27 research outputs found
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE JOB ORDER COSTING UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL (STUDI KASUS UMKM CV. TRI UTAMI JAYA MATARAM)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perhitungan harga pokok produksi, harga pokok produksi menurut Job Order Costing dan perbandingan harga pokok produksi oleh CV. Tri Utami Jaya Mataram. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan wawancara. Dalam kerangka penelitian ini, dilakukan tahapan analisis data yaitu Pengumpulan data, Perhitungan biaya produksi berdasarkan perhitungan perusahaan, Klasifikasi, Menghitung biaya berdasarkan metode penilaian biaya, Membandingkan hasil perhitungan biaya produksi berdasarkan perhitungan perusahaan dengan metode perhitungan biaya pesanan pekerjaan CV. Tri Utami Jaya Mataram, Membandingkan hasil perhitungan biaya produksi berdasarkan perhitungan perusahaan dengan metode perhitungan biaya pesanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan Harga Pokok Produksi dan harga jual produk berdasarkan perusahaan dan berdasarkan metode Job Order Costing berbeda. Perbedaan itu terjadi karena ada kesalahan pada pengklasifikasian dan perhitungan unsur Harga Pokok Produksi yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan telah menghitung biaya tenaga kerja langsung dengan tepat, yaitu dengan mengalikan upah setiap satu kali pembuatan produk berbahan baku kelor yang di produksi oleh masing-masing tenaga kerja langsung
Peran Puskesmas Dalam Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (Uks) DI Sekolah Dasar/Sederajat Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat, sehingga mampu menghasilkan derajat kesehatan
peserta didik yang optimal. Usaha Kesehatan Sekolah menjadi sangat penting
karena lebih dari 45 juta penduduk Indonesia adalah peserta didik. Hasil dari
pelaksanaan program UKS yang telah dilakukan, belum sesuai dengan indikator
keberhasilan pelaksanaan UKS. Salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan
UKS di sekolah adalah peran dan keterlibatan puskesmas. Berdasarkan data
Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa masalah PHBS dan gizi pada anak usia
sekolah dasar di Indonesia masih tinggi. Keberhasilan pelaksanaan program UKS
juga dapat dilihat dari terlaksananya penjaringan kesehatan sebagai Standar
Pelayanan Minimal UKS di Sekolah. Penjaringan kesehatan di Kabupaten Jember
tahun 2018 yakni sebesar 98% dan belum memenuhi indikator yang telah di
tetapkan sebesar 100%. Berdasarkan hal tersebut peneliti bertujuan untuk
mengetahui gambaran peran puskesmas dalam pelaksanaan program UKS di
sekolah dasar/sederajat Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN RETENSI MENGGUNAKAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DAN CERAMAH BERVARIASI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan kemampuan
memecahkan masalah antara model PBL dan ceramah bervariasi pada materi
keanekaragaman hayati Indonesia siswa kelas X MIA SMA Negeri 2 Surakarta
tahun pelajaran 2014/2015, 2) Perbedaan retensi antara model PBL dan ceramah
bervariasi pada materi keanekaragaman hayati Indonesia siswa kelas X MIA SMA
Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment)
dengan desain penelitian posttest only nonequivalent control group design.
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA SMAN 2 Surakarta sebanyak
lima kelas. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, diperoleh kelas X
MIA 5 sebagai kelas eksperimen 1 menggunakan model PBL dan kelas X MIA 4
sebagai kelas eksperimen 2 menggunakan ceramah bervariasi. Teknik pengambilan
data dengan tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan
memecahkan masalah dan retensi. Pengukuran kemampuan memecahkan masalah
menggunakan tes pemecahan masalah. Pengukuran retensi menggunakan posttest
dan retest. Retest dilaksanakan dua minggu setelah posttest. Non tes berupa lembar
observasi digunakan untuk mengukur keterlaksanaan sintak dan dokumentasi
digunakan untuk mengumpulkan data awal untuk keperluan uji kesetaraan.
Hasil uji hipotesis dengan uji t menguji: 1) perbedaan kemampuan
memecahkan masalah antara model PBL dan ceramah bervariasi dengan nilai
signifikansi 0,00 (sig.ttabel), menunjukkan
kemampuan memecahkan masalah menggunakan model PBL lebih baik daripada
ceramah bervariasi. 2) perbedaan retensi antara model PBL dan ceramah bervariasi
dengan nilai signifikansi 0,00 (sig.ttabel),
menunjukkan retensi menggunakan model PBL lebih baik daripada ceramah
bervariasi.
Simpulan penelitian ini adalah 1) terdapat perbedaan kemampuan
memecahkan masalah antara model PBL dan ceramah bervariasi pada materi
keanekaragaman hayati Indonesia siswa kelas X MIA SMA Negeri 2 Surakarta
tahun pelajaran 2014/2015, 2) terdapat perbedaan retensi antara model PBL dan
ceramah bervariasi pada materi keanekaragaman hayati Indonesia siswa kelas X
MIA SMA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015.
Kata kunci: Model PBL¸ ceramah bervariasi, kemampuan memecahkan masalah,
retens
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN RETENSI MENGGUNAKAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DAN CERAMAH BERVARIASI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
This research aims to find out: (1) The difference of problem solving skill between PBL model and lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015; (2) The difference of retention between PBL model and lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015. This research was quasi experiment research with using postest only nonequivalent control group design. The population of the research was all student of grade X MIA of SMAN 2 Surakarta as much as five grades. The sampling technique of the research used cluster sampling, therefore the X MIA 5 grade becomes the first experimental class and the X MIA 4 grade becomes the second experimental class. The sampling technique is taken from the test and non-test. The test is used in order to measure the problem solving skill and retention. Problem solving test used to measure the problem solving skill. Posttest and retest used to measure the retention. Retest have done in two weeks after the posttest. Non-test is an observation sheets used to measure syntaxes occurrence, documentation is used to collect the data in order to gain the equality test. The result of the hypothesis test by the t test for the difference of problem solving skill between PBL model and lectures varies show the signification value in 0,00 (sig.<0,05) and the value of tcount is 5,654. Problem solving skill with PBL model is better than lectures varies. The signification value of the difference of retention between PBL model and the lectures varies as big as 0,00 (sig.<0,05) and the value of tcount is 5,627. Retention with PBL model is better than lectures varies. The result of the research summarizes that there is differences of problem solving skill between PBL model and the lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015 and there is differences of retention between PBL model and lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015. Keywords: Problem Based Learning Model, the lectures varies, problem solving skill, retention
Analisis Strategi Perusahaan Informasi dan Komunikasi Pada Wilayah Telekomunikasi Malang
Saat ini, kebutuhan internet semakin meningkat oleh masyarakat. Berdasarkan data yang
diperoleh dari Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia, masyarakat Indonesia telah
mengalami peningkatan permintaan internet dari 2005-2014. Kondisi ini berdampak pada
industri telekomunikasi seperti PT X sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi yang
telah menjadi perusahaan monopoli dengan kontrol atas seluruh industri telekomunikasi. PT
X memiliki produk terlaris yaitu produk X. Namun, sejak tahun 2014 banyak pesaing telah
mulai memperluas pasar telekomunikasi dan mereka telah mulai memasarkan produk serupa
untuk bersaing dengan produk X. PT X, khususnya di daerah Malang mengalami dampak
dari banyak pesaing di industri telekomunikasi, seperti persentase penurunan pangsa pasar
dari 2016 hingga 2017 dan meningkatnya jumlah pelanggan produk X yang memutuskan
untuk berhenti menggunakan produk. Ini menunjukkan menurunnya kesetiaan pelanggan
terhadap produk X. Berdasarkan identifikasi observasi, perlu untuk menetapkan strategi
yang tepat dengan kondisi internal dan eksternal PT X.
Metode dalam penelitian ini terdiri dari tahapan masukan, pencocokan dan keputusan.
Pada metode masukan terdiri dari matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External
Factor Evaluation (EFE). Pada tahap pencocokan terdiri dari matriks Threat, Opportunity,
Weakness, Strength (TOWS) dan Internal External (IE). Pada tahap keputusan yaitu
menggunakan matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Berdasarkan konsep
manajemen strategis menggambarkan bahwa formulasi strategi dapat dibentuk dalam 3
tahap. Tahap pertama adalah tahap input yang terdiri dari matriks IFE dan EFE. Tahap kedua
adalah tahap pencocokan yang terdiri dari TOWS dan matriks IE. Tahap ketiga adalah tahap
keputusan yang terdiri dari matriks QSPM.
Hasil penelitian, total skor matriks IFE adalah 2,625 dan skor total matriks EFE adalah
3,609. Skor ini menentukan posisi perusahaan di kuadran 2 (tumbuh dan dibangun). Strategi
yang tepat untuk perusahaan adalah strategi intensif dan strategi integrasi. Menurut hasil
TOWS dan matriks IE, strategi alternatif yang dipilih adalah penetrasi pasar, pengembangan
pasar, integrasi ke belakang dan integrasi horizontal. Pada tahap QSPM, ditemukan bahwa
strategi prioritas yang berlaku untuk PT X adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar,
integrasi ke belakang dan strategi integrasi horizontal. Strategi penetrasi pasar dapat:
bertujuan untuk memaksimalkan promosi di daerah dengan infrastruktur yang ada dan juga
mensosialisasikan perubahan tarif, sehingga menarik konsumen baru di pasar yang ada.
Strategi pengembangan pasar bertujuan untuk memaksimalkan kegiatan promosi di daerah
tanpa infrastruktur, juga untuk meningkatkan kegiatan pemasaran di Kabupaten Malang.
Strategi integrasi ke belakang bertujuan untuk maksimalkan kerja sama dengan pemasok
bahan utama produk yang serat optik
ANALISIS STRATEGI PERUSAHAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA WILAYAH TELEKOMUNIKASI MALANG
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
An Analysis Of Social Media Toward Students’ Writing Ability At English Study Program In Islamic University Of Riau.
This study aims to find out the benefit of social media toward students’ writing ability at English study program in Islamic University of Riau. It studies and analyzes students’ habit of using social media and the benefit that they gain from it towards their writing ability. This study used a descriptive quantitative method. The instrument that are used are Questionnaire and writing test. it aims to measured the activity level of the eighth-semester students at the English education department at the Islamic University of Riau on social media and their writing ability, along with the benefit that they gain especially regarding writing skills. The benefit that were studied were then divided into five section such as; organizing idea, content, grammar, vocabulary and mechanics. Based on the positive outcome of the research, writer concluded that social media can give tremendous benefit to students especially towards their writing skill. Based on the data, students that are more active in social media tend to have a better writing ability than students that are not, with 82.08% writing score for students that are very active in social media, 77.81 for more active, 70.25% for active students, and 65.25 for students that are less active in social media
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN RETENSI MENGGUNAKAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) DAN CERAMAH BERVARIASI PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
This research aims to find out: (1) The difference of problem solving skill between PBL model and lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015; (2) The difference of retention between PBL model and lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015. This research was quasi experiment research with using postest only nonequivalent control group design. The population of the research was all student of grade X MIA of SMAN 2 Surakarta as much as five grades. The sampling technique of the research used cluster sampling, therefore the X MIA 5 grade becomes the first experimental class and the X MIA 4 grade becomes the second experimental class. The sampling technique is taken from the test and non-test. The test is used in order to measure the problem solving skill and retention. Problem solving test used to measure the problem solving skill. Posttest and retest used to measure the retention. Retest have done in two weeks after the posttest. Non-test is an observation sheets used to measure syntaxes occurrence, documentation is used to collect the data in order to gain the equality test. The result of the hypothesis test by the t test for the difference of problem solving skill between PBL model and lectures varies show the signification value in 0,00 (sig.<0,05) and the value of tcount is 5,654. Problem solving skill with PBL model is better than lectures varies. The signification value of the difference of retention between PBL model and the lectures varies as big as 0,00 (sig.<0,05) and the value of tcount is 5,627. Retention with PBL model is better than lectures varies. The result of the research summarizes that there is differences of problem solving skill between PBL model and the lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015 and there is differences of retention between PBL model and lectures varies in the Indonesian biodiversity material of X MIA grade of SMAN 2 Surakarta in academy year 2014/2015. Keywords: Problem Based Learning Model, the lectures varies, problem solving skill, retention
Deskripsi Kebutuhan Guru dan Siswa Terhadap Media Pembelajaran Fisika
Description of the needs of teachers and students is one of the information services to describe a state of learning in the classroom. This study aims to determine the physics learning process regarding (1) obstacles in learning, (2) understanding of the material, (3) the use of teaching materials, (4) the use of learning media, (5) a description of the need for media use. This research was conducted by interviewing physics teachers at MAN 2 Pulang Pisau and distributing offline to students in class XI MIA I and XI MIA II. Each class is 20 so that the sample used is 40 students. The method used in this research is a combination of qualitative and quantitative descriptive (Mixed Methods). The data analysis technique used is a qualitative analysis in the form of interviews and a quantitative stage in the form of a questionnaire. The results of the study: (1) obstacles in learning according to teachers and students, namely it is difficult to understand the learning material because there are too many similarities (87.5%); (2) Teachers and students said students had more difficulty understanding static fluid material compared to other materials (90%), (3) teaching materials used according to teachers and students in learning were in the form of textbooks (92.5%), (4) Teachers say they never use learning media, while students use learning media only in the form of worksheets (87.5%), (5) Teachers and students say they really need print media in the form of comic-based media this is to make it easier to understand the material and be motivated in learning ( 97.5%)
ANALISIS DETERMINAN NILAI PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN INDEKS TERDAFTAR LQ45)
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan perusahaan Indeks LQ45 yang mengalami penurunan Price Earning Ratio (PER) periode 2013-2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio(DER), Earning Growth(EG), Dividend Payout Ratio(DPR), dan Return On Equity(ROE) terhadap Price Earning Ratio (PER) (studi kasus pada 7 perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 periode 2013-2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda data panel dengan menggunakan software pengujian Eviews 9. Pengujian secara parsial menunjukkan Debt to Equity (DER) berpengaruh negatif signifikan , Dividend Payout Ratio (DPR), dan Return On Equity(ROE) berpengaruh positif signifikan, Earning Growth(EG) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap Price Earning Ratio (PER)
