Bio-Pedagogi (Journal)
Not a member yet
    203 research outputs found

    Pengaruh model project based learning berbantuan Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bioteknologi

    Get PDF
    ENThis study aimed to determine the effect of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by Google Sites on students critical thinking skills in biotechnology. This quantitative study employed a quasi-experimental approach. The research design utilized was a pretest-posttest control group design. The instruments used were test questions and a media validation sheet for Google Sites. Data analysis included normality test, homogeneity test, difference test, N-Gain test, F test, and Eta test. The results discovered that the Project-Based Learning model assisted by Google Sites affected students critical thinking skills in biotechnology material. This is evidenced by the Mann-Whitney test results with an Asymp. Sig value of 0.001, indicating a significant difference; the N-Gain test result of 0.74, showing an increase after the implementation of the model; the F test result with a significance value of 0.001, indicating a significant effect; and the Eta test result with a correlation coefficient of 0.544, which indicated a moderate effect. Thus, it can be drawn that the Project-Based Learning model assisted by Google Sites has a moderate positive effect on students critical thinking skills in biotechnology.IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning berbantuan Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bioteknologi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Desain penelitian yang diterapkan adalah pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu soal test dan lembar validasi media Google Sites. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa uji normalistas, homogenitas, uji beda, Uji N-Gain, uji F, dan uji Eta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh model Project Based Learning berbantuan Google Sites terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bioteknologi, hal ini dapat dilihat dari hasil uji Mann-Whitney dengan nilai  Asymp.Sig 0,001 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan, hasil uji N-gain sebesar 0,74 yang artinya terdapat peningkatan setelah diterapkan model Project Based Learning berbantuan Google Sites, hasil uji F dengan nilai sig 0,001 yang berarti ada pengaruh yang signifikan dan, uji Eta dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,544 yang berarti cukup berpengaruh. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berbantuan Google Sites berpengaruh signifikan dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kategori sedang

    Implementasi problem-based learning berbasis education for sustainable development terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik

    Get PDF
    ENLearning plays a crucial role in the educational process; therefore, educators need to apply learning models that can improve students' critical thinking skills. One of the most effective approaches is to use a Problem-Based Learning model centered on education for Sustainable Development, which aligns with 21st-century competencies. The Education for Sustainable Development approach is critical to understanding environmental changes from the perspective of developing students' character. This research aims to review the literature on the Problem-Based Learning model centered on Education for Sustainable Development in improving students' critical thinking capacities. The methodology was a literature review of 20 papers from the last five years found in scientific databases like Sinta and Scimago. There were five articles in the sampling. Based on the analysis, the ESD-based Problem-Based Learning model positively influences students' critical thinking skills.IDPembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development yang sesuai dengan kompetensi di era abad 21. Pendekatan Education for Sustainable Development sangat penting untuk memahami perubahan lingkungan hidup dari sudut pandang pengembangan karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur terkait model Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development dalam membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 20 artikel dari database ilmiah seperti Scimago dan jurnal yang terindeks Sinta dengan rentang 5 tahun terakhir. Sampel yang digunakan adalah 5 artikel. Berdasarkan hasil analisis, model Problem Based Learning berbasis ESD memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik

    Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif articulate storyline terintegrasi microgames pada materi proses digesti manusia kelas XI

    Get PDF
    ENThis study aims to (1) develop interactive learning multimedia Articulate Storyline integrated with microgames on the material of human digestion process in class XI, (2) test the feasibility of interactive learning multimedia Articulate Storyline integrated with microgames on the material of human digestion process in class XI. This type of research is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which is modified only to the Develop stage and combined with a mixed method sequential exploratory design approach. The research data collection technique was carried out using a questionnaire. The data analysis technique was carried out using descriptive data analysis. The research results showed that the product developed has interactive, independent, and convergent properties and is unique, namely, the insertion of 12 types of microgames in the content of the digestion process material. The feasibility value of the product developed showed 87% responses from media experts, 87% from learning experts, 91.3% from teacher responses (practitioners), and 90.3% from student responses. Thus, interactive learning multimedia based on Articulate Storyline integrated with microgames on the material of the digestion process is declared very feasible to be used as a learning media for biology in class XI.IDPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif Articulate Storyline terintegrasi microgames pada materi proses digesti manusia di kelas XI, (2) menguji kelayakan multimedia pembelajaran interaktif Articulate Storyline terintegrasi microgames pada materi proses digesti manusia di kelas XI. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang dimodifikasi hanya sampai tahapan Develop dan dipadukan dengan pendekatan mixed method sequential exploratory design. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan produk yang dikembangkan memiliki sifat interaktif, mandiri, dan konvergen, serta memiliki keunikan yakni terdapat penyisipan 12 macam microgames pada konten materi proses digesti. Nilai kelayakan produk yang dikembangkan menunjukkan sebesar 87% respon dari ahli media, 87% dari ahli pembelajaran, 91,3% dari respon guru (praktisi), dan 90,3% dari respon siswa. Dengan demikian, multimedia pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline terintegrasi microgames materi proses digesti dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran biologi kelas XI

    Profil critical thinking dalam proses pembelajaran biologi di SMA Kabupaten Purbalingga

    Get PDF
    ENMerdeka Curriculum requires students to possess 21st-century competencies, one of which is critical thinking, categorized under learning and innovation skills. This study aimed to analyze the profile of critical thinking and the role of biology learning processes in empowering the dimensions of critical thinking among senior high school students in Purbalingga Regency. To date, there has been no mapping in these schools regarding how biology learning contributes to strengthening critical thinking dimensions. The analysis adopted Ennis's five aspects of critical thinking: providing simple explanations, building basic skills, drawing conclusions, providing further explanations, and setting strategies and tactics. This research employed a quantitative descriptive approach with data collected through observation, critical thinking tests, interviews, and documentation. The population included 16 high schools (ten public and six private). A cluster random sampling technique was implemented, with the sample size taken as 20% of the total population. The results revealed that students' critical thinking ability in these schools was at a moderate level, with an average achievement rate of 45.6%. The highest average percentage was in the aspect of providing further explanations (57.3%), and the lowest was in providing simple explanations (41.2%). A mismatch between teaching modules, learning processes, and evaluation questions in classroom implementation was identified as the main issue affecting students' critical thinking development. Teachers play a crucial role in designing learning strategies that train students to think logically, analytically, and reflectively.IDKurikulum merdeka menuntut siswa untuk memiliki kompetensi abad 21, salah satunya critical thinking yang termasuk dalam kompetensi learning and innovation skills. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil critical thinking dan peran proses mata pelajaran biologi dalam memberdayakan dimensi critical thinking pada siswa SMA di Kabupaten Purbalingga. Di SMA Kabupaten Purbalingga belum pernah dipetakan terkait peran mata pelajaran Biologi dalam memberdayakan dimensi critical thinking. Analisis dimensi critical thinking menggunakan lima aspek berpikir kritis menurut Ennis: memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lanjut, dan mengatur strategi dan taktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, tes critical thinking, wawancara, dokumentasi. Populasi penelitian terdiri dari 16 SMA (10 SMA Negeri dan 6 SMA Swasta). Teknik pengambilan data cluster random sampling. Jumlah sampel diambil 20% dari jumlah populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Kabupaten Purbalingga berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata capaian 45,6%, persentase rata-rata tertinggi pada aspek memberikan penjelasan lanjut (57,3%) dan persentase rata-rata terendah pada aspek penjelasan sederhana (41,2%). Ketidaksesuaian antara modul ajar, proses pembelajaran, dan soal evaluasi pembelajaran dalam implementasinya di kelas menjadi permasalahan utama dalam pencapaian critical thinking siswa. Guru berperan penting dalam merancang strategi pembelajaran yang melatih siswa berpikir logis, analitis, dan reflektif

    Analisis pengukuran hasil ulangan menggunakan teori tes klasik dan model Rasch pada siswa SMA

    Get PDF
    ENEvaluation is an important part and stage that educators must go through to ensure effective learning. Evaluation results can be used as material for teacher reflection in developing and organizing learning programs and activities. The research aims to compare the analysis of assessment or evaluation using Classical Test Theory with the Rasch model and can find out the differences in analysis using the two models. The type of research in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The sample used is the results of the Virus Chapter daily test with a total of 15 questions. Assessment analysis based on classical test theory using Microsoft Excel application and assessment analysis based on Rasch Model using Winsteps Rasch application. Validity analysis on classical test theory and Model Rasch amounted to nine valid questions and six invalid questions, and five valid questions and 10 invalid questions. Reliability test analysis through classical test theory obtained a value of 0.672 with a moderate category and from Item Reliability obtained a value of 0.87 with a good category. The average difficulty level of questions on the test theory is 0.463 at a moderate level, according to the Rasch Model there are three very easy questions, five easy questions, three difficult questions, and four very difficult questions. Analysis of distinguishing power based on classical test theory which is in the bad category of one item, six items are sufficient, five items are high, and three items are very high. The distinguishing power of items based on the Rasch Model obtained the item separation index H = 3.81.IDEvaluasi adalah bagian dan tahapan penting yang harus dilalui pendidik untuk menjamin pembelajaran efektif. Hasil evaluasi dapat dijadikan bahan refleksi guru dalam mengembangkan dan menyelenggarakan program dan kegiatan pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk membandingkan analisis penilaian atau evaluasi menggunakan Teori Tes Klasik dengan Model Rasch dan dapat mengetahui perbedaan analisis dengan menggunakan kedua model tersebut. Jenis penelitian pada penelitian ini yakni metode kualitatif secara pendekatan deskriptif. Sampel yang digunakan yakni hasil ulangan harian BAB Virus dengan jumlah butir soal sejumlah 15 soal. Analisis penilaian berdasarkan teori tes klasik menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan analisis penilaian berdasarkan Model Rasch menggunakan aplikasi Winsteps . Analisis validitas pada teori tes klasik serta Model Rasch berjumlah sembilan soal valid serta tidak valid enam soal, dan valid lima soal serta tidak valid 10 soal. Analisis Uji Reliabilitas melalui teori tes klasik diperoleh nilai sebesar 0,672 dengan kategori sedang serta dari Item Reliability diperoleh nilai 0,87 dengan kategori bagus. Rerata tingkat kesulitan soal pada teori tes sebesar 0,463 pada tingkat sedang, menurut model Rasch terdapat tiga soal sangat mudah, mudah lima soal, sulit tiga soal serta sangat empat soal. Analisis daya pembeda berdasarkan teori tes klasik yang berada pada kategori buruk satu item, enam butir cukup, lima butir tinggi, dan tiga item sangat tinggi. Daya pembeda butir soal berdasarkan Model Rasch diperoleh indeks separasi butir soal H = 3,81

    Nilai-nilai karakter siswa sekolah menengah atas pada pembelajaran biologi dengan berbantukan aplikasi instagram

    Get PDF
    ENLearning in the 21st century applies character skills, critical thinking, creativity, problem-solving, cooperation, community, and communication skills. Building the character we need is one of them through learning, where 21st-century learning integrates knowledge skills, literacy, attitudes, and skills and mastery of technology. This study aims to determine the value of the character of responsibility, creativity, and independence in students. The data collection technique used in this research is the triangulation technique. Questionnaire, observation, and interview methods were used in this study. In his research through the poster in Instagram learning method, the teacher provides students with an understanding of the discussion task to obtain work to build creative character values and responsibility. Experts' students' and teachers' responses validated data collection. The results of students' character values in learning biology with the help of the Instagram application were 72%, 68%, and 66% with good categories. The character value that gets the highest percentage is responsibility, and independence is the lowest character value aspect. IDPembelajaran pada abad ke-21 ini menerapkan keterampilan karakter, berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kerjasama, kemasyarakata dan keterampilan komunikasi. Membangun karakter yang kita perlukan yaitu salah satunya melalui pembelajaran, dimana pembelajaran abad 21 ini merupakan suatu pengintegrasian antara kemampuan kecakapan pengetahuan, literasi, sikap dan keterampilan serta penguasaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakter tanggung jawab, kreatif, dan mandiri pada siswa.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik triangulasi. Metode kuesioner, observasi, dan wawancara digunakan dalam penelitian ini. dalam penelitiannya melalui metode pembelajaran poster in instagram, guru memberikan pemahaman siswa untuk tugas diskusi dalam memperoleh karya dengan harapan dapat membangun nilai karakter kreatif dan tanggung jawab. Pengumpulan data dilakukan dengan validasi oleh pakar, tanggapan siswa dan guru. Hasil nilai karakter siswa pada pembelajaran biologi dengan berbantukan aplikasi instagrami sebesar 72%, 68%, dan 66% dengan kategori baik. Nilai karakter yang memperoleh persentase tertinggi adalah tanggung jawab dan aspek nilai karakter terendah adalah mandiri

    Analisis kualitas instrumen penilaian materi keanekaragaman hayati melalui tes klasik dan Rasch model

    Get PDF
    ENLearning evaluation functions as an indicator. Assessment is an activity that involves the interpretation of measurement data in accordance with certain criteria or rules. An effective assessment instrument must meet the requirements including validity, reliability, level of difficulty, discriminatory power, and distractor effectiveness. This study aims to compare the results of the analysis of assessment instruments between classical test theory and the Rasch model on the assessment of Biodiversity material. The study was conducted in class VII at one of the junior high schools in Sukoharjo. This study is a quantitative descriptive study with random sampling techniques. The data were analyzed using Microsoft Excel (and Winsteps. The results of the validity analysis through the classical test theory were categorized as sufficient/moderate quality (5 valid) from the Rasch model analysis obtained good question quality (6 valid). The reliability analysis of the questions through the classical test theory was 0.458 (moderate) and the Rasch model obtained a person with a weak value (0.34) and a question with a good value (0.86). The level of difficulty, according to the classical test theory and the Rasch model, was distributed into three groups. The discriminatory power of the classical theory test was divided into 5 questions with sufficient value, 4 questions with high value, and 1 question with very high value. Then, in the Rasch model there were four groups of questions that could be identified, while for the person there was only one group. For the effectiveness of the distractors in the classical theory test and the Rasch model, most of them had shown good quality while a small number of distractors did not work. The Rasch model approach is considered better because it is more objective, easy to interpret the results, flexible, and statically strong.IDEvaluasi pembelajaran berfungsi sebagai indikator Penilaian merupakan kegiatan yang melibatkan interpretasi data pengukuran yang sesuai dengan kriteria atau aturan-aturan tertentu. Instrumen penilaian yang efektif harus memenuhi persyaratan yang meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas distraktor. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis instrumen penilaian antara teori tes klasik dan Rasch model pada assesment materi Keanekaragaman Hayati Penelitian dilakukan pada kelas VII di salah satu SMP di  Sukoharjo. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling acak. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel (dan Winsteps. Hasil analisis validitas melalui teori tes klasik dikategorikan berkualitas cukup/sedang (5 valid) dari melalui analisis Rasch model diperoleh kualitas soal yang baik (6 valid). Analisis reliabilitas butir soal melalui teori tes klasik sebesar 0,458 (sedang) dan Rasch model diperoleh person bernilai lemah (0,34) dan butir soal bernilai bagus (0,86). Tingkat kesukaran, menurut teori tes klasik dan Rasch model terdistribusi dalam tiga kelompok. Daya pembeda tes teori klasik terbagi pada 5 soal bernilai cukup, 4 soal bernilai tinggi, dan 1 soal bernilai sangat tinggi.  Lalu, pada Rasch model terdapat empat kelompok butir soal yang dapat diidentifikasi, sedangkan untuk person hanya terdapat satu kelompok. Untuk efektivitas distraktor pada tes teori klasik dan Rasch model sebagian besar sudah menunjukkan kualitas baik sedangkan sebagian kecil distraktor tidak bekerja. Pendekatan Rasch model dianggap lebih baik dikarenakan lebih objektif, mudah dalam menafsirkan hasil, fleksibel, dan kuat secara statis

    Analisis pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatkan atensi biologi siswa

    Get PDF
    ENThis study aims to analyze the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in increasing student attention in biology learning through a systematic literature review. The method used was Systematic Literature Review (SLR) of relevant national and international scientific articles published between 2020 and 2025. The results showed that the CTL approach-consisting of seven main components, constructivism, questioning, discovery, collaboration, learning communities, modelling, and authentic assessment-contributed significantly to increasing students' attention and engagement. The application of CTL is proven to be able to link biology material with students' real-life context, making learning more meaningful and enjoyable. Analysis showed that the combination of CTL with visual media, Learner Worksheets (LKPD), and real experience-based activities consistently showed high to very high effectiveness in increasing student attention. Thus, the CTL approach is recommended as an effective strategy to overcome the problem of low student attention in biology learning at schoolIDPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan atensi siswa pada pembelajaran biologi melalui kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan CTL yang terdiri dari tujuh komponen utama, konstruktivisme, bertanya, menemukan, kolaborasi, masyarakat belajar, pemodelan, dan penilaian autentik, berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa. Penerapan CTL terbukti mampu mengaitkan materi biologi dengan konteks kehidupan nyata siswa, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan. Analisis menunjukkan bahwa kombinasi CTL dengan media visual, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan kegiatan berbasis pengalaman nyata secara konsisten menunjukkan efektivitas tinggi hingga sangat tinggi dalam meningkatkan atensi siswa. Dengan demikian, pendekatan CTL direkomendasikan sebagai strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan rendahnya perhatian siswa dalam pembelajaran biologi di sekolah

    Modul ajar keanekaragaman hayati daerah karst berbasis project-based learning berbantu reflective journal untuk meningkatkan kemampuan mengevaluasi dan merefleksi siswa

    Get PDF
    ENBiology learning is an effort to find scientific truth through a series of process skills. The demands of Biology learning are responsive learning to global issues and play an active role in providing problem solving. One of the learning models that is expected to train students' process skills is Project-Based Learning (PjBL). This study aims to analyze the effect of teaching modules for biodiversity of karst areas based on Project-Based Learning assisted by reflective journals on the ability to evaluate and reflect on class X students of SMA Wonogiri in the 2024/2025 academic year. This research is a quasi-experimental research with post-test only control group design. Sampling was done randomly, with 1 class as a control class and 1 class as an experimental class. The learning outcomes analyzed were the ability to evaluate and the ability to reflect on students and their correlations. Data analysis was carried out using the independent sample t test and Pearson correlation test. Based on the results of the research and data analysis that has been carried out, it can be concluded that there is a significant effect of the application of teaching modules for biodiversity of karst areas based on Project-Based Learning assisted by reflective journals on the ability to evaluate and reflect on studentsIDPembelajaran Biologi merupakan upaya menemukan kebenaran ilmiah melalui serangkaian keterampilan proses. Tuntutan pembelajaran Biologi adalah pembelajaran responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat melatih keterampilan proses siswa adalah project-based learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modul ajar keanekaragaman hayati daerah karst berbasis project-based learning berbantu reflective journal terhadap kemampuan mengevaluasi dan merefleksi siswa kelas X di SMA Wonogiri tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experimental dengan desain post-test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, dengan 1 kelas sebagai kelas kontrol dan 1 kelas sebagai kelas eksperimen. Hasil belajar yang dianalisis ada kemampuan mengevaluasi dan kemampuan merefeleksi siswa serta korelasinya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji independent sample t test dan uji korelasi pearson. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan modul ajar keanekaragaman hayati daerah karst berbasis project-based learning berbantu reflective journal terhadap kemampuan mengevaluasi dan merefleksi sisw

    Analisis kualitas butir soal ujian akhir semester mata pelajaran biologi SMA menggunakan Rasch Model

    Get PDF
    ENThis research aims to determine the quality of Biology final exam questions in senior high school using the Rasch model. The final exam questions consist of 30 multiple choices questions on ecology and cells. The answers are collected from 50 students in grade XI in SMA Academic Year 2021/2022. Data analyse technique in this research is the Item responses test (IRT). The result shows that from a total of 30 questions, 17 of them are in the valid category, while the other 13 questions are invalid. The value of Cronbach’s alpha is 0,69 < 0,7; shows that some of the invalid questions are not reliable and require improvement, so that the consistency of measurement results using these items become more reliable. The analysis result also shows that the majority of students have conformity with the developed Rasch model, except for student numbers 04L, 18P, 07P, 44P, 39L, 43P and 25P. IDPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal ujian akhir semester mata pelajaran Biologi SMA menggunakan RASCH model. Soal UAS yang dianalisis berjumlah 30 soal pilihan ganda pada materi ekologi dan sel. Responden merupakan 50 siswa kelas XI SMA Tahun Akademik  2021/2022.  Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Item responses test (IRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 30 butir soal, sejumlah 17 item termasuk kategori valid, sedangkan 13 item lainnya invalid. Nilai Alpha Cronbach berdasarkan hasil analisis adalah 0,69 < 0,7; menunjukkan bahwa beberapa soal yang invalid tersebut tidak reliabel dan memerlukan perbaikan, sehingga keajegan atau konsistensi hasil pengukuran menggunakan item soal menjadi lebih dapat dipercaya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesesuaian dengan RASCH model yang dikembangkan, kecuali siswa nomor 04L, 18P, 07P, 44P, 39L, 43P dan 25P

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bio-Pedagogi (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇