata Kunci : Komunikasi Politik, Unsur-Unsur Komunikasi Politik, Tatap Muka dan dialo
Manajemen Penyiaran I.Radio Medan Dalam Meningkatkan Minat Mendengar
Radio merupakan salah satu media yang efektif bagi masyarakat karena
jangkauannya yang luas dan dapat menembus berbagai lapisan masyarakat. Radio
sering ditempatkan sebagai media yang dapat menemani kegiatan sehari-hari para
pendengarnya. Melalui radio dihidangkan program siaran antara lain: hiburan,
iklan, berita, dan informasi-informasi lainnya yang tentu saja ditujukan selain
untuk menghibur tetapi pula untuk memberikan informasi dan edukasi kepada
pendengarnya. Sebuah stasiun radio tidak hanya bersaing dengan sesama radio,
namun juga bersaing dengan media yang lain seperti televisi, surat kabar, dan
majalah. Radio bisa digunakan sebagai sarana penyampaian informasi yang ingin
di ketahui oleh publik.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori komunikasi,
komunikasi massa, manajemen penyiaran, media massa, radio dan minta.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, infroman dalam
penelitian ini yakni Program Coordinator di I.Radio Medan. Teknik
pengumpulan data pada penelitian yakni melalui metode wawancara dan observasi
di lokasi penelitian. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan yaitu analisis
data deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di lapangan, pola manajemen
penyiaran pada I.Radio Medan merupakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh
manajemen I.Radio pusat akan tetapi I.Radio Medan tetap diberikan kebebasan
dalam menentukan materi siaran, penentuan penyiar dan menjalankan event baik
itu on air maupun off air dengan tetap berkordinasi dan diskusi dengan
manajemen pusat. Manajemen I.Radio Medan dalam menentukan program radio,
materi siaran dan penyiar disesuaikan kepada segmentasi pendengar yang ada
pada I.Radio Medan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
ANALISIS AKTIVITAS BELAJAR SISWA YANG MEMANFAATKAN LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI BIOTEKNOLOGI KELAS XII IPA SMA NEGERI 1 TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Tri Nur Utami Putri, 17208153073, 2019. Analisis Aktivitas Belajar Siswa
Yang Memanfaatkan Laboratorium Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada
Materi Bioteknologi Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Tulungagung. SKRIPSI
Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Pembimbing: Dr. H. Syamsun Ni’am, M.Pd
Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Laboratorium, Bioteknologi.
Didalam proses pembelajaran diperlukan aktivitas belajar, sebab pada
prinsipnya belajar adalah berbuat untuk mengubah tingkah laku, menjadi
melakukan sebuah kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah
sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang paling penting di dalam
interaksi pembelajaran. Laboratorium merupakan tempat proses belajar mengajar
dengan aktivitas praktikum yang melibatkan interaksi antara peserta didik,
peralatan, dan bahan. Melalui kegiatan praktikum di laboratorium diharapkan
peserta didik dapat mempelajari, memperoleh pemahaman, dan pengalaman
langsung mengenai sifat, rahasia, dan gejala – gejala alam kehidupan yang tidak
dapat dijelaskan secara verbal. Selain peran yang telah disebutkan diatas, sebagai
sumber belajar Laboratorium juga memiliki peran penting yang bermanfaat dalam
pencapai tiga tujuan pembelajaran, yaitu: (1) Keterampilan Kognitif, (2)
Keterampilan Afektif, dan (3) Keterampilan Psikomotorik. Bioteknologi adalah
cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus,
dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses
produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang
memanfaatkan laboratorium pada materi bioteknologi di kelas XII IPA 1 dan 4
SMA Negeri 1 Tulungagung.
Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode
penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi
penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Tulungagug, sebagai sumber data guru dan 6
orang siswa yaitu 3 laki-laki dan 3 perempuan dari kelas XII IPA 1 dan 4 SMA
Negeri 1 Tulungagung tahun ajaran 2018/2019. Prosedur pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, pemberian angket, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menerapkan pembelajaran
dengan memanfaatkan laboratorium sebagai tempat proses kegiatan belajar
mengajar diperlukannya perencanaan pembelajaran terlebih dahulu, untuk
mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan serta dapat menentukan aktivitas
belajar apa saja yang akan siswa lakukan, pada materi bioteknologi. Kemudian,
pelaksanaan pembelajaran dilaboratorium haruslah sesuai dengan perencanaan
yang sudah dibuat sebelumnya, agar tujuan dari pembelajaran dilaboratorium ini
dapat berhasil, dan sesuai dengan yang diharapkan oleh guru
- …
